Anda di halaman 1dari 3

Konstruksi dan Tehnik Bangunan Tradisional Suku Nias Yang Ramah Lingkungan.

Mengenal
Keunikan Budaya Dan Tradisi Suku Nias Di Pulau Nias - Sumatera Utara. Rumah Adat Nias
Tengah | Nias Selatan | Nias Utara | Yaahowu Komunitas Nias Selatan (ucapan salam bahasa
nias. dibaca: Ya ahovu). Tano Niha adalah sebuah Negeri dimana orang-orang Nias
menyebutnya sebagai Kampung Halaman. Di Masa ratusan tahun yang lalu,Perburuan
Kepala, Pemujaan Leluhur, Perayaan-perayaan Adat dan Kasta Masyarakat Bangsawan,
Masyarakat Biasa dan Para Budak adalah profil kehidupan pulau kecil ini. Ratusan tahun yang
lalu, Nias adalah daerah yang liar. Dengan hutan yang lebat dan hanya memiliki sedikit
penghuni yang berada di tengah tengah pulau yang jauh dari pantai. Namun sekarang Nias
telah memiliki banyak penghuni baik itu di tengah pulau maupun di sepanjang garis pantainya.
Kita pun akan menemukan Ladang-ladang yang luas di pulau ini. Hanya tinggal beberapa saja
sisa-sisa dari Hutan asli di pulau ini dan mulai langkanya kayu bangunan yang bagus, yang
merupakan kayu endemik Nias Berua. 7000 tahun yang lalu, Imigran (pendatang) yang berasal
dari Asia Tenggara mulai menghuni bagian tengah pulau ini .kemudian sebagian dari mereka
mengembara dan mendirikan hunian di daerah pedalaman bagian selatan dan sebagian di
daerah bagian utara. Namun karena kurangnya pengetahuan mereka terhadap perpetaan,
mereka tidak dapat bersatu lagi hingga akhirnya mereka terpecah menjadi 3 bagian:wilayah
tengah, wilayah selatan dan wilayah utara. Diantara masing-masing wilayah ini, kita akan
menemukan perbedaan bahasa, kelompok masyarakat, dan budaya. Demikian pula dengan
perbedaan pada arsitektur bangunannya Arsitektur Bangunan di Nias Utara Di Perkampungan
Tradisional di bagian utara, perumahan mereka berbentuk oval dan dibangun diantara dua sisi
jalan yang memanjang lurus. Sisi kiri dan sisi kanan saling menghadap ke bagian jalan. Dahulu
kala, penduduk disini membentengi kediaman mereka dengan menggunakan pagar bambu atau
dinding alami berupa pohon pohon yang tumbuh lebat. Gambar 1. Pemukiman di Nias Utara
(Sumber Foto: Niasselatanku.com) Bagian depan rumah tradisional / rumah adat mereka di
letakkan batu-batu megalit. Batu batu tersebut merupakan lambang kepercayaan terhadap
hubungan mereka antara makhluk hidup dan yang sudah mati. Juga mencerminkan status
sosial dari sang pemilik rumah. Nias sangat terkenal dengan budaya megalitnya. Dahulu, untuk
memasuki rumah ini, adalah melalui sebuah penutup yang berada di bagian bawah rumah. Hal
ini diterapkan sebagai bentukantisipasi / pertahanan terhadap kedatangan musuh mereka. Dan
kini sistem pertahanan tersebut telah digantikan dengan penempatan anak tangga atau
beranda di pintu masuk. Pemasangan atap berbentuk curam, merupakan keistimewaan dari
perumahan-perumahan di Nias. Kebanyakan dari mereka hingga kini menggunakan daun
palem sebagai atap walau sebagian lagi sudah menggunakan seng. Di Nias Utara, bangunan
perumahannya merupakan konstruksi ringan dengan ruang atap yang tidak memiliki
penghalang sehingga dapat dijadikan ruang tempat penyimpanan di bagian atas lantai utama.
Posisi jendela loteng sengaja dibuat agar sinar matahari dapat masuk ke bagian interior rumah
untuk memicu sirkulasi udara. Hal-hal tersebut diatas merupakan keunikan tersendiri yang di
miliki oleh suku nias dan tidak dapat ditemui di manapun di kepulauan lain. Gambar 2. Bentuk
Atap Loteng Gambar 2. Bentuk Atap Loteng Sumber Foto: Niasselatanku.com Interior
perumahan Nias Utara tentunya terang benderang. Selain karena adanya atap loteng, namun
juga terdapat kisi-kisi jendela yang terbuka lebar yang memberikan penerangan di siang hari
dan serta ventilasi. Keberadaan kisi-kisi jendela serta ruang pada bagian atap yang luas
memaksa sirkulasi udara masuk kedalam rumah sehingga menciptakan suhu yang sejuk di
dalam rumah. Lantai utama di bagi menjadi Ruang Pertemuan, Talu Salo dan Kamar untuk
tempat tidur. Dapur dan Kamar mandi berada di paviliun dibagian belakang rumah. Di
perumahan mereka hanya terdapat sedikit perabotan. Barang-barang milik penghuni rumah
diletakkan di dalam kotak lemari / peti. furniture yang penting di letakkan sepanjang kisi-kisi
jendela yang biasa di gunakan penghuni sebagai kursi. Dari kursi tersebut mereka dapat
melihat aktifitas warga di alun-alun kampung yang memudahkan mereka melakukan komunikasi
dengan warga yang melintas di jalan ataupun tetangga disebelah dan didepan rumah mereka.
Gambar 3. Interior yang Terang Gambar 3. Interior yang Terang Sumber Foto:
Niasselatanku.com Seluruh bangunan meskipun berbentuk oval, namun dibuat tinggi diatas
pondasi ortogonal (susunan dengan tumpuan yang saling tegak lurus hingga bertemu disudut
akhir) dari beberapa barisan pilar dan tiang-tiang yang saling silang. Dan untuk memaksimalkan
elastisitas konstruksi bangunan, pilar-pilar tidak didirikan diatas tanah, melainkan diatas pondasi
batu. Hal seperti ini lazim dilakukan yang merupakan tehnik perlindungan konstruksi kayu untuk
menghindari kontak langsung antara tanah dengan kayu agar konstruksinya bisa lebih tahan
lama. Gambar 4. Pondasi rumah di Nias Utara Gambar 4. Pondasi rumah di Nias Utara Sumber
Foto: Niasselatanku.com Arsitektur Bangunan di Nias Tengah. Meskipun sebenarnya sejarah
pemukiman Nias itu berawal dari Nias Tengah, namun belakangan ini arsitektur bangunannya
tampak seperti peranakan dari gaya bangunan di Nias Utara dan Nias Selatan. Misalkan di
perkampungan Nias Utara yang bangunannya merupakan sekumpulan bangunan-bangunan
tunggal. Namun berbeda dari bentuk bangunan yang ada di Nias Utara, pinggiran atapnya
menghadap ke arah alun-alun kampung. Penentuan arah tersebut di temukan juga di
Perkampungan Nias Selatan begitu juga bentuk lantai utama bangunan yang berbentuk segi
persegi panjang. Gambar 5. Rumah di Nias Tengah Gambar 5. Rumah di Nias Tengah Sumber
Foto: Niasselatanku.com Keistimewaan ciri arsitektur yang khususnya terdapat di Nias Tengah
adalah dekorasi dan seni hiasnya. Pada bagian depan terdapat sampel dan replika binatang
yang di buat sebagai perlindungan terhadap penghuni rumah. Bentuk peranakan desain
bangunan di Nias Tengah memang belum dapat dibuktikan secara penuh. Penelitian akan
kebenaran sejarah dan pengaruhnya pada gaya bangunan di Nias Selatan akan menjadi
sebuah objek penelitian utama dari penulis. Gambar 6. Dekorasi di Nias Tengah Gambar 6.
Dekorasi di Nias Tengah Sumber Foto: Niasselatanku.com Arsitektur Bangunan di Nias Selatan
Perkampungan yang berada di Nias Selatan terletak di atas perbukitan. Dahulu kala, ketika
serangan perang dan perburuan kepala mewabah di wilayah ini, di bangunlah parit yang dalam
tepat di belakang pagar bambu runcing sebagai benteng pertahanan perkampungan ini.
Gambar 7. Pemukiman di Nias Selatan Gambar 7. Pemukiman di Nias Selatan Sumber Foto:
Niasselatanku.com Di setiap pemukiman terdiri dari beberapa ratus tempat tinggal yang terletak
di kedua belah sisi jalan yang memanjang hingga sepanjang 100 meter. Karena tingginya
daerah pemukiman mereka yang harus ditempuh melalui anak tangga yang panjang yang
terbuat dari batu besar. Pola dari jalan perkampungan ini bisa bertambah sesuai dengan
pertambahan penduduknya hingga membentuk pola T atau L. Di sepanjang jalan kampung,
terdapat pekarangan yang cukup luas pada setiap pemukiman. Dan tempat ini digunakan
sebagai tempat mereka bekerja dan bersosialisasi. Saluran air yang terdapat di masing-masing
pemukiman adalah sebagai batas wilayah dari masing-masing penghuni rumah. Dibagian
depan halaman menuju kearah jalan kampung, disediakan tempat untuk meletakkan batu-batu
megalit. Tempat ini disebut li Batu (Dinding Batu) dan menjadi perlambang kedudukan sang
pemilik rumah. Batu-batu tersebut memiliki bermacam-macam bentuk, termasuk Menhir (batu
megalit yang berbentuk tegak tinggi; Terdapat juga di Inggris dan Prancis), bangku, dan tempat
duduk yang melingkar. Gambar 8. Oli Batu Gambar 8. Oli Batu Sumber Foto:
Niasselatanku.com Pemukiman Kepala Adat / Raja biasanya lebih memiliki struktur yang elbih
besar dan berada di tengah-tengah kampung. Dan difungsikan sebagai tempat-tempat
pertemuan yang disebut bale. Tipologi standar bangunan di Nias Selatan adalah persegi
panjang dengan konstruksi berbaris berbentuk tinggi dan ujung atap yang mengarah ke jalan.
Bagian-bagian strukturnya di buat dengan 4 barisan pilar (Ehomo), yang tegak lurus dari dasar
hingga lantai pertama. Tiang yang saling-silang dijadikan sebagai penopang sama seperti
bentuk pemukiman di Nias Utara, namun perbedaan terletak pada tiang V yang terletak di
bagian paling depan rumah, sebagai elemen tambahan. Seluruh tiang-tiangnya tidak bertumpu
pada tanah melainkan diatas pondasi batu untuk mencegah pelapukan dan juga untuk
membuatnya konstruksinya semakin fleksibel. Ruangan yang berada dibawah rumah digunakan
sebagai tempat penyimpanan barang-barang atau kandang ternak si pemilik rumah. Gambar 9.
Tampak Muka Rumah Nias Selatan Gambar 9. Tampak Muka Rumah Nias Selatan Sumber
Foto: Niasselatanku.com Dekorasi yang terletak di interior rumah menunjukkan bahwa mereka
telah memiliki keahlian yang sudah maju. Ukiran yang rumit dan teliti yang terdapat pada tiang-
tiang pilar menunjukkan tangan-tangan yang terbuka kepada para pendatang juga merupakan
lambang kesuburan. Gambar 10. Interior Gambar 10. Interior Sumber Foto: Niasselatanku.com
Terimakasih. Baca juga di Nias S

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/andybatee/konstruksi-dan-tehnik-bangunan-
tradisional-suku-nias-yang-ramah-lingkungan_55295173f17e61b05e8b4577