100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
1K tayangan54 halaman

Program Imunisasi Puskesmas Cambai

Dokumen ini membahas tentang program imunisasi di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih. Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Capaian target imunisasi pada tahun 2013 meliputi cakupan vaksinasi BCG, polio, campak, dan lainnya. Kegiatan imunisasi dilakukan di puskesmas dan posyandu, serta

Diunggah oleh

Dedi Arman Umi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
1K tayangan54 halaman

Program Imunisasi Puskesmas Cambai

Dokumen ini membahas tentang program imunisasi di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih. Tujuan program imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Capaian target imunisasi pada tahun 2013 meliputi cakupan vaksinasi BCG, polio, campak, dan lainnya. Kegiatan imunisasi dilakukan di puskesmas dan posyandu, serta

Diunggah oleh

Dedi Arman Umi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perkembangan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, serta

kualitas dan usia harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan

masyarakat serta mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,

pembangunan kesehatan juga dilakukan dengan memberikan prioritas pada upaya

peningkatan, upaya pelayanan kesehatan pada keluarga, masyarakat serta pencegahan

penyakit, di samping upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Pembangunan Jangka Panjang tahap II ( 1994 2019 ) dibidang kesehatan, diarahkan

untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut :

1. Peningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat untuk menolong dirinya

sendiri dalam bidang kesehatan dan pembudayaan perilaku hidup sehat serta

norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yng dapat menjamin hidup sehat.

3. Perbaikan status Gizi yang diarahkan pada peningkatan intelegrasi dan

produktivitas kerja.

4. Pengurangan kesakitan ( Morbilitas ) , Kecacatan ( Disabilitas ) dan Kematian

( Mortalitas ).

5. Peningkatan Kesejahteraan Pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan

dapat diterima oleh masyarakat.

Untuk mencapai tujuan diatas maka dibentuklah pusat Kesehatan Masyarakat yang

merupakan suatu orgnisasi Fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan ynag bersifat

v
menyeluruh, terpadu merata , dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran

serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi tepat guna, dengan biaya dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna

mncapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada

perorangan.

Untuk melihat gambaran kegiatan pelayanan kesehatan oleh Program Imunisasi di

Puskesmas itu sendiri. Masalah kesehatan yang sesuai dengan kemmapuan dan kebutuhan

daerah, serta mencari sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan untuk mendukung

penyelesaian masalah.

Dalam hal ini imunisasi merupakan upaya prioritas yang dapat dipilih oleh semua

wilayah mengingat bahwa imunisasi merupakan upaya yang efektif dan di perlukan oleh

semua daerah. Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956, Upaya ini

merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling costeffective. Dengan upaya

imunisasi terbukti bhawa penyakit cacar telah basmi dan Indonesia dinyatakan bebas dari

penyakit cacar sejak tahun 1974. Mulai thun 1977, Upaya imunisasi diperluas menjadi

Program Pengembangan Imunisasi dalam rangka pencengahan penularan terhadap Penyakit

yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31) yaitu, tuberculosis , difteri , pertusis ,

campak , polio , tetanus , serta hepatitis B. Dengan upaya imunisasi pula, kita sudah dapat

menekan penyakit polio dan sejak tahun 1995 tidak ditemukan lagi virus polio liar di

Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk membasmi polio dngan Program

Eradikasi Polio

( ERAPO ).

v
B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat

dicegah Dengan Imunisasi.

2. Tujuan Khusus

Tercapainya target Universal Child Immunization ( UCI ) yaitu imunisasi lengkap

secara merata di desa / kelurahan Puskesmas Cambai Kota Prabumulih Tahun 2013

a) Tercapainya cakupan imunisasi HB < 7 Hari minimal 85 %

b) Tercapainya cakupan imunisasi BCG minimal 95 %

c) Tercapainya cakupan imunisasi DPT-HB 1 minimal 95 %

d) Tercapaiya cakupan imunisasi Polio 1 minimal 90 %

e) Tercapainya cakupan imunisasi DPT HB 2 minimal 95 %

f) Tercapainya cakupan imunisasi Polio 2 minimal 95 %

g) Tercapainya cakupan imunisasi DPT HB 3 minimal 95 %

h) Tercapainya cakupan imunisasi Polio 4 minimal 95 %

i) Tercapainya cakupan imunisasi Campak minimal 90 %

j) Tercapainya cakupan imunisasi TT I minimal 95 %

k) Tercapainya cakupan imunasasi TT 2 minimal 95 %

v
C. LANDASAN HUKUM PROGRAM IMUNISASI

Penyelenggaraan program imunisasi mengacu pada kesepakatan kesepakatan

internasional untuk pencengahan dan pemberantasan penyakit, antara lain :

1. WHO tahun 1988 dan UNICEF melalui World Summit for Children pada tahun

1990 tentang ajakan untuk mencapai target cakupan imunisasi 80-80-80, Eliminasi

Tetanus Neonatorum dan Reduks Campak.

2. Himbauan UNICEF , WHO , dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target

Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal ( MNTE ) pada tahun 2005 di Negara

berkembang.

3. Himbauan dari WHO bahwa Negara dengan tingkat endimisitas tinggi . 8 % pada

tahun 1997 diharapkan telah melaksanakan program imunisasi hepatitis B ke

dalam program imunisasi rutin.

4. Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa : Setiap

anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan social sesuai dengan

kebutuhan fisik mental , spiritual , dan social.

5. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 130 , bahwa :

Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap setiap bayi dan anak .

v
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................... i

RIWAYAT PENULIS .................................................................................................... ii

VISI DAN MISI IUNISASI .......................................................................................... iii

DAFTAR ISI ............................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................................................. 1

B. Tujuan .......................................................................................................................... 3

C. Landasan Hukum Program Imunisasi........................................................................... 4

BAB II GAMBARAN UMUM IMUNISASI

A. Pengertian Imunisasi .................................................................................................... 5

B. Jenis Jenis Imunisasi Yang Diberikan ....................................................................... 6

C. Macam Macam Vaksin Yang Diberikan ................................................................... 6

BAB. III DATA UMUM

A. Sejarah Singkat Berdirinya Puskesmas Cambai ......................................................... 11

B. Foto Puskesmas Cambai ............................................................................................. 13

C. Geografis .................................................................................................................... 15

D. Tofografi Dan Klimatologi ......................................................................................... 15

E. Demografi ................................................................................................................... 15

F. Sosial Budaya ............................................................................................................. 16

G. Transportasi ................................................................................................................ 17

v
H. Sarana Kesehatan ....................................................................................................... 18

I. Upaya Kesehatan Wajib ............................................................................................. 23

J. Upaya Kesehatan Penting ........................................................................................... 23

K. Upaya Penunjang ........................................................................................................ 23

L. Denah Wilayah Kerja Puskesmas Cambai ................................................................. 24

M. Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Cambai ......................................................... 25

BAB IV HASIL PENCAPAIAN PROGRAM IMUNISASI PUSKSMAS

CAMBAI TAHUN 2013 26

A. Upaya Peningkatan Cakupan Imunisasi Di Puskesmas

Cambai Kota Prabumulih ........................................................................................... 26

B. Visi, Misi Dan Tujuan Program Imunisasi

Di Puskesmas Cambai Prabumulih ............................................................................ 26

C. Capayan Program Imunisasi Puskesmas Cambai Tahun 2013 .................................. 28

D. Grafik Grafik ........................................................................................................... 28

E. Kegiatan Imunisasi Di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih ................................... 36

Rantai Vaksin Dan Kegiatan Pengambilan Vaksin ........................................ 36

Pelayanan Imunisasi Di Puskesmas Cambai .................................................. 37

Pelayanan Imunisasi Di Posyandu Puskesmas Cambai ................................. 37

Pelayanan Bias Campak Anak Sekolah Dasar ............................................... 38

Pelayanan DT/TT Anak Sekolah Dasar ......................................................... 39

Pelaksanaan Kegiatan Pemantauan PWS Di Poskesdes / Pustu .................... 40

Pelayanan Kegiatan Sweeping Imunisasi ....................................................... 41

Penyuluhan Pada Ibu Balita ........................................................................... 42

v
BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................................................. 43

B. Saran ........................................................................................................................... 43

C. Lain Lain ................................................................................................................. 44

v
BAB II

GAMBARAN UMUM IMUNISASI

A. PENGERTIAN IMUNISASI

Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan

memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yag sedang mewabah

atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau

resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi

pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi

lainnya.

Imunisasi biasanya lebih focus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan

tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehinga rentan terhadap serangan penyakit

berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara

bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan

hidup anak.

Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi

angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bias

menyebabkan kematian pada penderitanya, Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan

imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio , difteri , tetanus , batuk rejan , gondongan ,

cacar air , TBC dan lain sebagainya.

v
B. JENIS JENIS IMUNISASI YANG DIBERIKAN

Macam macam / jenis-jenis imunisasi ada dua macam, yaitu :

a. Imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit.

b. Imunisasi aktif merupakan di mana kekebalannya harus di dapat dari pemberian

bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh kekebalan tubuh biasa guna

membentuk antibody terhadap penyakit yang sama baik yang lemah maupun yang

kuat.

C. MACAM MACAM VAKSIN YNG DIBERIKAN KEPADA BAYI DAN

MACAM-MACAM PENYAKIT YANG WAJIB DIBERIKAN IMUNISASI

Pada saait ini ada 5 jenis imunisasi yang termasuk dalam Program Pengembangan

Imunisasi di Indonesia , Imunisasi tersebut , yaitu , BCG , DPT HB , Polio , campak dan

Hepatitis , Kelima imunisasi tersebut dikenal dengan LIL ( Lima Imunisasi Dasar Lengkap )

merupakan imunisasi wajib bagi anak dibawah 1 tahun. Ketidaktahuan akan manfaat

imunisasi tersebut untuk mencegah PD31 merupakan salah satu factor yang mnyebabkn

orang tua enggan mengimunisasikan anaknya, Berikut disampaikan sekilas tentang PD31 :

1. Tuberculosis

v
Yaitu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis.Penyakit ini menular lewat

bersin/batuk. Gejala penyakit ini berupa berat turun, keluar keringat pada malam hari , batuk

terus-menerus , nyeri dada , dan kemungkinan disertai nyeri dada. Selain paru-paru , bakteri

Ini juga menyerang selaput otak , tulang , kelenjar gertah bening , usus dan gejalanya

tergantung pada organ tubuh yang diserang.

2. Diptheri

Yaitu penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria. Diptheri menular lewat

kontak fisik dan pernapasan . Bakteri ini menyerang tenggorokan, kotak suara dan saluran

udara menuju paru-paru. Gejala Diptheri berupa radang tenggorokan, hilang nafsu makan,

demam ringan , dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiruan pada tenggorokan dan tonsil.

Diptehri dapat menimbulkan komplikasi yang berujung pada kematian.

3. Pertusis

v
Dikenal dengan batuk rejan / batuk 100 hari. Pertusis disebabkan oleh Bordotella pertusis

yang menyebar melalui batuk / bersin penderita. Komplikasi pertusis berupa pneumonia

bacterialis yang

Dapat menyebabkan kematian.Pertusis ditandai dengan pilek, mata merah , bersin , demam ,

batuk ringan yang lama kelamaan dapat menimbulkan batuk mengigil yang cepat dan Keras.

4. Tetanus

Merupakan penyakit yang terjadi akibat kontaminasi spora Clostridium tetani pada luka tali

pusar pada saat pemotongan/perawatan tali pusar. Gejala pada bayi ditandai mau menetek

antara 3-28 hari, disertai kejang hebat dan tubuh menjadi kaku. Tetanus juga biasa terjadi

pada orang dewasa.Tetanus ini ditandai dengan kaku otot pada rahang, kaku leher, kesulitan

menelan , kaku otot perut , berkeringat dan demam. Komplikasi tetanus berupa patah tulang

akibat kejang. Pneumonia dan infeksi lain yang dapat menyebabkan kematian.

Vaksin DPT / HB Combo ini diberikan kepada bayi usia 2 bulan , 4 bulan, 6 bulan , 18 bulan

dan usia 5 tahun. Tujuan dari pemberian imunisasi DPT / HB Combo ini adalah untuk

mencengah terjadinya infeksi tenggorokkan, batuk rejan , dan tetanus. Tentu saja

v
pemberiaannya dengan melemahkan bakteri difteri, tetanus , dan pertusis yang kemudian di

mauskan ke dalam tubuh.

5. POLIO

Penyakit polio disebabkan oleh virus polio strain 1,2,3 yang menyerang system syaraf

pusat.Secara klinis polio diidentifikasi dengan adanya lumpuh layuh akut pada anak dibawah

15 tahun.Polio menular melalui tinja yang terkontaminasi virus polio.Kelumpuhan terjadi

pada minggu pertama sakit yang diawali dengan demam dan nyeri otot.Polio bisa

menyebabkan kematian jika menginfeksi otot pernapasan yang tidak segera ditangani.

Imunisasi polio bertujuan untuk menghindarkan anak dari penyakit polio atau lumpuh layuh

yang menyebabkan adanya rasa nyeri pada otot dan juga bisa menyebabkan kematian.

Diberikan pada bayi usia 1 bulan , 2 bulan , 4 bulan , 6 bulan dan usia 5 tahun.

6. Campak

v
Campak disebarkan melalui dropet bersin/batuk penderita.Gejala khas campak berupa

demam, bercak kemerahan,batuk, pilek dan konjungtivits, Komplikasi campak berupa diare

hebat, peradangan pada telinga dan pneumonia.Imunisasi measles atau campak bertujuan

menjauhkan anak dari bahaya campak .Imunisasi yang satu ini memberikan efek samping bgi

anak yang diberikn imunisasi yaitu berupa demam, diare , dan ruam pada permukaan kulit,

Diberuikan pada bayi usia 9 buln dan usia 6 tahun.

7. Hepatitis B

Hepatitis B atau sakit kuning disebabkan virus Heptitis yang menyerang hatri. Virus ini

menular terutama melalui suntikan yng tidak aman.Infeksi pada anak tidak menimbulkan

gejala.Gejala pada dewasa berupa lemah , gangguan perut , urin kuning seperti teh , muka

pucat bahkan warna kulit kuning terlihat pada mata dan kulit. Hepatitis ini dpat bersifat

kronis dan menimbulkan serosis hati bahkan kanker hati daan kematian.Imunisasi hepatitis b

bertujuan untuk melindungi anak dari bahaya penyakit kanker hati yang mematikan.

Diberikan 3 kali pada saat bayi baru lahir, di lanjutkan usia 1 buln dan 3 bulan.

Itulah macam-macam imunisasi pada bayi yang wajib diebrikan demi mencegah terjadinya

hal yang tidak diinginkan.Terlepas dari apa adanya pro dan kontra imunisasi , yang terpenting

v
adalah keselamatan dan perkembangan si buah hati yang kelak akan meneruskan

kepemimpinan bangsa ini

BAB. III

DATA UMUM

A. Sejarah Singkat Berdirinya Puskesmas Cambai

Puskesmas Cambai berdiri pada tahun 2003 dan diresmikan oleh suami Presiden Republik

Indonesia ke 4 yaitu Bapak Taufik Kiemas. Pada saat itu puskesmas Cambai merupakan

salah satu puskesmas induk yang ada di wilayah Kecamatan Cambai. Puskesmas Cambai

didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada diwilayah

Kecamatan Cambai dan sekitarnya.

Puskesmas Cambai sudah dipimpin oleh 3 orang pimpinan antara lain :

1. Dr.Riliani Hastuti ( 2004 s/d 2006 )

2. Juadi Lubai, SKM ( 2006 s/d April 2011 )

3. Hj. Ismariana, SKM .,M.si ( 2011 s/d 2014 )

4. Tantowi Jauhari, SKM.,M.si (2014s/d Sekarang)

B. Situasi dan Kondisi Puskesmas

Puskesmas Cambai merupakan salah satu puskesmas yang ada di Prabumulih dan

merupakan Puskesmas Non Rawat Inap dengan sarana fisik sebagai berikut :

v
2
1. Luas Tanah : 210 m

3
2. Luas Bangunan : 300 m

3. Rumah Dokter : 1 buah

4. Rumah : 1 buah

5. Rumah : 1 buah

Puskesmas Cambai terletak di jalan Ki Hajar Dewantara kecamatan cambai (jalan lintas

Palembang Prabumulih ) yang tidak pernah sepi lalu lintas kendaraan umum maupun

pribadi. Karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau, maka pengunjung / pemakai

jasa di Puskesmas Cambai cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Pengunjung atau pemakai jasa puskesmas pada umumnya masyarakat di wilayah

Puskesmas Cambai baik dari kelas ekonomi yang kurang mampu sampai kelas ekonomi

menengah ke atas

Citra penampilan yang baik merupakan tujuan bersama bagi staf puskesmas ( karyawan /

karyawati ) agar dapat bersaing dengan unit pelayanan kesehatan yang lainnya yang ada

disekitar wilayah kerja Puskesmas Cambai.

Waktu pelayanan hari senin sampai dengan Kamis dimulai dari jam 07.30 WIB sampai

dengan 14.00 WIB, sedangkan hari Jumat dan Sabtu dimulai dari jam 07.30 WIB sampai

dengan 12.00 WIB.

v
Foto bangunan Puskesmas Camabi Kota Prabumulih

Tampak depan

Tampak Samping

v
Tampak belakang

v
Parkiran Pegawai

C. Geografi

Wilayah kerja Puskesmas Cambai terdiri dari 3 ( tiga ) kelurahan dan 2 ( dua ) desa,

seperti yang dapat dilihat pada Tabel I.1 Wilayah Kerja dan Penduduk
2
Luas wilayah kerja Puskesmas Cambai sebesar 7243 KM , dengan batas-batas

wilayah kerja Puskesmas Cambai sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lembak

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Prabumulih Timur

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Lembak / Prabumulih Barat

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Lembak

D. Topografi dan Klimatologi

v
Ditinjau dari topografi wilayah kerja Puskesmas Cambai sebagian besar keadaan

jalannya berasal dari tanah podsolid merah kuning pada ketinggian antara 0-100 m dari

permukaan laut. Seperti pada umumnya daerah di Indonesia, wilayah Puskesmas cambai

terdapat dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

E. Demografi

Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Cambai tahun 2013 sebesar 20.742 jiwa,

sedangkan jumlah kepala keluarga sebesar 5.173 KK. Adapun rincian jumlah penduduk

dalam wilayah kerja Puskesmas Cambai berdasarkan desa dan Kelurahan yang ada adalah

sebagai berikut :

Tabel I.I Wilayah Kerja dan Penduduk

Jumlah
No Desa / Kelurahan Luas
Penduduk KK Laki-Laki Perempuan
1 Kel. Cambai 1200 5148 1200 2317 2831

2 Kel. Sindur 1205 2544 750 1143 1399

3 Desa Pangkul 1519 3798 920 1709 2089

4 Desa Muara Sungai 1300 2863 801 1288 1575

5 Kel. Sungai Medang 2019 6389 1502 2875 3514


Jumlah 15,5/+ 85 20.742 5173 9.334 12.408

F. Sosial Budaya

1. Pendidikan

v
Sarana pendidikan yang ada diwilayah kerja puskesmas cambai terdiri dari SD

Negeri, SMP Negeri, SMA Negeri dan Pondok Pesantren. Adapun perincian data sarana

pendidikan tersebut adalah sebagai berikut :

PAUD : 6 Buah

TK : 1 Buah

SD Negeri : 7 Buah

SMP Negeri : 2 Buah

SMA Negeri : 1 Buah

Pondok Pesantren

- MAN Darussalam : 1 Buah

- MTS Darussalam : 1 Buah

- MTS Amanah : 1 Buah

2. Sarana Ibadah

Sebagai besar penduduk di Wilayah kerja Puskesmas Cambai beragama Islam. Sarana

ibadah yang terdiri dari 12 Masjid.

3. Mata Pencaharian

Sebagian besar mata pencaharian penduduk dalam wilayah kerja puskesmas

Cambai adalah petani karet. Sebagian kecil penduduk ada yang menjadi Pegawai Negeri

Sipil, Pedagang, buruh dan lain-lain.

4. Tempat tempat umum

Diwilayah kerja Puskesmas Cambai terdapat beberapa rumah makan,warung,

makan/kopi dan warung bakso. Adapun data-datanya sebagai berikut.

Rumah makan : 16 Buah

Warung Makan / kopi : 26 Buah

v
Warung Bakso : 11 Buah

G. Transportasi

Transportasi dari desa ke pskesmas Cambai dapat dijangkau dengan mudah, baik oleh

kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, karena jalan menuju Puskesmas Cambai

merupakan jalan beraspal yang menghubungkan kota dengan desa dalam wilayah kerja

Puskesmas Cambai. Jarak Puskesmas Cambai ke berbagai desa / kelurahan dalam wilayah

kerja dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel I.2 Jarak Desa / Kelurahan ke Puskesmas Cambai

No Desa / Kelurahan Jarak Jarak Tempuh


1 Cambai +2 Km +5m

2 Sindur +2,5 Km +7m

3 Pangkul +15 Km + 15 m

4 Muara Sungai +10 Km + 20 m

5 Sungai Medang +15 Km + 30 m


H. Sarana Kesehatan

Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Puskesmas Cambai

ditujang atau dibantu dengna unit pelayanan kesehatan kesehatan yang sederhana berupa

Puskesmas Pembantu ( Pustu ), Pondok bersalin Desa ( Polindes ) Poskesdes dan Puskesmas

Keliling. Adapun datanya-datanya dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel I.3 Data Dasar Sarana Puskesmas

No Desa/Kel Puskesmas Pustu Polindes Poskesdes


1 Cambai - - 1 -

2 Sindur 1 - 1 1

3 Pangkul - 1 - 2

4 Muara Sungai - 1 1 -

5 Sungai Medang - 2 - 1

v
Jumlah 1 4 3 4

Tabel I.4 Daftar Nama-nama Puskesmas, Klinik, Pustu, Poskesdes

Puskesmas Cambai Tahun 2013

No Desa / Ket Puskesmas Klinik Pustu Poskesdes Penjab


1 Cambai Cambai Marleni

2 Sindur Tantowi Jauhari,

3 Sindur SKM.,M.si

4 Sindur Pemkot Joni Hermanto

5 Pangkul Sindur Winda Silviana

Pangkul Luar Emmy Susanti

6 Pangkul Pangkul Pangkul Dalam Dewi Kartikasari

v
Pkm Cambai

7 Sungai S.Medang Sungai Medang Miniyati

Medang

8 Sungai Perumnas Muara Sungai Fitriana

Medang

9 Sungai Poskesdes Luar Umi Kalsum

Medang Polindes Yusmaleni

10 Muara Sungai

Ita Maryana

11 Muara Sungai M.Sungai

Nia Hartati

12 Pangkul

Windaria

Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan program Puskesmas Cambai dilengkapi dengan

kendaraan Dinas.

v
Tabel I,5 Data Dasar Sarana Puskesdes

Kunjungan
Motor
No Desa / Kel Posyandu Pusling Rawat Jalan
Roda Dua
Tahun 2013
1 Puskesmas - 2 4 2832

2 Cambai 3 - 1 1414

3 Sindur 2 - 1 142

4 Pangkul 2 - 2 213

5 Muara Sungai 1 - 1 142

6 Sungai Medang 2 - 2 921

Jumlah 10 1 12 5664

1. KETENANGAN

Guna menunjang pelaksanaan kegiatan, Puskesmas Cambai mempunyai

tenaga medis, Paramedis dan non medis antara lain :

Tabel I.6 Data Tenaga Kesehatan Puskesmas Cambai

Kota Prabumulih Tahun 2013

No Desa/ Kel Dokter Dokter Kes. Perawat Perawat Bidan Sarjana S2

Umum Gigi Mas Gigi Keperawa MSI

tan
1 Puskesmas 3 1 12 15 3 11 4 1

2 Polindes Cambai - - - - - 1 -

3 Poskesdes Sindur - - - - - 2 -

4 Pustu Pangkul - - - 13 - 1 -

v
5 Poskesdes Pangkul - - - - - 1 -

6 Luar - - - - - 1 -

7 Poskesdes Pangkul - - - 2 - 1 -

8 dalam - - - - - 2 -

9 Pustu Muara Sunggai - - 1 1 - - -

10 Polindes Muara Sungai - - - 1 - - -

11 Pustu Sungai Medang - - - - - -1 -

12 Pustu Perumnas S. - - 1 1 1 - 1

Medang

Poskesdes S. Medang

Klinik Pemkot

Tabel I.7 Data Dasar Tenaga Kesehatan Puskesmas Cambai

Kota Prabumulih Tahun 2013

No Desa / Kel Gizi Farmasi Lab Kesling Umum


1 Puskesmas 1 1 1 3 1

2 Polindes Cambai - - - - -

3 Poskesdes Sindur - - - - -

4 Pustu Pangkul - - - - -

5 Poskesdes Pangkul Luar - - - - -

6 Poskesdes Pangkul dalam - - - - -

7 Pustu Muara Sunggai - - - - -

8 Polindes Muara Sungai - - - - -

9 Pustu Sungai Medang - - - - -

10 Pustu Perumnas S. Medang - - - - -

v
11 Poskesdes S. Medang - - - - -

12 Klinik Pemkot - 1 - - -

Tabel I.8 Data Dasar Tenaga PHL & TKS Puskesmas Cambai

Kota Prabumulih Tahun 2013

No Desa / Kel Kes Mas Perawat Bidan Kesling AMRO Umum


1 Puskesmas 2 12 1 1 - 2

2 Polindes Cambai - - - - - -

3 Poskesdes Sindur - 1 - - - -

4 Pustu Pangkul - 1 - - - -

5 Poskesdes Pangkul Luar - - - - - -

6 Poskesdes Pangkul dalam - 1 1 - - -

7 Pustu Muara Sunggai - 1 - - - -

8 Polindes Muara Sungai - 1 - - - -

9 Pustu Sungai Medang - 1 - - - -

10 Pustu Perumnas S. Medang - 2 1 - 1 -

11 Poskesdes S. Medang - - 1 - - -

12 Klinik Pemkot - - - - - -

J. Pelayanan Kesehatan Tingkat Puskesmas

Berdasarkan Keputusan Menkes No.128 / Menkes / SK / II / 2004, program kerja

Puskesmas Cambai adalah :

I. Upaya kesehatan wajib

v
a. Upaya Promosi Kesehatan

b. Upaya Kesehatan Lingkungan

c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA ) serta Keluarga Berencana ( KB )

d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular ( P2 M)

f. Upaya Pengobatan

II Upaya Kesehatan Pengembang

a. Upaya Kesehatan Sekolah

b. Upaya Kesehatan Olahraga

c. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

d. Upaya Kesehatan Kerja

e. Upaya Kesehatan gigi dan Mulut

f. Upaya Kesehatan Jiwa

g. Upaya Kesehatan Mata

h. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

i. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional

III. Upaya Penunjang

a. Upaya Laboraturium

b. Upaya Pencatatan dan Pelaporan

c. Upaya Farmasi

v
v
BAB IV

HASIL PENCAPAIAN PROGRAM IMUNISASI PUSKSMAS CAMBAI

TAHUN 2013

A. UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN IMUNISASI DI PUSKESMAS CAMBAI

KOTA PRABUMULIH

Imunisasi memberikan konstribusi besar dalam meningkatkan human

developmen index terkait dengan dengan angka umur harapan hidup karena dapat

menghindari kematian yang tidak diinginkan

Demi terciptanya keberhasilan dalam upaya pencapaian dalam program

imunisasi maka kementrian kesehatan berharap ada dukungan dari masyarakat itu

sendiri sebagai sasaran umum dan bayi, WUS, serta anak usia sekolah sebagai sasaran

khususnya, Selain dari itu perlunya dukungan dari lembaga setempat, organisasi

agama, organisasi profesi, LSM, agar mendukung demi keberhasilan Program

imunisasi.

B. VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS

CAMBAI PRABUMULIH

MISI :

Terciptanya masyarakat yang sadar akan pentingnya Imunisasi

MISI :

a. Semua penyakit menular dapat di atasi dengan Imunisasi

b. Tercapai nya daerah UCI ( Universal Child Immunization ) di wilayah

kerta Puskesmas Cambai

c. Bayi dan Balita tumbuh sehat

v
C. CAPAYAN PROGRAM IMUNISASI PUSKESMAS CAMBAI T TAHUN 2013

Imunisasi di wilayah Puskesmas Cambai tahun 2013 dilaksanakan di 3 Kelurahan

dan 2 Desa yaitu Kel. Cambai, Kel. Sindur, Kel. Sungai Medang, Desa. Pangkul, Dan

Desa. Muara Sungai.

Pelaksanaan Imunisasi Rutin ini dilaksanakan pada

1. Bayi ( Usia 0 11 Bulan )

2. WUS ( Wanita Usia Subur )

3. Anak Sekolah

Adapun sasaran Imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Cambai Prabumulih

NO Sasaran Jumlah Sasaran


1 Bayi ( Usia 0 11 Bulan ) 454 Jiwa
2 WUS ( Wanita Usia Subur ) 500 Jiwa
3 Anak Sekolah 996 Jiwa

Sesuai dengan Pencapayan target UCI tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas Cambai, untuk

imunisasi BCG mencapai 90%, DPT-HB 3 mencapai 90%, Imunisasi Polio 4 Mencapai 90%,

Imunisasi HB 0-7 hari Mencapai 85% dan hasil Imunisasi Campak Mencapai 90%

Sementara untuk Imunisasi TTI Mencapai 90% dan Imunisasi TT2 Mencapai 90%

Untuk Hasil BIAS ( Bulan Imuisasi Anak Sekolah ) Camapk Sudah Mencapai 100% dan DT

TT Mencapai 100%.

v
v
v
v
v
v
v
v
A. KEGIATAN IMUNISASI DI PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH

RANTAI VAKSIN DAN KEGIATAN PNGAMBILAN VAKSIN DI PUSKESMAS

CAMBAI KOTA PRABUMULIH

Rantai vaksin adalah seleuruh peralatan yang digunakan dalam pengelolaan vaksin

sesuai dengan prosedur untuk menjaga agar suhu tempat penyimpanan vaksin tetap terjaga

yaitu antara 2-8 derajat Celcius.

Adapun rantai vaksin yang ada di Puskesmas Cambai adalah :

1. Cold chaint

2. Cold Box

3. Cold Pack

4. Vaksin Carierr

5. Termometer Muller / Dial

Kegiatan pengambilan vaksin di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih dilakukan

setiap satu kali sebulan , pengambilan vaksin ini disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah

kerja Puskesmas

Setelah Kegiatan pengambilan vaksin ke dinas kesehatan , sesampainya di Puskesmas

Cambai Kota Prabumulih vaksin langsung di susun ke dalam cold chaint yang bertujuan agar

kondisi vaksin tetap terjaga denganbik.Sistem penyusunan vaksin juga berdasarkan urutan

yang sesuai dengan prosedurnya. Dimana vaksin itu terbagi menjadi dua golongan

berdasarkan sensitifitas terhadap suhu, adapun vaksin yang sensitive terhadap beku ( Freeze

sensitive ) adalah vaksin DPT / HB combo, vaksin DT dan vaksin Hepatitis B , cara

penyusunannya letak vaksin dijauhkan dari evavorator. Sementara vaksin yang sensitive

v
terhadap panas ( Heat Sensitive ) adalah vaksin BCG, vaksin Polio dan Vaksin Campak.

Sistem penyusunan diletaka dekat dengan evavorator.

Gambar : 1.1 Dan 1.2 Tempat Kulkas Vaksin

PELAYANAN IMUNISASI DI PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH

Agar pencapaian daerah UCI tercapai , di Puskesmas Cambai Kota prabumulih

membuka pelayanan untuk imunisasi dasar rutin bayi dan anak yang belum mendapatkan

imunisasi WIB. Hal ini di maksudkan agar bayi dan anak terhindar dari segala penyakit

menular yang dapat menyebabkan kesakitan , kecacatan bahkan kematian.

PELAYANAN IMUNISASI DI POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMS

CAMBAI KOTA PRABUMULIH

Selain di Puskesmas pelayanan imunisasi juga dilakukan di Posyandu posyandu,

tujuannya tetap sama yaitu untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dari penyakit

menular yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.Posyandu yang ada diwilayah

kerja Puskesmas Cambai Kota Prabumulih berjumlah 10 posyandu dan bekerja sama dengan

bidan desa.

v
Kerja sama juga dilakukan dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat,tokoh

agama dan orang tua yang fungsinya juga sebagai sarana untuk sosialisasi tentang imunisasi

sehingga masyarakat pada umumya memahami pentingnya imunisasi.

Gambar : 1.3 dan 1.4 Pelayanan Imunisasi di Posyandu

PELAYANAN BIAS CAMPAK ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH

KERJA PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH

BIAS yaitu Bulan dimana anak SD/MI/SL, baik negeri maupun swasta diimunisasi sesuai

ketentuan. Tujuan umum BIAS Campak yaitu menurunkan angka kesakitan dan angka

kematian akibat campak. Dengan tujuan khususnya meningkatkan kekebalan anak kesakitan

dan angka kematian akibat Campak, dasar hukum pelaksananan BIAS antaralain UU No. 36

Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 130 dan 132(a), UU No. 23 Tahun 2002 tentang

Perlindungan Anak dan Permenkes RI No. 560/Menkes/Per/VIII/189 Tentang jenis penyakit

tertentu yang dapat menimbulkan wabah.Oleh karena itu , wajib menyelenggarakan BIAS

Campak untuk anak SD.

v
PELAYANAN BIAS DT/TT ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA

PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH

BIAS DT/TT dimaksudkn untuk memberikan perlindungan anak terhadap penyakit

Difteri dan Tetanus . Penyakit Difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang

disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dipfteri merupkan penyakit menular. Penularannya

melalui pernapasan, terutama droplet tenggorokan pada saat batuk atau bersin Ketika Difteri

menyerang tenggorokan atau tonsil, gejala awalnya adalah radang tenggorokan, hilang nafsu

makan dan demam , Sedangkan Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh racun

yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Gejala yang sering ditemukan kekakuan

rahang. Gejala lainnya berupa gelisah. Gangguan menelan , sakit kepala , demam , nyeri

tenggorokan mengigil , kejang otot , dan kaku kuduk lengan serta tungkai.

Gambar : 1.5 dan 1.6 Pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Pkm. Camabai

v
PELAKSANAAN KEGIATAN PEMANTAUAN PWS DI POSKESDES /PUSTU

WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH

Salah satu fungsi penting dalam manjemen program imunisasi adalah Pemantauan

Wilayah Setempat (PWS) Dengan Pemanatauan Wilayah Setempat ( PWS ) kita dapat agar

masing-masing kegiatan sejalan dengan ketentuan program imunisasi.

Alat Pemantauan Wilayh Setempat (PWS) berfungsi untuk meningkatkan cakupan,

jadi sifatnya lebih memantau kualitas program . Prinsip PWS adalah :

a. Memanfaatkan data yang ada : dari cakupan / laporanm cakupan imunisasi

b. Menggunakan indikatoer selama sederhana : tidak terlalu banyak.

Oleh karena itu Pemantauan wilayah setempat ( PWS ) termasuk salah satun kegiatan

utama dalam program imunisasi di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih. Kegiatan ini di

laksanakan per Tri Wulan pelaporan imunisasi, dalam kegiatan ini jurim melakukan

kunjungan ke Pustu / Poskesdes di wilayah Kerja Puskesmas Cambai Kota Prabumulih.

Gambar : 1.7 dan 1.8 PWS dan arsip laporan Imunisasi

v
PELAKSANAAN KEGIATAN SWEEPING IMUNISASI

Sweeping imunisasi adalah upaya penjaringan bayi dan Balita yang belum

mendapatkan imunisasi secara lengkap untuk diberi imunisasi agar memperoleh kekebalan

tubuh.

Cakupan imunisasi Puskesmas Cambai Kota Prabumulih yang belum memenuhi target

UCI seluruh desa wilayah kerja puskesmas Cambai Kota Prabumulih dapat diatasi dengan

kegitaan Sweeping Imunisasi yang di lakukan door to door.

Gambar : 1.8 dan 1.9 Dok. Sweeping Imunisasi

v
PENYULUHAN PADA IBU BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS

CAMBAI

Penyuluhan pada Ibu Balita adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang

Imunisasi itu sendiri sehingga diharapkan jika ibu Balita mengerti serta paham tentang

manfaat nya maka Ibu akan mau membawa anak Balita nya Untuk diimunisasi.

Gambar :1.10 dan 1.11 Dok Penyuluhan pada Ibu balita

v
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun 2013 untuk pencapaiaan UCI di

wilayah kerja Puskesmas Cambai tercapai, demikianlah juga untuk kegiatan BIAS Campak

dan DT/TT bulan November tahun 2013 juga tercapai.

B. SARAN

1. Dalam pelaksanaan kegiatan program imunisasi yang mendatang hendaknya sama

antara pelaksana imunisasi dengan bidan desa semakin baik.

2. Kerja sama yang baik antara pelaksana imunisasi dengan petugas program lain di

bidang kesehatan maupun dengan lintas sektor.

Demikianalah profil Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Cambi Kota Prabumulih

khususnya dan masyarakat prabumulih pada umumnya.Kami menyadari bahwa profil

Pelayanan Kesehatan ini masih banyak kekurangan untuk itu kami mengharapakan kritik dan

saran yang membangun dari pembaca.

Mengetahui,
Ka. UPTD Puskesmas Cambai

TANTOWI JAUHARI, SKM,MSi


NIP. 19630308 1992031002

v
PROSEDUR TETAP PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI

1. TUJUAN

Turunya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah

dengan imunisasi.

2. SASARAN

Bayi usia 0 -12 Bulan

3. PROSEDUR PELAYANAN

Pendataan

Ibu pasien menuju ruangan imunisasi

Menyapa ibu pasien

Menanyakan kepda ibu pasien apakah anaknya dalam keadaan yang sehat

Membaca dan mencatat jenis Imunisasi yang diberikan serta menjelaskan efek

samping dari imunisasi

Memberikan penyuntikan sesuai dengan prosedur

Menjelaskan kepada ibu pasien kapan kunjungan ulang

Memberikan obat penurun panas untuk jenis imunisasi DPT/B dan campak

Pada bayi yang sedang sakit dipersilakan agar ibu bayi menuju ruang MTBS

untuk melakukan pengobatan dan therapy.

v
PROSEDUR TETAP PELAYANAN TT WUS DAN TT BUMIL

1. TUJUAN

Memberikan pelayanan TT WUS dan TT BUMIL

2. SASARAN

WUS ( Wanita usia subur ) dan ibu hamil

3. PROSEDUR PELAYANAN

Pasien menuju keruangan imunisasi

Menyapa pasien

Melakukan Anamnesa

Mendesinfektan lengan kiri pasien yang akan di vaksinasi

Mmberikan suntikan TT sebanyak 0,5 cc secara intra Muscular dengan

menggunakan spuit disposable

Memberikn informs kapan kunjungn ulang dilakukan oleh pasien.

v
PROSEDUR TETAP KERJA JURIM IMUNISASI

1. Setiap masuk dan pulang kerja memonitorkan suhu cold chanit dan mencatat pada

grafik suhu.

2. Melakukan pengambilan vaksin satu kali sebulan antara tanggal 5 s/d 10 bulan yang

bersangkutan ke dinas kesehatan kota prbumulih dan disimpan kedalam cold chaint

serta disusun menurut tanggal kadaluarsa vaksin yang ada, Vaksin disusun menurut

jenis vaksin yang sensitive terhadap suhu dingin atau sensitive terhadap suhu panas

3. Setiap vaksin yang diterima dari dinas kesehatan kota prabumulih ataupun vaksin

yang keluar kePosyandu dan BPS di wilayah kerja Puskesmas Cambai kota

prabumulih di lakukan pencatatan pada buku vaksin.

4. Setiap bulan hasil vaksinasi dari posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cambai Kota

Prabumulih dilaporkan ke dinas kesehatan kota prabumulih selambat-lambatnya

tanggal 5 pada bulan yang bersangkutan dan diketahui oleh pimpinan puskesmas.

5. Dari hasil pelaporan Pustu / Poskesdes di wilayah kerja puskesmas Cambai Kota

Prabumulih setiap bulan di buat PWS.

6. Cold Chaint dibersihkan setiap satu bulan sekali untuk menjaga agar suhunya tetap

stabil.

v
SOP PEMBERIAN IMUNISASI BCG

1. Nama Pekerjaan

Pemberian imunisasi BCG

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Bacillus Calmatte Guerin ( BCG ) agar

anak mempunyai kekebalan terhadap penyakit TBC

3. Ruang Lingkup

Semua bayi yang akan mendapatkan imunisasi BCG 0 12 Bulan

4. Keterampilan Petugas

Jurim dan pelaksana imunisasi Puskesmas Cambai Kota Prabumulih

5. Uraian Umum

TUBERCULOSIS adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycrobacterium

tuberculosa.

Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat dari 3 jam.

6. Alat dan Bahan

Vaksin BCG

Jarum dan spuit disposable 0.05 ml

Disposible spiut 5 cc untuk melarutkan

Kapas dan air bersih hangat sebagai desinfektan

KMS

7. Intruksi Kerja

Petugas mencuci tangan

Pastikan keadaan vaksin dan spuit yang akan di gunakan

Larutkan vaksin dengan pelarut BCG yang telah ditentukan.

v
Pastikan anak belum pernah mendapatkan imunisasi BCG dengan cara

menanyakan kepada orang tua anak

Ambil 0,05 cc vaksin BCG ynag telah dilarutkan.

Bersihkan bagian lengan kanan yang akan di imunisasi BCG dengan kapas

dan air bersih hangat

Suntikan Vaksin BCG secara intracutan pada lengan kiri bayi.

Rapikan alat-alat

Petugas mencuci tangan

Catat dalam buku pasien imunisasi

8. Indikator Kinerja

Mendapatkan hasil kerja yang baik

9. Catatan Mutu

Buku register bayi

Kohor bayi

Status bayi

KMS

v
SOP PEMBERIAN IMUNASI DPT / HB COMBO

1. Nama Pekerjaan

Pemberian imunisasi DPT / HB COMBO

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi DPT / HB COMBO agar anak mempunyai

daya tahan terhadap penyakit Dipteri ( Batuk rejan ) Penulis dan tetanus

3. Ruang Lingkup

Semua bayi yang akan mendapatkan imunisasi DPT / HB COMB 0-12 Bulan

4. Keterampilan Petugas

Jurim dan pelaksana imunisasi Puskesmas Cambai Kota Prabumulih

5. Alat dan Bahan

Vaksin DPT / HB COMBO

Jarum dan spuit disposable 0,5 ml

Kapas dan air bersih hangat sebagai disenfektan

KMS

6. Intruksi Kerja

Petugas mencuci tangan

Membaca KMS imunisasi untuk memastikan bahwa bayi memang sudah

wktunya mendapatkan vaksinasi DPT / HB COMBO

Pastikan keadaan vaksin dan spuit yang akan digunakan dalam keadaan baik

Jelaskan kepada ibu bayi bahwa imunisasi diberikan 3 kali

v
Menjelaskan kepada ibu bayi efek imunisasi DPT / HB COMBO adalah

menyebabkan demam, dan berikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak

terlalu panas

Ambil 0,5 cc vaksin DPT / HB COMBO

Bersinkan 1/3 paha bagian dalam yang akan di imunisasi DPT / HB COMBO

dngan kapas dan air bersih hangat

Suntikan vaksin DPT / HB COMBO secara intramuscular pada 1/3 pahabagian

dalam bayi

Rapikan alat-alat

Petugas mencuci tangan

Catat dalam buku pasien imunisasi

7. Indikator Kinerja

Mendapat hasil kerja yang baik

8. Catatan Mutu

Buku register bayi

Kohor bayi

Status bayi

KMS

v
SOP PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK

1. Nama Pekerjaan

Pemberian imunisasi campak

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Campak agar anak mempunyai daya tahan

terhadap penyakit Campak

3. Ruang Lingkup

Semua bayi yang akan mendapatkan imunisasi Campak 9 -12 Bulan

4. Keterampilan Petugas

Jurim dan pelaksana imunisasi Puskesmas Cambi Kota Prabumulih

5. Alat dan Bahan

Vaksin Campak

Jarum dan spuit disposable 0,5 ml

Disposible spuit 5 cc untuk melarutkan

Kapas dan air bersih hangat sebagai desinfektan

KMS

6. Intruksi Kerja

Petugas mencuci tangan

Membaca KMS imunisasi untuk memstikan bahwa bayi memang sudah

waktunya mendapatkan vaksinasi Campak

v
Patsikan keadan vaksin dan spuit yang akan digunakan keadaab baik

Menjelsakan kepada ibu bayi fek imunisasi Campak adalah menyebabkan

demam, da berikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak terlalu panas

Ambil 0,5 cc vaksin Campak

Bersihkan 1/3 paha bagian dalam yang akan di imunisasi Campak dengan

kapas dan air bersih hangat

Suntikan vaksin Campak secara subcutan pada 1/3 paha bagian dalam bayi

Rapikan alat-alat

Petugas mencuci tangan

Catat dalam buku pasien imunisasi

7. Indikator Kinerja

Mendapatkan hasil kerja yang baik

8. Catatan Mutu

Buku register bayi

Kohor bayi

Status bayi

KMS

Anda mungkin juga menyukai