Anda di halaman 1dari 5

PENERAPAN GOOD PUBLIC GOVERNANCE OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)

Latar belakang
UU No 21 Tahun 2011 tentang OJK mengamanatkan implementasi good governance di OJK untuk
memastikan bahwa fungsi pengaturan, pengawasan, penyidikan, dan perlindungan konsumen berjalan
efektif, efisien, dan akuntabel.
OJK wajib memenuhi aspek akuntabilitas pengelolaan keuangan negara sesuai UU No. 17 Tahun 2013
tentang Keuangan Negara, UU No. 1 tahun 2014 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU No. 15 Tahun 2003
tentang Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Negara.

Tujuan
1. Memberi pedoman agar penerapan Good Governance dapat dilakukan dengan baik oleh Dewan
Komisioner dan pegawai OJK.
2. Memformulasikan road map implementasi Good Governance OJK.

House of Good Governance OJK

Prinsip Governance OJK


1. KNKG (GPG): Demokrasi, transparansi, pertanggung jawaban, budaya hokum, kewajaran dan
kewajaran
2. Ojk: transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, independensi, kewajaran dan setaraan
3. OECD: transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, kewajaran
Rancangan Pedoman Good Governance OJK: pendahuluan, profil OJK, kerangkerja tata kelola, organ
tatakelola, kebijakan/penerapan CG, assurance OJK, implementasi pedoman

No Isi Keterangan
I. Pendahuluan
1. Komitmen
2. Latar belakang
3. Tujuan
4. Ruang lingkup
5. Istilah
II. Profil OJK
1. Status UU 21/2011 Pasal 2
2. Tugas & fungsi UU 21/2011 Pasal 5 & 6
3. Visi & misi UU 21/2011 Pasal 2
4. Asas-asas UU 21/2011 Penjelasan
5. Nilai-nilai IPSIV
III. Kerangka Kerja Tata Kelola
Kerangka: organ utama, pendukung, &
1. Kerangka kerja implementasi
infrastruktur
2. Prinsip-prinsip tata kelola Prinsip TARIF
3. Struktur tata kelola Gambar ‘rumah’ governance
IV. Organ Tata Kelola
1. Organ utama
a. Struktur Dewan Komisioner UU 21/2011 Pasal 10
b. Tugas dan wewenang DK UU 21/2011 Pasal 20-21
c. Hak
d. Pengambilan keputusan UU 21/2011 Pasal 24
e. Rapat Dewan Komisioner
f. Pengangkatan dan pemberhentian UU 21/2011 Pasal 11-17
g. Renumerasi
h. Penilaian kinerja
IV. Organ Tata Kelola
2. Organ pendukung
a. Sekretariat UU 21/2011 Pasal 26
b. Dewan Audit UU 21/2011 Pasal 26
c. Komite UU 21/2011 Pasal 26
d. Internal Audit
V. Kebijakan/Penerapan GG
Pengaturan, pengawasan dan pemberian
1.
sanksi SJK
UU 21/2011 Pasal 25; PDK 1/16/2012;
2. Pendelegasian kewenangan
SEDK 1/4/2012
3. Benturan kepentingan UU 21/2011 Pasal 22-23, KPK
UU 21/2011 Pasal 33 kerahasiaan dan
4. Komunikasi dan informasi
keterbukaan informasi
5. Etika Kerja
6. Manajemen SDM PDK 12/2013
7. Pengadaan barang/jasa PDK 24/2013
8. Pengelolaan aset
9. Keuangan dan akuntansi PDK 1/13/2012; SEDK 10/2013
10. Pungutan
11. Rencana kerja dan anggaran UU 21/2011 Pasal 34-36
12. Teknologi informasi : IT Governance UU ITE
V. Kebijakan/Penerapan GG
13. Hubungan dengan stakeholders
a. Pegawai
b. Sektor Jasa Keuangan
c. Pemerintah
d. DPR
e. Bank Indonesia
f. Lembaga Penjamin Simpanan
g. Penyedia barang/jasa
h. Masyarakat UU 21/2011 Pasal 28-31
i. Stakeholders lainnya
j. FKSSK UU 21/2011 Pasal 44-46
14. Tanggungjawab sosial
15. Keselamatan & kesehatan kerja
16. Whistleblowing PDK 33
Acuan SE BI 13/28.DPNP/2011; Sikencur
17. Startegi anti fraud : LHKPN, gratifikasi
BPK; KPK
18. Pengendalian internal
VI. Assurance OJK
Konsep Assurance:
1. Three lines of defense
Struktur Assurance
2. Manajemen risiko PDK 2/06/2013; SEDK 2/06/2013
3. Pengendalian kualitas PDK 3/06/2013; SEDK 3/06/2013
4. Audit internal PDK 1/06/2013; SEDK 1/06/2013
External audit
Proses Assurance : planning, execution,
reporting & monitoring
VII. Implementasi Pedoman
1. Sosialisasi
2. Implementasi
3. Monitoring & evaluasi

Terminologi Prinsip Good Governance OJK


Struktur Organisasi OJK