Anda di halaman 1dari 21
PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD) DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI

SEKRETARIAT P3MD KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT Jl. Kopral Rahman Hilir Kantor, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat

HP/WA. 081280503764 E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

twitter: @S1966M

E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de twitter: @S1966M Laporan Individu disusun oleh: STEPHANUS STEPHANUS MULYADI,
E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de twitter: @S1966M Laporan Individu disusun oleh: STEPHANUS STEPHANUS MULYADI,
E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de twitter: @S1966M Laporan Individu disusun oleh: STEPHANUS STEPHANUS MULYADI,

Laporan Individu disusun oleh:

STEPHANUSSTEPHANUS MULYADI,MULYADI, S.S.,S.S., M.Sc.M.Sc. TA PENGEMBANGAN PELAYANAN SOSIAL DASAR P3MD KABUATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

Daftar Isi

No

 

Judul

Hal.

1

Pengantar Laporan

2

3

Bab 1: Pendahuluan

3

4

Bab 2: PELAKSANAAN KEGIATAN

3

 

2.1. Pelaksanaan TUPOKSI

3

 

2.2. Laporan khusus P2WKSS

5

5

Bab 3: RENCANA KEGIATAN BULAN BERIKUTNYA

21

6

Bab 5: KESIMPULAN & RKTL

21

7

5.1. Kesimpulan

21

 

5.2. Rekomendasi RKTL

21

8

Bab 5: PENUTUP

21

9

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 
 

1. LWK

22

 

2. Realisasi kegiatan

23

 

3. Rencana kegiatan bulan

25

Agustus 2017

 

4.

Laporan bimbingan / kunjun-

26

gan lapangan

 

5. Laporan Kunjungan Lapangan

27

 

6. Laporan Program Per Bidang

28

DINAS PEMBERDAYAAN MASAYARAKAT DAN DESA Jl. Muhammad Hambal No.5 Telp/Fax (0561) 736014 PONTIANAK

No

Lamp.

Hal

: ………………

: ……………… : Laporan Bulan Agustus 2017

Kepada Yth. Satker P3MD Dirjend PPMD Provinsi Kalimantan Barat

di- PONTIANAK

Dengan hormat,

Bersama ini saya sampaikan Laporan Individu Kegiatan TA PSD P3MD Kapuas Hulu untuk periode bulan Agustus 2017, agar bisa dijadikan rujukan bagi yang berkepent- ingan.

Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Putussibau, 31 Agustus 2017

Hormat saya,

STEPHANUS MULYADI, S.S., M.Sc TA—PSD P3MD KH

Tembusan disampaikan:

1. TL KPW Provinsi Kalimantan Barat
2. Satker Kabupaten Kapuas Hulu

photo terpilih

photo terpilih
Barat 2. Satker Kabupaten Kapuas Hulu photo terpilih Kantor Desa Nanga Lauk Keindahan alam Nanga Lauk

Kantor Desa Nanga Lauk

Keindahan alam Nanga Lauk
Keindahan alam Nanga Lauk
Masjid Desa Nanga Lauk
Masjid Desa Nanga Lauk
Industri Kerajinan Desa Nanga Lauk
Industri Kerajinan Desa Nanga Lauk
Fasilitas Kesehatan Nanga Lauk
Fasilitas Kesehatan Nanga Lauk
Kekayaan Budaya Nanga Lauk
Kekayaan Budaya Nanga Lauk
LAPORAN INDIVIDU TENAGA AHLI PELAYANAN SOSIAL DASAR (TA 6) T.A . 2017 Nama Posisi Lokasi
LAPORAN INDIVIDU
TENAGA AHLI PELAYANAN SOSIAL DASAR (TA 6)
T.A . 2017
Nama
Posisi
Lokasi Tugas
: STEPHANUS MULYADI, M.Sc
: TA 6 ( PENINGKATAN PELAYANAN SOSIAL DASAR )
: KAPUAS HULU
Laporan Bulan : AGUSTUS 2017
Pendahuluan
Gambaran Umum Wilayah
Kabupaten Kapuas Hulu, secara
astronomis berada pada 0,5º Lintang
Utara sampai 1,4º Lintang Selatan dan
111,40º sampai 114,10º Bujur Timur
dengan ibukota Putussibau. Kabupaten
Kapuas Hulu merupakan kabupaten
paling timur di Kalimantan Barat dengan
luas wilayah 29.842 kilometer persegi.
Peta wilayah Kabupaten Kapuas Hulu
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1. Pelaksanaan TUPOKSI

Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) tertanggal 05 Januari 2017 tentang penugasan Tenaga Ahli Pengembangan Pela- yanan Sosial Dasar (TA-PSD), TA PSD dalam melaksanakan tugas pendampingan pelaksanaan implementasi undang- undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa memiliki TUPOKSI sebagai berikut:

1.

Meningkatkan kapasitas PD dan PLD dalam mendampingi Desa/antar Desa terkait pelayanan sosial dasar

2.

Memfasilitasi pemerintah Kabupaten/Kota dalam penyusunan regulasi tentang pelayanan sosial dasar.

3.

Fasilitasi SKPD dan pihak lain yang bermaksud untuk mendampingi Desa dalam meningkatkan pelayanan sosial dasar.

4.

Membantu PD dan PLD dalam fasilitasi pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Desa secara terpadu.

5.

Membantu PD dan PLD dalam fasilitasi pemberdayaan perempuan, anak, kaum difabel/berkebutuhan khusus, kelompok miskin dan masyarakat marginal.

6.

Membantu PD dan PLD dalam fasilitasi pelestarian dan pengembangan adat, kearifan lokal, seni dan budaya Desa.

7.

Membantu Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam koordinasi peningkatan pelayanan sosial dasar.

Sebagaimana direncanakan bulan Juli lalu, bulan

Agustus 2017 TA PSD masih berkonsentrasi pada pendamp-

ingan Desa Nanga Lauk, Kec. Embaloh Hilir. Desa Nanga Lauk

adalah desa yang terpilih menjadi tempat pelaksanaan pro-

gram Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat

Sejahtera (P2WKSS) tahun 2017. Kegiatan P2WKSS di desa

Nanga Lauk resmi dimulai pada tanggal 10 Mei 2017, yang

ditandai dengan pencanangan kegiatan P2WKSS 2017 oleh

Asisten I yang mewakili Bupati Kapuas Hulu. Kegiatan pen-

dampigan P2WKSS di Nanga Lauk ditutup tanggal 22 Agustus

2017.

Acara penutupan P2WKSS dihadiri oleh Kepala Dinas

PMD Provinsi Kalbar dan Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta

para Kepala SKPD dan tamu undangan. Pada hari yang sama

juga dilakukan penilaian oleh Tim P2WKSS Provinsi, pameran

produk hasil pelatihan P2WKSS dan pementasan seni Japin.

Sementara itu , sepanjang Agustus 2017 TA PSD

mulai melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas

Kesehatan dan Dinas Sosial untuk mendorong munculnya

PERDA tentang Pelayanan Sosial Dasar. Selengkapnya ringka-

san kegiatan bulan Juni 2017 dapat dilihat pada table di hala-

man 4 (empat).

Realisasi Kegiatan TA PSD Bulan Agustus 2017

Tangal

Lokasi

Kegiatan

Hasil yang telah dicapai

1-2

Putussibau

Rakor TA-PD

pelaksanaan tugas PD/PLD/TA terkoordinasi dengan baik

3

Sekretariat P3MD

administrasi kantor - penyusunan laporan indi- vidu

administrasi tersusun dengan baik. Laporan Individu selesai dan dapat dipertanggungjawabkan.

4-5

Nanga Lauk

Pendampingan P2WKSS - Sosialisasi dan fasilitasi kelompok Kader Posyandu

Kader Posyandu mampu melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan TUPOKSI mereka

 

7 PUTUSSIBAU

Koordinasi PAUD dengan Kepala Dinas Pen- didikan & Kebudayaan Kapuas Hulu

Kadis P&K akan jadi Narasumber tentang penyeleng- garaan PAUD dalam Rakor tgl 29/8/2017

 

8 PUTUSSIBAU

Koordinasi POSYANDU dengan Kepala Di- nas Kesehatan Kapuas Hulu

Kesepahaman tentang penyelenggaraan PAUD di desa

 

9 Nanga Awin

Pembinaan Posyandu—TOGA

Kader posyandu memahami tentang TOGA

10-12

Sekretariat P3MD

administrasi kantor, bimbingan / pen- guatan PD/PLD

Administrasi, TA PSD terlaksana dengan baik

14

Putussibau

KSED—Dinas PMD

Evaluasi Tim Pembinaan P2WKSS dan koordinasi persiapan penutupan P2WKSS Nanga Lauk

15-16

Putussibau

Pembuatan Film Pendek Semangan Mem- bangun Desa untuk lomba HUT RI 72 ke- mendesa

Video pendek selesai dan dikirim ke Panitia Lomba Video Pendek Kemendesa RI

17

Putussibau

Perayaan HUT Kemerdekaan RI 72

 

18-19

Sekretariat P3MD

administrasi kantor, bimbingan / pen- guatan PD/PLD, pnyusunan laporan

Administrasi, TA PSD terlaksana dengan baik

20-22

Nanga Lauk

Penutupan kegiatan P2WKSS (persiapan dan pelaksanaan)

Kegiatan penutupan P2WKSS dan penilaian P2WKSS sukses dilaksanakan

23

Desa Tanjung Beruang

Pembinaan Posyandu—TOGA

Kader posyandu memahami tentang TOGA

24

Putussibau

Sosialisasi Dana desa dan TP4D dari Ke- jaksaan dan Inspektorat serta Dinas PMD

Mendapatkan informasi lengkap tentang Dana Desa dan TP4D

25-26

Sekretariat P3MD

administrasi kantor

Administrasi, TA PSD terlaksana dengan baik

   

Koordinasi persiapan pembukaan Kam-

 

27

Putussibau

pung KB di desa Kareho, Kec. Putussibau Selatan di kantor Dinas Sosial

Koordinasi terlaksana dengan baik

28-29

Putussibau

Rakor TA-PD bersama Dinas Pajak, In- spektorat dan Dinas P&K

Kesamaan persepsi tentang pelaksanaan pem- bangunan desa terkait pajak, pengawasan dan PAUD

30-31

Sekretariat P3MD

administrasi kantor/penyusunan laporan bulanan

Laporan Individu bulanan tersusun dengan baik dan dpat dipertanggungjawabkan

Merujuk pasa Surat Perintah Tugas (SPT) tertanggal 05 Janu- ari 2017 TA-PSD dalam melaksanakan tugas pendampingan pelaksanaan implementasi undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, memiliki TUPOKSI antara lain sebagai

berikut, 1) Fasilitasi SKPD dan pihak lain yang bermaksud untuk mendampingi Desa dalam meningkatkan pelayanan sosial dasar

(point 3), dan membantu Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam koordinasi peningkatan pelayanan sosial dasar. (point 7). TUPOKSI tersebut menjadi dasar TA PSD terlibat di dalam kegiatan pelaksanaan program P2WKSS.

Program lintas sektoral ini bertujuan meningkatkan keberadayaan kaum perempuan agar mampu mendukung ekonomi keluarga sehingga keluarga dapat sehat dan se- jahtera. Kegiatan P2WKSS merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting di Kabupaten untuk menumbuhkan semangat masyarakat desa untuk membangun desa mereka secara mandiri dengan mengandalkan kekuatan berbagai kelompok yang ada di desa, antara lain kelompok perempu- an (uraian program P2WKSS sudah disampaikan dalam laporan bulan Juni 2017 lalu). Kegiatan pemerintah lainnya yang melibatkan TA PSD antara lain adalah kegiatan Lomba Desa, Kampung KB dan pengembangan

2.2. Laporan khusus

Pelaksanaan Program Terpadu P2WKSS Desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir, Kapuas Hulu

A. Latar Belakang

Pada dasarnya, hakekat pembangunan dilaksanakan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia; tanpa membedakan suku bangsa, agama dan jenis kelamin; hal tersebut berarti bahwa melalui pembangunan diupayakan dapat mewujudkan peningkatan kualitas hidup manusia baik laki-laki ataupun perempuan. Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi kekuatan modal dasar pembangunan, dan tentu harus disertai dengan peran serta fungsinya yang akan menentukan keberhasilan dari pembangunan tersebut. Karena potensi perempuan merupakan aset besar yang harus dapat dikembangkan untuk pembangunan, maka jika penduduk perempuan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya; perempuan akan menjadi beban serta mengurangi nilai hasil pembangunan yang telah dan akan dicapai. Untuk itu optimalisasi penduduk sebagai sumber daya pembangunan harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup, baik laki-laki maupun perempuan agar berperan dalam pembangunan. Hal tersebut perlu kita pahami bersama karena negara menjamin pelaksanaan prinsip kesamaan (equity) sesuai dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan. Oleh karena itu pembangunan yang berperspektif gender berdasarkan pada prinsip utama kesamaan memperoleh akses, peran, kontrol dan manfaat serta kesempatan berpartisipasi dalam program pembangunan harus menjadi perhatian bersama. Salah satu upaya pemerintah bersama masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan peran perempuan dalam pembangunan adalah melalui Program Terpadu Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS).

Program terpadu P2WKSS merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat sejahtera dan bahagia untuk pembangunan masyarakat dengan perempuan sebagai penggeraknya. Sebagai tuntuan program pembangunan Pemberdayaan Perempuan, Kesejahteraan dan Perlindungan Anak yang menjadi mandat lembaga, serta tuntutan MDGs dalam rangka penanggulangan kemiskinan yang harus dituntaskan, maka program terpadu P2WKSS perlu direvitalisasi. Hal ini diperlukan agar dapat memberikan petunjuk bagi penyelenggara program terpadu P2WKSS. Bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Hulu TA PSD Kabupaten Kapuas Hulu melakukan koordinasi dalam rangka upaya menyelaraskan program-program yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan. Untuk itu dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui program P2WKSS di Desa Nang ini diharapkan Lauk dapat terselenggara dan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun diriya sendiri, dalam bentuk mobilisasi dan pemanfaatan seluruh potensi masyarakat, difasilitasi oleh SKPD terkait yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu dan TP. PKK Kabupaten Kapuas Hulu.

B. Pengertian

Dalam Pedoman Umum Pelaksanaan Program Terpadu Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang dimaksud dengan:

1. Program Terpadu P2WKSS adalah program peningkatan peran perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan, secara terkoordinasi, dengan upaya yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas.

2. Revitalisasi P2WKSS adalah upaya untuk mengaktifkan kembali program terpadu P2WKSS dalam rangka menurunkan jumlah keluarga miskin melalui kegiatan terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat.

3. Keluarga Sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubngan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.

4. Keluarga Pra Sejahtera yaitu keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, pangan dan kesehatan.

5. Keluarga Sejahtera Tahap I yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar serta kebutuhan sosial psikologis seperti kebutuhan akan pendidikan, keluarga berencana, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi.

6. Human Development Indeks/Indeks Pembangunan Manusia adalah pencapaian pembangunan manusia secara kuantitatif yang diukur dengan tingkat pencapaian suatu wilayah dalam tiga dimensi pembangunan manusia yang paling penting, yaitu lama hidup, tingkat pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Indeks ini dihitung dengan angka harapan hidup, angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran perkapita.

7. Gender- related Development Indeks/Indeks Pembangunan Gender adalah suatu cara mengukur pencapaian dari dimensi dan indikator yang sama dengan IPM tetapi dengan memperhitungkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan.

C.

Ruang Lingkup

1. Sasaran Program Terpadu P2WKSS adalah perempuan dengan tingkat kesejahteraan tergolong rendah dan/atau yang masuk dalam katagori keluarga miskin, keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera Tahap I.

2. Jangkauan Program Terpadu P2WKSS meliputi Desa dengan prioritas rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan; yang ditetapkan oleh Keputusan Gubernur Kalimantan Barat

(Lokasi binaan Program Terpadu P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017 adalah Desa Nanga Lauk yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor :

807/BPMPD/2016 Tanggal 24 Nopember 2016 Tentang Penetapan Desa/ Kelurahan Lokasi Lomba Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2W-KSS).

D. Landasan Hukum

Dalam melaksanakan program terpadu P2WKSS dilandasi

1.

Undang – undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan

7. Keputusan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Nomor:

dengan peraturan perundang-undangan, sebagai berikut :

Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan daerah Tingkat II di Kalimantan

02/Kep/Menum/IV/1991 tentang pengesahan Pedoman Pelaksanaan Penanganan Peningkatan Peran Wanita Dalam Pembangunan Daerah

8. Keputusan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Nomor

9. Keputusan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Nomor

2.

Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

18/Kep/Menum/VI/1991 tentang Pemberian Penghargaan

3.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah

kepada Pelaksana Terbaik Program Terpadu Peningkata Peran

4.

Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2W-KSS) dam Program PKK

41/Kep.Meneg/VIII/2007 tentang Pedoman Umum Revitalisasi

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan

Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sejahtera

Pemerintah;

10. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 1996 tentang

6.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Program Peningkatan Peran Wanita Dalam Pembangunan Daerah

Tujuan, Kebijakan dan Strategi

2.1. Tujuan

2.2. Kebijakan

1. Tujuan Umum Tujuan Umum Program Terpadu P2WKSS adalah meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas.

2. Tujuan Khusus

 

Kebijakan

program

terpadu

P2WKSS

dilaksanakan

dengan acuan sebagai berikut:

 

1.

P2WKSS dilaksanakan melalui pendekatan lintas bidang pembangunan yang terkait dan lintas program secara terintegrasi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan dan Desa

1. Meningkatkan status kesehatan perempuan.

2. Meningkatkan status pendidikan perempuan

2.

P2WKSS dilaksanakan dengan memanfaatkan petunjuk teknis yang relevan dengan tetap mempertimbangkan potensi dan karakteristik kondisi daerah.

3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif.

4. Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pelestarian lingkungan hidup

3.

P2WKSS dilaksanakan dengan menggunakan dan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia baik dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

5. Meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengembangan masyarakat

6. Meningkatkan peran aktif perempuan dalam pemahaman wawasan kebangsaan.

3.3. Strategi

Operasionalisasi kebijakan Program Terpadu P2WKSS diprioritaskan pada Kelurahan rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan dengan cara sebagai berikut :

3.

Memanfaatkan hasil pemetaan keluarga sejahtera pada daerah rawan sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh SKPD lainnya;

1. Meningkatkan komitmen melalui perencanaan program dan anggaran sektor terkait, organisasi kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dunia usaha dan masyarakat keseluruhan; 2. Memantapkan keterpaduan dan koodinasi pelaksanaan Program Terpadu P2WKSS dengan memanfaatkan berbagai forum dan pertemuan-pertemuan rutin maupun insidental dengan SKPD terkait;

4.

Memfasilitasi dan melakukan advokasi untuk membangun kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan program terpadu P2WKSS;

5.

Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program terpadu P2WKSS untuk keberlanjutan program.

Mekanisme Penyelenggaraan Program

Mekanisme penyelenggaraan program terpadu P2WKSS di Kabupaten Kapuas Hulu dilaksanankan melalui Kelompok Kerja dengan ketentuan:

a. Bupati adalah penanggungjawab umum selaku Koordinator Pelaksanaan P2WKSS dalam pembangunan di daerah Kabupaten Kapuas Hulu dengan tugas menyelenggarakan koordinasi program kegiatan semua instansi/ dinas terkait serta lembaga non-pemerintah.

b. Dalam melaksanakan tugasnya Bupati dibantu oleh Kelompok Kerja P2WKSS yang diketuai oleh Wakil Bupati.

c. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok kerja P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu dibantu oleh Kelompok Kerja P2WKSS Kecamatan.

d. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok kerja P2WKSS Kecamatan dibantu oleh Kelompok Kerja P2WKSS Desa.

e. Susunan Organisasi Kelompok Kerja sebagaimana poin 3 dan 4 disesuaikan dengan kebutuhan.

f. Hubungan kerja dari masing-masing Kelompok Kerja P2WKSS sebagaimana dimaksud dalam poin 3 dan 4 bersifat konsultatif dan koordinatif.

g. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas,masing-masing Kelompok Kerja dibantu oleh Sekretariat Kelompok Kerja.

h. Sekretariat P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu berkedudukan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Kapuas Hulu.

i. Sekretariat P2WKSS Kecamatan dan Desa berkedudukan di Kantor Kecamatan dan Kantor Desa.

j. Keanggotaan Sekretariat P2WKSS sebagaimana dimaksud pada poin 6 dan 7 ditetapkan oleh Ketua Kelompok Kerja P2WKSS.

Adapun susunan organisasi Kelompok Kerja (Pokja) P2WKSS di Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

A. TINGKAT KABUPATEN Kelompok Kerja P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu ditetapkan dengan Keputusan Bupati dan mempunyai tugas :

a. Menyusun perencanaan terpadu lintas sektor dalam rangka efisiensi dan optimalisasi pendayagunaan sumber daya;

b. Melakukan penyuluhan pelaksanaan Program

P2WKSS;

c. Membantu dan Mengevaluasi pelaksanaan program P2WKSS Kecamatan dan Desa; dan

d. Melaporkan Pelaksanaan Program P2WKSS kepada Bupati Kapuas Hulu.

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

 

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Tingkat Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebagai berikut :

1.

Penangggung Jawab

:

Bupati Kapuas Hulu

2.

Ketua

:

Wakil Bupati Kapuas Hulu

3.

Wakil Ketua

:

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Hulu .

4.

Ketua Pelaksana

:

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabuapten Kapuas Hulu Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan BPMPD Kabupaten Kapuas Hulu.

5.

Sekretaris

:

6.

Anggota

:

Unsur SKPD terkait,tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pakar dan akademisi.

B. TINGKAT KECAMATAN

Kelompok Kerja P2WKSS Kecamatan ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kapuas Hulu atas usul camat, dan mempunyai tugas :

a. Memfasilitasi perencanaan terpadu lintas sektor dalam rangka efisiensi dan optimalisasi pendayagunaan sumber daya di desa,

b. Melakukan penyuluhan pelaksanaan Program P2WKSS,

c. Memantau pelaksanaan Program P2WKSS di desa dan,

d. Melaporkan pelaksanaan Program P2WKSS Desa kepada Camat.

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Kecamatan adalah sebagai berikut :

 

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Tingkat Kecamatan adalah sebagai berikut :

1.

Penanggung Jawab

:

Camat

2.

Ketua

:

Sekretaris Kecamatan

3.

Wakil Ketua

:

Ketua Tim Penggerak PKK Kecmatan

4.

Sekretaris

:

Kepala seksi yang membidangi tugas pemberdayaan masyarakat

5.

Anggota

:

Unsur kecamatan terkait, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

C. TINGKAT DESA Kelompok Kerja P2WKSS Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa dan mempunyai tugas :

a. Mengindentifikasi masalah dan menentukan peringkat masalah yang dianggap paling mendesak untuk segera ditangani,

b. Menyusun rencana kegiatan,

c. Melaksanakan Kegiatan,

d. Mendorong Partisipasi masyarakat dalam seluruh proses kegiatan dan,

e. Melakukan Pemantauan dan pengendalian.

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Desa adalah sebagai berikut :

 

Susunan Kelompok Kerja P2WKSS Tingkat Kecamatan adalah sebagai berikut :

1.

Penanggung Jawab

:

Camat

2.

Ketua

:

Sekretaris Kecamatan

3.

Wakil Ketua

:

Ketua Tim Penggerak PKK Kecmatan

4.

Sekretaris

:

Kepala seksi yang membidangi tugas pemberdayaan masyarakat

5.

Anggota

:

Unsur kecamatan terkait, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Kelompok Kerja Kegiatan & Pembinaan P2WKSS

A.

PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA

 
 

Kelompok-kelompok kerja binaan P2WKSS terdiri dari :

 

1.

Kelompok Kesehatan, Posyandu dan Tanaman Obat Keluarga,

2.

Kelompok Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana,

3.

Kelompok Pendidikan,

 

4.

Kelompok Pertanian,

5.

Kelompok Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perindustrian dan Perdagangan,

6.

Kelompok Sosial,

 

7.

Kelompok Agama,

8.

Kelompok Hukum dan Ham,

9.

Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (Gotong Royong),

 

10.

Kelompok Kominfo.

 

B.

KEGIATAN KELOMPOK KERJA DAN PEMBINA

 
 

Sasaran Kegiatan Kelompok Kerja dan Tim Pembina adalah sebagai berikut :

No

Kelompok

Target

Instansi

1

Kesehatan, Posyandu dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

- Pembinaan Posyandu & Desa Siaga

- Dinas Kesehatan

   

- Pembuatan Kebun Toga

 

2

Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB

- Pembinaan PP & KB

- Kantor PP&KB

3

Pendidikan

- Pembinaan Paud, KF dan PKH

- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga

   

- Pembuatan Kebun P2WKSS

- Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan

4

Pertanian

Peternakan

   

- Pemanfaatan Pekarangan

- Dinas Perkebunan dan Kehutanan

   

- Pembuatan Keramba Ikan

- Dinas Perikanan

   

- Ternak Ayam Potong

 

5

Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan

- Penguatan Kelompok Anyaman Rotan

- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi

   

- Pengutan Kelompok Pengolahan Ikan

- Bidang SDD pada BPMPD

6

Sosial

- Pembinaan Kelompok Usaha Lansia

- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial

7

Agama

- Penyuluhan Agama

- Kantor KUA

8

Hukum dan HAM

- Pembinaan Hukum & Ham

- Bagian Hukum Setda

   

- Pembinaan Wawasan Kebangsaan

- Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik Setda

No

Kelompok

Target

Instansi

9

Pemberdayaan Masyarakat (Gotong Royong)

- Penataan lingkungan : Pagar, Tempat Sampah

- BPMPD

   

- Pembangunan Gedung Posyandu

- Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang

   

- Jamban Keluarga

- Dinas Pertambangan dan Energi

   

- Pembangunan Gedung PAUD

- Kantor Lingkungan Hidup

10

Kominfo

- Pembinaan Kominfo (Kelompok Informasi Masyarakat)

- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika

11

PKK

- Pembinaan Administrasi PKK

- PKK

   

- Pembinaan 10 Program Pokok PKK

 
   

- Pembuatan Kebun PKK dan dasa wisma

 
   

- Fasilitasi/ pengendalian seluruh kegiatan

- Bidang KSED pada BPMPD

   

- Bimbingan administrasi kegiatan kelompok P2WKSS

 
   

- Pembutan Film Dokumenter

 
   

- Pembinaan Aparat Pemerintahan dan Batas Desa

- Bidang Pemerintahan Desa pada BPMPD

   

- Pembinaan Profil Desa & TTG

- Bidang SDD pada BPMPD

Pelaksanaan Program Terpadu P2WKSS Desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir, Kapuas Hulu

TA PSD P3MD KH bekerjarsama dengan 1. Kajian keadaan desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir.
TA PSD P3MD KH bekerjarsama dengan
1. Kajian keadaan desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir.

SEJARAH DESA Desa Nanga Lauk asal usulnya dari beberapa orang yang mencari ikan dan menetap di situ. Jumlah mereka makin lama semakin banyak dan akhirnya menjadi sebuah desa seperti sekarang ini. Karena sangat terisolir di tengah hutan desa ini sangat tertinggal. Hingga sekarang desa ini belum ada jalan darat yang menghubungkan desa ini dengan dunia luar

DEMOGRAFI Luas Wilayah 81,25 KM 2 , dengan sebagian besar adalah dataran rendah 80 %, Air 20 %.

Sebagaian besar masyarakat Desa Nanga Lauk adalah nelayan dan petani karet (95 %) dan sisanya (5%) adalah pedagang, swasta dan PNS. Jumlah penduduk

728 jiwa. Desa ini juga adalah penghasil madu hutan.

Meskipun musiman, desa ini bisa menghasilkan

puluhan ton madu pada musimnya.

KEADAAN ADAT, SENI, BUDAYA

100 % penduduk Desa Kandung Suli beretnis Melayu

beragama Islam. Adat istiadat masih terpelihara dengan baik di desa ini. Demikian juga seni leluhur, salah satunya adalah kesenian tarian Japin atau disebut belangkah.

Pelayanan Sosial Dasar

Pendidikan PAUD, SD dan SMP sudah ada di desa ini. Namun belum banyak penduduk Desa Nanga Lauk yang berpendidikan tinggi. Baru akhir-akhir ini mulai banyak anak-anak yang berhasil menamatkan pendidikan SMP, SMA dan bahkan hingga perguruan tinggi.

Masyarakat belum dapat menikmati layanan kesehatan secara memadai. Di desa ini belum

ada tenaga medis resmi (penugasan dari pemerintah). Layanan kesehatan diperoleh dari tenaga relawan yang menetap di desa ini.

Masyarakat masih sangat dekat dengan alam dan masih kental dengan sistem kepercayaan pada hal-hal yang mistik.

Di bidang politik masyarakat Nanga Lauk selalu berpartisipasi aktif dalam setiap perheletan pesta demokrasi (PEMILU).

DATA PENDUDUK MISKIN DAN TIPOLOGI DESA Keadaan desa Nanga Lauk dapat dilihat dari data penduduk miskin dan status desa yang didasarkan pada Indeks Desa Membangun (IDM) di bawah ini.

Data Penduduk Miskin Menurut data wilayah administrasi DPMD KH tahun 2015 desa Nanga Lauk memiliki prosen- tase penduduk miskin sebesar 13,03%. Namun menurut Rusman, Kades Nanga Lauk, pada

tahun 2016 jumlah penduduk miskin sudah tidak lebih dari 7%. Itu artinya ada peningkatan yang signifikan terhadap keadaan status sosial-ekonomi warga.

Namun karena harga karet dan ikan saat musim kemarau sangat murah, penghasilan keluarga pun sangat rendah sehingga tidak cukup untuk kebu- tuhan hidup keluarga (miskin). Beruntung warga

yang tidak memiliki alat penangkap ikan mengan- dalkan penghasilan dari upah pengolahan ikan. Selain itu warga mengandalkan hasil berladang dan anyaman. (lihat table 1 di bawah)

DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN TAHUN 2015

PROPINSI

:

KALIMANTAN BARAT

 

KABUPATEN

:

KAPUAS HULU

 
     

LUAS

           
 

Jumlah penduduk

Jumlah

penduduk

Jumlah

KODE DESA

Kecamatan

Kelurahan/Desa

WILAYAH

KK

Penduduk

Miskin

keterangan

%

(KM 2 )

L

P

 

1

 

2

 

3

4

5

6

7

8

9

10

11

61.06.03.2001

Embaloh

1.

Nanga Embaloh

121.88

354

643

610

1,319

106

 

8.04

61.06.03.2002

Hilir

2.

Keliling Semulung

85.33

185

338

324

694

60

 

8.65

61.06.03.2006

1,134.68

3.

Lawik

232.79

133

   

616

67

 

10.88

61.06.03.2007

 

4.

Nanga Lauk

81.25

185

   

683

89

 

13.03

61.06.03.2008

 

5.

Nanga Palin

121.88

317

507

512

1,018

86

 

8.45

61.06.03.2009

 

6.

Kirin Nangka

85.33

195

   

876

70

 

7.99

61.06.03.2010

 

7.

Pala Pintas

85.33

95

   

352

72

 

20.45

61.06.03.2011

 

8.

Ujung Bayur

106.96

93

   

426

65

 

15.26

61.06.03.2012

 

9.

Belatung

213.93

173

   

544

110

1,135

20.22

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa jumlah penduduk miskin di desa Nanga Lauk (2015) sebanyak 13,03% . Jika dilihat secara kese- luruhan di Kecamatan Embaloh Hilir jumlah penduduk miskin di Desa Naga Lauk ada pada urutan ke 4 (empat).

Jika dilihat dari status desa menurut kriteria In- deks Desa membangun (IDM) berdasar Permendes No.2 tahun 2016 desa Nanga Lauk memiliki status sebagai desa sangat tertinggal. Belum ada perkembangan status dari tahun

20142015.

Tabel 2: Status Desa di Kapuas Hulu menurut IDM

 

Permendesa,Permendesa, PDTPDT dandan TransmigrasiTransmigrasi No.No. 22 thth 20162016 tentangtentang IndeksIndeks DesaDesa MembangunMembangun

 

KABUPATEN KAPUAS HULU, KECAMATAN EMBALOH HILIRI

 
 

BERDASARKAN PODES 2014

 

KODE DESA

NAMA DESA

IDM 2014

IDM 2015

STATUS 2014

STATUS 2015

11008901

NANGA EMBALOH

0.441

0.511

SANGAT TERTINGGAL

TERTINGGAL

11008902

KELILING SEMULUNG

0.349

0.470

SANGAT TERTINGGAL

SANGAT TERTINGGAL

11008901

LAWIK

0.312

0.414

SANGAT TERTINGGAL

SANGAT TERTINGGAL

11008907

NANGA LAUK

0.441

0.488

SANGAT TERTINGGAL

SANGAT TERTINGGAL

11008908

NANGA PALIN

0.428

0.522

SANGAT TERTINGGAL

TERTINGGAL

11008909

KIRIN NANGKA

0.397

0.489

SANGAT TERTINGGAL

SANGAT TERTINGGAL

11008910

PALA PINTAS

0.408

0.491

SANGAT TERTINGGAL

SANGAT TERTINGGAL

Terpilihnya desa Nanga Lauk sebagai penerima manfaat program terpadu P2WKSS tahun 2017, yang melibatkan berbagai SKPD, diharapkan dapat mendorong percepatan perkembangan di desa ini, sehingga dapat segera keluar dari dari status desa sangat tertinggal.

DESA NANGA LAUK
DESA NANGA LAUK

Desa Nanga Lauk, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, letaknya masih sangat terpencil. Desa yang terdiri dari dua dusun ini, yaitu dusun Lauk Kiri dan Lauk Kanan, dan penduduk berjumlah 728 jiwa, sampai sekarang hanya bisa dicapai melalui jalur sungai dengan menggunakan „perahu tempel― atau speed boat. Oleh karena itu, pada musim kemarau, jalur transportasi dari dan menuju desa ini sering kali terhambat dan sangat berbahaya. Karena kedalaman air sungai sangat dangkal dan banyak kayu yang menghalangi di dalam air.

Dari Putussibau desa Nanga Lauk bisa dicapai melalui jalur Lintas Utara. Kendaraan darat hanya bisa sampai di Nanga Nyabau. Dari Nanga Nyabau perjalanan menuju Nanga Lauk dilanjutkan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu tempel, dengan waktu tempuh sekitar satu sampai dua jam. Pada musim kemarau waktu tempuh bahkan bisa mancapai tiga jam.

Berdasarkan Indikator IDM sampai tahun 2016 Desa Nanga Lauk tergolong desa sangat tertinggal(lihat tabel hal.9) . Baik pada indikator ketahanan sosial, ekonomi dan ekologi, desa ini sangat rentan. Pada tahun 2014 IDM desa ini hanya mencapai 0,441 dan meningkat tipis pada tahun 2015 yang mencapai 0,488. Dengan demikian desa nanga Lauk tetap berstatus sebagai desa sangat tertinggal.

Persoalan utama yang dihadapi desa ini adalah sulitnya transportasi dan komunikasi. Desa ini masih belum memiliki akses jalan darat. Jaringan telepon juga belum tersedia. Akibatnya produk desa tiidak bisa dipasarkan dan biaya transportasi sangat mahal. Hal itu berakibat pada rendahnya pendapatan penduduk.

desa tiidak bisa dipasarkan dan biaya transportasi sangat mahal. Hal itu berakibat pada rendahnya pendapatan penduduk.
desa tiidak bisa dipasarkan dan biaya transportasi sangat mahal. Hal itu berakibat pada rendahnya pendapatan penduduk.

Sarana fisik kesehatan sudah ada. Namun kualitas pelayanan kesehatan masih rendah. Bahkan desa ini belum memiliki tenaga medis sama sekali. Layanan medis hanya diperoleh dari tenaga medis relawan yang berdomisili di nanga Lauk.

Layanan pendidikan juga hanya tersedia seadanya. Gedung PAUD, SD dan SMP

sudah tersedia. Namun fasilitas belajar mengajar dan tenaga guru sangat minim.

Di desa Nanga Lauk masih ada warga

yang buta hurup.

Akses Jaringan telekomunikasi belum tersedia di desa ini. Oleh karena itu komunikasi keluar menggunakan HP belum dimungkinkan. Situasi ini sangat menyulitkan, terutama dari ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan perawatan perawat atau dokter.

Sesungguhnya penduduk desa Nanga Lauk memiliki cukup banyak sumber penghidupan, seperti nelayan, kebun karet, berladang dan bahkan madu hutan. Namun demikian, tingkat kehidupan ekonomi penduduk desa ini tergolong rendah.

Layanan jasa keuangan seperti Bank atau

CU belum sampai ke desa ini. Pertokoan

masih sangat sedikit. Sesekali motor Bandung motor dagang) datang untuk melayani masyarakat berbelanja kebutuhan rumah tanggga. Beberapa keluarga memiliki warung kecil melayani penjualan sembako. Rumah makan dan penginapan belum tersedia di desa Nanga Lauk.

Usaha di sektor pertanian padi dan sayuran tidak berkembang dengan baik di desa ini. Kendala utamanya adalah banjir. Petani lelah, karena harus berspekulasi dengan alam. Karena datangnya banjir tidak dapat diprediksi. Hampir setiap tahun petani gagal panen dan mengalami kerugian besar dikarenakan musibah banjir. Salah satu akibatnya adalah tingkat pemenuhan kebutuhan vitamin dari sayur-sayuran hijau bagi penduduk sangat rendah di desa ini

Sebenarnya, hampir setiap rumah memiliki pekarangan panggung yang cukup luas, yang bisa dimanfaatkan untuk bertanam sayuran di polibag. Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena mereka belum memiliki keterampilan bercocok tanam sayuran di polibag.

Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena mereka belum memiliki keterampilan bercocok tanam sayuran di
Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena mereka belum memiliki keterampilan bercocok tanam sayuran di
Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena mereka belum memiliki keterampilan bercocok tanam sayuran di
Namun selama ini hal itu belum dilakukan karena mereka belum memiliki keterampilan bercocok tanam sayuran di

Perkebunan karet cukup luas di desa ini. Bahkan minat penduduk untuk menanam karet cukup tinggi. Namun harga lateks (karet) sekarang sangat rendah. Di Nanga Lauk harga lateks (kulat karet) hanya mencapai Rp. 5,000.00/kg.

Persoalan lain yang juga sangat mengham- bat perkembangan desa Nanga Lauk ada- lah relative masih rendahnya SDM warga dalam pengelolaan sumber daya desa. Ket- erampilan warga dalam mengolah bahan baku menjadi produk jadi bernilai ekonomi tinggi relatif masih rendah di desa ini. Ikan misalnya, sebagai produk terbesar desa ini, kebanyakan masih dijual mentah atau paling-paling hanya diolah secara tradi- sional seperti dibuat ikan asin, salai dan peja. Pengolahan ikan menjadi kerupuk (basah dan kering) masih dilakukan dalam skala kecil, hanya sekedar untuk memen- uhi kebutuhan keluarga. Demikian juga rotan. Rotan sebenarnya salah satu ko- moditas bernilai ekonomi tinggi yang ban- yak terdapat di dekat desa Nanga Lauk. Namun potensi rotan sama sekali belum disentuh di desa ini.

Desa Nanga Lauk sudah sejak lama terkenal sebagai desa penghasil madu hutan. Pada saat musim panen madu desa ini bisa memproduuksi puluhan ton madu lebah hutan. Sayangnya produksi madu hutan ini masih bersifat musiman, sangat tergantung pada musim kayu-kayu di hutan berbunga. Dan itu terjadi hanya setahun sekali.

Kaum wanita merupakan kelompok yang dapat mainkan peranan penting dalam membantu keluarga meningkatkan taraf hidupnya menjadi keluarga sehat sejahtera. Oleh karen itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menjadikan Program terpadu P2WKSS sebagai salah satu strategi dalam upaya mengobarkan semangat membangun Indonesia dari pinggiran, guna mendorong percepatan pembangunan di desa Nanga Lauk. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan perempuan, agar kapasitas pengetahuan, keterampilan dan kearifan kaum wanita dalam mengelola rumah tangga mereka meningkat. Peningkatan kapasitas kaum wanita desa menjadi jaminan bahwa kaum wanita akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membantu desa keluar dai ketertinggalannya.

bahwa kaum wanita akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membantu desa keluar dai ketertinggalannya.
bahwa kaum wanita akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membantu desa keluar dai ketertinggalannya.
bahwa kaum wanita akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membantu desa keluar dai ketertinggalannya.
bahwa kaum wanita akan mampu memberikan kontribusi yang besar dalam upaya membantu desa keluar dai ketertinggalannya.

P2WKSS DESA NANGA LAUK

P2WKSS DESA NANGA LAUK Kegiatan pencanangan P2WKSS di Desa Nanga Lauk dilaksanakan pada awal Mei 2017.
P2WKSS DESA NANGA LAUK Kegiatan pencanangan P2WKSS di Desa Nanga Lauk dilaksanakan pada awal Mei 2017.
P2WKSS DESA NANGA LAUK Kegiatan pencanangan P2WKSS di Desa Nanga Lauk dilaksanakan pada awal Mei 2017.

Kegiatan pencanangan P2WKSS di Desa Nanga Lauk dilaksanakan pada awal Mei 2017. Namun, dikarenkan bertepatan dengan masa puasa, pendampingan P2WKSS di desa Nanga Lauk baru bisa efektif setelah Idulfitri.

Desa Nanga Lauk ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program terpadu P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2017 dengan SK Bupati No. 208 Tahun 2017 tentang Penetpan Desa Lokasi Kegiatan Pelaksanaan Program Terpadu P2WKSS Kabupaten Kapuas Hulu Tahun anggaran 2017. Program terpadu P2WKSS sebenarnya adalah salah satu bentuk strategi pembangunan yang mengunakan pendekatan PEMODELAN. Artinya intervensi diberikan pada sebuah desa dengan tujuan desa tersebut kemudian menjadi MODEL bagi desa-desa lainnya untuk membangun dirinya sendiri.

Kegiatan pembinaan dalam rangka program terpadu P2WKSS dilaksanakan secara lintas sektoral yang melibatkan berbagai SKPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Kegiatan Pembinaan P2WKSS 2017

Sepanjang Mei sampai Agustus 2017, berbagai SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terjun langsung ke Nanga Lauk untuk melakukan pembinaan secara sinergis terpadu, sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Dinas Pemberdayan Masyarkat Desa sebagai koordintor program P2WKSS, mengkoordinir seluruh SKPD dalam melaksanakan program terpadu P2WKSS. Selain itu, DPMD juga memberikan bantuan bahan kegiatan pembinaan gotong royong senilai Rp. 30.000.000.

 

JADWAL PEMBINAAN P2WKSS NANGA LAUK 2017

NO.

 

TANGGAL

SKPD

BANTUAN/PROGRAM

1.

10 Mei 2017 Pencanangan

Seluruh SKPD

Pencanangan P2WKSS

2.

7 s/d 8 Juni 2017 (Pembinaan I)

Dinas Perikanan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pendidikan Bidang SDD PKK Kabupaten

Pendampingan kelompok membuat keramba Pendampingan membuat Pagar Lingkungan Pembinaan Paud Pendampingan Penyusunan Profil Desa Pembinaan PKK Desa

3.

s/d 15 Juli 2017 (Pembinaan II)

14

Dinas Pertanian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pendidikan Dinas Perindustrian

Pendampingan kelompok membuat Kebun Penyuluhan Pengelolaan Sampah Pembinaan KF Pembinaan Kelompok kerajinan Rotan

4.

21

s/d 22 Agustus

Dinas Pertanian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pendidikan Dinas Perindustrian Bidang Pemerintan desa

Penyuluhan Tanaman Pangan Penyuluhan Pembuatan Kompos dari sampah Pembinaan KF Pembinaan Kelompok kerajinan Rotan Pembinaan Aparatur Desa

(Pembinaan III)

5.

29

s/d 30 Agustus

Dinas Pertanian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pendidikan Dinas Perindustrian Dinas PP dan PA

Penyuluhan Tanaman Pangan Penyuluhan Kebersihan Lingkungan Pembinaan Kelompok KF Pembinaan Kelompok kerajinan Rotan Sosialisasi Kesetaraan Gender& Perlindungan Anank

2017

(Pembinaan IV)

6.

Tanggal 4 s/d 5 Agustus 2017 (Pembinaan V)

Dinas Pertanian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pendidikan Dinas Perindustrian Bagian Hukum

Penyuluhan Tanaman Pangan Penyuluhan Kebersihan Lingkungan Pembinaan Kelompok KF Pembinaan Kelompok kerajinan Rotan Sosialisasi UU tentang KDRT

7.

Tanggal 11 s/d 12 Agustus 2017 (Pembinaan VI)

Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Bidang Peternakan Dinas Pendidikan Dinas Perindustrian

Penyuluhan Tanaman Pangan Pendampingan kelompok binaan Penyuluhan Kebersihan Lingkungan Pembinaan Kelompok KF Pembinaan Pemeliharan Ayam Ras Pembinaan Kelompok kerajinan Rotan

8.

22 Agustus 2017

 

Penilaian P2WKSS

3. Kegiatan Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (MeiAgustus 2017)

Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Pembinaan POSYANDU , terutama pem- binaan
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Pembinaan POSYANDU , terutama pem- binaan
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Pembinaan POSYANDU , terutama pem- binaan
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Pembinaan POSYANDU , terutama pem- binaan

Pembinaan POSYANDU, terutama pem- binaan mengenai administrasi, penyusunan rencana pelayanan dan penguatan kapasi- tas kader POSYANDU dilakukan oleh dinas Kesehatan. Selain itu dinas kesehatan juga memberikan bantuan berupa PMT BALITA kekurangan energy kronis (KEK) 5 DUS dan PMT IBU HAMIL kekurangan energy kronis sebanyak 5 DUS.

Tim Penggerak PKK Kabupaten dan keca- matan memberikan pendampingnan ten- tang pemanfaatan pekarangan untuk me- nanam sayuran dan tanaman TOGA di da- lam pot atau polybag, serta pembinan kese- nian JAPIN. TOGA menjadi prioritas pem- binaan Tim Penggerak PKK karena Nanga Lauk belum terjangkau layanan medis. Dengan memiliki TOGA di rumah masing- masing setiap keluarga bisa menyediakan obat-obatan herbal secara mandiri untuk pertolongan pertama bila ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kecel- akaan.

Dalam kegiatan pembinaan P2WKSS, Tim Penggerak PKK mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupat- en Kapuas Hulu. Dinas Pertanian mem- berikan pembinaan intensif bagaimana caranya bercocok tanam di polybag di pekarangan rumah. Selain itu juga mem- berikan bantuan benih sayuran, polybag, pupuk dan racun hama. Hal itu dimak- sudkan agar kebutuhan keluarga akan sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan asupan vitamin harian terpenuhi.

Untuk mendorong meningkatnya asupan protein, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, dinas pertanian dan peternakan juga memberikan pembinaan cara beternak ayam ras. Untuk percon- tohan, dinas peternakan memberikan paket bantuan berupa anak ayam sebanyak 200 ekor, pakan dan peralatan budidaya ayam. Kebutuhan akan daging sangat tinggi di Nanga Lauk.

Meskipun Nanga Lauk adalah desa penghasil ikan, karena memiliki danau, na- mun untuk menjamin keberlanjutan penda- patan penduduk dari sector perikanan, Di- nas Perikanan melatih kelompok ibu-ibu cara memelihara ikan di keramba.

Kegiatan Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (MeiAgustus 2017)

Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Keramba memiliki dua fungsi, pertama un-
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Keramba memiliki dua fungsi, pertama un-
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Keramba memiliki dua fungsi, pertama un-
Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Keramba memiliki dua fungsi, pertama un-

Keramba memiliki dua fungsi, pertama un- tuk menjamin pasokan ikan dan kedua un- tuk menjamin harga ikan. Jadi pada musim tangkapan ikan berkurang, warga tetap memiliki stok ikan, dan juga pada saat musim tangkapan ikan melimpah, warga dapat menjamin harga ikan tetap stabil.

Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan pembinaan pen- golahan hasil hutan berbahan baku rotan. Rotan masih melimpah di sekitar Nanga Lauk. Namun selama ini potensi ini belum tersentuh. Oleh karena itu Dinas Perindustrian memberikan pelatihan kerajinan rotan. Ketermpilan di bidang kerajinan rottan akan memberikan peluang bisnis yang besar bagi warga desa Nanga Lauk. Sehingga dengan demikian setelah P2WKSS akan muncul jenis usaha baru yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat prospektif, yaitu bidang kerajinan rotan.

Selain itu dinas perindustrian juga memberikan pelatihan pembuatan kue, lauk pauk dan snack berbahan baku hasil olahan daging ikan. Maka sekarang, selain ikan asin dan salai, muncul produk-produk baru di desa Nanga Lauk berupa amplang, pentol, bakso dan naget dari daging ikan.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mem- berikan bantuan bahan pagar jembatan, bak sampah dan cat senilai Rp. 12.000.000. semantara BAPPEDA memberikan bantuan bahan jembatan senilai Rp.5.000.000. Ban- tuan-bantuan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran akan keselamatan dan kesehatan serta keindahan desa kepa- da warga melalui pembangunan pagar jem- batan, pembuatan tong sampah dan kebersihan lingkungan sekolah. Jembatan yang dulu tidak berpagar kini sudah terlindungi dengan pagar yang kokoh. Pagar jembatan juga sekaligus menambah keindahan desa Nanga Lauk. Pembinaan tentang sanitasi dan pengelolaan sampah yang tepat juga semakin mempercantik desa dan meningkatkan kesehatan warga desa nanga Lauk. Setelah setiap keluarga memiliki WC di rumah, kini tidak ada lagi warga yang buang air besar di sungai. Kini jamban tidak lagi sebagai WC melainkan sebagai gudang penyimpanan perlengkapan nelayan dan pertanian. Selain itu air sungai juga semakin bersih dan kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga semakin baik.

Kegiatan Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (MeiAgustus 2017)

Pembinaan Teknis SKPD di Nanga Lauk (Mei — Agustus 2017) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memberikan pembinaan tentang GENDER, penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan gerakan Sayang Ibu. Pembinaan diberikan dalam bentuk kegiatan sosialisasi hukum, pemberdayaan perempuan, pelatihan kecakapan hidup, sosialisasi kesehatan, serta penguatan organisasi perempuan, agar peranan dan hak perempuan di berbagai bidang kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat sejajar dengan kaum pria.

4. KEADAAN EKONOMI DAN SDM

Desa Nanga Lauk termasuk desa yang dianugerahi sumber penghidupan dari alam yang melimpah. Sumer daya manusia (SDM) masyarakat Nanga Lauk untuk mengembangkan usaha masih relatif rendah. Selain madu desaini juga dianugerahi kekayyaan alam berupa rotan yang melimpah. Namun kerajinan berbahan bakurotan belum familiar di desa ini. Maka, selain memerlukan infrastruktur jalan darat, masyarakat desa Nanga Lauk perlu mendapat dukungan dari luar berupa pelatihan keterampilan serta perngorganisasian kelompok usaha dan memperbaiki manajemen pemasaran produknya.

Sektor-sektor ekonomi andalan:

pemasaran produknya. Sektor-sektor ekonomi andalan: Sektor perikanan menyumbang income yang paling besar bagi

Sektor perikanan menyumbang income yang paling besar bagi masyarakat Nanga Lauk. Dengan pekerjaan nelayan di sungai dan Danau, budi daya ikan di keramba apung (Toman, Patin) masyarakat Danau Kandung Suli dapat menstabilkan keadaan ekonomi mereka. Namun pengolahan ikan di desa ini masih sangat sederhana. Kebanyakan ikan dijual dalam bentuk ikan segar. Sebagian kecil diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap, dengn sistem pengolahan tradisional. Selain dari sektor perikanan, ekonomi keluarga ditopang dengan hasil dari kebun karet , berldang dan panen madu hutan secara musiman.

Masih sangat diperlukan pengembangan ekonomi kreatif di desa Nanga Lauk, antara lain pengembangan sektor kerajinan rotan dan olahan ikan, serta pariwisata. Desa ini memiliki potensi itu karen memiliki hutan yang luas, danau dan alam yang indah.

Wilayah daratan yang cukup luas dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat untuk menanami karet dan berladang. Mereka bahkan mengolah daerah pasang surut untuk berladang dan berkebun sayur-sayuran. Sebenarnya kegiatan ini mendatangkan penghasilan yang lumayan bagus bagi keluarga. Namun seringnya desa ini dilanda banjir membuat usaha tersebut sering kali gagal. Selain itu masyarakat Nanga Lauk menambah income keluarga melalui usaha madu hutan. Meskipun usaha ini sangat bersifat musiman (setahun sekali). Namun saat panen desa ini bis memproduksi madu hutan sampai 40 ton madu murni.

EKONOMI KREATIFDESA EKO-WISATA

40 ton madu murni. EKONOMI KREATIF — DESA EKO-WISATA Anugerah keindahan alam dan budaya leluhur yang

Anugerah keindahan alam dan budaya leluhur yang tinggi mulai disadari oleh masyarakat Nanga Lauk sebagai potensi pengembangan ekonomi kreatif bidang pariwisata, yaitu eko-wisata.

Potennsi ini didukung oleh danau yang tenang, dan hutan hujan yang sangat luas, pemandangan perkampungan dengan rumah panggung dan jembatan kayu yang panjang yang membentuk komunitas dengan keeksotisan kehidupan budaya rumah-rumah yang terhubung oleh jembatan menjanjikan hunias peristirahatan yang mempesona bagi turis.

Budidaya ikan air tawar dengan keramba apung menambah daya tarik desa ini. Keindahan alam yang didominasi hutan dan danau serta sungai memunculkan ide masyarakat untuk mengembangkan desa Eko-Wisata, dengan andalan pemancingan dan taman alam dengan jembatan dan rumah pohon. Diyakini perpaduan wisata ekologi air dan hutan ini akan menjadi magnet Nanga Lauk sebagai desa wisata ekologi berbasis hutan dan air.

Lauk sebagai desa wisata ekologi berbasis hutan dan air. 5. KESIMPULAN P2WKSS DESA NANGA LAUK Setelah
Lauk sebagai desa wisata ekologi berbasis hutan dan air. 5. KESIMPULAN P2WKSS DESA NANGA LAUK Setelah

5. KESIMPULAN P2WKSS DESA NANGA LAUK

Setelah mendapat intervensi melalui program terpadu P2WKSS desa Nanga Lauk memperlihatkan kemajuan yang luar biasa. SEMANGAT MEMBANGUN DESA telah membakar warga, meninggalkan pengetahuan dan ketrampilan yang berharga bagi kaum wanita desa Nanga Lauk. Kini mereka siap berpartisipasi membangun keluarga sehat sejahtera, membangun desa

Desa Nanga Lauk memiliki banyak potensi untuk dimanfaatkan. Dengan pengadaan akses jalan darat, memperkuat pemerintahan desa dan kekompakan masyarakat, serta pendampingan yang intensif (intervensi exterseperti P2WKSS, desa Nanga Lauk akan dapat berkembang menjadi desa yang sehat-sejahtera. Dengan menjadikannya desa sentra wisata alam, desa ini dapat dijadikan contoh pengembangan desa yang kreatif bagi desa-desa lainnya di Kapuas Hulu.

wisata alam, desa ini dapat dijadikan contoh pengembangan desa yang kreatif bagi desa-desa lainnya di Kapuas

Pemantauan & Evaluasi

1.

Pemantauan

1.

Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program pembangunan pemberdayaan perempuan dilakukan pemantauan di tingkat Kecamatan dan Desa

2.

Pemantauan dilakukan dengan pengumpulan data dan informasi secara periodik dan berkesinambungan.

3.

Data dan informasi yang dikumpulkan disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang timbul. Hasil pemantauan digunakan untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program

P2WKSS.

4.

Tim Pokja Kabupaten melakukan pemantauan pada tingkat Kecamatan dan Desa

2.

Evaluasi

1.

Untuk menilai hasil pelaksanaan program dan dampaknya.

2.

Evaluasi diarahkan dan difokuskan untuk mendapatkan gambaran, keterangan dan jawaban terhadap efektifitas pelaksanaan, dampak program terhadap kesetaraan dan keadilan gender, peran, akses, kontrol serta manfaat yang dirasakan oleh perempuan serta penurunan jumlah keluarga miskin.

3.

Hasil evaluasi dimanfaatkan untuk meningkatkan efektifitas, relevansi serta memperbaiki program mendatang.

4.

Evaluasi tingkat Kecamatan, Kelurahan dilakukan secara periodik.

PERENCANAAN KEGIATAN AGUSTUS

PERENCANAAN KEGIATAN AGUSTUS

PERENCANAAN KEGIATAN AGUSTUS

Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) tentang penugasan Tenaga ahli Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD), TA- PSD pada bulan Agustus 2017 merencanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

No

Tangal

Lokasi

Kegiatan

Hasil yang akan dicapai

1

1 - 3

Desa Kareho, Kec. Putussibau selatan

Sosialisasi dan pembukaan program Kampung KB bersama Dinas Sosial

Masyarakat memahami maksud dan tujuan program Kampung KB

2

4-9

Pontianak

Pelatihan PID

Memiliki pemahaman dan kompetensi yang baik tentang PID dan pelaksanaannya

3

11-12

Sekretariat P3MD

administrasi kantor, bimbingan / penguatan PD/PLD, pnyusu- nan laporan

administrasi, bimbingan dan penyusunan laporan terlaksana dengan baik

4

13-14

Putussibau

Pelatihan Website bagi 50 Desa di Kapuas Hulu

50 Desa di Kapuas hulu memiliki pemahaman tentang manfaat website desa, memiliki website desa dan tenaga operator yang mampu mengupdate website desa

5

15-16

Sekretariat P3MD

administrasi kantor

Kegiatan administrasi, terlaksana dengan baik

6

18-223

Kareho

Pembinaan Kampung KB

Kegiatan pembinaan Kampung KB dapat terlaksana dengan baik

7

25-27

Sekretariat P3MD

administrasi kantor

Kegiatan administrasi, terlaksana dengan baik

8

28-30

Putussibau

Rakor bulanan dan pengembangan Kapasitaa PD/PLD dan penyusunan laporan individu

Pelaksanaan TUPOKSI seluruh TA-PD-PSD terkoordinasi dengan biak.dan terjadi peningkatan kapasitas kerja pada TA, PD, PLDdan laporan individu tersusun dan dapat dipertanggungjawabkan

KESIMPULAN & RKTL

KESIMPULAN & RKTL

KESIMPULAN & RKTL

4.1. Kesimpulan

Untuk mendorong percepatan pembangunan perdesaan di Kapuas Hulu berbagai kegiatan inovatif perlu dikembangkan. Kegiatan P2WKSS dan Kampung KB adalah contoh-contoh kegiatan yang peru ditingkatkan. Selain itu kegiatan budi- daya, seperti lebah, kelulut, ikan, dan tanaman sangat perlu didukung. Demikian juga adat-istiadat dan seni budaya yang snagat kaya di Kapuas Hulu perlu didorong untuk semakin berkembang. Agar dengan demikian pembangunan perdesaan dapat dipercepat, berhasil guna dan berdampak jangka pan- jang.

4.2. Rekomendasi Tindak Lanjut

Pemerintah perlu melakukan intervensi untuk mendorong seluruh desa, terlebih desa-des yang masih berstatus desa teringgal atau desa sangat tertinggal. Bagi desa sangat sangat perlu didukung untuk mendapatkan tiket kegiatan P2WKSS. Kerjasama lintas sektoral juga semakin perlu ditingkatkan dan diintensifkan. Dengan demikian cita-cita dari nawacita ke 3: “membangun Indonesia dari pinggiran” dapat segera terlaksana nyata di seluruh wilayah desa Indonesia.

Penutup

Penutup

Penutup

Demikian laporan kami. Semoga laopran ini dapat berguna bagi pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan dan menyukseskan Nawa Cita ke 3, “Membangun Indonesia dari Pinggiran.”

Putussibau, 31 Agustus 2017

Indonesia dari Pinggiran.” Putussibau, 31 Agustus 2017 Stephanus Mulyadi, M. Sc. TA - PSD P3MD Kapuas

Stephanus Mulyadi, M. Sc. TA-PSD P3MD Kapuas hulu