Anda di halaman 1dari 13

KLIPING

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


DAN
BUDI PEKERTI

“SEJARAH NABI MUHAMMAD”

Disusun oleh :

1. Nafa Pinki Eka putri


2. Eka Novia Rahmadhani
3. Siti Nur Hamidah
4. Ayunda Afril Susilowati

KELAS : VII B

SMP NEGERI 1 KEDUNGREJA


Jln. Panisihan No.05, Tambakreja-Kedungreja-Cilacap 53263
2016

i
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah
melimpahkan segenap rahmat, hidayah-Nya sehingga kliping ini dapat tersusun
untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Kliping ini berisi tentang Sejarah nabi Muhammad.

Semoga dengan kliping ini bisa memberikan manfaat bagi kita yang
membacanya. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan kliping ini kami belum
sampai pada kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan untuk menjadi lebih baik.

Akhir kata kami sampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan kliping ini dan apabila dalam penyusunan kliping
ini ada keleliruan / kesalahan dengan segenap kerendahan ini kami mohon maaf
yangsebesar-besarnya.

Kedungreja, November 2016

Penyusun

ii
MOTTO

 Tiada hari tanpa membaca


 Membaca adalah kunci membuka jendela dunia
 Belajar adalah gerbang meraih sukses
 taklukan dunia dengan kecerdasan
 Cerdas dalam berpikir akan tercermin pada akhlak yang mulia
 Lebih banyak belajar, lebih banyak pengetahuan
 Generasi berilmu akan menciptakan bangsa yang cerdas

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
MOTTO .............................................................................................................. iii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iv
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 1
A. Pengertian sejarah dan Nabi ................................................................. 1
B. Dalil pentingnya mempelajari sejarah dari Al-quran dan Hadits ......... 1
C. Sejarah Nabi Muhammad ..................................................................... 2

iv
SEJARAH NABI MUHAMMAD

A. Pengertian Sejarah dan Nabi


Sejarah adalah sebuah asal-usul (keturunan) silsilah atau kejadian dan
peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Sedangkan Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah subhanahu
wata’ala untuk melanjutkan syari’at yang diemban oleh Rasul sebelumnya.

B. Dalil Pentingnya Mempelajari Sejarah dari Al-Qur’an dan Al-Hadits


a. Dalil dari Al-Qur’an

َ‫ير ِب َما ت َ ْع َملُون‬ َّ ‫ت ِلغَ ٍد َواتَّقُوا‬


َّ ‫َّللاَ ِإ َّن‬
ٌ ‫َّللاَ َخ ِب‬ ُ ‫َّللاَ َو ْلت َ ْن‬
ٌ ‫ظ ْر نَ ْف‬
ْ ‫س َما قَدَّ َم‬ َّ ‫َيا أَيُّ َها ا َّلذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
َ‫ْف َكانَ َعاقِبَةُ الَّذِينَ ِم ْن قَ ْب ُل َكانَ أ َ ْكث َ ُر ُه ْم ُم ْش ِركِين‬ َ ‫ظ ُروا َكي‬ ُ ‫ض فَا ْن‬
ِ ‫األر‬
ْ ‫يروا فِي‬ ُ ‫قُ ْل ِس‬

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan


hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Hasyr: 18)

Ayat di atas menunjukkan pentingnya sejarah yang telah lalu untuk ditelaah
kembali sebagai i’tibar, seperti yang dikatakan Umar bin Khattab
Radhiyallahu ‘anhu : Hisablah dirimu sendiri sebelum engkau dihisab.

َ‫ْف َكانَ َعاقِبَةُ الَّذِينَ ِم ْن قَ ْب ُل َكانَ أَ ْكثَ ُر ُه ْم ُم ْش ِركِين‬ ُ ‫ض فَا ْن‬


َ ‫ظ ُروا َكي‬ ِ ‫األر‬ ُ ‫قُ ْل ِس‬
ْ ‫يروا فِي‬

Artinya : Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan


perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu.
Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan
(Allah)". (Ar-Ruum: 42)

Ayat di atas merupakan perintah agar memperhatikan sejarah orang-orang


terdahulu yang kebanyakan ditimpa adzab oleh Allah dikarenakan

1
kemusyrikan mereka. Allah memerintahkan hal tersebut agar manusia mau
mengambil pelajaran darinya dan agar takut kepada Allah.

C. Sejarah Nabi Muhammad


a. Nasab Kelahiran Nabi Muhammad
Nasabnya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib (
namanya Syaibatu al- Hamid) bin Hisyam bin Abdi Manaf ( namanya al-
Mughirah) bin Quraisy ( namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin
Lu’ay bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin
Mu’iddu bin Adnan.

Itulah nasab Rasulullah saw yang telah disepakati. Selebihnya dari yang
telah disebutkan di atas masih diperselisihkan. Tetapi hal yang sudah tidak
diperselisihkan lagi ialah, bahwa Adnan termasuk anak Isma’il bin Ibrahim.
Dan bahwa Allah telah memilihnya ( Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) dari
kabilah yang paling bersih, keturunan yang paling suci dan utama. Tak
sedikitpun dar karat-karat jahiliyah yang menyusup ke dalam nasabnya.

Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Rasulullah saw, beliau


bersabda : “Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Isma’il
dan memilih Quraisy dari Kinanah, kemudian memilih Hasyim dari Quraisy
dan memilihku dari Bani Hasyim.“

b. Masa Kelahiran dan Pertumbuhan Nabi Muhammad


Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin pagi,
9 Rabi’ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April
571 M.

Beliau dilahirkan dari Suku Quraisy, yaitu Suku yang paling terhormat
di Jazirah Arab. Dari suku Quraisy itu, beliau berasal dari Bani Hasyim,
anak Suku yang juga paling terhormat di dalam Suku Quraisy.

Rasulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Ayah beliau meninggal


ketika beliau masih berada di dalam kandungan dalam usia 2 bulan.

2
Setelah melahirkan, Ibu beliau segera membawanya kepada kakeknya
Abdul Muttholib, lalu kakeknya membawanya ke Ka’bah. Dia berdo’a
kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Lalu beliau diberi nama
“Muhammad”, nama yang belum dikenal pada masyarakat Arab Masa itu.
Lalu pada hari ketujuh pasca kelahirannya Muhammad dikhitan.

Setelah itu beliau disusukan kepada Halimah binti Abi Dzu’aib dari
Suku Sa’ad bin Bakr yang kemudian dikenal dengan nama Halimah
Assa’diyyah.

Muhammad disusui oleh Halimah selama 5 tahun di perkampungan Bani


Sa’ad.

Pada usia itu pula, beliau mengalami peristiwa pembelahan dada


(Syaqqus Shadr). Suatu hari ketika beliau tengah bermain bersama teman-
temannya, tiba-tiba Malaikat Jibril menghampiri dan menyergap beliau.
Lalu beliau dibaringkan, kemudian dadanya dibelah , lalu hatinya dimbil
selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata : “Inilah
bagian setan yang ada padamu”.

Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dengan air zam-zam,


setelah itu dikembalikan ke tempat semula.

Sementara itu teman-temannya melaporkan kejadian itu kepada


Halimah seraya berkata : “ Muhammad dibunuh... Muhammad dibunuh”.
Maka mereka bergegas menghampiri tempat Muhammad, mereka
mendapatinya dalam keadaan pucat pasi.

Setelah itu Halimah sangat khawatir dan kemudian mengembalikan


beliau kepada ibunya.

Pada usianya yang ke-6 Muhammad diajak ibunya untuk berziarah ke


makam ayahnya, namun di tengah perjalannya tepat di kampung Abwa’ ibu
beliau meninggal karena sakit. Kemudian setelah meninggalnya Ibu beliau,
Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muththalib. Namun dalam usia

3
beliau yang ke-8, kakeknya meninggal. Sebelum kakeknya wafat, kakeknya
sempat berpesan agar Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Beliau diasuh oleh pamannya hingga dewasa. Dan beliau juga sering diajak
untuk berdagang oleh pamannya, hingga beliaupun mengenal Siti Khadijah.

Kepribadian Muhammad yang mulia menjadikan Khadijah kagum dan


akhirnya Khadijah menginginkan dirinya dinikahi oleh Muhammad. Dan
Khadijah menceritakan keinginannya itu kepada sahabatnya Nafisah binti
Mani’ah dan segera Nafisah menyampaikan keinginan tersebut kepada
Muhammad, memohon agar beliau menikahi Khadijah. Akhirnya
Muhammad setuju, segera diberitahukan paman-pamannya dan akhirnya
pamannya datang kepada paman Khadijah untuk melamarnya untuk
Muhammad.

c. Pengangkatan Muhammad Menjadi Rasul


Ketika usia Muhammad mendekati sekitar 40 tahun, beliau lebih suka
menyendiri dan menjauh dari kesyirikan-kesyirikan yang ada di Mekkah.
Beliau suka menyendiri di Gua Hira’ sekitar 2 mil dari Mekkah.

Pada hari Senin, 21 Ramadhan, tepat saat beliau berusia 40 tahun dalam
hitungan hijriah datanglah Malaikat Jibril. Beliau dipeluk 3 kali, setiap kali
memeluk Muhammad, dia berkata “bacalah”, setiap kali itu pula
Muhammad menjawab : ”aku tidak bisa membaca”.

Saat itu Muhammad sangat takut dan panik.


Setelah itu Jibril membacakan QS. Al-Alaq : 1-5

‫ق ا ْق َرأْ َو َربُّكَ األ ْكرم‬


ٍ َ‫سانَ ِم ْن َعل‬ َ ‫ا ْق َرأْ ِباس ِْم َر ِبِّكَ الَّذِي َخ َل َخلَقَ اإل ْن‬
‫سانَ َما لَ ْم َي ْع َل ْم‬ َ ‫علَّ َم ِب ْالقَلَم‬
َ ‫علَّ َم اإل ْن‬ َ ‫الَّذِي‬

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,


Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan

4
perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.

Kemudian Jibril meninggalkan beliau. Sejak saat itulah Muhammad


diangkat menjadi seorang Nabi.

Lantas Nabi Muhammad pulang ke rumah dalam keadaan gemetar dan


ketakutan. Lalu menceritakan kejadian tersebut kepada Khadijah dan
berkata :”selimuti aku.... selimuti aku”

Pada saat itulah wahyu yang kedua diturunka yakni QS. Al-Muddatsir : 1-7

ْ ‫الرجْ زَ فَا ْه ُج ْر َوال ت َْمنُ ْن ت َ ْستَ ْك ِث ُر َو ِل َر ِبِّكَ فَا‬


‫ص ِبر‬ َ َ‫َيا أ َ ُّي َها ْال ُمدَّ ِث ِّ ُر قُ ْم فَأ َ ْنذ ِْر َو َربَّكَ فَ َك ِب ِّْر َو ِث َيا َبكَ ف‬
ُّ ‫ط ِِّه ْر َو‬

Artinya :” Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah


peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan
perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu
memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan
untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Dengan turunnya ayat ini, jelaslah bahwa Rasulullaah diutus untuk


menyeru kepada kaumnya untuk mengagungkan Rabbnya dengan tunduk
patuh kepada-Nya.

d. Perjuangan Dakwah
1. Dakwah di Mekkah
Pada awal-awal dakwah beliau memulainya dengan dakwah
sirriyah atau sembunyi-sembunyi, dan mad’u beliau yang pertama
adalah keluarga dan sahabat beliau. Usaha dakwah itu membuahkan
hasil, terkumpul sejumlah orang yang menyatakan diri masuk Islam.
Dan kelompok itu biasa sisebut dengan As-sabiiqunal Awwaluun
(Generasi pertama yang menerima Islam).

5
Yang pertama adalah isteri beliau, Khadijah binti Khuwailid lalu
budak beliau Zaid bin Haritsah lalu sepupunya Ali bin Abi Thalib
kemudian sahabat dekatnya Abu Bakar Ash-Siddiq.

Namun lama kelamaan masyarakat mulai mengetahi dakwah


Rasulullah, mulai saat itulah mereka lebih mengawasi gerak-gerik
beliau.

Kemudian turunlah wahyu Allah yakni QS. Asy-Syu’ara : 214

َ ‫َوأ َ ْنذ ِْر َعش‬


َ‫ِيرتَكَ األ ْق َر ِبين‬

Artinya : “dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang


terdekat.”

Sejak saat itulah beliau mengumpulkan kerabat-kerabatnya dari


Bani Hasyim namun tidak ada respon positif dari mereka kecuali dari
pamannya Abu Thalib. Abu Thalib bersedia melindunginya namun
tidak mau meninggalkan agama nenek moyangnya.

Semakin hari permusuhan masyarakat tampak nyata terhadap


Rasulullah. Berbagai hinaan , serta penyiksaan fisik dilakukan kepada
beliau. Hingga akhirnya diputuskanlah untuk hijrah ke Habasyah
(Ethiopia).

Pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, hijrahlah rombongan


pertama dari kalangan para sahabat ke Habasyah. Mereka terdiri dari 12
orang laki-laki dan 4 orang wanita yang dipim[in oleh Utsman bin
‘Affan dan didampingi oleh isterinya Ruqayyah binti Rasulullah.
Kemudian disusul oleh rombongan kedua yakni 83 orang laki-laki dan
19 orang wanita menuju Habasyah. Disana orang-orang muslim
mendapatkan perlindungan dari raja Najasyi.

Namun kafir Quraisy gusar mengetahui bahwa orang-orang muslim


dilindungi oleh raja Najasyi, kemudian mereka mengutus dua pemuda

6
yang cerdas untuk membujuk raja Najasyi agar memulangkan orang-
orang muslim kembali ke kampung halamnnya. Mereka itu adalah
‘Amr bin ‘Ash dan Abdullah bin Rabi’ah (Sebelum masuk islam).
Namun usaha kafirin gagal total berkat kepiawaian dari Ja’far bin Abi
Thalib dan kebijaksanaan raja Najasyi (bi idznillah).

Pada tahun ke-10 kenabian Rasulullah mengalami tahun yang


berat, yakni Abu Thalib meninggal dan yang lebih menyedihkan adalah
bahwa Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir. Kematian Abu
Thalib dilanjutkan dengan wafatnya isterinya Ummul Mukminin
Khadijah binti Khuwailid. Dua orang yang senantiasa melindunginya
kini telah tiada. Rasulullah mencoba hijrah ke Thaif berharap disana
Islam diterima dengan baik, namun ternyata justru sebaliknya disana
ditolak dengan mentah-mentah. Pada tahun yang sama di bulan Syawal,
Rasulullah menikahi Saudah bin Zumah. Awalnya Saudah adalah isteri
dari Sakran bin Amr yang dahulu ikut hijrah ke Habasyah, namun
suaminya meninggal disana.

Pada musim haji tahun ke-11 kenabian, Rasulullah mendakwahkan


Islam kepada rombongan-rombongan haji. Meskipun tidak ada respon
yang signifikan, namun Rasulullah berhasil mendakwahkan Islam
kepada 6 pemuda dari Madinah yang berasal dari suku Khazraj. Mereka
adalah :
1) Asad bin Zurarah
2) Auf bin Al-Harits bin Rifaah, Ibnu ‘Afra
3) Rafi’ bin Malik bin ‘Ajlan
4) Quthbah bin ‘Amir bin Hadidah
5) ‘Uqbah bin ‘Amir bin Naby
6) Jabir bin Abdullah bin Ri’ab

7
Dan itulah Baiat Aqobah yang pertama.
Pada tahun yang sama di bulan Syawal, Rasulullah menikahi
‘Aisyah bi Abu Bakar saat ia berusia 6 tahun, namun baru dicampuri di
Madinah pada bulan Syawal tahun ke-1 Hijriah ketika Aisyah berusia 9
tahun.

Pada musim haji tahun ke-13 kenabian, rombongan orang yang


berhaji dari Madinah yang berjumlah 73 orang laki-laki, dan 2 orang
perempuan melakukan Bai’at Aqobah yang kedua.

2. Dakwah di Madinah
Setelah ba’at Aqobah yang kedua, muslimin hijrah ke Madinah
dengan sembunyi-sembunyi. Hingga selang 2 bulan tidak ada muslimin
yang tersisa kecuali Rasulullah, Abu Bakr as-shiddiq dan Ali bin Abi
Thalib serta muslimin yang ditahan musyrikin.

Rasulullah keluar dari rumahnya pada malam 27 Shafar tahun ke-


14 kenabian, kemudian beliau mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan
mereka lekas pergi menuju Madinah. Mereka berdua berjalan menuju
Gua Tsur dan menetap disana selama 3 malam untuk menghindari
pengejaran kafir Quraisy.

Pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal tahun ke-14 kenabian


atau pada tahun 1 Hijriah, Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam
singgah di Quba’. Disana beliau singgah 4 hari dan membangun masjid
Quba’.

Pada hari Jum’at Rasulullah melanjutkan perjalanannya menuju


Madinah dan sesampainya disana beliau mengganti nama awalnya
(Yatsrib) menjadi Madinatur Rasul dan lebih dikenal dengan nama
Madinah. Disana, beliau disambut dengan suka cita penduduk Madinah.
Mereka berebut untuk menjamu Rasulullah, namun beliau
mengisyaratkan agar unta tunggangan beliau yang memilih tempat

8
untuk disinggahi. Lalu unta tersebut berhenti di dekat rumah Abu Ayub,
maka Rasulullah tinggal disana.

Komposisi penduduk Madinah adalah kaum muslimin, kaum


musyrikin dan kaum Yahudi.

Langkah pertama Rasulullah di Madinah adalah membangun


masjid Nabawi di tempat berhentinya Unta Rasulullah. Langkah
selanjutnya adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Kaum
Anshor.

Perjuangan Islam setelah itu dipenuhi dengan ujian, mulai dari


perang ataupun yang lainnya. Dan ujian terberat bagi kaum muslim saat
itu adalah wafatnya Rasulullah. Beliau wafat pada hari Senin 12 Rabi’ul
Awwal 11 Hijriah, tepat pad a usia 63 tahun lebih 4 hari.