Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum

Pengenalan Linux dan Bahasa FORTRAN 90


Diajukan untuk memenuhi Laporan Kegiatan Praktikum Fisika Komputasi

Disusun oleh:

Nama : Farradila Putri Yonatin


NIM : 15/383170/PA/16830
Hari, tanggal : Rabu, 21 September 2016
Asisten : 1) Ahmad Hasan Asari
2) Haposan Trijaya S
3) Rizky Zul Ashary Hasibuan

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Keberadaan komputer membawa pengaruh tersendiri dalam penyelasaian
masalah Fisika. Sebelumnya terdapat Fisika teoretis yang berkutat pada
pengembangan teori dan menitikberatkan pada metode matematis, atau Fisika
eksperimental yang berfokus pada pembuktian keabsahan suatu teori melalui
percobaan dan observasi. Kini, fisika komputasi dianggap sebagai cara ketiga yang
sama validnya dengan pendekatan eksperimen dan teoretis terhadap Fisika.
Sebelum masuk lebih jauh dalam dunia Fisika Komputasi, perlu dilakukan
pengenalan paling dasar tentang cara menjalankan suatu sistem operasi. Pasalnya,
sistem operasi sendiri dapat dikatakan sebagai otak atau inti dari komputer. Dalam
hal ini, sistem operasi yang dipergunakan adalah Linux. Alasan Linux dipilih adalah
karena sifatnya open source, sehingga dapat diperoleh dengan mudah, bersifat bebas,
digunakan secara luas pada berbagai badan riset dan universitas, serta
perkembangannya yang cepat.

1.2. Tujuan
1) Mengetahui cara-cara dasar pengoperasian Linux
2) Mengetahui cara penggunaan Program FORTRAN 90

2. Dasar Teori
2.1. Sistem Operasi (Operating System disingkat OS)
Komputer dirancang sebagai sebuah alat atau mesin yang dapat membantu
meringankan pekerjaan manusia. Beberapa kelebihan dari komputer terletak pada
kecepatan kerja dan akurasi hasilnya. Meskipun demikian, agar dapat menjalankan
tugasnya dengan baik, komputer membutuhkan beberapa perangkat lunak yang
biasa disebut program. Salah satu dari program tersebut adalah antarmuka (interface)
yang mampu menterjemahkan bahasa perintah dari pemakai ke bahasa yang
dimengerti oleh komputer. Program-program dalam komputer hanya dapat bekerja
dengan keberadaan sistem operasi. Fungsi sistem operasi ialah mengatur bagaimana
suatu program dapat memanfaatkan perangkat keras yang ada dan bagaimana
hubungan sekaligus pola kerja antar program. Oleh karena itu, sistem operasi
merupakan bagian yang krusial dalam komputer (Nurwantoro, n.d.).
Terdapat beberapa macam sistem operasi pada komputer dan yang paling
sering digunakan adalah Windows, Mac OS, serta Linux. Sistem operasi Windows
berdiri di bawah Perusahaan Microsoft yang dirancang untuk penggunaan komputer
rumah maupun dalam skala bisnis. Windows dikenal akan interface nya yang ramah
(user friendly) dan telah mendominasi pasaran semenjak lama, sedangkan Mac OS
merupakan sistem operasi yang dirancang bagi pengguna produk Apple.

2.2. Linux
Linux adalah sebuah sistem operasi yang bersifat open source, artinya ia dapat
dimodifikasi dan didistribusikan kepada siapapun di seluruh dunia secara bebas.
Dulunya Linux dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Torvalds mendirikan
Linux sebagai alternatif dari Minix, yaitu salah satu cabang Unix yang kebanyakan
digunakan dalam lingkup akademik. Nama Linux sendiri diambil dari nama Linus
sebagai bentuk penghormatan.
Baik Windows maupun Mac OS merupakan software dengan hak milik yang
hanya dapat dimodifikasi oleh perusahaan terkait, sedangkan Linux sendiri dapat
didapat secara gratis. Menurut StatCounter Global Stats, pengguna Linux kurang
dari 2% total pengguna sistem operasi. Namun, sebagian besar sever memakai Linux
karena relatif mudah diutak-atik. Berikut adalah keunggulan sistem operasi Linux:
Kebebasan menjalankan program untuk berbagai tujuan
Keleluasan dalam mempelajari cara kerja program dan boleh mengubahnya
sesuai keinginan
Dapat memodifikasi program secara bebas
Salinannya dapat didistribusikan dengan bebas, termasuk yang sudah
dimodifikasi

Selain keunggulan yang disebutkan di atas, Linux juga memiliki kemampuan


untuk multitasking dan dapat digunakan oleh multiusers. Multitasking adalah
kemampuan sistem operasi untuk menjalankan beberapa proses secara bersamaan
tanpa saling mengganggu satu sama lain, sedangkan multiusers adalah kemampuan
sistem operasi untuk menangani beberapa pengguna dalam waktu bersamaan tanpa
gangguan. Salah satu ciri multiusers adalah penggunaan nama Login dan password.
Keberadaan otoritas dalam Linux tersebut membuat pemakai lain tidak dapat
menggunakan hal yang bukan miliknya (Nurwantoro, n.d.).
Pada Linux, penulisan karakternya case sensitive, sehingga meskipun namanya
sama jika hurufnya yang satu kecil dan yang lain kapital akan dianggap berbeda.
Kemudian di dalam Linux nama direktori ditulis dengan tanda /, contohnya /usr/doc/.
Beberapa program aplikasi dasar pada Linux adalah sebagai berikut (Nurwantoro,
n.d.):
1) Console atau terminal
Linux merupakan sistem operasi berbasis perintah. Sebagian program
didalamnya harus dipanggil dulu agar dapat berjalan. Untuk memberikan
perintah agar program ditampilkan digunakan sebuah media yang disebut
console atau terminal. Beberapa perintah yang dapat dituliskan meliputi:
ls : list direktori
cp : salin berkas
rm : hapus berkas
mkdir: buat direktori
mv : pindah berkas
2) Text Editor
Dalam Linux, text editor memiliki peran penting karena banyak
pekerjaan yang harus dilakukan menggunakan teks editor.

2.3. Bahasa Pemrograman FORTRAN


Terdapat beragam bahasa komputer yang dapat digunakan dalam Fisika
Komputasi, di antaranya: BASIC, C, FORTRAN, dan PASCAL. Setiap bahasa
memiliki kelebihannya masing-masing. Di sisi lain, pada pemrograman formal bahasa
FORTRAN dianggap kurang baik. Lantas, bahasa FORTRAN di sini dipilih karena ia
merupakan bahasa yang digunakan untuk banyak perhitungan sains maupun teknik.
Istilah FORTRAN sendiri merupakan singkatan dari FORmula TRANslation yang
berarti penerjemahan rumus, dan FORTRAN memang sangat baik dalam
menerjemahkan rumus. Di dunia ilmu fisis diperkirakan bahwa 90% dari waktu
komputer digunakan untuk mengeksekusi program yang ditulis dalam bahasa
FORTRAN. Jadi, FORTRAN dapat dikatakan sebagai bahasa sains (DeVries, 1994).
Sebagai bentuk respon terhadap kemajuan perangkat keras dan perkembangan
bahasa pemrograman, ANSI membentuk sebuah komite untuk menentukan standard
baru FORTRAN. Standard tersebut dikenal dengan FORTRAN 90 yang memicu
berbagai inovasi dalam bahasa pemrograman. Dengan demikian, bahasa lain harus
menyesuaikan dengan standard tersebut. Tak hanya itu, versi baru tersebut memiliki
kemampuan prosedural dan mengatasi data dengan lebih baik. Untuk itu dapat
diprediksi bahwa bahasa FORTRAN akan mampu bertahan dalam jangka waktu
panjang (DeVries, 1994).

3. Metode Eksperimen
3.1. Algoritma
a. Program Luas Lingkaran
1) Start, beri judul program
2) Definisikan variabel, yakni Luas, r, dan
3) Definisikan nilai = 3.14 dan input r sebagai jari-jari
4) Tuliskan rumus, yaitu Luas = *r*r
5) Dihasilkan output berupa Luas lingkaran
6) End, akhiri program

b. Program Luas Persegi Panjang


1) Start, beri judul program
2) Definisikan variabel, yakni Luas, panjang, dan lebar
3) Definisikan input panjang sebagai panjang dari persegi panjang dan input
lebar sebagai lebar dari persegi panjang
4) Tuliskan rumus, yaitu Luas = p*l
5) Dihasilkan output berupa Luas persegi panjang
6) End, akhiri program
3.2. Source Code
a. Program Luas Lingkaran
Listing 1: Listing Program Luas Lingkaran untuk bahasa FORTRAN 90

program luas_lingkaran

real :: r, Luas, pi

pi=3.14

write(*,*) Nilai r=
read(*,*) r

Luas=pi*r*r

write(*,*) Luas lingkaran adalah , Luas

end program luas_lingkaran

b. Program Luas Persegi Panjang


Listing 2: Listing Program Luas Persegi Panjang untuk bahasa FORTRAN 90

program luas_persegi_panjang

real :: panjang, lebar, Luas

write(*,*) panjang=
read(*,*) panjang

write(*,*) lebar=
read(*,*) lebar

Luas=panjang*lebar

write(*,*) Luas persegi panjang adalah , Luas

end program luas_persegi_panjang

3.3. Tugas
a. Program Luas Lingkaran
Source code pada listing 1 di-compile kemudian masukkan nilai r = 7
b. Program Luas Persegi Panjang
Source code pada listing 2 di-compile kemudian masukkan nilai panjang = 5 dan
lebar = 2

c. Plotting Grafik
Ketik perintah pada terminal agar program GNU PLOT menampilkan grafik sin
(x) dan cos (x)

4. Hasil Eksperimen dan Pembahasan


a. Program Luas Lingkaran

Gambar 1: tampilan terminal saat compiling Program Luas Lingkaran

Pada Gambar 1 tampak bahwa program berhasil di-compile tanpa adanya


indikasi error (kesalahan), yang berarti listing program sudah dilakukan dengan benar.
Nilai luas lingkaran yang dihasilkan program adalah 153.86 dan nilai tersebut sama
dengan hasil perhitungan secara teoretis. Karena hasilnya benar maka dari listing
program diperoleh pemahaman sebagai berikut:
Listing dimulai dengan mengetikkan kata program kemudian diikuti judul.
Perintah real :: digunakan untuk mendefinisikan variabel.
Perintah write(*,*) digunakan untuk menuliskan kalimat yang diinginkan,
dengan syarat di antara kalimat diapit oleh tanda petik.
Perintah read(*,*) digunakan untuk membaca kalimat yang ditulis dalam
perintah sebelumnya sebagai input (nilai dari variabel).
Rumus atau fungsi dapat dituliskan secara langsung dengan menggunakan
operator perhitungan biasa, yaitu tanda * untuk perkalian, + untuk
penjumlahan, - untuk pengurangan, dan / untuk pembagian.
Program diakhiri dengan mengetikkan perintah end program kemudian
diikuti judul program.
b. Program Luas Persegi Panjang

Gambar 2: tampilan terminal saat compiling Program Luas Persegi Panjang

Gambar 2 menunjukkan bahwa saat program di-compile muncul indikasi


adanya error dalam listing program. Letak kesalahan terletak pada akhir program, di
mana pada awal listing, program diberi judul luas_persegi_panjang, namun di akhir
program terjadi typo, dan hanya tertulis sebagai luas_persegi panjang. Ternyata
karakter yang seharusnya tanda underscore (_) tidak sengaja diketik sebagai spasi,
sehingga program menolak untuk berjalan. Setelah itu, penulisan diperbaiki dan
program kembali di-compile hingga sudah tidak ada error lagi. Program akhirnya dapat
berjalan dan menampilkan hasil luas persegi panjang dengan panjang=5 dan lebar=2
senilai 10. Hasil tersebut sesuai dengan perhitungan teoretis.

c. Plotting Grafik
Gambar 3: tampilan grafik sin pada GNU PLOT
Gambar 4: tampilan grafik cos pada GNU PLOT

Agar program GNU PLOT berjalan maka pada terminal diketikkan perintah
gnuplot, selanjutnya diketikkan perintah plot sin (x) untuk menampilkan grafik
sinus dan plot cos (x) untuk menampilkan grafik cosinus.

5. Kesimpulan
1) Untuk menggunakan sistem multiusers pada Linux harus memiliki nama Login
beserta passwordnya. Linux merupakan sistem operasi command based, sehingga agar
program berjalan pengguna harus mengetikkan perintah di bagian terminal, di
antara perintah yang umum digunakan adalah:
ls : list direktori
mkdir : membuat direktori
cd : membuka file atau folder

2) FORTRAN 90 merupakan bahasa pemrograman yang penting dalam dunia sains


terutama Fisika Komputasi. Langkah penulisan source code dalam bahasa
FORTRAN 90 adalah:
Listing dimulai dengan mengetikkan kata program kemudian diikuti
judul.
Perintah real :: digunakan untuk mendefinisikan variabel.
Perintah write(*,*) digunakan untuk menuliskan kalimat yang diinginkan,
dengan syarat di antara kalimat diapit oleh tanda petik.
Perintah read(*,*) digunakan untuk membaca kalimat yang ditulis dalam
perintah sebelumnya sebagai input (nilai dari variabel).
Program diakhiri dengan mengetikkan perintah end program kemudian
diikuti judul program.

6. Daftar Pustaka

DeVries, P.L..1994. A First Course on Computational Physics. USA: John Wiley and Sons Inc.
http://opensource.com/resources/what-is-linux
http://whatis.techtarget.com/definition/operating-system-OS
http://www.linux.com/what-is-linux
Nurwantoro, Pekik, Dr., M.S. N.d. Petunjuk Praktikum Fisika Komputasi. Yogyakarta: Lab
Fisika Atom dan Inti FMIPA UGM.
Koonin, Steve E. And Dawn Meredith. 1990. Computational Physics (FORTRAN version). USA:
Westvies Press.

Yogyakarta, 5 Oktober 2016


Asisten I Asisten II Asisten III Praktikan

Ahmad Hasan Asari Haposan Trijaya S Rizky Zul A. H. Farradila P. Yonatin


7. Lampiran