Anda di halaman 1dari 16

KAPITA SELEKTA 2

(MIKROSKOP DAN TEROPONG)

Oleh :

Dera Ratna Kumala (1723071002)


Ni Luh Gede Sri Pratiwi (1723071003)
I Made Wirahadi Kusuma (1723071008)

PRODI PENDIDIKAN IPA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2018
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Mikroskop dan Teropong”

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. A.A Rai Sudiatmika, M.Pd, yang telah memberikan tugas makalah
sehingga penulis dapat mengembangkan kemampuan diri dalam menulis
makalah.

2. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan IPA yang telah


banyak

memberikan masukan untuk penyempurnaan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna seperti apa yang
diharapkan, untuk itu mohon kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.Tidak
lupa penulis mohon maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan yang tidak
disengaja pada tulisan ini.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Singaraja, Februari 2018

Penulis
I. Mikroskop

Bagian-Bagian Mikroskop

Keterangan:

1. Lensa okuler, berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dibentuk oleh


lensa objektif. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran,
biasanya 4×, 10×, 40×, dan 100×.

2. Tubus (tabung okuler), berupa tabug kosong yang dapat dinaik turunkan
untuk mengatur fokus.

3. Revolver, alat yang diputar untuk memilih ukuran lensa objektif yang
digunakan.
4. Lensa objektif, berfungsi untuk menghasilkan bayangan benda yang
sedang diamati. Lensa ini tersedia biasanya 4×, 5×, 10×, 40×, 60×, dan
100×.

5. Makrosekrup (sekrup pengatur tubus kasar), sebagai tombol pengatur


fokus bayangan dengan menaik turunkan tabung mikrokop dengan cepat.

6. Mikrosekrup (sekrup pengatur tubus halus), sebagai tombol pengatur


fokus bayangan dengan menaik turunkan tabung mikrokop dengan jarak
pergeseran yang lebih rapat dibandingkan makrosekrup.

6. Lengan mikroskop, bagian yang dipegang ketika mikroskop akan


dipindahkan.

7. Penjepit objek, menjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika


sedang diamati.

8. Meja objek, tempat meletakkan preparat yang akan diamati.

9. Kondensor, berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam


mikroskop. Kodensor memiliki dua bagian yaitu, susunan lensa untuk
mengumpulkan sinar yang masuk ke dalam mikroskop dandiafragma,
untuk mengatur sinar-sinar tepi masuk ke dalam mikroskop.

10. Cermin, untuk mengarahkan cahaya agar dapat masuk ke lever diafragma
dan kondensor. Biasanya tersedia dua cermin yaitu, cermin datar dan
cermin cekung. Cermin datar berfungsi untuk menangkap cahaya dari satu
arah, contohnya cahaya lampu. Cermin cekung berfungsi untuk
menangkap cahaya dari banyak arah, contohnya cahaya matahari.

11. Sekrup pengatur kondensor, sebagai tombol pengatur fokus cahaya

dengan menaik turunkan kondensor.

12. Sumbu inklinasi, mengatur kemiringan mikroskop.

13. Kaki mikroskop, untuk mengokohkan kedudukan mikroskop.


B. Prinsip Kerja

Mikroskop cahaya sederhana terdiri dari dua lensa cembung. Lensa


cembung yang mempunyai jarak lebih dekat dengan benda atau obyek yang
diamati, dinamakan lensa obyektif. Lensa cembung yang mempunyai jarak lebih
dekat dengan mata pengamat, dinamakan lensa okuler atau lensa mata. Prinsip
kerja mikroskop adalah obyek ditempatkan di ruang dua lensa obyektif sehingga
terbentuk bayangan nyata terbalik dan diperbesar. Lensa obyektif berfungsi
memperbesar bayangan benda dan memperbesar sudut antara mata dengan
bayangan benda. Bayangan yang dihasilkan lensa obyektif harus bersifat nyata
agar dapat dilihat melalui lensa okuler. Seperti ulasan pada topik bayangan lensa
cembung, agar bayangan yang dihasilkan lensa cembung bersifat nyata maka jarak
benda (s) harus lebih besar dari panjang fokus. Demikian juga agar bayangan
lebih besar dari benda maka jarak benda harus berada di dekat titik fokus lensa
obyektif.

Bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif bersifat nyata sehingga


bayangan tersebut dapat dianggap sebagai benda oleh lensa okuler. Fungsi lensa
okuler adalah memperbesar bayangan nyata yang dihasilkan oleh lensa obyektif
menjadi lebih besar. Lensa okuler merupakan lensa cembung karenanya
sebagaimana telah dijelaskan pada topik bayangan lensa cembung, agar bayangan
yang dihasilkan oleh lensa okuler sangat besar dan tegak maka bayangan tersebut
harus bersifat maya. Lensa okuler mempunyai peran seperti lup, sehingga
pengamat dapat melakukan dua jenis pengamatan yaitu dengan mata tak
berakomodasi atau dengan mata berakomodasi maksimum. Pilihan jenis
pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara menggeser jarak benda terhadap
lensa obyektif yang dilakukan dengan tombol soft adjustment (tombol halus yang
digunakan untuk menemukan fokus).
C. Pembentukan Bayangan

1. Mata Berakomodasi Maksimum

Pada mikroskop, lensa okuler sebenarnya berfungsi sebagai lup, sehingga


perbesaran sudut untuk lup berlaku untuk lensa okuler mikroskop. Pada saat
pengamatan dengan mata berakomodasi maksimum, benda terletak di ruang I
lensa okuler, maka bayangan akhir yang dibentuk oleh lensa okuler akan jatuh
dititik dekat mata, sehingga S’ok = −S n

Dari diagram diatas, akan didapatkan bahwa jarak antara lensa objektif dengan
lensa okuler
(sering disebut dengan panjang tabung mikroskop) adalah :

d=S ' ob+ S ok

Dengan S ' ob adalah jarak bayangan objektif dan S ok adalah jarak benda
okuler.

Karena lensa okuler berfungsi seperti lup, maka rumus perbesaran okuler M ok
persis sama dengan perbesaran anguler lup, yaitu:
Sn
Mata berakomodasi maksimum M ok = +1
f ok
2. Mata Tak Berakomodasi

Bayangan yang dibentuk oleh lensa obyektif jatuh tepat di fokus okuler, sehingga
bayangan akhir oleh lensa okuler akan jatuh dititik tak hingga (Sok 1 = ~, Sok =
fok). Panjang tabung mikroskop untuk pengamatan tidak berakomodasi (lihat
gambar dibawah) adalah :

Untuk pengamatan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi, bayangan


objektif harus jatuh di titik okuler, sehingga panjang mikroskop dinyatakan
dengan:
d=S ' ob + f ok

Perbesarannya pada mikroskop untuk pengamatan tanpa akomodasi, pada


perbesaran oleh lensa okulernya menggunakan perbesaran pada lup untuk mata
tidak berakomodasi, yaitu:
Sn
M ok =
f ok
Untuk menghitung pembesaran total mikroskop (M) adalah hasil kali antara
perbesaran objektif dan okuler. Yaitu: M =M ob × M ok

Keterangan:
M =¿ pembesaran total mikroskop
S ' ob=¿ jarak bayangan lensa objektif
S ob=¿ jarak benda lensa objektif
S ' ok =¿ jarak bayangan lensa okuler
S ok =¿ jarak benda lensa okuler
S n = jarak baca normal 25 cm
f ok = fokus lensa okuler
f ob = fokus lensa objekti
d = panjang mikroskop

D. Contoh Soal
Sebuah mikroskop memiliki lensa okuler dengan jarak 2,5 cm, dan jarak lensa
objektif 1,2cm. Jarak antara lensa okuler dengan lensa objektif adalah 23 cm.
Tentukan pembesaran total untuk mata berakomodasi maksimum!

Jawab:

Diketahui:

f ob=1,2 cm

f ok =2,5 cm

d=23 cm

s n=25 cm( jarak baca normal )

S ' ok =−25 cm

Mata berakomodasi (1)

1 1 1
+ =
S ok S ' ok f

1 1 1
+ =
S ok −25 2,5

1 1 1
= +
S ok 2,5 25

1 10+1 11
= =
S ok 25 25

25
S ok =
11
Mencari S ' ob (2)
d=S ' ob+ S ok
25
23=S ' ob +
11
25 253−25
S ' ob=23− =
11 11
228
S ' ob=
11

Mencari S ob (3)
1 1 1
+ =
S ob S ' ob f ob
1 11 1
+ =
S ob 228 1,2
1 1 11 10 11 5 11 190−11 179
= − = − = − = =
S ob 1,2 228 12 228 6 228 228 228
228
S ob=
179

Pembesaran Total (M) (4)


Untuk lensa objektif
−228
−S ' ob 179 −228 179 −179
M ob= = = × =
S ob 228 179 228 11
179

Untuk lensa okuler


Sn
M ok = +1
f ok
25
M ok = +1
2,5
250
M ok = +1
25
M ok =10+1
M ok =11
Pembesaran Total
M =M ob × M ok
−179
M= ×11
11
M =−179 kali

TEROPONG

A. Cara Kerja Teropong

Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-
benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. Secara umum
teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan
disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa okuler.

Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif


membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi
sebagai lup. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan cara
berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa okulernya.
Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah. Panjang
teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okulernya.

B. Jenis-Jenis Teropong
Berdasarkan fungsinya teropong dibagi menjadi:

1. teropong bintang

2. teropong bumi

3. teropong panggung

1. Teropong Bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di
langit (bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang
berfungsi sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar,
sedangkan okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek.
Pengamatan bintang-bintang dilakukan dalam waktu yuang berjam-jam. Agar
mata tidak lelah maka pengamatan dilakukan dengan mata tidak berakomodasi.

Pembentukan bayangan pada teropong bintang

Sifat bayangan yang dihasilkan

a. Maya

b. Terbalik

c. Diperbesar
Pemberasan Teropong Bintang Saat Mata Tidak Berakomodasi :

M = Fob/ Fok

Pemberasan Teropong Bintang Saat Mata Berakomodasi Maksimum :

M = Fob / Sok

Contoh soal :

Sebuah teropong bintang jarak fokusnya obyektifnya 100 cm dan jarak fokus
okulernya 2,0 cm. Diarahkan ke suatu bintang. Berapakah panjang teropong dan
perbesaran yang dilakukan teropong.

Penyelesaian :

Diket : fob = 100 cm

Fok = 2 cm

Ditanya :

a. d=?

b. M=?

Jawab :

a. d = fob + fok

d = 100 + 2

d = 102 cm

f ob 100
M a= = =50 kali
f ok 2

2. Teropong Bumi

Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh


dipermukaan bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih
jelas, lebih dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif
dan salah satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan. Pembentukan bayangan
pada alat ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

Panjang teropong bumi adalah panjang fokus lensa obyektif ditambah 2 kali jarak
fokus lensa pembalik dan panjang fokus lensa okuler. Dengan rumus :

Sifat bayangan :

o Maya

o Tegak

o Diperbesar

Perbesaran Teropong Bumi:

M = Fob/ Fok

Contoh soal :

Sebuah teropong bumi dengan fokus lensa obyektif 100 cm, fokus lensa
okulernya 25 cm dan fokus pembaliknya 1 cm. Tentukan panjang teropong

Penyelesaian

Diket : fob = 100 cm


Fok = 2,5 cm

Fp = 1 cm

Ditanya :

a. d=?

Jawab :

d = fob + 4fp + fok

d = 100 + 4.1 + 2,5

d = 106,5 cm

3. Teropong Panggung

Untuk memperpendek panjang teropong bumi, pembalikkan bayangan


dapat dilakukan oleh lensa cekung sebagai lensa okuler. Susunan semacam ini
dinamakan teropong panggung atau teropong Galilei. Teropong panggung terdiri
dari dua lensa yaitu: lensa obyektif (positif) lensa okuler (negatif).

Gambar Teropong Panggung

Perbesaran mata tidak berakomodasi


Panjang Teropong Galileo