0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan1 halaman

Surat Perdamaian

Surat perdamaian ini ditandatangani di Desa Sungai Keranji pada 19 Desember 2017 antara Maruli Tambi dan Ariadi untuk menyelesaikan kasus pencurian hasil kebun kelapa sawit. Ariadi mengakui telah mencuri hasil kebun dan meminta maaf, serta bersedia mengembalikan hasil curian tersebut. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanggar kesepakatan ini dan bersedia dituntut sesuai hukum jika melanggar.

Diunggah oleh

nopri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan1 halaman

Surat Perdamaian

Surat perdamaian ini ditandatangani di Desa Sungai Keranji pada 19 Desember 2017 antara Maruli Tambi dan Ariadi untuk menyelesaikan kasus pencurian hasil kebun kelapa sawit. Ariadi mengakui telah mencuri hasil kebun dan meminta maaf, serta bersedia mengembalikan hasil curian tersebut. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanggar kesepakatan ini dan bersedia dituntut sesuai hukum jika melanggar.

Diunggah oleh

nopri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SURAT PERDAMAIAN

Kesepakatan perdamaian ini dibuat dan ditanda tangani di Desa Sungai Keranji Pada Tanggal
19 Desember 2017 Oleh dan Diantara :

1. Nama : MARULI TAMBA, ST


Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 09 Mei 1976
Alamat : Desa Sungai Keranji Kec. Singingi Kab. Kuantan Singingi
No.KTP :
Pekerjaan : Anggota DPRD Kab. Kuantan Singingi
Selanjutnya Disebut "Pihak Pertama"

2. Nama : ARIADI
Tempat/Tanggal Lahir : Pacitan, 12 Mei 1970
Alamat : Desa Sungai Kuning Kec. Singingi Kab. Kuantan Singingi
No.KTP : 1409031205700001
Pekerjaan : Petani
Selanjutnya Disebut "Pihak Kedua"

Pihak pertama dan pihak kedua dengan ini sepakat :

1. Bahwa pihak kedua dengan ini mengakui telah mengambil hasil kebun kelapa sawit tanpa
sepengetahuan dan izin pihak pertama. Perbuatan mana patut diduga merupakan suatu
tindak pidana pencurian.
2. Bahwa atas perbuatannya tersebut butir 1, pihak pertama telah melaporkan kepada
Kepolisian Sektor Singingi ("Polsek") Dengan Laporan Polisi No :
LP/27/V11/2017/SPKT/RIAU/RES.KUANSING/SEK.SINGINGI, Tanggal 27 Juli 2017.
Laporan Polisi No : LP/30/VIII/2017/SPKT/RIAU/RES.KUANSING/SEK.SINGINGI,
Tanggal 24 Agustus 2017.
3. Bahwa pihak kedua dengan ini menyatakan permintaan maafnya kepada pihak pertama
atas pengambilan hasil kebun kelapa sawit tersebut, sebagai mana disebut pada butir 1,
dan pihak kedua juga sepakat untuk mengembalikan hasil kebun kelapa sawit kepadá
pihak pertama secara seketika pada saat ditanda tanganinya kesepakatan perdamaian ini
oleh para pihak.
4. Apabila dikemudian hari kami masing-masing pihak melanggar poin tersebut di atas
maka kami bersedia dituntut sesuai hokum yang berlaku di Negara Republik Indonesia
baik pidana atau perdata

Demikianlah kesepakatan perdamaian ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan
dari pihak manapun.

Anda mungkin juga menyukai