Anda di halaman 1dari 7

SOAL PERBAIKAN ANESTESI

23 November 2009

1. Clinical death terjadi .. d. corpus sterni

a. 6-10 menit 6. Yang bukan tujuan premedikasi

b. > 10 menit a. mengurangi jumlah obat anestesi

c. 4-6 menit b. membuat amnesia

d. < 4 menit c. menghilangkan nyeri

2. Shunting pulmonary terjadi akibat.. d. mencegah mual/muntah

a. perfusi alveoli tidak ada 7. Konsentrasi ion natrium dalam darah

b. atelektasis a. 140 meq/dl

c. syok hipovolemik b. 100 meq/dl

d. ventilasi> c. 10 meq/dl

3. Pusat pengendali napas berada di.. d. 60 meq/dl

a. thalamus 8. Penderita koma akibat trauma, terdengar


snoring suara napas tambahan, untuk
b. pons mmbebaskan airway dilakukan
c. medulla spinalis a. intubasi
d. paru b. ekstensi kepala
4. Pijat jantung pasien dewasa cardiac arrest c. laryngeal mask
setelah intubasi..
d. jaw trush
a. 30 : 2
9. Tanda awal intoksikasi lokal anestesi
b. 15 : 2
a. koma
c. 100 pijat 12 menit
b. kejang
d. 5:1
c. parestesi lidah
5. Titik tumpu pijat jantung pada..
d. agitasi
a. 2 jari di atas xyphoid
10. Diagnosa cardiac arrest dengan cara
b. pertengahan tulang dada
a. EKG asistol
c. tepat di atas xyphoid
b. EKG ventrikel fibrilasi 16. SV menurun akibat..

c. pasien tidak sadar a. takikardi

d. denyut carotis tidak teraba b. hipovolemi

11. Kecepatan pijat jantung adalah.. 100-120 c. meningkatnya preload


kali/menit
d. hipertensi
12. Pada saat CPR berlangsung DC shock telah
tersedia, tindakan yang dilakukan. 17. Uji silang mayor adalah..

a. lakukan DC shock a. eritrosit donor x serum resipien

b. cek irama jantung b. serum donor x eritrosit resipien

c. lanjutkan CPR c. eritrosit donor x anti A dan B

d. intubasi endotrakeal d. campur donor dan resipien

13. Tujuan pemberian premedikasi.. 18. Kerugian penggunaan darah simpan

a. mengurangi jumlah obat anestesi a. meningkatnya kadar 2,3 DPG

b. menidurkan penderita b. Kalium meningkat

c. meningkatkan insiden muntah c. resiko penularan penyakit meningkat

d. meningkatkan sekresi ludah d. faktor pembekuan stabil masih ada

14. Dalam serum golongan darah O terdapat 19. Konsentrasi ion Na di luar dan dalam
sel..
a. anti A dan anti B
a. 140 dan 10
b. Antigen A dan B
b. 140 dan 30
c. tidak terdapat anti A dan B
c. 10 dan 140
d. tidak terdapat IGM A dan B
d. 30 dan 140
15. Pasien 50 tahun, operasi pasca pengangkatan
rahim (hysterectomy). Hb 7 gr/dl. Leukosit 20. Saraf yang menghantarkan respon nyeri
7500, trombosit 156.000. tidak ada keluhan. adalah .
Yang dilakukan adalah.. a. C dan A
a. PRC 2 kantong b. C dan A
b. WB 2 kantong
c. C dan A
c. TC 2 kantong
d. C dan B
d. tidak perlu transfusi
21. Tanda awal intoksikasi lokal anastesi.. c. kadar minimal zat dalam alveoli pada 1
atm yang menyebabkan immobilisasi pada
a. koma 75% pasien
b. kejang d. kadar minimal zat dalam alveoli pada 1
c. parastesi lidah atm yang menyebabkan immobilisasi pada
90% pasien
d. agitasi
26. Seorang pria muda dewasa pada kunjungan
22. Kerja lokal anestesi. prabedah ditemukan riwayat penyakit asma,
diberikan salbutamol lalu sembuh, pada
a. blokade kanal kalium kunjungan selanjutnya pasien tampak
normal, wheezing (-) dan RR normal,
b. hentikan depolarisasi
termasuk ASA
c. hambat potensial aksi
a. 1
d. hambat kanal natrium
b. 2
23. Yang benar tentang propofol adalah
c. 3
a. larut air
d. 4
b. oncet cepat kerja lama
27. Untuk menentukan gangguan irama jantung
c. bersifat antimietik digunakan EKG:

d. tidak bersifat antikonvulsi a. lead V

24. Usia anak 6 tahun 30 kg, berapa kebutuhan b. Lead 2


cairan.
c.
a. 1500 cc
d.
b. 1680 cc
28. Lokal anestesi golongan ester
c. 1560 cc
a. tetrakain
d. 1420 cc
b. lidokain
25. MAC adalah
c. bupivakain
a. kadar minimal zat dalam alveoli pada 1
d. mepivakain
atm yang menyebabkan immobilisasi pada
100% pasien 29. Atracurium dimetabolisme di..
b. kadar minimal zat dalam alveoli pada 1 a. hati
atm yang menyebabkan immobilisasi pada
50% pasien b. ginjal
c. plasma b. berikatan dengan reseptor NMJ
menimbulkan.
d. otot
c. berikatan dengan reseptor pada sel otot
30. Suksinilkolin termasuk golongan. menimbulkan
a. non depol short acting d. berikatan dengan reseptor pada membran
b. non depol intermediet acting sel.

35. Cara pengukuran oropharyngeal airway:


c. depol
mulut-lobulus telinga
d. depol short acting
36. untuk mencegah post spinal headache..
31. Tanda kedalaman anestesi stadium 3 adalah.
a. menggunakan jarum spinal besar
a. dapat muntah
b. menggunakan jarum pencil point
b. stadium pembedahan
c. menggunakan taouchy
c. napas mulai teratur
d. loading cairan 10 cc/kgbb
d. tekanan darah meningkat
37. Test dose peridural berguna untuk.
32. Oedema paru bias terjadi hypoxemia
akibat. a. mengetahui kateter masuk subarachnoid

a. dead space b. menentukan dosis selanjutnya

b. atelektasis c. menentukan ketinggian blok

c. shunt d. mengetahui alergi atau tidak

d. hipoventilasi 38. Obat anestesi inhalasi yang dapat digunakan


untuk induksi..
33. Bukan merupakan indikasi intubasi
endotrakeal. a. eter

a. pasien atelektasis b. isofluran

b. pasien aspirasi c. N2O

c. GCS < 8 d. sevofluran

d. gagal napas dengan ventilator 39. Volume dead space pada orang dewasa..

34. Mekanisme kerja pelumpuh otot golongan a. 2 cc/kgbb


non-depol adalah. b. 3 cc/kgbb
a. berikatan dengan reseptor NMJ c. 4 cc/kgbb
menimbulkan fasikulasi otot
d. 1 cc/kgbb a. kelarutan dalam darah

40.Obstruksi napas total ditandai dengan b. perbedaan tekanan pada alveoli dan vena

a. penderita tidak ada usaha untuk respirasi c. absorbsi mesin

b. penderita ada usaha untuk respirasi tapi d. meningkatnya ventilasi semenit


tidak terjadi ventilasi
45. Efek anestesi terhadap otak
c. pada auskultasi terdengar suara pernafasan
lemah a. meningkatkan CMR

d. terdapat suara wheezing b. menurunkan CBF

41. Gargling adalah suatu bentuk dari obstruksi c. menurunkan CMR


napas partial, antisipasi yang anda d. meningkatkan ICP
lakukan
46. Urutan efek pada cardiovascular dari yang
a. pasang pipa endotrakeal terbesar adalah.
b. masukkan oropharingeal airway a. halotan, isofluran, sevofluran
c. suctioning b. isofluran, sevofluran, halotan
d. salah semua c. sevofluran, isofluran, halotan
42. Konsentrasi epinefrin yang dianjurkan pada d. halotan, sevofluran, isofluran
anestesi dengan halotan
47. Tujuan monitoring anestesi..
a. 1 : 10.000
a. menentukan kegawatan
b. 1 : 50.000
b. mengurangi perdarahan
c. 1 : 200.000
c. mencegah aspirasi
d. 1 : 80.000
d. mempercepat pulih
43. Anestesi inhalasi ideal untuk operasi otak
48. Termasuk golongan kristaloid..

a. enflurane a. gelatin

b. isoflurane b. dextrose 5 %

c. halothan c. NaCl

d. ether d. Dextran

44. Faktor yang mempengaruhi konsentrasi 49. Merupakan reaksi transfuse lambat..
inspirasi gas anestesi .
a. febris
b. alergi 56. Penyebab estimasi tekanan darah rendah
adalah..
c. anafilaktik
a. menset terlalu lebar (normal 2/3)
d. ikterik
b. terlalu rendah dari jantung
50. Induksi anestesi inhalasi yang berikan pada
anak c. manset longgar

a. halotan/ entran d. terlalu tinggi dari jantung

b. halotan/isofluran 57. Untuk menentukan ruang epidural dipakai


cara
c. halotan/sevofluran
a. setelah menembus ligamentum flavum
d. sevofluran/isofluran
b. jika tidak keluar liquor
51.
c. hanging drop
52. Obat pelumpuh otot untuk pasien gagal
ginjal. d. lost of liquor

a. pavulon 58. Darah paling banyak terdapat di

b. atracurium a. hati

c. D-Tubocuraine b. otot

d. diazepam c. sistem vena

53. Nilai normal CVP 5-15 cmH2O d. arteriol

54. Estimasi cairan intracellular. 59. Benar tentang atracurium adalah.

a. 50 % a. histamine release

b. 40% b. metabolism hati konjugasi

c. 30% c. simpan suhu kamar

d. 60% d. golongan short act. non-depol

55. Pengaruh spinal anestesi terhadap 60. Reserve pelumpuh otot nondepol..
cardiovascular.
a. sulfus atropine
a. hipoventilasi
b. neostigmin
b. takikardi
c. lidokain
c. hipotensi
d. asetilkolin
d. hipovolemi
Kalau tidak salah 2 soal yang belum tertulis
mengenai hal-hal ini

1. Cara kerja pelumpuh otot non-depol?


Berikatan dengan rec Ach
Tidak menimbulkan depolarisasi

Ciri kelumpuhan non depolarisasi:

Tidak ada fasikulasi otot


Berpotensiasi dengan gas anestesi,
hipotermi, hipokalemia
Diantagonis dengan antikolinesterase
Memberikan kelumpuhan bertahap
dengan rangsangan tunggal/tetani