Anda di halaman 1dari 2

5 SEKAWAN

Satu malam berlalu, sepi. Hanya jejak kenangan yang datang mengusik. Aku terlarut
akan kepergian ayah 9 tahun yang lalu. Aku teringat semua kenangan saat ayah masih ada,
sebuah keceriaan di rumah ini, yang kini hilang sejak kepergian ayah. Ku teringat akan
kenangan saat ku bersama dengan ayah. Ku mengingat kejadian yang begitu memilukan di
hidupku dan sekaligus menjadi suatu motivasi di hidupku. Hal inilah yang menjadi motivasi
dalam hidupku untuk membagakan ibu dan keluarga kecilku. Walaupun sedih kehilangan
Ayah, namun hidupku harus tetap berlanjut. Tak ada waktu untuk menyesali semua yang telah
terjadi karena ku percaya semua yang Tuhan rencanakan punya maksud dibaliknya.

Yah.. sebut saja namaku Mike. Aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Saat
ayah telah meninggal, ibu menjadi ibu dan sekaligus ayah bagi kami bertiga. Ia yang
mengurus kami sekaligus yang mencari nafkah bagi kami. Siang dan malam ibu membanting
tulang untuk menyekolahkan kami. Terkadang aku turut prihatin jika melihat ibu bekerja
keras demi kami terlebih lagi saat aku melihat ibu ibu lain sedang bersenang senang dan
menikmati hidup sedangkan ibu ku tetap bekerja. Saat aku memustuskan untuk pergi ke kota
Makassar untuk melanjutkan sekolah, awalnya terjadi keraguan karena tidak ada lagi yang
membantu Ibu karna kakak kakakku juga telah terlebih dahulu melanjutkan pendidikan di
kota lain.

Hari yang ku dambakan pun tiba, hari dimana menikmati dan sekaligus hari yang
menyedihkan buat ku karena hari ini aku harus meninggalkan kampung halamanku dan orang
yang sangat ku cinta yaitu ibu karena aku akan menempuh jenjang pendidikan baru yang
semua remaja sangat mendewakannya apalagi kalau bukan SMA. Setelah perjalanan panjang
dari Kolaka ke Makassar akhirnya ku tiba di Makassar pada pukul 5 sore. Saat tiba di rumah
kontrakan, aku langsung mengatur seragam sekolah yang nantinya akan kupakai esok hari
serta buku bukuku. Ku buka kembali buku buku yang sudah lama tak ku buka. Namun
entah mengapa saat ku sedang asik membaca buku, aku tiba tiba terlintas akan sosok yang
aku cinta yaitu ibu namun tak lama kemudian ibu pun menelfonku dan menanyakan kabarku.
Berbicara dengan ibu setidaknya mengobati rasa rinduku ini.

Hari ini tepat tanggal 11 Juli , aku mengikuti MOS yang diadakan SMA Katolik
Rajawali. Pada awalnya, aku masuk ke ruangan 9. Aku duduk di sebelah kanan belakang
tepat dibelakang sekelompok remaja pria. Aku memperkenalkan diri kepada mereka dan
mencoba untuk bersosialisasi dengan mereka.. Awalnya kami berbicara tentang hobi,
kesukaan dan yang lainnya namun lama kelamaan mereka mulai membicarakan ke hal hal
negatif contohnya saja situs situs porno yang pernah mereka buka. Akhirnya aku mulai
menyadari kalau aku berteman dengan orang yang salah. Akhirnya ku mulai untuk menarik
diri dan tidak berbicara kepada mereka lagi namun mereka justru mengangguku.

Hei! Anak kampung kok makin diam saja. kenapa tidak ikut dengan kami. ujar Lucky,
salah satu anak di depanku.

Sorry, bukannya tidak mau berteman sama kalian namun pembicaraan kalian makin jorok.
Aku tidak terbiasa dengan hal tersebut. jawabku

Michael Grant Husain XI IPA A


Hahaha... dasar banci.. cuma kamu yang tidak suka dengan hal begini kata Robert sambil
menatapku sinis

Namun belum lama Robert berkata demikian bel istirahat pun berbunyi. Sejujurnya,
aku sangat takjub karena bel istirahat itu dibacakan dalam 4 bahasa, Saat yang lain pergi ke
kantin namun aku masih tetap duduk di kursiku terpaku dan menghayal bagaimana jadinya
kalau aku masih harus ketemu mereka . Aku tak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi
padaku karena yang terlintas dibenakku siswa dan siswi SMA Katolik Rajawali adalah siswa
dan siswi yang bukan hanya saja cerdas namun mempunyai moral yang baik. Namun aku
kembali termotivasi dengan tujuan utamaku untuk bersekolah di Rajawali sehingga hati ku
kembali tenang. Belum lama ku terpaku diam membisu, bel masuk pun kembali berbunyi.
Sebenarnya aku sangat bosan dengan MOS ini karena kami cuma diperkenalkan lagu-lagu
yang biasa dinyanyikan. Suatu ketika, mereka mengajakku untuk ikut dalam 5 sekawan
walaupun aku tidak merespon namun mereka tetap memasukkan ku dalam 5 sekawan.
Ternyata tujuan mereka untuk memasukkan ku dalam 5 sekawan hanya untuk mengejekku
lagi. semboyan 5 sekawan yaitu 4 manusia dan 1 anjing. Sejak saat itu mereka
memperlakukan seperti anjing . Mereka manarik dasi ku dan memanggilku dengan kata
anjing. Yang aku bisa perbuat hanya bersabar dan memaafkan mereka. Yah karena aku tahu
orang yang mengalah bukanlah orang yang kalah namun orang menang karena telah
mengalahkan emosinya.

Hari pertama MOS ku sangat menyebalkan. Ku harap kejadian itu tidak terulang lagi
di hari kedua. Namun itu cuma impian belaka, karena empat sekawan itu terus
menggangguku. Namun saat kakak kelas masuk ke ruangan kami, empat sekawan pun kaget
karena kertas tugas kami dikumpul oleh kakak kelas yang terkenal sinis itu. Saat kami telah
mengumpulkan tugas kami, namun cuma Lucky yang tidak mengmupulkannya. Ia mencari
kertas tugasnya namun tidak mendapatkannya. Lucky pun dimarahi dan dihukum karena
menghilangkan kertas. Saat itu, aku sangat senang karena akhirnya medapatkan ganjaran
karena selalu saja menggangguku. Lucky dianggap meremehkan tugas yang diberikan.
Setelah itu, aku tercengang karena mendapatkan tugas lucky berada dibawah tumpukan buku
ku. Dan yang parahnya lagi, Robert memberitahukan hal tersebut kepada Lucky. Dengan
segera Lucky datang ke meja ku dan hampir memukulku .Untungnya Robert dan yang lain
menahannya sehingga tangannya belum sampai menyentuh mukaku. Ternyata, alasan
mengapa tugas Lucky berada di bawah tumpukan bukuku yaitu karena ia sendiri yang
meletakkannya saat menarik dasiku. Jika saja Lucky tak memiliki teman , aku pasti juga akan
memukulnya karena setiap manusia memiliki batas kesabaran mereka. Aku merasa sudah
cukup sadar dan harus memikirkannya namun selalu saja terlintas dipikiranku bagaimana
jadinya jika aku dan Lucky berkelahi dan pihak sekolah melaporkannya kepada Ibuku. Ibuku
pasti akan sangat sedih dan akan menyuruh ku kembali ke Kolaka jika ia mendengar hal
tersebut dan aku tak mau semua harapan ku sirna hanya suatu masalah kecil.

Yah hari MOS ketiga kujalani seperti biasa dengan kegiatan kegiatan yang cukup
membosankan. Hari ini adalah hari dimana aku bertemu dengan teman baru yang akan
menjadi teman sekelasku setahun ini. aku ditunjuk sebagai bendahara dari kelas X-A . aku
sangat beruntung karna masuk kelas unggulan sehingga tidak perlu menemui orang orang
yang berprilaku seperti Lucky dan kawan-kawan . Hari ini aku mulai duduk sebangku
dengan seorang teman yang bernama Chandra. Ia seorang yang baik dan cerdas . Aku
berharap semoga dalam aku belajar di SMA Katolik Rajawali dikelilingi oleh teman teman
yang mengerti diriku.

Michael Grant Husain XI IPA A