Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.

”S” T/H UMUR 19


TAHUN GII P00100 UK 33 MINGGU T/H DENGAN ANEMIA SEDANG

DI BPM SALSA S.ST

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Kegawatdaruratan Kebidanan

NURI NOPITA SARI


NIM : 13613433

PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK (D.IV)


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
TAHUN 2014

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan Ridho- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Kegawatdaruratan Kebidanan dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif pada
Ny. “S” T/H umur 19 tahun GII P00100 dengan anemia sedang di BPM Salsa S.ST

Tugas ini disusun untuk memenuhi kebutuhan sebagai mahasiswa agar dapat
menambah pengetahuan. Dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
yang relevan, yang nantinya dapat bermanfaat bagi semua untuk mengatasi kesulitan
dalam menyelesaikan tugas mata kuliah ini.
Dalam penyelesaian makalah ini tentunya banyak melibatkan berbagai pihak.
Untuk itu ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu terselesaikan makalah ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada ibu Endang Wartini, S.ST, S.Pd.,M. M.Kes ,
selaku Dosen pengampu mata kuliah Kegawatdaruratan Kebidanan.
Penulis menyadari bahwa dalam tugas ini masih jauh dari sempurna
dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang ada dalam diri penulis,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat
membangun.

Kediri, Maret 2014

Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................................................................................. i
Kata Pengantar.................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang...................................................................................... 1
Tujuan................................................................................................... 2
Metode Pengumpulan Data................................................................... 2
Sistematika Penulisan .......................................................................... 3
Bab II Tinjauan Pustaka
Konsep Kehamilan................................................................................ 4
Konsep Anemia..................................................................................... 6
Bab III Tinjauan Kasus
Pengkajian............................................................................................. 13
Identifikasi Masalah.............................................................................. 18
Perencanaan.......................................................................................... 19
Kebutuhan Segera................................................................................. 20
Intervensi.............................................................................................. 20
Implementasi......................................................................................... 21
Evaluasi ................................................................................................ 23
Bab IV Pembahasan.......................................................................................... 24
Bab V Penutup
Kesimpulan........................................................................................... 37
Saran..................................................................................................... 38
Daftar Pustaka

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

3
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai
sejak konsepsi dan terakhir sampai permulaan persalinan (Prof. Dr. Ida Bagus
Manuaba).
Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami bagi seorang wanita,
yang pada saat itu terjadi perubahan fisik maupun psikologis dari ibu serta
perubahan sosial di dalam keluarga pada umumnya. Tidak semua kehamilan
berkembang dengan normal dan menghasilkan bayi yang sehat cukup bulan
melalui jalan lahir yang normal,namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang
diharapkan, dimana bisa terjadi kemungkinan timbulnya resiko dan tanda-tanda
yang bisa menyebabkan bahaya bagi kehamilan dan menyebabkan kematian ibu
dan bayi yang akan dilahirkan.
Pembangunan di bidang kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kualitas
SDM serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Peningkatan kualitas
hidup ini perlu dimulai dari dini, yaitu Sejak dalam masa kehamilan oleh karena
itu, kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi potensi dari penerus keturunan
dikemudian hari.
Angka kematian ibu (AKI) di indonesia masih sangat tinggi +
421/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB + 50/10000 kelahiran hidup.
(SKRT RI 1997).
Setelah memperhatikan AKI dan AKB tersebut diatas, maka pelayanan
asuhan antenatal merupakan cara awal yang sangat penting untuk memonitor dan
mendukung kesehatan ibu hamil, memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang
janin, mengetahui secara dini apabila ada tanda-tanda yang membahayakan
kehamilannya (bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan kelak), sehingga dengan
ini, seorang ibu dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik
dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat.
Oleh karena itu, salah satu sasaran yang ditetapkan pemerintah tahun
2010 kelak adalah menurunkan AKI menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.
Sedangkan AKB menjadi 16/1000 kelahiran hidup. (SKRT RI 1997).

4
1.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa kebidanan mampu melakukan asuhan kebidanan
pada ibu hamil dengan pendekatan secara komprehensif.

b. Tujuan Khusus
Diharapkan mahasiswa kebidanan mampu :
a) Melakukan pengkajian pada ANC patologis
b) Melakukan identifikasi masalah diagnosa
c) Menentukan antisipasi masalah potensial
d) Menentukan identifikasi kebutuhan segera
e) Menentukan rencana asuhan
f) Melaksanakan intervensi dan implementasi
g) Melakukan evaluasi

1.3 Metode Pengumpulan Data


Tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya adalah
1.3.1 Wawancara
Pengumpulan data dengan Tanya jawab langsung antara petugas dengan
keluarga pasien dan tenaga kesehatan lain untuk mendapatkan data
subyektif.
1.3.2 Observasi
Pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung terhadap perubahan
dan perkembangan yang terjadi pada klien.
1.3.3 Dokumentasi
Pengambilan data diambil dari rekam medis klien.
1.3.4 Studi pustaka

5
Cara pengumpulan data menggunakan literature dari buku-buku atau sumber
lain untuk mendapatkan dasar-dasr ilmiah yang berhubungan dengan studi
kasus penelitian ini.
1.3.5 Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik meliputi inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi untuk
mendapatkan data objektif.
1.3.6 Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu penegakkan diagnose seperti
pemeriksaan LAB/USG/RO

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN


Bab 1 pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan, teknik pengumpulan
data, teknik penulisan
Bab 2 Tinjauan pustaka, terdiri dari anemia, kehamilan dan tinjauan
pengawasan antenatal care
Bab III Tinjauan Kasus
Terdiri dari Data dasar, Interpretasi data, diagnosa/masalah
potensial, kebutuhan segera, intervensi, implementasi, evaluasi.
BAB IV
Pembahasan
BAB V
Kesimpulan dan Saran
Daftar pustaka

BAB 2
PEMBAHASAN

6
2.1 Konsep Kehamilan
2.1.1 Definisi
Kehamilan adalah suatu fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan
ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat
fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam
waktu 40 minggu atau 9 bulan menurut kalender Internasional
(Prawirohardjo, 2009 ).
Kehamilan adalah peristiwa dimana terjadi pertemuan antara sel telur
(ovum) dengan sel sperma (Manuaba,2003).
Kehamilan terbagi menjadi 3 trimester yaitu: Kehamilan trimester pertama
(antara 0- 12 minggu), Kehamilan trimester kedua (antara 13- 27 minggu),
dan Kehamilan trimester ketiga (antara 28- 40 minggu) (Prawirohardjo, 2009
hal: 213).

2.1.2 Tanda- tanda Kehamilan


Tanda-tanda kehamilan terbagi 2 yaitu tanda yang tidak pasti dan tanda pasti
hamil yaitu :
1. Tanda kemungkinan hamil/ tanda tidakpasti
a. Amenorrhea
Amenorrhea adalah mengalami terlambat haid
b. Morning sickness
Mual muntah yang terjadi dipagi hari.
c. Mastodinia
Rasa kencang dan sakit pada payudara yang disebabklan payudara
membesar.
d. Quickening
Persepsi gerakan janin pertama, biasanya disadari oleh wanita pada
kehamilan 18-20 minggu.
e. Keluhan kencing
Frekuensi kencing bertambah dan sering kencing malam, disebabkan
desakan uterus yang membesar dan tarikan oleh uterus ke cranial
f. Konstipasi
Terjadi karena efek relaksasi progesterone atau dapat juga karena
perubahan pola makan.
g. Perubahan berat badan

7
Pada kehamilan 2-3 bulan sering terjadi perununan berat badan
karena nafsu makan menurun dan muntah-muntah
h. Perubahan temperatur basal
Kenaikan temperatur basal lebih dari 3 minggu biasanya merupakan
tanda telah terjadinya kehamilan.
i. Perubahan warna kulit
Perubahan ini antara lain chloasma yakni warna kulit yang kehitaman
pada dahi, punggung, hidung, dan kulit daerah tulang pipi, terutama
pada wanita dengan warna kulit tua. Biasanya terjadi setelah
kehamilan 16 minggu.
j. Perubahan payudara
Akibat stimulasi prolaktin dan HPL, payudara mensekresi kolostrum,
biasanya setelah kehamilan dari 16 minggu.
k. Tanda Piskacek’s
Terjadinya pertumbuhan yang asimetris pada bagian uterus yang
dekat dengan implantasi placenta.
l. Tanda Goodell’s
Dapat diketahui melalui pemeriksaan bimanual. Serviks terasa lebih
lunak.
m. Tanda Chadwid
Dinding vagina mengalami kongesti warna kebiru-biruan
n. Tanda Mc Donald
Fundus uteri dan serviks bisa dengan mudah difleksikan satu sama
lain dan tergantung pada lunak atau tidaknya jaringan isthmus.
o. Tanda Hegar
Perlunakan pada daerah isthmus uteri, sehingga daerah tersebut pada
penekanan mempunyai kesan lebih tipis dan uterus difleksikan.
p. Pemeriksaan Tes Biologis
Pada pemeriksaan ini hasilnya positif, dimana kemungkinan positif
palsu.

2. Tanda pasti hamil


a. Denyut jantung janin
Dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-18.
b. Palpasi
Gerakan janin dapat dirasakan dengan jelas setelah minggu ke 24.
c. Ultrasonografi (USG)

8
Alat ini sangat penting dalam diagnosis kehamilan karena gelombang
suara sampai saat ini dinyatakan tidak berbahaya. Pada minggu ke-6
sudah dapat menentukan adanya kehamilan kembar 2 GS
(gestasional sac).
d. Rontsenografi
Gambaran tulang-tulang janin tampak setelah minggu ke-12 sampai
minggu ke-14. Pemeriksaan ini hanya boleh dilakukan bila terdapat
keraguan dalam diagnosis kehamilan dan atas indikasi yang
mendesak, sebab janin sangat peka terhadap sinar X (Pantiawati,
2010 hal: 77-78).

2.2 KONSEP ANEMIA


2.2.1 Definisi
Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun, atau menurunnya
haemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-
organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. (varney H, 2006)

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb di bawah 11 Gr %


pada TM I dan III atau kadar < 10,5 gr % pada TM II. Nilai batas tesebut dan
perbedaanya dengan kondisi wanita tidak hamil terjadi karena hemodilasi,
terutama pada TM II
(Sarwono Prawirohardjo, 2001:281)
Perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan sering menyulitkan diagnosa
dan penatalaksanaan penyakit-penyakit kelainan darah. Penurunan kadar Hb pada
wanita sehat yang hamil disebabkan ekspansi volume plasma yang lebih. Besar
dari pada peningkatan volume sel darah merah dan hemoglobin. Hal ini terutama
terjadi pada TM II. Pada akhir kehamilan, ekspansi plasma menurun, sementara
hemoglobin terus meningkat
2.2.2 Patofisiologi Anemia

9
Anemia lebih sering ditemukan dalam kehamilan karena keperluan akan zat-zat
makanan makin bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah
dan sumsum tulang. Volume darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang
lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel-sel
darah kurang dibandingkan dengan plasma, sehingga terjadi pengenceran darah
(hemodilusi). Pertambahan tersebut berbanding sebagai berikut: plasma 30%, sel
darah 18%, dan hemoglobin 19%. Hemodilusi dianggap sebagai penyesuaian diri
secara fisiologi dalam kehamilan dan bermanfaat bagi ibu yaitu dapat
meringankan beban kerja jantung yang harus bekerja lebih berat dalam masa
hamil, yang disebabkan oleh peningkatan cardiac output akibat hipervolemia.
Kerja jantung lebih ringan apabila viskositas darah rendah. Resistensi perifer
berkurang pula, sehingga tekanan darah tidak naik. Kedua, pada perdarahan
waktu persalinan, banyaknya unsur besi yang hilang lebih sedikit dibandingkan
dengan apabila darah itu tetap kental. Bertambahnya darah dalam kehamilan
sudah mulai sejak kehamilan umur 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam
kehamilan antara 32 dan 36 minggu. (Wiknjosastro H, 2006, hal.448).

2.2.3 Etiologi
Penyakit yang menyebabkan anemia dalam kehamilan:
 Yang di dapat : anemia defisiensi besi, anemia akibat pendarahan, anemia
akibat radang atau keganasan, anemia megaloblastik, anemia hemolitik,
anemia aplastik atau hipoplastik.
 Yang diturunkan/ herediter: talasemia, dll.
Penyebab yang paling sering ditemukan adalah anemia akibat defisiensi
besi dan akibat pendarahan.

2.2.4 Tanda dan Gejala Anemia

10
Gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan anemia adalah lemas,
pusing, cepat lelah, mudah mengantuk, konsentrasi menurun, pandangan
berkunang-kunang terutama bila bangkit dari duduk, tampak pucat. Kepucatan
dapat dilihat pada konjungtiva (http://www.sinarharapan.com, akses 19 April
2010).

2.2.5 Pengaruh Anemia terhadap Kehamilan


a. Bahaya selama kehamilan
1) Tumbuh kembang janin terlambat dengan berbagai manifestasi kliniknya.
2) Menimbulkan hiperemesis gravidarum dan gestosis.
3) Menimbulkan plasenta previa.
4) Dapat menimbulkan solusio plasenta.
b. Bahaya terhadap persalinan
1) Persalinan berlangsung lama.
2) Sering terjadi fetal distress.
3) Persalinan dengan tindakan operasi.
4) Terjadi emboli air ketuban.
c. Bahaya selama post partum
1) Terjadi perdarahan post partum.
2) Mudah terjadi infeksi puerperium.
3) Dapat terjadi retensio plasenta atau plasenta rest.
4) Subinfolusi uteri.
5) Bayi lahir dengan anemia. (Manuaba I.B.G,2000, hal.30-32)
d. Bahaya terhadap janin
1) Abortus.
2) Terjadi kematian intra uterin.
3) Persalinan prematuritas tinggi.
4) Berat badan lahir rendah.
5) Kelahiran dengan anemia.

11
6) Dapat terjadi cacat bawaan.
7) Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal.
8) Intelegensia rendah. ( Manuaba I.B.G, 2000, hal.31-32 )

2.2.6 Komplikasi
Abortus, partus prematurus, partus lama karena inversia uteri, pendarahan
pasca persalinan karena atonia uteri, syok, infeksi intra partum maupun pasca
persalinan, payah jantung pada anemia yang sangat berat, hingga kematian bagi
ibu, janin yang dikandungnya dapat mengalami kematian, prematuritas, cacat
bawaan, hingga kekurangan cadangan besi.
2.2.7 Macam-Macam Anemia Dalam Kehamilan
a. Anemia Defisiensi Besi
Anemia dalam kehamilan yang sering dijumpai adalah anemia kekurangan
zat besi. Hal ini disebabkan karena kurangnya zat besi dalam makanan,
karena gangguan resorbsi, atau karena terlampau banyaknya zat besi yang
keluar dari badan, misalnya pada perdarahan.
b. Anemia Megaloblastik
Anemia ini disebabkan karena defisiensi asam folik, malnutrisi dan infeksi
yang kronik.
c. Anemia Hipoplastik
Anemia ini disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-
sel darah baru.
d. Anemia Hemolitik
Anemia ini disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung
lebih cepat dari pembuatannya. Wanita dengan anemia hemolitik sukar
menjadi hamil, apabila ia hamil, maka anemia biasanya menjadi lebih berat.
Sebaliknya mungkin pula bahwa kehamilan menyebabkan krisis hemolitik

12
pada wanita yang sebelumnya tidak menderita anemia.(Wiknjosastro H,
2006, hal.451-458)
2.2.8 Anemia akibat perdarahan
 Biasanya lebih jelas ditemukan pada masa nifas, dapat disebabkan
plasenta prefia/solusio placenta/anemia sebelum melahirkan
 Pada awal kehamilan, sering disebabkan aborsi, kehamilan ektopik,
dan molahidatidosa.
 Perdarahan masih harus segera ditangani untuk mengembalikan dan
mempertahankan perfusi organ vital. Setelah hipovolemia teratasi
dan hemostasis tercapai, lakukan terapi pemberian Fe.
 Pada wanita dengan anemi sedang yang Hb-nya > 7 g/dl, tidak
demam dan stabil tanpa resiko perdarahan berikutnya, terapi Fe
selama 3 bulan lebih baik dari pada tranfusi darah.

2.2.9 Klasifikasi anemia :


1) Menurut Depkes
a. Normal > 10,5 gr%.
b. Anemia Ringan 9 – 10,4 gr%.
c. Anemia Sedang 7,6 – 8,9 gr%.
d. Anemia Berat < 7,5 gr%.
2) Menurut WHO yang dikutip dalam buku Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, 2000, hal.30
yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode Sahli yaitu :
1. Hb 11 gr% tidak anemia.
2. Hb 9 – 10 gr% anemia ringan
3. Hb 7 – 8 gr% anemia sedang.
4. Hb < 7 gr% anemia berat.
2.2.10 Diagnosis Anemia pada Kehamilan
a. Anamnese

13
Dengan anamnese akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing,
mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih berat pada hamil
muda. (Manuaba I.B.G, hal.30).

b. Pemeriksaan Fisik
Keluhan lemah, kulit pucat, sementara tensi masih dalam batas normal,
pucat pada membran mukosa, dan konjungtiva oleh karena kurangnya sel
darah merah pada pembuluh darah kapiler serta pucat pada kuku dan jari
tangan (Saifuddin A.B, 2006, hal.282).

c. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan dan pengawasan Hb untuk menentukan derajat anemia dapat
dilakukan dengan menggunakan alat sahli. Pemeriksaan darah dilakukan
minimal dua kali selama kehamilan terutama pada trimester satu dan
trimester tiga.(Manuaba I.B.G, 1998, hal.30).

2.2.11 Pencegahan dan Penanganan Anemia


a. Pencegahan Anemia Menurut Para Ahli
Untuk mencegah terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan
pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data dasar
kesehatan ibu tersebut, dalam pemeriksaan kesehatan disertai
pemeriksaan laboratorium termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui
adanya infeksi parasit.
Untuk daerah dengan frekuensi anemia kehamilan yang tinggi sebaiknya
setiap wanita hamil diberi sulfas ferrosus atau glukonat ferrosus 1 tablet
sehari.Selain itu, wanita dinasihatkan pula untuk mengkonsumsi lebih
banyak protein, mineral dan vitamin. Makanan yang kaya zat besi antara
lain kuning telur, ikan segar dan kering, hati, dagiung, kacang-kacangan
dan sayuran hijau. Makanan yang kaya akan asam folat yaitu daun
singkon, bayam, sawi ijo, sedangkan makanan yang mengandung

14
vitamin C adalah jeruk, tomat, mangga, pepaya dan lain-lain.
(Wiknjosastro H, 2006,).

b. Penanganan Anemia
1) Anemia Ringan
Dengan kadar Hemoglobin 9-10 gr% masih dianggap ringan
sehingga hanya perlu diberikan kombinasi 60 mg/ hari besi dan 400
mg asam folat peroral sekali sehari. (Arisman, 2004, hal.150-151).

2) Anemia Sedang
Pengobatannya dengan kombinasi 120 mg zat besi dan 500 mg
asam folat peroral sekali sehari. (Arisman, 2004, 150).

3) Anemia Berat

Pemberian preparat parenteral yaitu dengan fero dextrin sebanyak


1000 mg (20 ml) intravena atau 2x10 ml intramuskuler. Transfuse
darah kehamilan lanjut dapat diberikan walaupun sangat jarang
diberikan mengingat resiko transfusi bagi ibu dan janin. (Sarwono
Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan hal 125)

15
BAB III
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA
Tanggal : 08 juni 2014 Jam 08.00 WIB
Tempat pengkajian : BPM Ny. Salsa S.ST
A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama : Ny. “S” Nama suami : Tn. “S”
Umur : 19 tahun Umur : 28 Tahun
Bangsa/suku : WNI / jawa Bangsa/suku : WNI / jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Selomangkleng No. 2 Kota Kediri
Telp : 081-232715030

b Alasan Kunjungan saat ini/keluhan utama


Ibu mengatakan kepalanya kadang-kadang terasa pusing

16
c Riwayat Kesehatan
1) Riwayat penyakit yang pernah atau sedang di derita.
Ibu mengatakan tidak memiliki penyakit menular seperti TBC dan
campak. Penyakit menurun seperti DM dan HT ataupun menahun
seperti asma, HT selama kehamilannya ibu tidak pernah menderita
sakit dan dirawat di Rumah Sakit dalam waktu yang lama (tetapi
mempunyai penyakit jantung).
2) Riwayat penyakit keluarga.
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak memiliki penyakit
menular seperti TBC dan campak, penyakit menurun seperti DM
dan HT ataupun penyakit menahun seperti asma, HT, dan jantung
dan juga tidak ada keturunan kembar.

3) Riwayat kesehatan
Pada saat ini ibu tidak menderita suatu penyakit tertentu.

d Riwayat Menstruasi
Siklus menstruasi : 30 hari Menarche : 12 tahun
Lama : 5-6 hari HPHT : 20-10-2013
Warna : merah segar TP : 27-07-20014
Bau : anyir

e riwayat kehamilan, persalian dan nifas yang lalu

Hamil Persalinan Anak Nifas


Anak KB
Peny
ke Usia Jenis Pnolng Tmpt Pnyult BBL Seks Hidup Umur ASI Jns
ulit
1 spt Bidan RSBR - - LK* mati 1 hari - - -

7 bln
2

17
f Riwayat Kehamilan sekarang
Ibu mengatakan ini kehamilan pertama, ibu tidak pernah keguguran., ibu
sudah periksa hamil ke BPS Endang Mawarsih sebanyak 6x, mendapat
imunisasi TT lengkap. Setiap periksa mendapat tablet tambah darah dan
multivitamin.
Trimester 1 : Ibu mengatakan pada awal kehamilannya ibu sering
mual dan nafsu makan ibu berkurang
Trimester 2 : Ibu sudah mulai merasakan pergerakan sejak usia
kandungan 4 bulan dan gerakan yang paling banyak
adalah dibagian bawah.
Trimester 3 : Ibu mengatakan tidak ada keluhan

g Pola kehidupan sehari-hari


1) Pola nutrisi dan cairan
Ibu mengatakan baik sebelum ataupun saat hamil makan teratur 3x
sehari dengan nasi, lauk pauk , sayur, minum air putih ± 8-9
gelas/hari.
2) Pola eliminasi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan BAK ± 4-5 x/hari, BAB ± 1
x/hari kadang-kadang 2 x/hari.
Saat hamil : Ibu mengatakan BAK lebih sering ± 5-6
x/hari, BAB kadang- -kadang 2 x/hari.
3) Pola aktivitas
Sebelum hamil : Ibu mengatakan bekerja dan tetap
melakukan aktivitas rumah tangga seperti
nyapu, masak, nyuci dan jarang olahraga.
Saat hamil : Ibu mengatakan tetap melakukan aktivitas
rumah tangga biasa, dan sering jalan-jalan
pagi.

18
4) Pola istirahat/ tidur
Sebelum hamil : Ibu mengatakan tidur malam ± 6-7 jam,
tidur siang ± 1 jam.
Saat hamil : Ibu mengatakan saat hamil ini susah tidur
karena kurang nyaman, dan tidak tidur siang.
5) Pola seksual/ reproduksi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan melakukan hubungan
seksual ± 3-4 x/minggu.
Saat hamil : Ibu mengatakan tidak pernah melakukan
hubungan seksual selama trimester tiga
karena terasa nyeri.
6) Pola spiritual dan kepercayaan
Ibu mengatakan sebelum ataupun saat hamil tetap mengerjakan
shalat 5 waktu dan berdoa sesuai dengan agamanya.
7) Pola hubungan peran/ sosial
Ibu mengatakan sebelum ataupun saat hamil hubungan dengan
suami, keluarga, tetangga dan teman-teman tetap harmonis.
8) Pola sosial dan budaya
Selama hamil tidak ada pantangan makan atau minum tertentu
dan tidak pernah minum jamu-jamuan.

B. Data Obyektif
a Pemeriksaan Umum
1) KU : Baik
2) Kesadaran : Composmentis
3) Tanda-tanda vital
Tensi : 110/70 mmHg
Suhu : 36,2 0C
Nadi : 84 x/menit

19
RR : 20 x/menit
Lila : 24,8 cm
TB/BB : 157,5 cm/ 62 kg

b Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Kepala : tidak ada benjolan, kulit kepala bersih dan tidak
rontok.
Muka : tidak anemis,tidak oedema, tidak ada cloasma
gravidarum.
Mata :simetris, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterus,
palpebra tidak oedema.
Hidung : simetris, tidak ada pernapasan cuping hidung,
tidak ada polip, tidak ada sekret.
Mulut dan gigi : simetris, mukosa mulut lembab, tidak ada
stomatitis, tidak ada caries gigi, jumlah gigi
lengkap, tidak terdapat gigi palsu.
Telinga : simetris, tidak ada sekret
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada
pembesaran vena jugularis.
Dada : tidak ada retraksi intercostae.
Payudara : simetris, bersih, membesar,puting susu
menonjol, hiperpigmentasi pada areola
mamae, tidak keluar colostrum.
Perut : besarnya perut sesuai dengan usia kehamilan,
melebar, terdapat strie livide, terdapat linea
nigra, tidak ada bekas operasi.

20
Genitalia : tidak oedema, tidak ada varices, tidak ada
tumor, tidak ada condiloma, tidak ada
bartholinitis.
Anus : bersih, tidak ada haemorhoid.
Ekstremitas atas : simetris, tidak oedema, tidak ada
varices.
Ekstremitas bawah : simetris, tidak ada oedema, tidak ada
varices.

Palpasi
Leopold I : ½ pst - px (28 cm)
pada bagian fundus teraba bagian keras
bundar dan melenting (kepala).
Leopold II : teraba tahanan seperti papan, keras,
memanjang pada sisi kiri perut ibu (punggung),
sebelah kanan teraba bagian kecil janin
(estremitas)
Leopold III : teraba lunak, lebar dan tidak dapat melenting
pada bagian bawah rahim (bokong)
Leopold IV : bagian bawah anak belum masuk pintu atas
panggul

Auskultasi
DJJ: (+) baik, frekuensi (11-12-11) x 4 = 136 x/menit

Perkusi
Reflek patella +/+

c. Pemeriksaan penunjang

21
Darah : Hb 10,2 gr% (tanggal 24-12-2013)
Hb 8 gr% (tanggal 08-04-2014)
Urine : Albumin : Tidak dilakukan
Reduksi : Tidak dilakukan
d. pemeriksaan khusus
a. ukuran panggul luar
distansia spinarum : 26 cm
distansia cristarum : 29 cm
boudeloque : 20 cm
lingkar panggul : 90 cm
b. terapi yang didapat (selama hamil)
Fe
Kalsium
Vit.C

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL


Tanggal 08 juni 2014 Jam
08.10 WIB
Diagnosa : Ny. “S” GII P00100, UK 33 Minggu Janin hidup, Tunggal,
Puka, Intra uterine dengan Anemi Sedang
DS : - Ibu mengatakan Ini merupakan kehamilan yang kedua.
- Ibu mengatakan lebih banyak merasakan pergerakan anak
pada perut bagian bawah.
- Ibu mengatakan sering lelah
DO : Hasil pemeriksaan
K/U ibu : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV :
Tensi : 110/70 mmHg

22
Suhu : 36,2 0C
Nadi : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
Lila : 24,8 cm
TB/BB : 157,5 cm/ 62 kg
Palpasi :
Leopold I : ½ pst - px (28 cm)
pada bagian fundus teraba bagian
keras bundar dan melenting (kepala).
Leopold II : teraba tahanan seperti papan, keras,
memanjang pada sisi kiri perut ibu
(punggung), sebelah kanan teraba
bagian kecil janin (estremitas)
Leopold III : teraba lunak, lebar dan tidak dapat
melenting pada bagian bawah rahim
(bokong)
Leopold IV : bagian bawah anak belum masuk
pintu atas panggul
Auskultasi
DJJ: (+) baik, frekuensi (11-12-11) x 4 = 136 x/menit
Perkusi
Reflek patella +/+
Ukuran panggul luar
distansia spinarum : 26 cm
distansia cristarum : 29 cm
boudeloque : 20 cm
lingkar panggul : 90 cm

III. ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

23
- Perdarahan pada saat persalinan dan post partum
- Potensial terjadinya anemia berat

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


- konsumsi sayur-sayuran hijau tua
- Berikan tablet Fe
- Berikan KIE pada ibu tentang nutrisi seimbang
- Berikan support pada ibu
- Kolaborasi dengan dokter

V. INTERVENSI
Tanggal 08 juni 2014, Jam 08.20 WIB
Diagnosa : Ny. “S” GII P00100, UK 33 Minggu dengan Anemi Sedang
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu mengerti
tentang kondisi ibu dan janin, ibu tidak cepat lelah, anemia
teratasi, Hb dalam batas normal, dan BB dalam batas normal
Kriteria hasil:
- KU ibu dan janin baik
- Kesadaran komposmentis
- TTV :
TD : 110/70 mmhg
N : 84 x/mnt
S : 36,20C
R : 20 x/mnt
- KU janin baik DJJ normal yaitu 120-160
- Ibu dapat mengerti dan dapat menjelaskan kembali serta
melaksanakannya di rumah
- Ibu dapat melakukan aktifitas dengan normal
- HB dalam batas normal wanita hamil 10,5 – 11 gr%

24
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan kepada ibu dengan komunikasi therapeutik.
Rasio: Meningkatkan rasa percaya sehingga ibu menjadi lebih
kooperatif dengan petugas.
2. Lakukan pemeriksaan TTV dan pemeriksaan kehamilan
Rasio: Untuk mengetahui tingkat kesehatan ibu dan untuk mengetahui
kondisi ibu dan keadaan janin.
3. Jelaskan pada ibu tujuan dan hasil pemeriksaan kehamilan dan keadaan
ibu saat ini.
Rasio: Penjelasan pada ibu di harapkan agar ibu tenang dan dapat
berperan aktif dalam pemilihan kesehatan kehamilannya dan mau
kontrol secara teratur.
4. Berikan support mental pada ibu dengan melibatkan keluarga
Rasio: Ibu akan lebih tenang dan siap menghadapi persalinan
5. Berikan tablet Fe dan multivitamin.
Rasio: Sebagai tablet penambah darah dan multivitamin.
6. Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi pekerjaan yang
berat
Rasio: relaksasi dapat memperlancar metabolisme dalam tubuh
7. Jelaskan pada ibu tentang pola nutrisi yang baik dan seimbang untuk
ibu dan janin
Rasio: agar terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan janin dan ibu
8. Ajarkan ibu tentang perawatan payudara
Rasio: memperlancar ASI dan deteksi dini adanya kelainan pada payudara
9. Beritahukan ibu tentang tanda-tanda persalinan
Rasio sebagai persiapan ibu baik fisik maupun mental
10. Anjurkan ibu untuk selalu memeriksakan kehamilannya (kontrol 1
minggu lagi) atau sewaktu-waktu bila ada keluhan
Rasio agar kesehatan ibu dan janin lebih terpantau oleh tenaga kesehatan

25
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 08 juni 2014 Jam 08.30
Diagnosa : Ny. “S” GII P00100, UK 33 Minggu dengan Anemi Sedang
1. Melakukan pendekatan melalui komunikasi therapeutik

- Memberi salam dan memanggil nama ibu dengan ramah


- Mendengarkan keluhan klien
- Menunjukkan rasa ingin membantu
- Menjelaskan mengenai tindakan yang akan dilakukan
- Membuat lingkungan yang nyaman
2. Menjelaskan pada ibu tentang tujuan pemeriksaan kehamilan :

- Untuk mendeteksi dini adanya faktor resiko


- Mengetahui pertumbuhan janin dalam kandungan
- Memantau keadaan kesehatan ibu dan janin
- Mempersiapkan ibu dan bayi menjelang persalinan
3. Menjelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan
Bahwa umur kehamilan sekarang sudah masuk 33 minggu, janin
tunggal, hidup, intrauterine, panggul normal, keadaan ibu dan janin
baik, ibu sehat tekanan darah normal, janin sehat, pergerakan aktif, DJJ
normal.
4. Memberikan support mental pada ibu dengan melibatkan keluarga atau
suami dengan mengajak berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan
5. Memberikan ibu tablet Fe dan multivitamin.
Berikan ibu Fe atau penambah darah sesuai dosis yang diperlukan
1x1/2x1/hari
Calcium laktat 1x1/hari
Vit.C 1x1/hari

26
6. Menganjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi pekerjaan
yang berat
7. Menjelaskan pada ibu tentang pola nutrisi yang baik dan seimbang untuk
ibu dan janin, misalnya makan makanan yang bergizi dan banyak
mengandung karbonhidrat,protein nabati dan hewani, vitamin, mineral
dan air
8. Ajarkan ibu tentang perawatan payudara
Perawatan payudara sangat penting untuk persiapan laktasi, yaitu
untuk membantu kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI
lancar, menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu
agar terhindar dari infeksi dan deteksi dini adanya kelainan pada
payudara.
9. Beritahukan ibu tentang tanda-tanda persalinan sebagai persiapan ibu
baik fisik maupun mental
- Keluar lendir darah dari jalan lahir
- Kontraksi makin lama makin sering
- Ketuban pecah
- Rasa ingin BAB
10. Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan TM III
- Perdarahan pervaginam.
- Sakit kepala yang hebat.
- Gangguan penglihatan.
- Bengkak pada muka atau tangan.
- Nyeri abdomen hebat.
- Janin kurang bergerak seperti biasanya.
11. Menganjurkan ibu untuk selalu memeriksakan kehamilanya (kontrol 1
minggu lagi) atau sewaktu-waktu bila ada keluhan.

VII. EVALUASI

27
Tanggal 08 juni 20014, Jam 10.10 WIB
Diagnosa : Ny. “S” GII P00100, UK 33 Minggu dengan Anemi Sedang

S : - Ibu mengatakan bahwa ia mengerti dan memahami atas penjelasan


yang diberikan.
- Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang keadaannya dan
janinnya.
- Ibu mengatakan telah memahami tentang perawatan payudara dan
akan melaksanakannya dirumah.
- ibu telah mengerti tanda-tanda persalinan
- ibu telah mengerti tanda-tanda bahaya kehamilan TM III
O:
Hasil pemeriksaan
K/U ibu : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV :
Tensi : 110/70 mmHg
Suhu : 36,2 0C
Nadi : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
Lila : 24,8 cm
TB/BB : 157,5 cm/ 62 kg
Leopold :
Leopold I : ½ pst - px (28 cm) pada bagian fundus teraba bagian
keras bundar dan melenting (kepala).
Leopold II : teraba tahanan seperti papan, keras, memanjang pada sisi kiri
perut ibu (punggung), sebelah kanan teraba bagian kecil janin (estremitas)
Leopold III : teraba lunak, lebar dan tidak dapat melenting pada bagian
bawah rahim (bokong)

28
Leopold IV : bagian bawah anak belum masuk pintu atas panggul
A : Ny. “S” GII P00100, UK 33 Minggu dengan Anemi
Sedang,pengetahuan ibu bertambah.
P : Menganjurkan ibu untuk selalu memeriksakan kehamilannya dan
datang 2 minggu lagi atau sewaktu-waktu jika ada keluhan.
- Menganjurkan ibu untuk minum obat secara teratur (tablet Fe
dan multi vitamin).
- Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi dengan gizi
seimbang.
- Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup.
- pantau keadaan janin DJJ dan letak janin.
- Pemantauan kadar Hb dengan cek Hb

BAB 4
PEMBAHASAN

1. Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun, atau menurunnya
hemoglobin, anemia dalam kandungan ialah kondisi ibu dengan kadar Hb <
11,00 gram%

2. Sesuai dengan kasus diatas anemia tergolong dalam anemia sedang

3. Etiologi dari anemia ini adalah kurang zat besi, malabsorsi.

29
4. Penanganan untuk anemia pada kasus diatas adalah untuk banyak istirahat,
mengurangi aktifitas yang berlebihan, mengkonsumsi makanan bergizi, dan
banyak sayur hijau, serta konsumsi Fe secara rutin.

5. Pada praktek asuhan kebidanan pada Ny.”S’’ GII P00100 dengan anemia sedang,
tidak ada kesenjangan antara teori sengan asuhan yang telah diberikan. Semua
tindakan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada pada teori.

BAB 5

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

1. Anemia sedang adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau
menurunnya hemoglobin mencapai 7-8 gr%

2. Anemia dibagi menjadi : anemia ringan, anemia sedang dan anemia berat

3. Sesuai dengan kasus diatas anemi tergolong anemia sedang

30
4. Etiologi dari anemia ini adalah kurang zat besi, mal absorsi

5. Penanganan untuk anemia pada kasus diatas adalah : untuk banyak


istirahat, mengurangi aktifitas yang berlebihan, mengkonsumsi makanan
bergizi, dan banyak sayur hijau, serta konsumsi Fe secara rutin.

5.2 SARAN

1. Mahasiswa

Agar mahasiswa belajar sesuai dengan teori sehingga memiliki


pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang lebih baik.

2. Institusi

Diharapkan akan lebih dapat membimbing dan mengevaluasi mahasiswa


dalam memberikan pelayanan dan penanganan serta perawatan pada ibu
hamil.

3. Tenaga kesehatan

Agar petugas dalam menjumpai kasus diatas menangani secara cermat dan
teliti, diharapkan petugas mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang
lebih.

4. Bagi pasien dan keluarga

Agar pasien bias bekerjasama dengan tenaga kesehatan sehingga dapat


melakukan pengobatan dan perawatan dapat dilakukan dengan baik dan
terjalin hubungan yang komperatif.

5. Pemerintah

Diharapkan dapat lebih memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil agar


dapat menekan / menurunkan angka kematian ibu dan bayi

31
DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. “Sinopsis Obstetri ”. Jakarta : EGC.


Manuaba. 1998. “Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga
Berencana untuk Pendidik Bidan ”. Jakarta : Penerbit buku kedokteran.
Prawirohario, Sarwono. 2002. “Asuhan Maternal dan Nonatal ”. Jakarta :
YBPSP.
Sastrawinata, Sulaiman. “Obstetri Fisiologi “ . Bandung : Fakultas kedokteran
Universitas Padjajaran Bandung.
Varney, Helen. 2001. “ Buku Saku Bidan“. Jakarta : Penerbit buku kedokteran

32
33