Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RACHMA SAKTI OKTAVIANI

NIM : 140384205070

Nama
No Rumus
Rumus
1 Frekuensi jumlah petak penemuan suatu jenis
Frekuensi (F) = jumlah seluruh petak

2 Frekuensi frekuensi suatu jenis


Frekuensi relatif (FR) = x 100
frekuensi seluruh jenis
relatif
3 Kerapatan Kerapatan (D) = ( N / a ) / t
Ket :
D : Kepadatan / kerapatan populasi
N : Jumlah individu
a : area
t :unit waktu
4 Kerapatan kerapatan suatu jenis
Kerapatan relative (KR) = kerapatan seluruh jenis x 100
relative
5 Kehadiran
6 Dominansi jumlah luas bidangdasar suatu jenis
Dominansi (D) = luasareal sampel
7 Dominansi dominansi suatu jenis
Dominansi relatif (DR) = dominansi seluruh jenis x 100
relative
8 Nilai INP = KR + FR + DR
Penting Ket :
KR : Kepadatan relative
FR : Frekunsi relative
DR : Dominansi relative

9 Indeks Cj = j ( a+ b- j ) a+b
jaccard Ket :
Cj : Indeks kesamaan jaccard
J : Jumlah jenis yang sama pada kedua lokasi
a : Jumlahjenis yang hanya terdapat pada lokasi 1
b : Jumlah jenis yang hanya terdapat pada lokasi 2

10 Indeks 2C
Is= x 100
a+b
Sorensen
Ket :
Is : indeks kesamaan Sorensen
C : Jumlah terkecil spesies yang sama pada kedua stasiun
a : Jumlah individu pada sampel A
b : Jumlah individu pada sanpel B

11 Indeks Indeks gleason Sb= 2C/a+b


Gleason
2
12 Indeks 0,975n+ 1
Mu = ( 1 ) 1
kesamaan
Morisita 2 0,025n+ 1
Mc = ( 1 ) 1
Ket :
Mu : Indeks morisita untuk pola sebaran seragam
2 0,975 : Nilai chi-square tabel dengan derajat bebas n-1 selang
kepercayaan 97,5%
Mc : Indeks morisita untuk pola sebaran mengelompok
2
0,025: Nilai chi-square tabel dengan derajat bebas n-1 selang
kepercayaan 2,5%
1.Metode Garis Berpetak

Metode ini dapat dianggap sebagai modifikasi metode petak ganda atau metode jalur, yakni
dengan cara melompati satu atau lebih petak-petak dalam jalur sehingga sepanjang garis rintis
terdapat petak-petak pada jarak tertentu yang sama

2. Metode Jalur Transek


Metode ini paling efektif untuk mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut kondisi
tanah, topografi dan elevasi. Jalur - jalur contoh ini harus dibuat memotong garis-garis
topografi, misal tegak lurus garis pantai, memotong sungai, dan menaik atau menurun lereng
gunung.

3. Petak Tunggal

4. Metode Petak Ganda

Di dalam metode ini pengambilan contoh vegetasi dilakukan dengan menggunakan banyak petak
contoh yang letaknya tersebar merata. Peletakan petak contoh sebaiknya secara sistematis.

5. Metode Kombinasi antara Metode Jalur dengan Metode Garis Berpetak