Anda di halaman 1dari 15

BAB IV

HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan hasil-hasil penelitian serta pembahasan yang

didasarkan pada data yang diambil dari mulai tanggal 08 Febuari- Juli2017. Pada

hasil penelitian akan dipaparkan hasil analisis deskriptif karakteristik responden

yang meliputi Umur responden , Pendidikan, Pekerjaan, Identitas Balita dan pernah

mendapatkan informasi tentang Gizi Balita . Selain itu juga, dipaparkan analisis

deskriptif dari setiap variabel penelitian yang meliputi Pengetahuan dan sikap ibu

balita tentang gizi seimbang balita.

A. Hasil Penelitian

Pada hasil penelitian ini memuat deskripsi karakteristik responden

analisa univariat, analisa bivariat yang meliputi analisis deskripsi dan uji

hipotesis.

1. Analisa Univariat Karakteristik Responden

Hasil analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi

frekuensi dan presentasi dari data demografi yang telah diteliti, yaitu meliputi

usia responden, pendidikan, pekerjaan, identitas balita, pernah mendapatka

informasi tentang gizi balita.

a. Deskripsi Karateristik Responden Berdasarkan Umur

Hasil penelitian gambaran karakteristik responden berdasarkan

Umur dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini.


Table 4.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Umur Di
Kelurahan Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas
Sukabumi
No Umur Jumlah Persentase (%)
1 < 20 Tahun 30 10,9
2 20-35 Tahum 173 62,9
3 > 35 Tahun 72 26,2
Total 275 100
Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh bahwa sebagian besar umur

responden terdapat pada umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 62,9% (172

responden) dan sebagian kecil responden pada umur < 20 tahun yaitu

sebanyak 10,9% (30 responden)

b. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Hasil penelitian gambaran karakteristik responden berdasarkan

Pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini.

Table 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di


Kelurahan Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi
No Pendidikan Jumlah Persentase (%)
1 SD 69 25,1
2 SMP 95 34,5
3 SMA 91 33,1
4 Perguruan Tinggi 9 3,3
5 Tidak Sekolah 11 4,0
Total 275 100
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa sebagian besar

pendidikan responden terdapat pada SMP yaitu sebanyak 34,5 % (95

responden) dan sebagian kecil pendidikan responden Perguruan tinggi

yaitu sebanyak 3,3 % (9 responden).


c. Deskripsi Karakteristik responden berdasarkan Pekerjaan

Hasil penelitian gambaran karakteristik responden berdasarkan

pekerjaan dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini.

Table 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di


Kelurahan Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas
Sukabumi
NO Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
1 Bekerja 61 22,2
2 Tidak Bekerja 214 77,8
Jumlah 275 100
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa sebagian besar

responden yang tidak bekerja yaitu sebanyak 77,8 % (214 responden) dan

sebagian kecil responden yang bekerja yaitu sebanyak 22,2 % (61

responden).

d. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi

Hasil penelitian gambaran karakteristik responden berdasarkan

aumber informasi dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sumber


Informasi Di Desa Warnasari Wilayah Kerja Puskesmas
Karawang
No Sumber informasi Frekuensi Presentase (%)
1 Kader 60 21,8
2 Media Elektronik 35 12,7
3 Pengalaman Pribadi 18 6,5
4 Pengalaman Oranglain 9 3,3
5 Tenaga Kesehatan 153 55,6
Total 275 100
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa sebagian besar

responden mendapat sumber informasi tentang Gizi Balita dari Tenaga

Kesehatan yaitu sebanyak 55,6% (153 responden) dan sebagian kecil

responden mendapat informasi tentang Gizi Balita dari Pengalaman

Oranglain sebanyak 3,3 % ( 9 responden).

2. Analisa Univariate Variabel

a. Deskripsi Variabel Penelitian Pengetahuan Ibu Balita dengan Status

Gizi Balita di Kelurahan Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas

Sukabumi

Hasil penelitian gambaran Distribusi frekuensi variabel

Pengetahuan Ibu Balita dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Subang

Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi dapat dilihat pada tabel 4.5

berikut ini:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Gambaran Pengetahuan Ibu Balita


dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Subang Jaya
Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi
No Pengetahuan Ibu Balita Frekuensi Presentase (%)
1 Baik 151 54,9
2 Cukup 71 25,8
3 Kurang 53 19,3
Total 275 100
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa sebagian besar

responden memiliki Pengetahuan yang Baik yaitu 151 responden (54,9%)

sedangkan sebagian kecil responden memiliki Pengetahuan yang Kurang

yaitu 53 responden (19,3%).


b. Deskripsi Variabel Sikap Ibu Balita di Kelurahan Subang Jaya

Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi

Analisa yang telah dilakukan terhadap variabel gambaran Sikap

Ibu Balita tentang Gizi seimbang dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini:

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Gambaran Sikap Ibu Balita tentang


Gizi Seimbang di Kelurahan Subang Jaya Wilayah Kerja
Puskesmas Sukabumi
No Sikap Ibu Balita Frekuensi Presentase (%)
1 Positif 220 80,0
2 Negatif 55 20,0
Total 275 100
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa sebagian besar

responden bersikap positif yaitu sebanyak 220 responden (80,0%)

sedangkan sebagian responden bersikap negatif yaitu sebanyak 55

responden (20,0%).

3. Analisa Bivariat

a. Deskripsi Hubungan Pengetahuan Ibu Balita tentang Gizi Seimbang

dengan Status Gizi Balita

Hasil analisa bivariat ini untuk melihat adanya hubungan antara

Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Balita di

Kelurahan Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Kota

Sukabumi. Hubungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini :

Tabel 4.7 Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Ibu Balita tentang


Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Balita di Kelurahan
Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi
Status Gizi Balita
Pengetahuan Total (%)
Ibu balita Present Present Present
Baik Kurang
ase (%) ase (%) Lebih ase (%)
Baik 130 86.1 11 7.3 10 6.6 151 100
Cukup 63 88.7 7 9.9 1 1.4 71 100
Kurang 37 69.8 11 20.8 5 9.4 53 100
Total 230 83.6 29 10.5 16 5.8 275 100

Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa responden yang

memiliki pengetahuan yang baik sebagain besar Status gizi balita baik

yaitu sebanyak 130 responden (86,1%). Responden yang memiliki

pengetahuan yang kurang sebagian besar Status gizi balita baik yaitu

sebanyak 37 responden (69,8%). Sedangkan responden yang memiliki

pengetahuan yang cukup sebagian besar status gizi balita baik yaitu

sebanyak 63 responden (88,7%).

b. Deskripsi Hubungan Sikap Ibu Balita tentang Gizi Seimbang dengan

Status Gizi Balita

Hasil analisa bivariat ini untuk melihat adanya hubungan antara

Sikap Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Balita di Kelurahan

Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi.

Hubungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini :

Tabel 4.8 Tabulasi Silang Hubungan Sikap Ibu Balita tentang Gizi
Seimbang Dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Subang
Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi
Sikap Status Gizi Balita
Ibu Total
Present Present Present (%)
Balita Baik Kurang Lebih
ase (%) ase (%) ase (%)
Negatif 33 60.0 18 32.7 4 7.3 55 100
Positif 197 89.5 11 5.0 12 5.5 220 100
Total 230 83.6 29 10.5 16 5.8 275 100
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa responden yang

memiliki sikap yang positif sebagain besar Status gizi balita baik yaitu

sebanyak 197 responden (89,5%). Responden yang memiliki sikap yang

negatif sebagian besar Status gizi balita baik yaitu sebanyak 33 responden

(60,0%).

c. Analisa Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk menentukan hubungan keluarga

dengan, uji hipotesis menggunakan analisis Chi-Square, hasil analisis Chi-

Square selengkapnya bisa dilihat pada tabel 4.9 berikut ini:

Tabel 4.9 Hasil Uji Analisis Statistik Menggunakan Chi-Square

Variabel Bebas Variabel Tidak Bebas Chi-Square P-Value

Pengetahuan Ibu Status Gizi Balita 12.065 0.017


balita tentang
Gizi seimbang
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat hasil uji statistik dengan

menggunakan Chi-Square diperoleh nilai P = 0.017 berarti < 0,05.

Berdasarkan aturan penolakan hipotesis maka Ho ditolak, ini menyatakan

bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan ibu balita tentang gizi

seimbang dengan status gizi balita


Tabel 4.10 Hasil Uji Analisis Statistik Menggunakan Chi-Square

Variabel Bebas Variabel Tidak Bebas Chi-Square P-Value

Sikap Ibu balita Status Gizi Balita 36.920 0.000


tentang Gizi
seimbang
Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat hasil uji statistik dengan

menggunakan Chi-Square diperoleh nilai P = 0.000 berarti < 0,05.

Berdasarkan aturan penolakan hipotesis maka Ho ditolak, ini menyatakan

bahwa terdapat hubungan antara Sikap ibu balita tentang gizi seimbang

dengan status gizi balita

B. Pembahasan

1. Gambaran Pengetahuan Ibu balita Tentang Gizi seimbang di Kelurahan

Subang Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 275 responden gambaran

pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang dengan Status gizi balita

sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 86.1% (130 responden) dan

sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang yaitu 69.8% (69.8 responden).

Pengetahuan yaitu merupakan hasil tahu dari hasil terjadi setelah

orang mengadakan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan

terhadap objek terjadi melalui panca indra manusia yakni penglihatan,

pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan sendiri. Sampai menghasilkan

pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi

terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan manusia di peroleh melalui mata

dan telinga. (Notoatmodjo, 2012)


Selain pengetahuan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi

pengetahuan yang diantaranya yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, Paritas dan

sumber informasi.

Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4.1 yaitu Distribusi Frekuensi

Usia responden dapat dilihat sebagian besar responden terdapat pada kategori

usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 173 responden (62.9%), sedangkan sebagian

kecil responden terdapat pada kategori usia lebih dari 35 tahun yaitu sebanyak

72 responden (26.2%).

Sebagian besar responden termasuk pada golongan usia reproduktif,

dan pada usia ini kemampuan intelektual individu belum mengalami

penurunan . Menurut Hurlock (2002) yang menyatakan bahwa semakin

tinggi umur seseorang semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya dan ini

diperoleh dari pengalamannya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka

diperoleh bahwa usia memang mempengaruhi pengetahuan seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4.2 yaitu Distribusi Frekuensi

Tingkat Pendidikan responden tentang gizi seimbang balita di Wilayah Kerja

Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi dari 275 responden Sebagian besar

berada pada kelompok tingkat pendidikan SMP sebanyak 95 responden

(34.5%) dan sebagian kecil pada kelompok tingkat pendidikan Perguruan

Tinggi sebanyak 9 responden (3.3%).

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian

dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur

hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan


seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Namun

perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti

mutlak berpengetahuan rendah pula. Pengetahuan seseorang tentang

sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan

negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap

seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek

yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap obyek

tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4.3 yaitu distribusi frekuensi

berdasarkan pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kota

Sukabumi , diperoleh data bahwa sebagian besar responden tidak bekerja

yaitu sebanyak 214 responden (77.8%) dan sebagian kecil responden bekerja

yaitu sebanyak 61 responden (22.2%).

Menurut Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan sehari-hari,

jenis pekerjaan yang dilakukan dapat dikategorikan adalah tidak bekerja,

wiraswata, pegawai negeri, dan pegawai swasta dalam semua bidang

pekerjaan pada umumnya diperlukan adanya hubungan sosial yang

baik dengan baik. Pekerjaan dimiliki peranan penting dalam

menentukan kwalitas manusia, pekerjaan membatasi kesenjangan

antara informasi kesehatan dan praktek yang memotifasi seseorang untuk

memperoleh informasi dan berbuat sesuatu untuk menghindari masalah

kesehatan (Notoatmojo, 2007).


Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 4.4 yaitu distribusi frekuensi

berdasarkan Sumber informasi tentang Gizi seimbang balita di Wilayah Kerja

Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi , diperoleh data bahwa sebagian besar

respondenmendapatkan sumber informasi dari tenaga kesehatan yaitu

sebanyak 153 responden (55.6%) dan sebagian kecil responden mendapatkan

informasi dari pengalaman pribadi yaitu sebanyak 9 responden (3.3%).

Menurut Notoadmodjo tahun (2007) informasi bisa didapatkan dari

berbagai sumber diantaranya yaitu petugas kesehatan, media elektronik, atau

Teman/Sahabat Apabila seseorang mendapatkan banyak sumber informasi

maka tidak menutup kemungkinan bahwa orang tersebut memiliki

pengetahuan yang baik .

Informasi yang didapatkan dari tenaga kesehatan lebih mudah

dipahami oleh responden, karena jika responden belum paham responden bisa

menanyakan secara langsung kepada tenaga kesehatan. Berbeda dengan

informasi yang di dapat dari media elektronik,kader, pengalaman orang lain,

pengalaman pribadi dan lainnya.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Eva

Silviana Rahmawati yang berjudul Hubungan Antara Pengetahuan Ibu

Tentang Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Balita (1-5 tahun) Di Desa

Sumurgeneng Wilayah Kerja Puskesmas Jenu-Tuban, yang menunjukan ada

hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita denga p-value

0,000.
2. Gambaran Sikap Ibu Balita Tentang Gizi Seimbang di Kelurahan

Subang jaya Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 275 responden sebagian

besar responden memiliki sikap postif yaitu sebesar 80.0% (220 responden)

dan sebagian kecil responden memiliki sikap negatif yaitu sebesar 20.0% (55

responden) .

Berdasarkan data tersebut sebagian besar responden memiliki sikap

positif yaitu sebesar 80.0% (220 responden). Beberapa hasil pengukuran

pada sikap antara lain, mendukung (positif), menolak (negatif), dan netral.

Pada hasil penelitian ini didapat sikap mendukung atau positif dari responden

dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner yang hasilnya sebagian besar

responden memiliki sikap baik tentang gizi seimbang. Dan dari distribusi

karakteristik responden sebagian besar pendidikan ibu balita SMP yaitu

sebanyak 34,5% (95 responden). Ini sesuai dengan teori yang di ungkapkan

oleh Azwar (2009) bahwa salah satu yang mempengaruhi sikap adalah

pendidikan.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rela Dwi

Setiawan (2010) yang berjudul Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua

Tentang Gizi Seimbang Dengan Status Gizi Anak Usia Balita di Dusun

Kleben Caturharjo Sleman. Dimana hasil penelitian di dapat kan adanya

hubungan yang signfikan antara sikap dengan status gizi balita dengan p-

value 0,000. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Julita

Nainggolan yang berjudul Hubungan Antar Pengetahuan Dan Sikap Gizi Ibu
Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah

Kelurahan Rajabasa Raya Bandar Lampung. Dimana hasil penelitian ada

hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balitanya

di wilayah kerja puskesmas Rajabasa Indah Kelurahan Rajabasa Raya Bandar

Lampung (p=0,000).

3. Gambaran Status Gizi Balita Dikelurahan Subang Jaya Wilayah kerja

Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi

Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 275 responden sebagian

besar responden memiliki balita berstatus baik yaitu sebesar 83.6% (230

responden) dan sebagian kecil responden memiliki balita berstatus gizi lebih

yaitu sebesar 5.8% (16 responden) .

Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk

variabel tertentu atau perwujudan nutrisi dalam bentuk variabel tertentu

(Supariasa, 2008).

Menurut Sediaoetama (2010) menyatakan bahwa Status gizi adalah

keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi

yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa

status gizi adalah keadaaan tubuh yang merupakan akibat dari keseimbangan

antara zat gizi yang masuk dan penggunaan zat gizi dalam tubuh.

Status gizi balita adalah keadaan kesehatan anak balita yang

ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang

diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara

antropometri (Arshad, 2009).


Batasan pengelompokan yang sering digunakan untuk mengetahui

status gizi balita adalah berat badan menurut umur. Adapun batasan

pengelompokannya yaitu < -3 SD dikategorikan sangat kurus (gizi buruk), -3

SD s/d < -2 SD dikategorikan kurus (gizi kurang), -2 SD s/d +2 SD

dikategorikan normal (gizi baik), dan > +2 SD dikategorikan gemuk (gizi

lebih) (Proverawati, 2009).

Status gizi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor

konsumsi pangan, faktor ekonomi, faktor sosial budaya, penyakit infeksi,

agama, pendidikan, dan pola asuh (Marimbi, 2010)

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi adalah

penyakit infeksi. Berdasarkan penelitian ini, subjek penelitian adalah balita

yang tidak sakit dan balita dalam keadaan sehat pada saat dilakukan

penelitian. Jika kondisi balita selalu sehat dan konsumsi pangan tercukupi

maka status gizi balita akan normal atau baik.

Pada penelitian ini meskipun tidak terdapat gizi sangat kurus (gizi

buruk) pada balita, namun informasi mengenai status gizi sangat kurus (gizi

buruk) dan gizi kurus (gizi kurang) sekiranya dapat disebarluaskan dalam

pelayanan kesehatan. Dengan demikian tenaga kesehatan akan lebih sering

turun ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan langsung kepada

masyarakat, kader posyandu dan ibu tentang masalah gizi sehingga

meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya zat

gizi untuk anak- anak mereka.


4. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu balita tentang Gizi seimbang

dengan Status Gizi seimbang di Wilayah kerja Puskesmas Sukabumi

Hasil dari penelitian menunjukan dengan uji Chi-Square antara

variabel pengetahuan dan variabel status gizi diperoleh nilai P-value 0.017

sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu balita

dengan status gizi balita karena niali P-value < 0.05, maka Ho ditolak.

Berdasarkan tabel 4.7 bahwa responden yang memiliki pengetahuan

yang baik sebagian besar mempunyai balita yang berstatus gizi baik yaitu

sebanyak 130 responden (86.1%).

Hasil dari penelitian menunjukan dengan uji Chi-Square antara

variabel pengetahuan dan variabel status gizi diperoleh nilai P-value 0.000

sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu balita

dengan status gizi balita karena niali P-value < 0.05, maka Ho ditolak.

Berdasarkan tabel 4.7 bahwa responden yang memiliki sikap yang

positif sebagian besar mempunyai balita yang berstatus gizi baik yaitu

sebanyak 197 responden (89.5%).

Pengetahuan dan Sikap adalah beberapa faktor yang mempengaruhi

status gizi balita dalam pemberian asupan gizi untuk memperoleh gizi

seimbang balita yang diberikan oleh ibu balita.