Program Imunisasi Puskesmas Cambai
Program Imunisasi Puskesmas Cambai
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
kualitas dan usia harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan
sendiri dalam bidang kesehatan dan pembudayaan perilaku hidup sehat serta
produktivitas kerja.
( Mortalitas ).
Untuk mencapai tujuan diatas maka dibentuklah pusat Kesehatan Masyarakat yang
merupakan suatu orgnisasi Fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan ynag bersifat
v
menyeluruh, terpadu merata , dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran
serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi tepat guna, dengan biaya dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna
mncapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada
perorangan.
Puskesmas itu sendiri. Masalah kesehatan yang sesuai dengan kemmapuan dan kebutuhan
daerah, serta mencari sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan untuk mendukung
penyelesaian masalah.
Dalam hal ini imunisasi merupakan upaya prioritas yang dapat dipilih oleh semua
wilayah mengingat bahwa imunisasi merupakan upaya yang efektif dan di perlukan oleh
semua daerah. Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956, Upaya ini
merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling costeffective. Dengan upaya
imunisasi terbukti bhawa penyakit cacar telah basmi dan Indonesia dinyatakan bebas dari
penyakit cacar sejak tahun 1974. Mulai thun 1977, Upaya imunisasi diperluas menjadi
yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD31) yaitu, tuberculosis , difteri , pertusis ,
campak , polio , tetanus , serta hepatitis B. Dengan upaya imunisasi pula, kita sudah dapat
menekan penyakit polio dan sejak tahun 1995 tidak ditemukan lagi virus polio liar di
Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk membasmi polio dngan Program
Eradikasi Polio
( ERAPO ).
v
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat
2. Tujuan Khusus
secara merata di desa / kelurahan Puskesmas Cambai Kota Prabumulih Tahun 2013
v
C. LANDASAN HUKUM PROGRAM IMUNISASI
1. WHO tahun 1988 dan UNICEF melalui World Summit for Children pada tahun
1990 tentang ajakan untuk mencapai target cakupan imunisasi 80-80-80, Eliminasi
2. Himbauan UNICEF , WHO , dan UNFPA tahun 1999 untuk mencapai target
Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal ( MNTE ) pada tahun 2005 di Negara
berkembang.
3. Himbauan dari WHO bahwa Negara dengan tingkat endimisitas tinggi . 8 % pada
anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan social sesuai dengan
v
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN
B. Tujuan .......................................................................................................................... 3
C. Geografis .................................................................................................................... 15
E. Demografi ................................................................................................................... 15
G. Transportasi ................................................................................................................ 17
v
H. Sarana Kesehatan ....................................................................................................... 18
v
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................................. 43
B. Saran ........................................................................................................................... 43
v
BAB II
A. PENGERTIAN IMUNISASI
memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yag sedang mewabah
atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau
resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi
pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi
lainnya.
Imunisasi biasanya lebih focus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan
tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehinga rentan terhadap serangan penyakit
berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara
bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan
hidup anak.
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi
angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bias
menyebabkan kematian pada penderitanya, Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan
imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio , difteri , tetanus , batuk rejan , gondongan ,
v
B. JENIS JENIS IMUNISASI YANG DIBERIKAN
a. Imunisasi pasif yang merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit.
bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan oleh kekebalan tubuh biasa guna
membentuk antibody terhadap penyakit yang sama baik yang lemah maupun yang
kuat.
Pada saait ini ada 5 jenis imunisasi yang termasuk dalam Program Pengembangan
Imunisasi di Indonesia , Imunisasi tersebut , yaitu , BCG , DPT HB , Polio , campak dan
Hepatitis , Kelima imunisasi tersebut dikenal dengan LIL ( Lima Imunisasi Dasar Lengkap )
merupakan imunisasi wajib bagi anak dibawah 1 tahun. Ketidaktahuan akan manfaat
imunisasi tersebut untuk mencegah PD31 merupakan salah satu factor yang mnyebabkn
orang tua enggan mengimunisasikan anaknya, Berikut disampaikan sekilas tentang PD31 :
1. Tuberculosis
v
Yaitu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis.Penyakit ini menular lewat
bersin/batuk. Gejala penyakit ini berupa berat turun, keluar keringat pada malam hari , batuk
terus-menerus , nyeri dada , dan kemungkinan disertai nyeri dada. Selain paru-paru , bakteri
Ini juga menyerang selaput otak , tulang , kelenjar gertah bening , usus dan gejalanya
2. Diptheri
Yaitu penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria. Diptheri menular lewat
kontak fisik dan pernapasan . Bakteri ini menyerang tenggorokan, kotak suara dan saluran
udara menuju paru-paru. Gejala Diptheri berupa radang tenggorokan, hilang nafsu makan,
demam ringan , dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiruan pada tenggorokan dan tonsil.
3. Pertusis
v
Dikenal dengan batuk rejan / batuk 100 hari. Pertusis disebabkan oleh Bordotella pertusis
yang menyebar melalui batuk / bersin penderita. Komplikasi pertusis berupa pneumonia
bacterialis yang
Dapat menyebabkan kematian.Pertusis ditandai dengan pilek, mata merah , bersin , demam ,
batuk ringan yang lama kelamaan dapat menimbulkan batuk mengigil yang cepat dan Keras.
4. Tetanus
Merupakan penyakit yang terjadi akibat kontaminasi spora Clostridium tetani pada luka tali
pusar pada saat pemotongan/perawatan tali pusar. Gejala pada bayi ditandai mau menetek
antara 3-28 hari, disertai kejang hebat dan tubuh menjadi kaku. Tetanus juga biasa terjadi
pada orang dewasa.Tetanus ini ditandai dengan kaku otot pada rahang, kaku leher, kesulitan
menelan , kaku otot perut , berkeringat dan demam. Komplikasi tetanus berupa patah tulang
akibat kejang. Pneumonia dan infeksi lain yang dapat menyebabkan kematian.
Vaksin DPT / HB Combo ini diberikan kepada bayi usia 2 bulan , 4 bulan, 6 bulan , 18 bulan
dan usia 5 tahun. Tujuan dari pemberian imunisasi DPT / HB Combo ini adalah untuk
mencengah terjadinya infeksi tenggorokkan, batuk rejan , dan tetanus. Tentu saja
v
pemberiaannya dengan melemahkan bakteri difteri, tetanus , dan pertusis yang kemudian di
5. POLIO
Penyakit polio disebabkan oleh virus polio strain 1,2,3 yang menyerang system syaraf
pusat.Secara klinis polio diidentifikasi dengan adanya lumpuh layuh akut pada anak dibawah
pada minggu pertama sakit yang diawali dengan demam dan nyeri otot.Polio bisa
menyebabkan kematian jika menginfeksi otot pernapasan yang tidak segera ditangani.
Imunisasi polio bertujuan untuk menghindarkan anak dari penyakit polio atau lumpuh layuh
yang menyebabkan adanya rasa nyeri pada otot dan juga bisa menyebabkan kematian.
Diberikan pada bayi usia 1 bulan , 2 bulan , 4 bulan , 6 bulan dan usia 5 tahun.
6. Campak
v
Campak disebarkan melalui dropet bersin/batuk penderita.Gejala khas campak berupa
demam, bercak kemerahan,batuk, pilek dan konjungtivits, Komplikasi campak berupa diare
hebat, peradangan pada telinga dan pneumonia.Imunisasi measles atau campak bertujuan
menjauhkan anak dari bahaya campak .Imunisasi yang satu ini memberikan efek samping bgi
anak yang diberikn imunisasi yaitu berupa demam, diare , dan ruam pada permukaan kulit,
7. Hepatitis B
Hepatitis B atau sakit kuning disebabkan virus Heptitis yang menyerang hatri. Virus ini
menular terutama melalui suntikan yng tidak aman.Infeksi pada anak tidak menimbulkan
gejala.Gejala pada dewasa berupa lemah , gangguan perut , urin kuning seperti teh , muka
pucat bahkan warna kulit kuning terlihat pada mata dan kulit. Hepatitis ini dpat bersifat
kronis dan menimbulkan serosis hati bahkan kanker hati daan kematian.Imunisasi hepatitis b
bertujuan untuk melindungi anak dari bahaya penyakit kanker hati yang mematikan.
Diberikan 3 kali pada saat bayi baru lahir, di lanjutkan usia 1 buln dan 3 bulan.
Itulah macam-macam imunisasi pada bayi yang wajib diebrikan demi mencegah terjadinya
hal yang tidak diinginkan.Terlepas dari apa adanya pro dan kontra imunisasi , yang terpenting
v
adalah keselamatan dan perkembangan si buah hati yang kelak akan meneruskan
BAB. III
DATA UMUM
Puskesmas Cambai berdiri pada tahun 2003 dan diresmikan oleh suami Presiden Republik
Indonesia ke 4 yaitu Bapak Taufik Kiemas. Pada saat itu puskesmas Cambai merupakan
salah satu puskesmas induk yang ada di wilayah Kecamatan Cambai. Puskesmas Cambai
didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada diwilayah
Puskesmas Cambai merupakan salah satu puskesmas yang ada di Prabumulih dan
merupakan Puskesmas Non Rawat Inap dengan sarana fisik sebagai berikut :
v
2
1. Luas Tanah : 210 m
3
2. Luas Bangunan : 300 m
4. Rumah : 1 buah
5. Rumah : 1 buah
Puskesmas Cambai terletak di jalan Ki Hajar Dewantara kecamatan cambai (jalan lintas
Palembang Prabumulih ) yang tidak pernah sepi lalu lintas kendaraan umum maupun
pribadi. Karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau, maka pengunjung / pemakai
Puskesmas Cambai baik dari kelas ekonomi yang kurang mampu sampai kelas ekonomi
menengah ke atas
Citra penampilan yang baik merupakan tujuan bersama bagi staf puskesmas ( karyawan /
karyawati ) agar dapat bersaing dengan unit pelayanan kesehatan yang lainnya yang ada
Waktu pelayanan hari senin sampai dengan Kamis dimulai dari jam 07.30 WIB sampai
dengan 14.00 WIB, sedangkan hari Jumat dan Sabtu dimulai dari jam 07.30 WIB sampai
v
Foto bangunan Puskesmas Camabi Kota Prabumulih
Tampak depan
Tampak Samping
v
Tampak belakang
v
Parkiran Pegawai
C. Geografi
Wilayah kerja Puskesmas Cambai terdiri dari 3 ( tiga ) kelurahan dan 2 ( dua ) desa,
seperti yang dapat dilihat pada Tabel I.1 Wilayah Kerja dan Penduduk
2
Luas wilayah kerja Puskesmas Cambai sebesar 7243 KM , dengan batas-batas
v
Ditinjau dari topografi wilayah kerja Puskesmas Cambai sebagian besar keadaan
jalannya berasal dari tanah podsolid merah kuning pada ketinggian antara 0-100 m dari
permukaan laut. Seperti pada umumnya daerah di Indonesia, wilayah Puskesmas cambai
E. Demografi
Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Cambai tahun 2013 sebesar 20.742 jiwa,
sedangkan jumlah kepala keluarga sebesar 5.173 KK. Adapun rincian jumlah penduduk
dalam wilayah kerja Puskesmas Cambai berdasarkan desa dan Kelurahan yang ada adalah
sebagai berikut :
Jumlah
No Desa / Kelurahan Luas
Penduduk KK Laki-Laki Perempuan
1 Kel. Cambai 1200 5148 1200 2317 2831
F. Sosial Budaya
1. Pendidikan
v
Sarana pendidikan yang ada diwilayah kerja puskesmas cambai terdiri dari SD
Negeri, SMP Negeri, SMA Negeri dan Pondok Pesantren. Adapun perincian data sarana
PAUD : 6 Buah
TK : 1 Buah
SD Negeri : 7 Buah
Pondok Pesantren
2. Sarana Ibadah
Sebagai besar penduduk di Wilayah kerja Puskesmas Cambai beragama Islam. Sarana
3. Mata Pencaharian
Cambai adalah petani karet. Sebagian kecil penduduk ada yang menjadi Pegawai Negeri
v
Warung Bakso : 11 Buah
G. Transportasi
Transportasi dari desa ke pskesmas Cambai dapat dijangkau dengan mudah, baik oleh
kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, karena jalan menuju Puskesmas Cambai
merupakan jalan beraspal yang menghubungkan kota dengan desa dalam wilayah kerja
Puskesmas Cambai. Jarak Puskesmas Cambai ke berbagai desa / kelurahan dalam wilayah
3 Pangkul +15 Km + 15 m
ditujang atau dibantu dengna unit pelayanan kesehatan kesehatan yang sederhana berupa
Puskesmas Pembantu ( Pustu ), Pondok bersalin Desa ( Polindes ) Poskesdes dan Puskesmas
2 Sindur 1 - 1 1
3 Pangkul - 1 - 2
4 Muara Sungai - 1 1 -
5 Sungai Medang - 2 - 1
v
Jumlah 1 4 3 4
3 Sindur SKM.,M.si
v
Pkm Cambai
Medang
Medang
10 Muara Sungai
Ita Maryana
Nia Hartati
12 Pangkul
Windaria
Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan program Puskesmas Cambai dilengkapi dengan
kendaraan Dinas.
v
Tabel I,5 Data Dasar Sarana Puskesdes
Kunjungan
Motor
No Desa / Kel Posyandu Pusling Rawat Jalan
Roda Dua
Tahun 2013
1 Puskesmas - 2 4 2832
2 Cambai 3 - 1 1414
3 Sindur 2 - 1 142
4 Pangkul 2 - 2 213
Jumlah 10 1 12 5664
1. KETENANGAN
tan
1 Puskesmas 3 1 12 15 3 11 4 1
2 Polindes Cambai - - - - - 1 -
3 Poskesdes Sindur - - - - - 2 -
4 Pustu Pangkul - - - 13 - 1 -
v
5 Poskesdes Pangkul - - - - - 1 -
6 Luar - - - - - 1 -
7 Poskesdes Pangkul - - - 2 - 1 -
8 dalam - - - - - 2 -
12 Pustu Perumnas S. - - 1 1 1 - 1
Medang
Poskesdes S. Medang
Klinik Pemkot
2 Polindes Cambai - - - - -
3 Poskesdes Sindur - - - - -
4 Pustu Pangkul - - - - -
v
11 Poskesdes S. Medang - - - - -
12 Klinik Pemkot - 1 - - -
Tabel I.8 Data Dasar Tenaga PHL & TKS Puskesmas Cambai
2 Polindes Cambai - - - - - -
3 Poskesdes Sindur - 1 - - - -
4 Pustu Pangkul - 1 - - - -
11 Poskesdes S. Medang - - 1 - - -
12 Klinik Pemkot - - - - - -
v
a. Upaya Promosi Kesehatan
f. Upaya Pengobatan
a. Upaya Laboraturium
c. Upaya Farmasi
v
v
BAB IV
TAHUN 2013
KOTA PRABUMULIH
developmen index terkait dengan dengan angka umur harapan hidup karena dapat
imunisasi maka kementrian kesehatan berharap ada dukungan dari masyarakat itu
sendiri sebagai sasaran umum dan bayi, WUS, serta anak usia sekolah sebagai sasaran
khususnya, Selain dari itu perlunya dukungan dari lembaga setempat, organisasi
imunisasi.
CAMBAI PRABUMULIH
MISI :
MISI :
v
C. CAPAYAN PROGRAM IMUNISASI PUSKESMAS CAMBAI T TAHUN 2013
dan 2 Desa yaitu Kel. Cambai, Kel. Sindur, Kel. Sungai Medang, Desa. Pangkul, Dan
3. Anak Sekolah
Sesuai dengan Pencapayan target UCI tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas Cambai, untuk
imunisasi BCG mencapai 90%, DPT-HB 3 mencapai 90%, Imunisasi Polio 4 Mencapai 90%,
Imunisasi HB 0-7 hari Mencapai 85% dan hasil Imunisasi Campak Mencapai 90%
Sementara untuk Imunisasi TTI Mencapai 90% dan Imunisasi TT2 Mencapai 90%
Untuk Hasil BIAS ( Bulan Imuisasi Anak Sekolah ) Camapk Sudah Mencapai 100% dan DT
TT Mencapai 100%.
v
v
v
v
v
v
v
v
A. KEGIATAN IMUNISASI DI PUSKESMAS CAMBAI KOTA PRABUMULIH
Rantai vaksin adalah seleuruh peralatan yang digunakan dalam pengelolaan vaksin
sesuai dengan prosedur untuk menjaga agar suhu tempat penyimpanan vaksin tetap terjaga
1. Cold chaint
2. Cold Box
3. Cold Pack
4. Vaksin Carierr
setiap satu kali sebulan , pengambilan vaksin ini disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah
kerja Puskesmas
Cambai Kota Prabumulih vaksin langsung di susun ke dalam cold chaint yang bertujuan agar
kondisi vaksin tetap terjaga denganbik.Sistem penyusunan vaksin juga berdasarkan urutan
yang sesuai dengan prosedurnya. Dimana vaksin itu terbagi menjadi dua golongan
berdasarkan sensitifitas terhadap suhu, adapun vaksin yang sensitive terhadap beku ( Freeze
sensitive ) adalah vaksin DPT / HB combo, vaksin DT dan vaksin Hepatitis B , cara
penyusunannya letak vaksin dijauhkan dari evavorator. Sementara vaksin yang sensitive
v
terhadap panas ( Heat Sensitive ) adalah vaksin BCG, vaksin Polio dan Vaksin Campak.
membuka pelayanan untuk imunisasi dasar rutin bayi dan anak yang belum mendapatkan
imunisasi WIB. Hal ini di maksudkan agar bayi dan anak terhindar dari segala penyakit
tujuannya tetap sama yaitu untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dari penyakit
menular yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.Posyandu yang ada diwilayah
kerja Puskesmas Cambai Kota Prabumulih berjumlah 10 posyandu dan bekerja sama dengan
bidan desa.
v
Kerja sama juga dilakukan dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat,tokoh
agama dan orang tua yang fungsinya juga sebagai sarana untuk sosialisasi tentang imunisasi
BIAS yaitu Bulan dimana anak SD/MI/SL, baik negeri maupun swasta diimunisasi sesuai
ketentuan. Tujuan umum BIAS Campak yaitu menurunkan angka kesakitan dan angka
kematian akibat campak. Dengan tujuan khususnya meningkatkan kekebalan anak kesakitan
dan angka kematian akibat Campak, dasar hukum pelaksananan BIAS antaralain UU No. 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 130 dan 132(a), UU No. 23 Tahun 2002 tentang
tertentu yang dapat menimbulkan wabah.Oleh karena itu , wajib menyelenggarakan BIAS
v
PELAYANAN BIAS DT/TT ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA
Difteri dan Tetanus . Penyakit Difteri merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang
melalui pernapasan, terutama droplet tenggorokan pada saat batuk atau bersin Ketika Difteri
menyerang tenggorokan atau tonsil, gejala awalnya adalah radang tenggorokan, hilang nafsu
makan dan demam , Sedangkan Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh racun
yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Gejala yang sering ditemukan kekakuan
rahang. Gejala lainnya berupa gelisah. Gangguan menelan , sakit kepala , demam , nyeri
tenggorokan mengigil , kejang otot , dan kaku kuduk lengan serta tungkai.
Gambar : 1.5 dan 1.6 Pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Pkm. Camabai
v
PELAKSANAAN KEGIATAN PEMANTAUAN PWS DI POSKESDES /PUSTU
Salah satu fungsi penting dalam manjemen program imunisasi adalah Pemantauan
Wilayah Setempat (PWS) Dengan Pemanatauan Wilayah Setempat ( PWS ) kita dapat agar
Oleh karena itu Pemantauan wilayah setempat ( PWS ) termasuk salah satun kegiatan
utama dalam program imunisasi di Puskesmas Cambai Kota Prabumulih. Kegiatan ini di
laksanakan per Tri Wulan pelaporan imunisasi, dalam kegiatan ini jurim melakukan
v
PELAKSANAAN KEGIATAN SWEEPING IMUNISASI
Sweeping imunisasi adalah upaya penjaringan bayi dan Balita yang belum
mendapatkan imunisasi secara lengkap untuk diberi imunisasi agar memperoleh kekebalan
tubuh.
Cakupan imunisasi Puskesmas Cambai Kota Prabumulih yang belum memenuhi target
UCI seluruh desa wilayah kerja puskesmas Cambai Kota Prabumulih dapat diatasi dengan
v
PENYULUHAN PADA IBU BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS
CAMBAI
Penyuluhan pada Ibu Balita adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang
Imunisasi itu sendiri sehingga diharapkan jika ibu Balita mengerti serta paham tentang
manfaat nya maka Ibu akan mau membawa anak Balita nya Untuk diimunisasi.
v
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun 2013 untuk pencapaiaan UCI di
wilayah kerja Puskesmas Cambai tercapai, demikianlah juga untuk kegiatan BIAS Campak
B. SARAN
2. Kerja sama yang baik antara pelaksana imunisasi dengan petugas program lain di
Pelayanan Kesehatan ini masih banyak kekurangan untuk itu kami mengharapakan kritik dan
Mengetahui,
Ka. UPTD Puskesmas Cambai
v
PROSEDUR TETAP PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI
1. TUJUAN
Turunya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi.
2. SASARAN
3. PROSEDUR PELAYANAN
Pendataan
Menanyakan kepda ibu pasien apakah anaknya dalam keadaan yang sehat
Membaca dan mencatat jenis Imunisasi yang diberikan serta menjelaskan efek
Memberikan obat penurun panas untuk jenis imunisasi DPT/B dan campak
Pada bayi yang sedang sakit dipersilakan agar ibu bayi menuju ruang MTBS
v
PROSEDUR TETAP PELAYANAN TT WUS DAN TT BUMIL
1. TUJUAN
2. SASARAN
3. PROSEDUR PELAYANAN
Menyapa pasien
Melakukan Anamnesa
v
PROSEDUR TETAP KERJA JURIM IMUNISASI
1. Setiap masuk dan pulang kerja memonitorkan suhu cold chanit dan mencatat pada
grafik suhu.
2. Melakukan pengambilan vaksin satu kali sebulan antara tanggal 5 s/d 10 bulan yang
bersangkutan ke dinas kesehatan kota prbumulih dan disimpan kedalam cold chaint
serta disusun menurut tanggal kadaluarsa vaksin yang ada, Vaksin disusun menurut
jenis vaksin yang sensitive terhadap suhu dingin atau sensitive terhadap suhu panas
3. Setiap vaksin yang diterima dari dinas kesehatan kota prabumulih ataupun vaksin
yang keluar kePosyandu dan BPS di wilayah kerja Puskesmas Cambai kota
4. Setiap bulan hasil vaksinasi dari posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cambai Kota
tanggal 5 pada bulan yang bersangkutan dan diketahui oleh pimpinan puskesmas.
5. Dari hasil pelaporan Pustu / Poskesdes di wilayah kerja puskesmas Cambai Kota
6. Cold Chaint dibersihkan setiap satu bulan sekali untuk menjaga agar suhunya tetap
stabil.
v
SOP PEMBERIAN IMUNISASI BCG
1. Nama Pekerjaan
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Bacillus Calmatte Guerin ( BCG ) agar
3. Ruang Lingkup
4. Keterampilan Petugas
5. Uraian Umum
tuberculosa.
Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat dari 3 jam.
Vaksin BCG
KMS
7. Intruksi Kerja
v
Pastikan anak belum pernah mendapatkan imunisasi BCG dengan cara
Bersihkan bagian lengan kanan yang akan di imunisasi BCG dengan kapas
Rapikan alat-alat
8. Indikator Kinerja
9. Catatan Mutu
Kohor bayi
Status bayi
KMS
v
SOP PEMBERIAN IMUNASI DPT / HB COMBO
1. Nama Pekerjaan
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi DPT / HB COMBO agar anak mempunyai
daya tahan terhadap penyakit Dipteri ( Batuk rejan ) Penulis dan tetanus
3. Ruang Lingkup
Semua bayi yang akan mendapatkan imunisasi DPT / HB COMB 0-12 Bulan
4. Keterampilan Petugas
KMS
6. Intruksi Kerja
Pastikan keadaan vaksin dan spuit yang akan digunakan dalam keadaan baik
v
Menjelaskan kepada ibu bayi efek imunisasi DPT / HB COMBO adalah
menyebabkan demam, dan berikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak
terlalu panas
Bersinkan 1/3 paha bagian dalam yang akan di imunisasi DPT / HB COMBO
dalam bayi
Rapikan alat-alat
7. Indikator Kinerja
8. Catatan Mutu
Kohor bayi
Status bayi
KMS
v
SOP PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK
1. Nama Pekerjaan
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Campak agar anak mempunyai daya tahan
3. Ruang Lingkup
4. Keterampilan Petugas
Vaksin Campak
KMS
6. Intruksi Kerja
v
Patsikan keadan vaksin dan spuit yang akan digunakan keadaab baik
demam, da berikan obat penurun panas jika suhu tubuh anak terlalu panas
Bersihkan 1/3 paha bagian dalam yang akan di imunisasi Campak dengan
Suntikan vaksin Campak secara subcutan pada 1/3 paha bagian dalam bayi
Rapikan alat-alat
7. Indikator Kinerja
8. Catatan Mutu
Kohor bayi
Status bayi
KMS