03/04/2017
BANTUAN HIDUP JANTUNG
DASAR
Bantuan Hidup Dasar Pada Orang Dewasa
RJP RJP
RJP kerjakan 30 : 2 selama
5 siklus
Sampai berhasil atau
bantuan dari Tim BHL
datang
1
03/04/2017
Bantuan Hidup Dasar Pada Anak
Bantuan Hidup Dasar Pada Anak
Penilaian kesadaran
Untuk Memastikan
penderita benar-
benar tidak sadarkan
diri
Kompresi
Dilakukan setelah
pemeriksaan arteri
karotis
2
03/04/2017
Bantuan Hidup Dasar Pada Anak
Kompresi dada pada anak 1-
8 tahun
Letakkan tumit satu tangan
pada setengah bawah sternum,
hindarkan jari-jari pada tulang
iga anak
Menekan sternum sedalam
2,5-4 cm kemudian lepaskan
dengan kecepatan 100 kali
permenit.
Setelah 30 kali kompresi, buka
jalan nafas dan berikan 2 kali
nafas buatan sampai dada
terangkat untuk 1 penolong.
Kompresi dan nafas buatan
dengan rasio 15 : 2 (2
penolong)
Bantuan Hidup Dasar Pada Anak
Kompresi dada pada bayi
Letakkan 2 jari satu tangan
pada setengah bawah sternum;
lebar 1 jari berada di bawah
garis intermammari (Gb. 9).
Menekan sternum sedalam
1,25 - 2,5 cm kemudian angkat
tanpa melepas jari dari
sternum, dengan kecepatan 100
kali per menit.
Setelah 30 kali kompresi, buka
jalan nafas dan berikan 2 kali
nafas buatan sampai dada
terangkat untuk 1 penolong.
Kompresi dan nafas buatan
dengan rasio 15 : 2 untuk 2
penolong
3
03/04/2017
Survei Bantuan Hidup Dasar
Rekomendasi
Komponen Dewasa Anak Bayi
Pengenalan Awal Tidak sadarkan diri
Tidak ada nafas atau bernafas Tidak bernafas atau ada usaha nafas
tidak normal
Tidak teraba nadi dalam 10 detik (hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan professional)
Urutan BHD CAB CAB CAB
Frekuensi Kompresi Minimal 100 x/menit
Kedalaman kompresi Minimal 5 cm (2 inci) Minimal 1/3 diameter dinding Minimal 1/3 diameter dinding
Anterior posterior toraks (sekitar 5 Anterior posterior toraks (sekitar 4
cm/2 inci) cm/1 inci)
Recoil Dinding Dada Usahakan terjadi recoil sempurna setiap kompresi
Untuk penolong terlatih, pergantian posisi penolong setiap 2 menit
Interupsi bantuan Interupsi seminimal mungkin, jikalau memungkinkan interupsi kurang dari 10 detik
Jalan Nafas (Airway) Head tilt Chin lift (untuk kecurigaan trauma leher lakukan jaw thrust)
Kompresi 30 : 2 30 : 2 (satu penolong) 30 : 2 (satu penolong)
(1 atau 2 penolong) 15 : 2 (2 penolong) 15 : 2 (2 penolong)
Ventilasi Jika penolong tidak terlatih, kompresi saja
Pada penolong terlatih, dengan jalan nafas lanjutan berikan nafas setiap 6 8 detik (8 10 x/menit).
Defibrilasi Pasang dan tempelkan AED sesegara mungkin, Interupsi kompresi minimal baik sebelum atau sesudah
kejut listrik. Lanjutkan RJP diawali dengan kompresi setelah kejut listrik