Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM


WAFATNYA RASULULLAH SAW

DISUSUN OLEH
AMALIA AGUSTINA
KELAS :
X PAI

MADRASAH ALIYAH NEGERI SELAT


KUALA KAPUAS
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
WAFATNYA RASULULLAH
1. Nabi Muhammad saw sakit

Nabi Muhammad saw mulai sakit ketika hari senin bertepatan pada tanggal 29 shafar11
H/ 24 mei 633 M. setelah memberikan pesan kepadaUsamah bin Zaid supaya menjadi pemimpin
perang di Palestina. Ketika pasukan Usamah sudah siap untuk berangkat perang tiba-tiba Nabi
jatuh sakit yang sama sekali Nabi belum pernah mengalami sakit yang seperti ini sebelumnya.
Penyakit yang pernah diderita oleh beliau tidak lain hanyalah kehilangan nafsu makan dan
makan daging yang beracun akibat dari pemberian wanita yahudi.
Pasukan Usamah tidak jadi berangkat ke medan perang karena Nabi jatuh sakit, ada
riwayat dari Abu Muwaibah menyebutkan bahwa pasukan Usamah tidak jadi berangkat bukan
semata-mata dikarenakan Nabi sakit, tetapi karena orang yang menggerutu akan penunjukan
Usamah sebagai pemimpin pasukan perang dalam usia yang masih sangat muda.
Sakit yang diderita Nabi semakin lama semakin tambah parah, tetapi dari keadaan sakit
yang diderita beliau masih sempat bergurau sama Aisyah. Ketika demam semakin tinggi
sehingga beliau merasa seperti dibaka rmaka beliau berkata kepada istri-istri dan keluarganya:
Tuangkanlah tujuh air kirbat dari berbagai sumur, supaya saya dapat menemui orang-orang dan
berpesan kepada mereka.

2. Pergi ke Masjid

Setelah beliau merasa lebih ringan, kemudian beliau masuk masjid dengan kepala yang
diikat, hingga beliau duduk di atas mimbar, kemudian beliau berpidato dihadapan orang-orang
yang duduk dihadapan beliau, Kutukan Allah kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena
mereka menjadikan kuburan para nabi mereka menjadikan masjid. Dalam riwayat lain
disebutkan, Allah akan memerangi orang-orang Yahudi dan Nashrani, karena menjadikan
kuburan para Nabi mereka menjadi masjid. Lalu beliau
melanjutkannya, Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Ada
juga yang meriwayatkan bahwa beliau berpidato tentang kepemimpinan Usamah. Setelah beliau
melaksanakan shalat dzuhur, beliau mengulangi pidato yang disampaikan kepada orang-orang di
hadapan beliau.
Kemudian beliau member pesan kepada Kaum Muhajirin dan Anshar:
Aku wasiatkan kepada kalian tentang orang-orang Anshar. Mereka adalah familiku dan aibku.
Mereka telah melaksanakan kewajiban dan apa yang menyisa adalah milik mereka. Terimalah
orang yang baik di antara mereka. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa beliau bersabda:
Sesungguhnya manusia akan semakin bertambah banyak sedangkan orang-orang Anshar
semakin sedikit, hinggaakhirnya mereka seperti garam dalam makanan. Barang siapa di antara
kalian ada yang menangani suatu urusan yang bias membahayakan dan bermanfaat bagi
seseorang, maka hendaklah dia mau menerima orang yang baik di antara mereka dan memaafkan
orang yang buruk di antara mereka.
Beliau melanjutkan, Sesungguhnya ada seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah,
antara diberi kewenangan dunia menurut kehendaknya ataukah apa yang ada di sisi-Nya.
Abu Said Al-Khudri menuturkan, Lalu Abu Bakar menangis sembari berkata, Demi ayah dan
ibu kami sebagai tebusanmu.
Rasulullah saw berkata lagi: Saya belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam
persahabatannya dengan saya seperti dia. Sekiranya ada dari hamba Allah yang akan saya ambil
sebagai khalil (teman dekat) maka Abu Bakarlah khalil saya, tetapi persahabatan dan
persaudaraan kita dalam iman, sampai tiba saatnya Allah mempertemukan kita di sisi-Nya.

3. Kesadaran Nabi Muhammad saw sebelum wafat


Nabi mengingat apa yang telah dilakukan selama hidupnya. Beliau mengingat ketika
diutus oleh Allah sebagai pembimbing dan nabi, mengenang segala yang pernah dialaminya
selama itu, kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya sampai selesai, dan hati Nabi merasa
lega karena qalbu orang-orang Arab itu sudah terbuka menerima agama yang benar. Ataukah
selama itu beliau tinggal hanya meminta ampunan kepada Allah dan dengan sepenuh hati beliau
menghadapkan diri seperti yang biasanya dilakukan selama hidupnya?
Ketika Abdurrahman bin Abu Bakar masuk sambil memegang siwak, Aisyah melihat
beliau melirik ke siwak di tangan Abdurrahman.
Karena aku tahu beliau amat suka kepada siwak, maka aku bertanya, Apakah aku boleh
mengambil mengambil siwak itu untuk engkau?
Beliau mengiyakan dengan isyarat kepala. Maka aku menggosokkan ke mulut beliau.
Ternyata gosokanku terlalu keras bagi beliau. Kemudian aku menggosokkan dengan pelan sekali.
Di dekat beliau saat itu ada bejana berisi air. Beliau mencelupkan kedua tangan ke dalam air lalu
mengusapkannya ke wajah, sambil bersabda, Tiada Ilah selain Allah. Sesungguhnya kematian
itu ada sekaratnya.
Seusai bersiwak beliau mengangkat tangan atau jari-jari, mengarahkan pandangan ke
arah langit-langit rumah dan kedua bibir beliau bergerak-gerak. Aisyah masih sempat
mendengar sabda beliau pada saat-saat itu, Bersama orang-orang yang engkau beri nikmat atas
mereka dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Ya Allah, ampuni dosaku dan rahmati
aku. Pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi ya Allah, Kekasih Yang Maha Tinggi.
Ketika sedang sakaratul maut Nabi berdoa kepada Allah: Ya Allah.. Tolonglah aku
dalam sakaratulmaut ini.
Aisyahberkata yang pada waktu itu kepala Nabi berada di pangkuan Aisyah. Saya
perhatikan mukanya, ternyata pandangannya menatap ke atas seraya berkata: Dengan sahabat
dari surga. Dan Nabi Muhammad pulang ke rahmatullah ketika di pangkuan Aisyah.
Saya perhatikan air mukanya, ternyata pandangannya menatap ke atas seraya berkata:
Dengan sahabat dari surga.
Kataku: Anda yang telah dipilih maka Anda memilih yang mengutus Anda dengan
membawa kebenaran. Maka Rasulullah pun berpulang sambil bersandar antara dada dan leher
saya, sehingga saya tidak merugikan orang lain. Karena kurang pengalaman dan usia saya masih
muda, Rasulullah saw berpulang ketika beliau di pangkuan saya. Kemudian baru saya letakkan
kepalanya di atas bantal, saya berdiri dan bersama-sama perempuan-perempuan lain saya
memukul-mukul muka saya.
Benarkah Nabi Muhammad sudah meninggal? Itulah yang masih diperselisihkan orang-
orang ketika itu, sehingga hampir-hampir timbul fitnah di kalangan mereka dengan segala akibat
yang akan menjurus kepada perang saudara, kalau tidak karena Allah yang menghendaki
kebaikan juga untuk
mereka dan untuk agama yang lurus, agama yang murni ini.

4. Pemakaman Nabi Muhammad saw


Pemakaman Nabi Muhammad dilaksanakan dua hari setelah beliau wafat, karena banyak
peristiwa yang terjadi setelah beliau wafat. Umar bin Khattab sempat tidak percaya akan berita
tentang wafat Nabi. Ia keliru dalam menafsirkan salah satu ayat al-quran, yang menurut
pemahannya, Nabi akan hidup lebih lama daripada mereka semua hingga datang generasi lain.
Hingga dia berkata: Barang siapa yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah mati maka
inilah pedangku. Abu Bakar sebagai shahabat yang lebih tua dan sangat sabarpun berkata:
Sabar, sabar Umar!
Abu Bakar berkata: Hai manusia! Barang siapa menyembah Muhammad, sesungguhnya
Muhammad telah meninggal, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu
Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah yang
diturunkan sesudah Perang Uhud:

(143:) .
Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul ,sungguh telah berlalu
sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh kamu berpaling kebelakang?
Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan manfaat dan
madlarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur.
Ibnu Abbas menuturkan, Demi Allah, seakan-akan mereka tidak tahu bahwa Allah telah
menurunkan ayat ini. Tak seorang pun di antara mereka yang mendengarnya melainkan
membacanya.
Ibnu Musayyab menuturkan, bahwa Umar berkata: Demi Allah setelah mendengar Abu
Bakar membacakan ayat tersebut, aku pun menjadi linglung, hingga aku tak kuasa mengangkat
kedua kakiku, hingga aku terduduk ke tanah saat mendengarnya. Kini aku sudah tahu bahwa
Nabi saw memang sudah meninggal dunia.
Selain ada kejadian Umar yang belum bisa menerima bahwa Nabi Muhammad telah juga
ada berbagai kejadian yang harus diselesaikan sebelum nabi dimakamkan. Di antara kejadian
yang menjadi sebab pemakaman Rasulullah dilaksanakan dua hari setelahnya adalah:
Ikrar tsaqifah
ikrar yang diberikan oleh Umar dan Muslimin kepada Abu Bakar untuk menjadikan ia sebagai
khalifah.
Ikrar umum
ikrar yang diberikan kepada Abu Bakar ketika Umar selesai berceramah, dan ikrar ini
dilaksanakan secara ramai-ramai.

Pidato khalifah yang pertama


Pidato yang disampaikan Abu Bakar kepada orang-orangyang dihadapannya setelah Abu Bakar
dibaiat.
Pidato yang disampaikan adalah:
Kemudian, Saudara-saudara. Saya sudah terpilih untuk memimpin kalian. Kalau saya
berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah suatu kepercayan, dan dusta adalah suatu
penghianatan. Orang yang lemah di kalangan kalian adalah kuat di mata saya, sesudah haknya
nanti saya berikan kepadanya insya Allah dan orang yang kuat, buat saya adalah lemah sesudah
haknya nanti saya ambil insya allah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan di
jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan sudah
meluas pada suatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana pada mereka. Taatilah saya
selama saya tat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar perintah Allah dan
Rasul maka gugurlah kesetianmu kepada saya. Laksanakanlah shalat kamu, Allah akan
merahmati kita semua.
Tidak berkisar itu saja yang menjadi sebab pemakaman Nabi dilaksanakan dua hari
setelah beliau wafat. Di mana Rasulullah dimakamkan? Itu juga menjadi perdebatan antara kaum
Muhajirin dan kaum Muslimin pada waktu itu.
Kaum Muhajirin berpendapat bahwa sebaiknya Rasulullah dimakamkan di Makkah,
karena Makkah merupakan tumpah darah beliau, tapi Muslimin tidak setuju dengan pendapat itu.
Ada juga yang berpendapat bahwa sebaiknya Rasulullah dimakamkan di Baitul-
Maqdis(Yerussalem), karena para nabi dulu dimakamkan di sana. Muslimin pun tidak
menyetujui pendapat ini. Mereka berpendapat bahwa yang paling tepat adalah di Madinah, kota
yang telah memberikan perlindungan, pertolongan dan kota yang semula bernaung di bawah
bendera Islam. Setelah diputuskan Rasulullah akan dimakamkan di Madinah, selanjutnya kaum
Muhajirin dan Muslimin merundingkan lagi di tempat mana Rasulullah dimakamkan? Satu
pihak mengatakan: dimakamkan di Masjid, tempat beliau berkhutbah dan bimbingan serta
memimpin orang shalat, dan menurut pendapat mereka supaya dimakamkan di tempat mimbar
atau di sampingnya. Tetapi pendapat ini di tolak, mengingat adanya keterangan dari Aisyah ,
bahwa ketika Nabi sedang sakit keras, beliau pernah berkata: Laknat Allah kepada suatu
golongan yang mempergunakan pekuburan nabi-nabi sebagai Masjid.
Kemudian Abu Bakar memberi keputusan kepada orang-orang yang hadir dengan
mengatakan: Saya pernah mendengarkan Radulullah saw berkata- Setiap ada Nabi yang
meninggal dimakamkan di tempat dia meninggal.
Atas dasar itulah maka diambil keputusan, bahwa di tempat tidur ketika Nabi meninggal,
di tempat itulah akan digali.
Di antara keluarga sekaligus shahabat Nabi yang memandikan beliau adalah: Ali bin Abi
thalib, Abbas bin Abdul Muttalib serta kedua putranya, Fadl dan Qusam serta Usamah bin Zaid.
Ketika beliau dimandikan maka bau harum segera timbul dari badannya, sehingga Ali
berkata: Demi ibu bapaku! Alangkah sedapnya Anda di waktu hidup, alangkah sedapnya pula
Anda sesudah meninggal.
Pemakaman Nabi pun dilaksanakan setelah proses pemandian dan setelah melakukan perpisahan
dengan jenazah yang suci. Pemakaman dilaksanakan ketika tengah malam yaitu malam Rabu 14
Rabiul-awwal 11 H/ 10 Juni 633 M.