Anda di halaman 1dari 1

Jumlah Tenaga Kerja Asing dari China di Indonesia

Tertinggi Sejak 2012


KURNIA SARI AZIZA
Kompas.com - 17/07/2017, 17:17 WIB

Kepala Subdit Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja Asing Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Yanti Nurhayati Ningsih (Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans)


mencatat jumlah tenaga kerja asing(TKA) asal China yang bekerja di Indonesia pada 2016
tercatat sebanyak 21.271 orang. Kepala Subdit Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja
AsingKemenakertrans Yanti Nurhayati Ningsih menjelaskan, jumlah tenaga kerja asing dari
China tersebut terbanyak dibanding tenaga kerja asing dari negara lain yang bekerja di Indonesia.
Hal itu dikatakan Yanti, kepada wartawan dalam Seminar Kebijakan dan Prosedur Penggunaan
Tenaga Kerja Asing di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).
"Memang (tenaga kerja asing asal China yang bekerja di Indonesia tahun 2016) terbesar.
Sebenarnya mulai dari tahun 2012, (tenaga kerja asing asal) China (yang bekerja di Indonesia)
itu memang peringkat pertama," kata dia. Pada tahun 2016, sebanyak 74.183 tenaga kerja asing
yang bekerja di Indonesia. Rinciannya, sebanyak 21.271 tenaga kerja asing asal China, 12.490
tenaga kerja asing asal Jepang, 8.424 tenaga kerja asing asal Korea Selatan, dan 5.059 tenaga
kerja asing asal India.

Kemudian 4.138 tenaga kerja asing asal Malaysia, 2.812 tenaga kerja asing asal Amerika Serikat,
2.394 tenaga kerja asing asal Thailand. Lalu sebanyak 2.483 tenaga kerja asing asal Australia,
3.428 tenaga kerja asing asal Filipina, 2.252 tenaga kerja asing asal Inggris, 1.748 tenaga kerja
asing asal Singapura, dan 7.684 tenaga kerja asing dari negara-negara lainnya. Yanti
menjelaskan, tenaga kerja asing asal China paling banyak bekerja sebagai profesional di
Indonesia. "Kami membaginya empat ya, ada pembimbing, jabatan manajemen, pengacara, dan
konstruksi untuk PLTU dan smelter," kata Yanti. Selain itu, Yanti menjelaskan dari Januari
hingga Juli 2017, perusahaan yang mengajukan rencana penggunaan tenaga kerja asing
(RPTKA) paling banyak dari sektor konstruksi, pembangunan smelter, dan PLTU.