Anda di halaman 1dari 2

Drug Use Evaluation (DUE) atau evaluasi penggunaan obat adalah proses penjaminan

mutu penggunaan obat di rumah sakit yang terstruktur, dilakukan terus menerus, diotorisasi
oleh rumah sakit, dan ditujukan untuk memastikan obat digunakan secara tepat, aman, dan
efektif. Tujuan Drug Use Evaluation (DUE) mengevaluasi penggunaan obat sesuai dengan
ketepatan indikasi, tepat pasien dan tepat obat. Tepat indikasi adalah pemberian obat dengan
indikasi yang dilihat dari diagnosa yang tercantum dalam rekam medik, untuk dapat
dikatakan tepat indikasi, pemberian obat memang benar-benar diperlukan dan sesuai dengan
penyakitnya. Tepat pasien adalah keseuaian pemberian obat mual muntah yang dilihat dari
ada atau tidaknya keadaan fisiologis atau patologi pasien yang menghalangi pemakaian obat
(kontraindikasi), biasanya dicantumkan pada riwayat pasien di rekam medis, seperti adanya
penyakit penyerta atau keadaan khusus lainnya seperti alergi. Tepat obat adalah pemilihan
obat sesuai dengan drug of choice yang tertera pada guideline.
Ondansetron adalah derivate carbazalone yang strukturnya berhubungan dengan
serotonin dan merupakan antagonis reseptor 5-HT3 spesifik yang bekerja di Chemoreseptor
Trigger Zone (CTZ) dan juga pada perifer vagal saluran cerna, tanpa mempengaruhi reseptor
dopamine, histamine, adrenergik. Ondansetron mempunyai efek anti muntah yang lebih besar
dari pada obat anti mual yang lainnya. Ondansetron efektif bila diberikan secara oral atau
intravena dan mempunyai bioavaibility sekitar 60% dengan konsentrasi terapi dalam darah
muncul tiga puluh sampai enam puluh menit setelah pemakaian. Metabolismenya di dalam
hati secara hidroksilasi dan konjugasi dengan glukoronida atau sulfat dan di eliminasi cepat
didalam tubuh, waktu paruhnya adalah 3-4 jam pada orang dewasa sedangkan pada anak-
anak dibawah 15 tahun antara 2-3 jam, oleh karena itu ondansetron baik diberikan pada
pasien yang telah menjalani operasi.
Mekanisme antiemetik ondansetron ini didapat melalui
1. Blokade sentral di CTZ pada area postrema dan nukleus traktus solitaries sebagai
kompetitif selektif reseptor 5-HT3
2. Memblok reseptor 5-HT3 di perifer pada ujung saraf vagus di sel enterokromafin di
traktus gastrointestinal
DUE dilakukan dengan studi retrospektif selama 1 bulan terakhir. Langkah-langkah
yang dilakukan dalam pelaksanaan DUE antara lain:
1. Mengumpulkan data peresepan obat dari 1 bulan terakhir. Pengumpulan data
menggunakan resep yang ada di UPF rawat inap pada bulan Mei 2017.
2. Melengkapi form yang terdiri nama obat, nama pasien, status, bangsal tempat pasien
dirawat, dokter yang meresepkan, jumlah obat, dan frekuensi penggunaan obat.
3. Melakukan pengkajian data.
Pengkajian data dilakukan untuk mengetahui obat sudah tepat eefikasi ataukah belum
selama bulan Mei 2017 dari total resep yang ada dibangsal-bangsal rawat inap Rumkital
dr.Ramelan Surabaya. Selain itu, data yang telah diperoleh dapat digunakan untuk
mengetahui dokter yang paling banyak meresepkan obat tersebut serta bangsal dimana obat
tersebut paling banyak diresepkan.
Mahasiswa Praktek Kerja Profesi Apoteker Universitas Jember melakukan DUE
terhadap obat Ondansetron. Pada penggunaan Ondansentron bulan Mei 2017 diketahui telah
tepat indikasi dalam terapi. Ondansentron diresepkan pada pasien yang mengalami mual
muntah pasca operasi, pencegahan mual dan muntah akibat kemoterapi, mual muntah
moderate sampai severe yang banyak didapatkan pada bangsal bedah ditujukan pada pasien
yang telah melakukan operasi ataupun kemo untuk mencegah adanya efek mual muntah.