Anda di halaman 1dari 3

Daun merupakan bagian tumbuhan yang mempunyai peran sangat penting.

Daun kaya zat


hijau yang dinamakan klorofil. Biasanya daun berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan
berwarna hijau pada daerah yang ditempatinya. Daun memiliki umur yang terbatas, daun
muda biasanya berwarna hijau keputih-putihan, kadang ungu atau kemerah-merahan. Daun
yang sudah dewasa biasanya akan berwarna hijau tua. Daun yang telah tua akan berwarna
menjadi kekuning-kuningan atau kuning atau menjadi pirang. Daun yang telah tua akan mati
dan gugur dari batang.

Daun yang gugur selalu diganti dengan yang baru, daun yang baru ini biasanya berjumlah
lebih banyak daripada daun yang gugur. Ada jenis tanaman yang sewaktu-waktu
menggugurkan daunya sehingga tampak gundul seperti pohon yang telah mati. Pada musim
kemarau tumbuhan akan menggugurkan daunya untuk mengurangi penguapan. Ketika datang
musim penghujan tumbuhan tersebut membentuk tunas-tunas baru sehingga kelihatan hijau
kembali.

Daun merupakan bagian utama tumbuhan yang mampu membuat makanan. Daun membuat
makanan melalui fotosintesis. Secara umum daun mempunyai fungsi sebagai berikut :

Pengambilan zat-zat yang diperlukan dalam fotosintesis, terutama berupa gas CO2.

Pengolahan zat makanan (asimilasi).

Penguapan air (transpirasi).

Pernapasan (respirasi).

Bentuk-bentuk Daun
Bentuk dan struktur daun yang dapat dilihat secara kasat mata, dapat didasarkan pada
kelengkapan-bagian-bagiannya, bentuk, ujung, pagkal, tulang, daging, dan permukaan daun.
Daun pada setiap tumbuhan memiliki bentuk yang berbeda-beda, daun yang lengkap
memiliki bagian-bagian antara lain pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Contoh
daun yang memiliki bagian lengkap yaitu daun pisang, bambu, dan daun pinang.

Variasi Daun Berdasarkan Bagian-bagiannya


Tidak semua daun memiliki bagian, bagian yang lengkap. Ada beberapa daun yang tersusun
tidak lengkap, antara lain :

Hanya memiliki tangkai dan helaian daun ssaja, contohnya daun nangka dan daun
mangga.

Hanya memiliki kelopak daun saja, misalnya daun padi dan daun jagung.

Hanya memiliki helaian daun saja, contohnya daun tempuyung dan biduri.

Hanya mempunyai tangkai daun saja, biasanya daun tersebut berbentuk pipih
menyerupai helaian daun. Misalnya daun akasia.

Variasi Daun Berdasarkan Ujung Daun


Selain bentuk daun, ujung daun juga dapat memperlihatkan adanya variasi, variasi tersebut
antara lain adlah.

Bentuk runcing, pada bentuk ini terdapat pertemuan ibu tulang daun pada puncak
daun, misalnya pada daun orleander.

Bentuk meruncing, pada bentuk ini ujung daun tampak sempit dan meruncing,
contohnya ujung daun sirsak.

Bentuk tumpul, pada bentuk ini tepi daun menuju ke suatu titik pertemuan sehingga
membentuk sudut yang tumpul. Contohnya pada daun sawo kecik.

Bentuk membulat, pada bentuk ini ujung daun tumpul tapi ujungnya tidak membentuk
sudut. Contohnya daun teratai besar.

Bentuk rompang, pada bentuk ini ujung daun tampak sebagai garis yang rata.
Contohnya ujung daun semanggi.

Bentuk terbelah, pada bentuk ini ujung daun terdapat lekukan. Contohnya ujung daun
sidaguri.

Bentuk berduri, pada bentuk ini ujung daun tertutupi oleh bagian yang runcing dan
keras (duri). Contohnya daun nenas sebrang.

Variasi Daun Berdasarkan Tulang Daunya


Tulang-tulang pada daun antara lain memiliki fungsi sebagai : memberi kekuatan pada daun,
sebagai jalan untuk pengangkutan zat-zat, Menurut besar kecilnya tulang daun dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu : ibu tulang daun, tulang-tulang cabang, dan urat-urat daun.
Berdasarkan arah tulang daunya, daun dibedakan menjadi :

Bertulang menyirip, pada daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal
ke ujung daun, dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang daun ke arah
samping keluar tulang-tulang daun. Susunan seperti ini mirip dengan sirip ikan, oleh
karena itu bentuk tulang daun seperti ini disebut menyirip. Contohnya daun tumbuhan
biji belah seperti daun mangga dan jambu.

Bertulang menjari, dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang daun yang
memencar

Daun Gadung

sehingga tampak seperti jari tangan. Contohnya adalah daun pepaya, daun jarak, dan
daun kapas.

Bertulang melengkung, daun bentuk ini memiliki beberapa tulang daun yang besar.
Adapun tulang daun yang lainya mengikuti tepi daun sehingga daun yang semula
memencar kemudian kembali menuju ke satu arah yaitu ujung daun. Contohnya pada
tumbuhan berbiji tunggal yaitu gadung,

Bertulang sejajar (lurus), arah tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Contohnya
teki-tekian.

Varias Daun Berdasarkan Jumlah Daunnya


Berdasarkan jumlah daun yang terletak pada tangkainya, daun dapat dikelompokan menjadi :

Daun tunggal, yaitu hanya ada satu helaian daun saja pada setiap tangkainya.
Contohnya pada daun dewa.

Daun majemuk, yaitu helaian daun tumbuh pada cabang tangkai, sehingga pada satu
tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun. Contoh daun asam