Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Autonomous system

Autonomous system (AS) adalah Sebuah koleksi end-system routers


yang di bawah kendali sebuah manajemen atau athority tunggal. Sistem
ini biasanya memakai sebuah Interior Gateway Protocol (IGP).AS
diperlukan bila suatu jaringan terhubung ke lebih dari satu AS yang
memiliki kebijakan routing yang berbeda. Contoh yang paling sering
dijumpai adalah: jaringan yang terhubung kepada dua upstream atau
lebih ataupun eXchange Point, peering dengan jaringan lokal pada
eXchange Point.
Naah temen2 sekarang mari kita memahami apa itu AS atau Autonomous
System

Autonomous system (AS) adalah Sebuah koleksi end-system routers yang


di bawah kendali sebuah manajemen atau athority tunggal. Sistem ini
biasanya memakai sebuah Interior Gateway Protocol (IGP).AS diperlukan
bila suatu jaringan terhubung ke lebih dari satu AS yang memiliki
kebijakan routing yang berbeda. Contoh yang paling sering dijumpai
adalah: jaringan yang terhubung kepada dua upstream atau lebih
ataupun eXchange Point, peering dengan jaringan lokal pada eXchange
Point.

Mengapa ada AS : Karena dengan adanya Autonomous System Pembagian


region - region pada jaringan yang besar dapat menjadikan suatu
jaringan lebih terstruktur dan di atur oleh 1 kebijakan routing yang
di definisikan secara jelas.

Keuntungan : Dapat menghubungkan jaringan besar dari satu AS ke AS


yang lain yang memiliki kebijakan routing yang berbeda.

Kayak gene neh AS, ruwet banget ya?

Tenang aja kawand, nanti kita belajar lebih mendalam dan tentunya gak
akan susah kok.

Autonomous System

Autonomous System atau yang disingkat AS merupakan suatu kelompok yang terdiri
dari satu atau lebih IP Prefix dimana kelempok tersebut terkoneksi dan dijalankan
oleh satu atau lebih operator jaringan dibawah satu kebijakan routing yang
didefinisikan dengan jelas.
Sebuah Autonomous System memiliki dua buah mekanisme routing yaitu intradomain
routing dan interdomain routing. Intra domain routing merupakan mekanisme routing
yang dilakukan di dalam sebuah AS sedangkan inter domain routing adalah
mekanisme routing yang dilakukan diluar antar As agar bias berhubungan satu sama
lain.

Berikut adalah contoh topologi Autonomous system :


Berdasarkan gambar diatas dapat dianalogikan bahwa sebuah AS merupakan sebuah
universitas. Misalkan AS65303 merupakan sebuah universitas maka dalam AS65303
mempunyai kebijakan/protokol sendiri agar diantara jaringan yang berada di dalam
AS65303 dapat melakukan koneksi, protocol tersebut yang disebut Intra domain
routing agar diantara suatu badan dengan badan yang lain di dalam AS tersebut dapat
terhubung. Badan tersebut dalam jaringan nyata merupakan sebuah router. Sedangkan
AS65303 memiliki sebuah badan yang terkoneksi juga dengan AS lain misal
AS65202 , protocol seperti ini yang disebut Inter domain routing. Jadi antar
universitas tersebut dapat melakukan koneksi.

Konsep munculnya Autonomous System untuk mengantisipasi perkembangan


jaringan yang terus bertambah besar, struktur jaringan internet yang berbentuk
hierarki maka internet dibagi dalam suatu autonomous system (AS). Setiap AS
memiliki mekanisme pertukaran dan pengumpulan informasi routing sendiri. Protokol
yang digunakan untuk pertukaran informasi

dalam AS adalah Interior Routing Protocol (IRP). Hasil pengumpulan informasi


routing ini kemudian disampaikan AS lain dalam bentuk reachability information.
Reachability information yang dikeluarkan oleh sebuah AS berisi informasi mengenai
jaringan-jaringan yang dapat dicapai melalui AS tersebut dan menjadi indicator
terhubungnya AS ke internet.

Perbedaan antara Intra Domain Routing dan Inter Domain Routing


Intradomain Routing
Routing ini berjalan dalam sebuah Autonomous System
Mengabaikan Internet di luar Autonomous System tersebut, jadi hanya
memperhatikan koneksi yang berada dalam Autonomous System saja.
Protokol yang biasa digunakan dalam Intradomain routing adalah Interior
Gateway Protocol atau IGP
Protokol yang populer digunakan untuk Intra Domain Routing adalah
RIP : Routing Information Protocol menggunakan distance vector
merupakan protocol sederhana dan sudah lama digunakan.
OSPF : Open Shortest Path First menggunakan algoritma shortest
path dan lebih baik dari protokol RIP

Interdomain Routing
Routing ini berjalan antar Autonomous System
Mengasumsikan Internet terdiri dari sekumpulan interkoneksi Autonomus
System
Normalnya dalam Interdomain routing terdapat sebuah dedicated router pada
tiap Autonomous System yg berfungsi menangani trafik interdomain.
Protokol yang biasa nya digunakan interdomain routing adalah Exterior
Gateway Protocol atau EGP
Protokol routing:
EGP : Exterior Gateway Protocol

BGP : Border Gateway Protocol merupakan protocol yang sifat nya


lebih baru.

Protokol-Protokol yang digunakan dalam Inter Domain Protokol dan Intra


Domain Routing:

1. RIP (Routing Information Protokol)


Routing jenis ini termasuk dalam protocol distance vector, dimana protocol distance
vector ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui routing kea rah diri sendiri
dan dianggap buta karena tidak mengetahui topologi jaringan dimana dia berada.
Router hanya akan mengirim informasi local ke semua link yang terhubung langsung
dengannya (link tetangga). Router yang menerima informasi routing tersebut
kemudian menghitung distance vector, menambahkan distance vector dengan metric
link tempat informasi tersebut diterima kemudian jika dianggap jalur terbaik maka
akan dimasukkan ke dalam entri forwarding table. Proses pengiriman routing dan
penambahan metrik ini akan dikirim lagi ke seluruh antar muka router dalam selang
waktu tertentu. Demikian seterusnya setelah semua router di jaringan mengetahui
topologi jaringan tersebut
Kelemahan dari protocol ini adalah jika dalam sebuah jaringan terdapat link yang
terputus. Kemungkinan yang terjadi adalah efek bouncing dimana data hanya kan
berputar putar pada dua router sampai umur (time to live) datagram tersebut habis.
Sedangkan kemungkinan yang kedua adalah menghitung sampai tak hingga (counting
to infinity) dimana router terlambat menginformasikan bahwa suatu link terputus. Hal
ini menyebabkan router harus mengirim dan menerima distance vector serta
menghitung sampai batas metric maksimum tercapai.

2. OSPF (Open Shortest Path First)

OSPF ini menggunakan prinsip link state routing yang sederhana. Sebagai pengganti
menghitung route terbaik dengan cara trdistribusi, semua router mempunyai peta
jaringan dan menghitung semua route yang terbaik dari jaringan ini. Peta tersebut
disimpan dalam sebuah basis data. Record-record peta dalam tersebut akan
dikirimkan oleh router yang terhubung langsung dengan masing-masing link.
Peta dalam basis data tersebut akan kembali diupdate jika dalam sebuah jaringan
terjadi perubahan topologi dan akan dikirimkan ke router lain-router lain agar kondisi
topologi setiap jaringan tetap terjaga keabsahannya.
3. BGP (Border Gateway Protokol)
Border Gateway Protocol adalah sebuah inter domain protokol Autonomous System.
Fungsi utama sistem BGP adalah untuk bertukar informasi jaringan yang dapat
'dijangkau' (reachability) oleh sistem BGP lain, termasuk di dalamnya informasi-
informasi yang terdapat dalam list autonomous system (AS). BGP berjalan melalui
sebuah protocol transport, yaitu TCP.
BGP memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengatur trafik-trafik dari sumber
berbeda di dalam network multi-home . Tujuan utama BGP adalah untuk
memperkenalkan kepada publik di luar network (upsteram provider atau peer) tentang
rute atau porsi spasi address yang dimiliki dengan "meminta izin" membawa data ke
suatu spasi address tujuan