Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ni Made Rai Putri Handayani

NIM : 14.321.2117
Kelas :A8-D

TUGAS TRANSCULTURAL NURSING 3

1. Teori Nyeri
Menurut Hidayat (2006) terdapat beberapa teori tentang terjadinya rangsangan nyeri,
yaitu :
a. Teori Pemisahan ( Specificiy Theory)
Menurut teori ini, rangsangan sakit masuk ke medulla spinalis (spinal cord)
melalui kornu dorsalis yang bersinaps di daerah posterior, kemudian naik ke tractus
lissur, dan menyilang di garis median ke sisi lainnya, dan berakhir di korteks sensoris
tempat rangsangan nyeri tersebut diteruskan.
b. Teori Pola ( Pattern Theory)
Rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglion dorsal ke medulla spinalis dan
merangsang aktivitas sel T. Hal ini mengakibatkan suatu respons yang merangsang ke
bagian yang lebih tinggi, yaitu korteks serebri, serta kontraksi menimbulkan persepsi
dan otot berkontraksi sehingga menimbulkan nyeri. Persepsi dipengaruhi oleh
modalitas respons dari reaksi sel T.
c. Teori Pengendalian Gerbang (Gate Control Theory)
Dikemukakan oleh melzak dan wall, teori ini lebih komprehensip dalam
menjelaskan tramisi dan presepsi nyeri, nyeri tergantung dari kerja serta saraf besar
dan kecil yang keduanya berada dalam akar ganglion dorsalis. Rangsang pada serat
saraf besar akan mengakibatkan tertutupnya pintu mekanisme sehingga aktivitas sel T
terhambat dan menyebabkan hantaran rangsangan ikut terhambat. Rangsangan serat
besar dapat langsung merangsang korteks serebri. Hasil persepsi ini akan
dikembalikan ke dalam medulla spinalis melalui spinalis serat eferen dan reaksinya
memengaruhi aktivitas sel T. Rangsangan pada serat kecil akan menghambat aktivitas
substansia gelatiosa dan membuka pintu mekanisme, sehingga merangsang aktivitas
sel T yang selanjutnya akan menghantarkan rangsangan nyeri.
d. Teori Trasmisi dan Inhibisi
Adanya stimulus pada noiciceptor memulai implus-implus saraf, sehingga
transmisi implus nyeri menjadi efektif oleh neurotransmitter yang spesifik. Kemudian,
inhibisi implus nyeri menjadi efektif oleh implus-implus pada serabut-serabut besar
yang memblok implus-implus pada serabut lamban dan endogen opiate system
supresif.

2. Hubungan antara teori nyeri dengan akupresur dan akupuntur


Dari ke-4 teori teori nyeri yang sudah disebutkan diatas terdapat hubungan antara
teori nyeri dengan akupuntur dan akupresure. Misalnya hubungan Teori Pengendalian
Gerbang (Gate Control Theory) dengan akupuntur dan akupresur. Ketika akupuntur
dilakukan dengan cara menusukkan jarum pada titik-titik akupoin akan melancarkan
sumbatan energy yang terdapat di dalam tubuh sehingga tubuh akan merespon
mekanisme penyembuhan diri, dimana akupuntur akan berperan untuk menutup gerbang
masuk dan mencegah serabut saraf mengantarkan impuls nyeri ke pusat nyeri karena
akupuntur akan menghasilkan stimulus yang efektif untuk memblok sinyal rasa sakit atau
nyeri agar impuls nyeri tidak mencapai otak sehingga nyeri yang dirasakan sebelumnya
akan berkurang setelah dilakukan akupuntur. Ketika akupresure dilakukan dengan cara
memberikan penekanan atau sentuhan pada bagian tubuh yang mengalami
ketidaknyamanan atau nyeri, maka akupresure dapat membantu menurunkan keteganan
pada saraf dengan sentuhan yang akan memulihkan energi positif di dalam tubuh
sehingga tubuh akan kembali rileks.