Anda di halaman 1dari 2

Glaukoma Akibat Trauma

Cedera kontusio bola mata dapat disertai dengan peningkatan tekanan dini
tekanan intraocular akibat perdarahan ke dalam bilik mata depan (hifema). Darah
bebas menyumbat anyaman trabecular, yang juga mengalami edema akibat cedera.
Terapi awal dilakukan dengan obat-obatan, tetapi mungkin diperlukan
tindakan bedah bila tekanan intraokularnya tetap tinggi.
Secara klinis, bilik mata depan tampak lebih dalam daripada mata yang satunya, dan
gonioskopi memperlihatkan resesi sudut.
Laserasi atau robek akibat kontusio pada segmen anterior sering disertai
dengan hilangnya bilik mata depan . Apabila bilik mata tidak segera dibentuk kembali
setelah cedera, maka akan terbentuk sinekia anterior perifer dan menyebabkan
penutupan sudut yang ireversibel.

Glaukoma Setelah Tindakan Bedah Okular

a. Glaukoma Sumbatan Siliaris (Glaukoma Maligna)

Tindakan bedah pada mata yang menimbulkan peningkatan tekanan


intraokular yang bermakna dan sudut tertutup dapat menyebabkan glaukoma
sumbatan siliaris. Segera setelah pembedahan, tekanan intraokular meningkat hebat
dan lensa terdorong ke depan akibat penimbunan aqueous di dalam dan di belakang
korpus vitreum.
Terapi terdiri atas sikloplegik,midriatik,penekan aqueous humor dan obat-
obatan hiperosmotik. Obat hiperosmotik digunakan untuk menciutkan korpus vitreum
dan membiarkan lensa bergeser ke belakang.
Mungkin diperlukan sklerotomi posterior, vitrektomi dan bhakan ekstrasi lensa.

b. Sinekia Anterior Perifer

Tindakan bedah yang menyebabkan mendatarnya bilik mata depan akan


menimbulkan pembentukan sinekia anterior perifer. Diperlukan pembentukan kembali
bilik mata depan melalui tindakan bedah dengan segera apabila hal tersebut tidak
terjadi secara spontan.

Glaukoma Neovaskular

Neovaskularisasi iris (rubeosis iridis) dan sudut bilik mata depan paling sering
disebabkan oleh iskemia retina yang luas seperti yang terjadi pada retinopati diabetic
stadium lanjut dan oklusi vena centralis retina iskemik.
Glaukoma mula-mula timbul akibat sumbatan sudut oleh membrane
fibrovaskular, tetapi kontraksi membran selanjutnya menyebabkan penutupan sudut.
Glaukoma neovaskular yang telah terbentuk sulit di atasi dan terapi sering
tidak memuaskan. Pada banyak kasus, terjadi kehilangan penglihatan dan di perlukan
prosedur siklodestruktif untuk mengontrol tekanan intraokular.

Glaukoma Akibat Peningkatan Tekanan Vena Episklera

Peningkatan tekanan vena episklera dapat berperan menimbulkan glaukoma


pada sindrom Struge-Weber, yang juga terdapat anomali perkembangan sudut, dan
fistula karotis-kavernosa, yang juga dapat menyebabkan neovaskularisasi sudut akibat
iskemia mata yang luas.
Terapi medis tidak dapat menurunkan tekanan intraokular di bawah tingkat
tekanan vena episklera yang meningkat secara abnormal, dan tindakan bedah
berkaitan dengan resiko komplikasi yang tinggi.

Glaukoma Akibat Steroid

Kortikosteroid intraokular, periokular, dan topical dapat menimbulkan sejenis


glaucoma yang mirip dengan glaucoma sudut terbuka primer terutama pada individu
dengan riwayat penyakit ini pada keluarga. Penghentian pengobatan biasanya
menghilangkan efek-efek tersebut, tetapi dapat terjadi kerusakan permanen apabila
tidak disadari dalam waktu yang lama.
Pasien yang mendapat terapi steroid topical atau sistemik harus menjalani
tonometry dan oftalmoskopi secara periodic, terutama apabila ada riwayat glaucoma
pada keluarga