Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Pasien perempuan 42 tahun sudah menikah datang ke IGD RSUD Sanjiwani Gianyar
dengan keluhan terdapat benjolan pada paha kanan sejak bulan November 2014 (7 bulan SMRS).
Benjolan berjumlah satu buah. Awalnya benjolan hanya sebesar biji jagung berwarna sesuai
dengan kulit normal tanpda ada rasa nyeri. Akan tetapi sejak dilakukan pengambilan jaringan
pada benjolan tersebut benjolan semakin membesar dan kini telah berukuran setengah bola sepak
dengan warna kulit yang lebih gelap dengan kulit disekitarnyadan dirasakan sangat nyeri. Sekitar
1 bulan yang lalu, pada bagian atas benjolan tedapat luka dan terus mengeluarkan darah.
Benjolan dirasakan sangat mengganggu aktivitas karena nyeri yang dirasakan. Terlebih lagi
benjolan semakin membesar dan membuat sulit untuk berjalan. Pasien juga mengeluhkan sangat
lemas dari 3 minggu yang lalu. Keluhan lain seperti sesak, nyeri kepala, mual, dan muntah
disangkal. Riwayat penyakit terdahulu pasien belum pernah menderita keluhan yang sama
sebelumnya, pasien telah melakukan pemeriksaan di RSUP sanglah, terdiagnosis dengan
melanoma maligna dan sudah melakukan kemoterapi di RSUD Sanjiwani sebanyak 2 kali.
Awalnya tidak pernah ada tahi lalat, riwayat penyakit kronis pada pasien dan keluarga tidak ada.
Di keluarga tidak ada yang mengeluhkan keluhan yang sama dengan pasien. Pasien merupakan
seorang pekerja di sebuah yayasan,sudah tidak aktif lagi sejak terdiagnosis melanoma maligna.
Pasien sering terpapar sinar matahari langsung, luka bakar akibat paparan matahari dan radiasi
disangkal. Pada pemeriksaan fisik, status present dalam batas normal, pada pemeriksaan status
general pada mata ditemukan konjungtiva anemis, pada pemeriksaan THT, leher, thorax,
abdominal, ekstremitas dalam batas normal. Status lokalis regio femoralis dextra pada inspeksi
tampak massa berwarna coklat kehitaman, ulkus (+), bleeding (+), pus (-) dan pada palpasi
Teraba massa bentuk bulat ukuran kurang lebih 10x10x8 cm, dengan permukaan berdungkul
disertai ulserasi, darah (+), konsistensi keras, terfiksir di dasar dan di kulit, batas tidak tegas,
teraba hangat, nyeri tekan (+). Regio inguinalis dextra dan sinistra ditemukan pembesaran massa
bentuk bulat ukuran 1x1 cm, konsistensi keras terfiksir di dasar, tidak ditemukan nyeri tekan.

Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien di


diagnosis dengan melanoma maligna. Berdasarkan teori kanker kulit adalah penyakit dimana
kulit kehilangan kemampuan untuk generasi dan tumbuh secara normal. Definisi dari melanoma
maligna yaitu tumor ganas kulit yang berasal dari system melanositik kulit ( melanosit ) dengan
gambaran berupa lesi kehitam-hitaman pada kulit. Biasanya menyebabkan metastasis yang luas
dalam waktu singkat, tidak saja melalui aliran limfe ke kelenjar regional, tetapi juga menyebar
melalui aliran darah ke organ dalam. Pada pasien ditemukan lesi yang mirip dengan kulit normal,
setelah dilakukan pemeriksaan kulit menjadi gelap dan membesar cepat. Berdasarkan data
survelen, epidemiologi melanoma maligna lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, dan
dilaporkan lebih banyak pada usia diatas 50 tahun keatas. Pada orang dengan kulit putih risiko
terjadinya meningkat 10 kali lipat lebih besar daripada kulit hitam. Berdasarkan daerah
terkenanya pada perempuan lebih sering pada kaki. Menurut teori faktor-faktor risiko yang
membuat rentan terhadap melanoma yang paling utama adalah paparan sinar matahari (radiasi
ultraviolet) secara langsung, jenis kulit, adanya nevi yang merupakan tumor jinak melanosit yang
mulai muncul di masa kecil, riwayat keluarga menderita melanoma maligna memiliki risiko yang
lebih tinggi. Pada pasien ditemukan adanya paparan sinar matahari secara langsung dan sering.
Menurut CLARK dan MIHM membedakan melanoma maligna atas dasar perjalanan penyakit,
gambaran klinis dan histogenesisnya yang pertama bentuk superfisial, bentuk nodular, dan
lentigo maligna melanoma. Bentuk superfisal merupakan yang paling sering ditemukan (54%
seluruh kasus). Umumnya kelainan berupa: bercak dengan ukuran beberapa mm sampai
beberapa cm dengan warna bervariasi (waxy, kehitaman, kecoklatan, putih, biru), tak teratur,
terbatas tegas dengan sedikit penonjolan di permukaan kulit. Bentuk ini dapat berubah dalam hal:

1. Ukuran: umumnya membesar


2. Warna: lebih gelap/pucat
3. Gatal, iritasi atau nyeri
4. Infeksi dengan cairan sero-purulen
5. Pendarahan, ulserasi atau kusta

Berdasarkan keluhan pasien dan pemeriksaan fisik pasien mengarah ke bentuk superfisial yang
ditemukan lesi awalnya kecil dan membesar dengan warna lebih gelap, ditemukannya ulkus,
konsistensi keras, ditemukannya perdarahan dan rasa nyeri dan umumnya lebih sering ditemukan
pada wanita pada ekstremitas bawah.