Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Dalan rangka upaya pembelajaran yang menitikberatkan pada fungsi pendi-dikan tersebut,
seorang guru dituntut harus selalu peduli dan memahami anak sebagai keseluruhan. Di mana guru tidak
hanya bertindak sebagai pentransfer ilmu saja tetapi juga mampu mendedikasikan ilmu yang dimiliki
pada peserta didik. Guru harus bisa menyadari bahwa pendidikan harus diposisikan sebagai konsumsi
manu-sia yang paling penting untuk mensukses-kan kegiatan pendidikan terutama di tingkat sekolah
dasar.

Kegiatan proses belajar mengajar di kelas, minat belajar siswa sering mengalami penurunan atau
kebosanan. Terbukti banyak siswa kelas II SD Negeri Brangkal 2 nilai Matematika masih banyak yang di
bawah KKM. Adapun faktor–faktor penyebabnya antara lain: (1) Metode pembelajaran yang monoton;
(2) Media dan sarana pembelajaran kurang lengkap; (3) Kegiatan pembelajaran yang kurang sesuai
dengan tahap perkembangan anak.

Pada pembelajaran yang berlang-sung, banyak siswa yang mendapatkan nilai kurang, terbukti
dari 12 siswa masih ada beberapa siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran, artinya banyak siswa
yang mendapatkan nilai di bawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 60.

Selain itu penulis juga menganalisis bahwa kurang berhasilnya pembelajaran disebabkan oleh
beberapa faktor antara lain: (1) Anak kurang aktif dalam pembela-jaran; (2) Materi cenderung mengingat
dan menghafal; (3) Anak merasa jenuh dengan ceramah yang dilakukan oleh guru; (4) Kurangnya media
dan metode yang tepat pada pembelajaran.

Setelah direfleksikan terungkap penyebab kurang berhasilnya siswa dalam pembelajaran adalah:
(1) Guru kurang menggunakan contoh – contoh konkrit; (2) Guru hanya berpedoman pada satu buku
paket; (3) Penggunaan metode yang kurang variatifd an (4) Media pembelajaran perlu ditambah.

Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah ter-sebut di aas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah dengan penerapan metode
demonstrasi berbantuan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar matematika konsep bangun datar
bagi siswa kelas II SDN Brangkal 2 kecamatan Gemolong? (2) Bagaimanakah langkah-langkah pembela-
jaran dengan metode demonstrasi berban-tuan alat peraga dapat meningkatkan hasil dan motivasi
belajar matematika bagi siswa kelas II SDN Brangkal 2 kecamatan Gemolong?

Berpijak pada rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari peneliti-an tindakan kelas ini
adalah: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar matematika konsep bangun datar melalui penerapan
metode demonstrasi berbantuan alat peraga bagi siswa kelas II SDN Brangkal II kecamatan Gemolong.
(2) Untuk motivasi belajar matematika konsep bangun datar melalui penerapan metode demonstrasi
berbantuan alat peraga bagi siswa kelas II SDN Brangkal II kecamatan Gemolong.

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar


Menurut Russefendi 1998: 25 menyatakan bahwa: “ Program matematika supaya diberikan
secara bertahap agar anak secara bertahap dapat mengkon-solidasikan konsep-konsep melalui kegiatan
praktis dan teoritis” (Russefendi 1998: 2)

Siswa Sekolah Dasar mulai dilatih untuk mengembangkan ketrampilan me-mecahkan masalah.
Oleh karena itu, guru harus mampu trampil menyusun dan menyelesaikan masalah yang sesuai dengan
kondisi siswa Sekolah Dasa, seperti yang berikut: "Masalah dan latihan soal menyelesaikan masalah
memerlukan stra-tegi penyelesaian, sedangkan latihan soal hanya merupakan algorita sederhana dan
rutin” (Hudoyo dan Sutawijaya, 1997: 208)

Dari beberapa pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa belajar matematika di Sekolah
Dasar adalah mempelajari konsep secara bertahap untuk mendapatkan pengertian, hubungan-hu-
bungan, symbol-simbol kemudian meng-aplikasikan konsep-konsep ke situasi yang baru.

Pengertian Belajar

Definisi belajar menurut Bigge (1976-91) belajar adalah A more less permanent change of
behavior that occurs a result of practice atau belajar adalah satu perubahan tingkah laku yang terjadi
sebagai hasil dari kegiatan latihan atau praktik. Definisi belajar lain menurut Caharles (1976;76)
menyatakan bahwa belajar adalah satu perubahan yang rela-tive permanent dalam satu kecenderungan
tingkah laku sebagai hasil dari latihan atau praktik yang diperkuat

Sedangkan menurut Setya Utama (1987) belajar adalah aktifitas yang menghasilkan perubahan
pada diri individu yang belajar. Perubahan itu pada dasarnya adalah didapatkan kemampuan yang baru
yang berlaku dalam waktu yang relative lama. Perubahan itu terjadi karena usaha.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktifitas yang
mengahasilkan perubahan tingkah laku sebagai akibat interaksi de-ngan lingkungan yang sifatnya sedikit
banyak permanent yang meliputi pengeta-huan, keterampilan dan nilai – nilai. Dengan demikian
keberhasilan belajar dapat diketahui melaui perubahan tingkah laku pada individu yang belajar sesuai
dengan tujuan belajar.

Hasil Belajar

Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang
tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. (Oemar
Hamalik, 2015)

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori
ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu
penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang yang akan tersimpan
dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta
dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan
merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

Media Pembelajaran

Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiah
kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Menurut Heinich (1993) media merupakan alat
saluran komunikasi.

Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut: (1)
Penggunaan media pembelajaran bekan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri
sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif. (2) Media pembelajaran
merupakan bagian integral dari keseluruh-an proses pembelajaran. Hal ini mengan-dung pengertian
bahwa media pembelajar-an sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhu-
bungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan. (3) Media
pembelajaran dalam penggunaanya harus relevan dengan kompetensi yang ingin dacapai dan isi
pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran
harus selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.

Metode Demonstrasi

Dari berbagai metode tersebut tidak peneliti pergunakan satu persatu, namun peneliti hanya
akan menggunakan satu metode saja yaitu metode demon-strasi. Ada beberapa pengertian yang
dimaksud metode demonstrasi. Menurut Yamin (2008:156), metode demonstrasi adalah suatu metode
mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode demonstrasi juga diartikan
suatu metode mengajar di mana seorang guru atau orang lain yang sengaja diminta atau murid sendiri
memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses atau melakukan sesuatu (Iskandarwassid,
2009:83).

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa metode demonstrasi
pada intinya suatu metode mengajar yang memperlihatkan suatu proses atau suatu cara melakukan
suatu kegiatan, sehingga para siswa dapat melihat dan juga dapat melakukan.

Kerangka Berpikir

Kondisi pembelajaran matematika di SDN Brangkal 2 kecamatan Gemolong sungguh kurang


kondusif, karena dari sebanyak 12 orang siswa kelas II, ternyata yang mencapai ketuntasan belajar baru
sekitar 40%, sisanya masih perlu diperbaiki. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang
dilakukan oleh guru maih konvensional.

Dari kondisi inilah peneliti perupaya memperbaiki hasil belajar siswa melalui penerapan metode
demonstrasi dengan berbantuan penggunaan alat peraga, se-hingga diharapkan proses pembelajaran
kualitasnya meningkat sementara hasil belajar anak juga meningkat.

PELAKSANAAN PENELTIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Brangkal 2 kecamatan Gemolong kabupa-ten Sragen yang
mempunyai sebanyak 12 siswa. Hal ini beralasan, karena peneliti juga mengajar di sekolah tersebut.
Waktu penelitian dilaksanakan pada semester satu tahun 2014-2015.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAS-AN

Untuk mencapai keberhasilan da-lam pembelajaran tidaklah mudah, sebab pada kenyataanya
banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan KBM. Faktor yang paling menentukan keberhasilan
proses pembelajaran adalah pemilihan metode, penggunaan media dan tehnik pembelajaran yang baik.

Siklus I

Sebelum perbaikan siklus I dilaksa-nakan, siswa kurang memahami materi pelajaran matematika
tentang bangun datar. Peneliti masih sering menggunakan metode ceramah yang monoton sehingga
siswa menjadi kurang bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti tidak mengajak serta siswa
untuk memahami konsep bangun datar dengan baik.

Dari hasil diskusi dengan supervi-sor dan pembimbing peneliti merancang perbaikan siklus I.
Siklus I dilaksanakan untuk mengadakan perbaikan pembelajar-an pada pra siklus yang kurang berhasil.
Setelah diadakan evaluasi di akhir pembelajaran, pada siklus I belum dapat dikatakan berhasil karena
masih ada beberapa siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Dari 12 siswa terdapat 4 anak yang
mendapat nilai di atas KKM atau seki-tar 20,7%. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus peneliti untuk
melaksana-kan perbaikan siklus II

Siklus II

Pada perbaikan siklus II ini peneliti merancang perbaikan pembelajaran siklus II dengan
menitikberatkan pada pengguna-an alat peraga. Dengan menggunakan alat peraga diharapkan siswa
mampu mema-hami konsep pemebelajaran Matematika tentang bangun datar secara jelas. Agar siswa
juga lebih memahami konsep pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II dari hasil evaluasi diperoleh hasil yang
sangat memuaskan, yaitu ketuntasan dapat dicapai dengan maksimal. Dari 12 siswa kelas II SD N
Brangkal 2 semua sudah mendapatkan nilai di atas KKM dengan prosentase ketuntasan 100 %
dibandingkan pada pra siklus dan siklus I.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil dari perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan pada 2 siklus maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa:

Penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar Matematika konsep bangun datar bagi
siswa kelas II SD N Brangkal 2, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Tahun 2014/2015.
Saran

Dari simmpulan di atas, ada bebe-rapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru dalam proses
pembelajaran, antara lain:

1. Meningkatkan kemampuan dalam membuat RPP melalui workshop kuri-kulum.

2. Memilih metode dan alat peraga yang benar – benar tepat untuk digunakan dalam PBM serta metode
dan alat peraga yang mudah dicari dilingkungan sekitar.

3. Memilih metode yang cocok untuk pembelajaran yang akan dilaksanakan.

4. Dalam proses pembelajaran:

a) Pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik siswa.

b) Memberi dorongan dan motivasi.

c) Membangkitkan semangat siswa.

d) Menilai hasil belajar siswa.

e) Memberi tindak lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,Abu.1982. Teknik Belajar yang Tepat.Semarang: Mutiara Perwita

Darsono, Max dkk. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press

Hamalik,Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara

Karso, dkk. 1998. Materi Pokok Pendidikan Matematika 1. Jakarta: UT

Mahmud,Dimyati. 1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud

Nasution. 2000. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Permendiknas Nomor 22. 2006. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar.Jakarta: Pustaka Karya

Roestiyah NK. 1989. Masalah-masalah Ilmu Keguruan.Jakarta: PT. Bina Aksara

Rosdijati,Nani. 2004. Kegiatan Belajar Mengajar Efektif dan InoIIatif (Makalah disampaikan pada
Pendidikan dan Pelatihan KBK di LPMP Jawa Tengah Tahun 2004).Semarang: LPMP

Ruseffendi. 1994. Materi Pokok Pendidikan Matematika 3. Jakarta: UT

Syah,Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendidikan Baru. Bandung:Remaja Rosdakarya


Oemar Hamalik. http://indramunawar.blogspot.com/2009/06/hasil-belajar-pengertian-dan-definisi.html,
17 Mei 2015).Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah
laku pada orang tersebut.

Russefendi 1998:25.Program matematika supaya diberikan secara bertahap agar anak secara bertahap
dapat mengkonsolidaasikan konsep-konsep melalui kegiataan praktis dan teoris.

Setya Utama (1987).Belajar adalah aktifitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang
belajar.