Anda di halaman 1dari 8

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

MAKALAH

TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN


MENURUT

FLORENCE NIGHTINGALEORI DAN


MODEL KEPERAW
TAN

OLEH :

Ayu Dina mariasi

Gita Suariyani

Yosua Christmast Firmanto

Irma Parwitha Sari

Swarmahendra

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


WIRA MEDIKA
PPNI BALI

TAHUN AJARAN 2009/2010 NU


KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya
kami dapat menyelesaikan makalah kami yang bejudul, “ TEORI DAN MODEL
KEPERAWATAN menurut FLORENCE NIGHTINGALE “. Uraian dalam makalah yang
kami tulis ini mungkin tidak mendalam dan mungkin banyak ditemukan kekeliruan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran perbaikan sari para pembaca.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca untuk
meningkatkan pengetahuan di bidang ilmu keperawatan.

Denpasar, 01 Oktober 2009

Penulis

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

DAFTAR ISI

Kata pengantar 1

Daftar Isi 2

BAB I
Pendahuluan 3

BAB II
Nightingale 4
Teori Nigthingale 4

Asumsi Utama Teori Nightingale 5


Pengaruh Teori Nightingale thd Keperawatan 6

BAB III
Kesimpulan 7
Daftar Pustaka 7

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Saat ini bayak diperlukan tenaga kesehatan baik di Indonesia maupun diluar Indonesia
dan karena itu telah banyak dibuka sekolah – sekolah kesehatan. Oleh karena itu
berarti persaingan semakin ketat dan diharapkan dapat terlahir perawat – perawat
professional. Untuk itu bagi seluruh mahasiswa kesehatan diharapkan mampu
mengerti dan mengimplementasikan teori – teori keperawatan khususnya dalam
makalah ini TEORI dan MODEL KEPERAWATAN FLORENCE NIGHTINGALE.
B. Rumusan masalah
1. Siapakah FLORENCE NIGHTINGALE?
2. Teori Nightingale.
3. Asumsi Utama Teori Nightingale
4. Pengaruh Teori Nightiangle terhadap Keperawatan.
C. Tujuan Penulisan
Untuk menambah pengetahuan ilmu keperawatan. Khususnya TEORI
NIGHTINGALE.
D. Metode penulisan
Dalam penulisan makalah ini, peulis mencari sumber dari buku – buku keperawatan
dan internet.

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 FLORENCE NIGHTINGALE


Nightingale merupakan pelopor ilmu keperawatan yang lahir pada 12 Mei 1820 di
Florence, Italia. Pada tahun 1851 ia mengikuti pelatihan keperawatan untuk pertama kalinya
di Kaiserwerth, Jerman. Selama peramg Crimea, dia menjadi tenaga sukarelawan di Scutari,
Turki. Disana ia mengelola departemen keperawatan dan mencurahkan seluruh usahanya
untuk mengatasi masalah kebersihan di bangsal rumah sakit dan barak-barak militer.
Pekerjaannya itu membuatnya dikenal sebagai “ Lady of the Lamp” oleh kaum lelaki.
Karena ia selalu membawa lentera lilin buatan Turki setiap kali melewati koridor-koridor
yang dipenuhi oleh prajurit yang terluka. Seusai perang ia pindah ke Inggris dan mendirikan
sekolah perawat di rumah sakit St. Thomas dan King’s College di London. Sejk Itu ia dijuluki
pelopor keperawatan modern.

II.2 TEORI NIGHTINGALE


Nightingale membuat sebuah teori yang dikenal sebagai teori keperawatan modern
( modern nursing ). Titik berat teori ini adalah pada aspek lingkungan. Ia meyakini bahwa
kondisi lingkungan yang sehat penting untuk penanganan perawatan yang layak. Komponen
lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan antara lain :
 Udara segar
 Air bersih
 Saluran pembuangan yang efisien
 Kebersihan
 Cahaya

Aspek lingkungan yang diutamakan Nightingale dalam merawat klien adalah ventilasi
yang cukup bagi klien. Ia berkeyakinan bahwa ketersediaan udara segar secara terus
menerus merupakan prinsip utama dalam keperawatan. Kemudian cahaya matahari
merupakan komponen penting dalam keperawatan, ia berkeyakinan sinar matahari sangat
besar manfaatnya bagi kesehatan. Fokus perawatan klien menurutnya ialah kebersihan. Ia

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

berpenbapat bahwa kondisi kesehatan klien sangat dipengaruhi oleh tingkat kebersihan
klien, perawat, maupun lingkungan.
Selain kelima komponen diatas seorang perawat juga harus memperhatikan
kehaangatan, ketenangan, dan makanan klien.

II.3 ASUMSI UTAMA TEORI NIGHTINGALE


Nightingale percaya bahwa setiap wanita dapat menjadi perawat, tentu dalam
pengertian perawatan sebagai wujud tanggung jawab seeorang terhadap kesehatan.
Nightingale mendefinisikan kesehatan sebagai kondisi sejahtera dan mampu
memanfaatkan setiap daya yang dimiliki hingga batas maksimal, sedangkan penyakit
merupakan proses perbaikan yang dilakukan tubuh untuk membebaskan diri dari gangguan
yang dialami sehingga individu itu kembali sehat. Prinsip perawatan adalah menjaga agar
proses reparative ini tidak terganggu dan menyediakan kondisi yang optimal untuk proses
tersebut. Untuk mencapai kondisi kesehatan perawat harus menggunakan nalarnya , disertai
ketekunan dan observasi.
Dengan demikian kesehatan dapat dipelihara melalui upaya pencegahan penyakit
melalui factor kesehatan lingkungan , hal ini menurutya sebagai health nursing, berbeda
dengan proper nursing yaitu merawat klien yang sakit hingga ia dapat bertahan atau bias
menjadi lebih baik hingga saat kematiannya.
Menurut Nightingale, lingkungan adalaaah tatanan eksternal yang mempengaruhi sakit
dan sehatnya seseorang, termasu disini makanan klien dan interaksi perawat dengan klien.
Jika seseorang ingin sehat, perawat, alam, dan orang yang bersangkutan harus bekerjasama
agar proses reparative dapat berjalan.

II.4 PENGARUH TEORI NIGHTINGALE TERHADAP KEPERAWATAN


Teori Nightingale, keperawatan modern, merupakan langkah awal dalam formalisasi
dan pengembangan ilmu keperawatan selanjutnya. Ia telah meletakan suatu pijakan bagi
pengembangan ilmu keperawatan sesudahnya. Ia telah memberikan pedoman umum kepada
perawat dalam merawat klien.

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

BAB III

KESIMPULAN
Florence Nightingale merupakan tokoh keperawatan yang terkenal dengan teorinya”
modern nursing” yang merupak pedoman bagi perawat. Ia menyebutkan komponon
lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan antara lain, uadara segar, air bersih, saluran
pembuangan yang efisien, kebersihan, cahaya. Ia dikenal sebagai “ Lady of the Lamp”.

KELOMPOK 8
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.

KELOMPOK 8