Anda di halaman 1dari 2

::CINTA DALAM HENING::

Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?


Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.
Maka dengarlah..

Gadis, Saat ku jatuh cinta..


Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu, cinta adalah fitrah..sebuah anugrah tak terperih..


Karena cinta adalah kehidupan. Karena rasa itu adalah cahaya. Aku tahu, hidup tanpa cinta,
bagaikan hidup dalam gelap gulita.. Namun.. Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn
anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna. Cinta
terkadang mbuatmu bahagia, namun tak jarang mbuatmu menderita. Cinta ada kalanya
manis bagaikan gula, Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir. Cinta adalah
perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang
lama dalam lingkaran derita.

Maka gadis, Agar kau dapat keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari.
Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan. Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau
tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang.. Kita percaya takdir bukan? Kita tahu
dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya? Jadi, apa
yang kau risaukan? Biarkan Allah yg mengaturnya, Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan
baik-baik saja..

Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu.. Dia yang
kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang
telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba.. Maka, ku ingatkan
padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar... Namun ternyata kelak bukan
kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya? Gadis, Karena cinta kita begitu agung untuk
di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Dan sadarilah gadis, fitrah kita wanita adalah pemalu, Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan? Masihkah kau
tampak bestari jika malu itu telah kau singkap.. Duhai gadis, jadikan malu sebagai
selendangmu.. Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan.. Dalam jeruji
kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul
Mahfuzh.. Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

Maka cintailah dlm hening. Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu, Maka
cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu.. Agar kesucianmu tetap terjaga.. Agar
keanggunanmu tetap terbias..

Maka, ku beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan. Acuhkan semua
godaan yg menghampirimu.. Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau
musnahkan.. Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis... yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..


Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam
hening.. Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci..