Anda di halaman 1dari 6

PAPER MANAJEMEN KUALITAS PERAIRAN

NUTRIEN NITROGEN

Oleh:
RIKO
(2021611035)

JURUSAN MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN BIOLOGI
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2018
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 NUTRIEN

Nutrien adalah dirujukkan kepada elemen-elemen, atom-atom, dan ion-ion


yang terdapat dalam tanah diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Elemen ialah bahan
yang tidak dapat di pecah lagi kepada bahan kimia yang ringkas. Gula glokosa
(C6H12O6) bukan elemen karena badan kita boleh memecahnya kepada karbon
dioksida dan air dengan menghasilkan tenaga.

Nutrient berlebih dalam badan-badan air terutama nitrogen dan sulfur,


dapat menyebabkan eurofikasi danau dan reservoir air karena memicu
pertumbuhan tanaman yang berlebih, seperti perkembangan alga. Perkembangan
alga tersebut kemudian mengurangi kandungan oksigen dalam air karena akan
terjadi dekomposisi/pembusukan. Selain nitrogen dan sulfur, zat organik yang
terdapat dalam air buangan terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen.
Dimana unsur-unsur tersebut cenderung menyerap oksigen. Oksigen itu
dibutuhkan bagi mikroba untuk kehidupannya dan untuk menguraikan senyawaan
organik tersebut sehingga kadar oksigen akan menurun yang menyebabkan air
menjadi keruh dan berbau. Selanjutnya lemak dan minyak yang tidak jarang
ditemukan mengapung diatas permukaan air meskipun sebagian terdapat dibawah
permukaan air. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol
yang tersusun dari atom karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak sukar diuraikan
oleh bakteri tetapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa
sabun yang mudah larut. Adanya minyak dan lemak dipermukaan air akan
menghambat proses biologis dalam air sehingga tidak terjadi proses fotosintesa
oleh tumbuhan air. Hal ini berefek buruk yang bukan hanya saja pada biota
akuatik, tetapi juga pada lingkungan tempat habitat dimana biota itu hidup serta
kelangsungan kehidupan biota-biota yang lain.

1.2 Nitrogen
Nitrogen organik merupakan bentuk nitrogen yang terikat senyawa organik,
terutama nitrogen bervalensi tiga yang biasanya berupa pertkulat yang tidak larut
dalam air. Nitrogen organik biasa disebut aminoatau albuminoid nitrogen.
Senyawa ini mencakup protein, polipeptida, asam amino, urea (H2NCONH2), dan
senyawa lainnya. Kadar nitrogen organik pada perairan alami dan air tanah
biasanya rendah, yakni sekitar 0,01 mg/liter.
Sumber nitrogen organik di perairan berasal dari proses pembusukan
makhluk hidup yang telah mati, karena protein dan polipeptida terdapat pada
semua organisme hidup. Sumber antropogenik nitrogen organik adalah limbah
industri dan limpasan dari daerah pertanian, terutama urea. Urea juga digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan obat-obatan, serta sebagai pelarut
selulosa pada industri kertas. Rumah pemotongan hewan memberikan kontribusi
yang besar terhadap keberadaan nitrogen organik di perairan.
1.3 Siklus Nitrogen
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen
bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar
(misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga
dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion
nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- ). Gas nitrogen tidak dapat digunakan secara
langsung oleh sebagian besar organisme sebelum ditransformasi yang melibatkan
menjadi senyawa NH3, NH4, dan NO3 sebelum digunakan dalam siklus. Pada
tumbuhan dan hewan, senyawa nitrogen ditemukan sebagai penyusun protein dan
klorofil. Dalam ekosistem terdapat suatu daur antara organisme dan lingkungan
fisiknya. Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar
Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat
bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni
Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob.
Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen. Di
dalam setiap daur, terdapat gudang cadangan utama unsur yang secara terus
menerus bergerak masuk dan keluar melewati organisme. Selain itu, terdapat pula
tempat pembuangan sejumlah unsur kimia tertentu yang tidak dapat didaur ulang
melalui proses biasa. Dalam waktu yang lama, kehilangan bahan kimia tersebut
menjadi faktor pembatas, kecuali apabila tempat pembuangan itu dimanfaatkan
kembali. Pada akhirnya, daur bolak balik ini cenderung mempunyai mekanisme
umpan balik yang dapat mengatur dirinya sendiri (self regulating) yang menjaga
siklus tersebut agar tetap seimbang.
Diantara beberapa siklus biogeokimia lainnya, seperti siklus fosfor dan
sulfur, siklus nitrogen adalah siklus biokimia yang sangat kompleks. Gambar
berikut memperlihatkan tiga diagram siklus nitrogen yang sangat kompleks
tersebut. Nitrogen di perairan sebagai molekul N2 terlarut, amonium (NH4),

Nitrit (NO2-), Nitrat (NO3) dan sebagai bentuk organik seperti urea, asam amino,
serta range berbeda. Gambar 2. Siklus Nitrogen di Alam

1. Amonia (NH3)
Amonia (NH3) dan garam-garamnya bersifat mudah larut dalam air.
Sumber amonia di perairan adalah pemecahan nitrogen organik (protein dan urea)
dan nitrogen anorganik yang terdapat di dalam tanah dan air, yang berasal dari
dekomposisi bahan organic oleh mikroba dan jamur (amonifikasi). Sumber
amonia adalah reduksi gas nitrogen yang berasal dari proses difusi udara atmosfer,
limbah industri dan domestik. Amonia yang terdapat dalam mineral masuk ke
badan air melalui erosi tanah. Selain terdapat dalam bentuk gas, amonia
membentuk senyawa kompleks dengan beberapa ion logam. Amonia juga dapat
terserap kedalam bahan-bahan tersuspensi dan koloid sehingga mengendap di
dasar perairan. Amonia di perairan dapat menghilang melalui proses volatilisasi
karena tekanan parsial amonia dalam larutan meningkat dengan semakin
meningkatnya pH. Ikan tidak bisa bertoleransi terhadap kadar amonia bebas yang
terlalu tinggi karena dapat mengganggu proses pengikatan oksigen oleh darah dan
pada akhirnya dapat meningkatkan sifokasi. Pada budidaya intensif, yang padat
penebaran tinggi dan pemberian pakan sangat intensif, penimbunan limbah
kotoran terjadi sangat cepat.

2. Nitrit (NO2-)
Sumber nitrit dapat berupa limbah industri dan limbah domestik. Kadar nitrit
pada perairan relatif karena segera dioksidasi menjadi nitrat. Perairan alami
mengandung nitrit sekitar 0,001 mg/liter. Di perairan, nitrit ditemukan dalam
jumlah yang sangat sedikit, lebih sedikit daripada nitrat, karena bersifat tidak
stabil dengan keberadaan oksigen. Nitrit merupakan bentuk peralihan antara
amonia dan nitrat (nitrifikasi) dan antara nitrat dan gas nitrogen (denitrifikasi)
yang terbentuk dalam kondisi anaerob.

3. Nitrat (NO3)
Nitrat adalah sumber utama nitrogen di perairan, namun amonium lebih
disukai oleh tumbuhan. Kadar nitrat di perairan yang tidak tercemar biasanya
lebih tinggi daripada kadar amonium. Kadar nitrat lebih dari 5 mg/liter
menggambarkan terjadinya pencemaran antropogenik yang berasal dari aktivitas
manusia dan tinja hewan. Kadar nitrogen yang lebih dari 0,2 mg/liter
menggambarkan terjadinya eutrofikasi perairan. Nitrat adalah bentuk nitrogen
sebagai nutrien utama bagi pertumbuhan tanaman dan alga. Nitrat nitrogen sangat
mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Senyawa ini dihasilkan dari proses
oksidasi sempurna di perairan. Secara umum siklus nitrogen dilaut dapat dilihat
pada Gambar 2.
DAFTAR PUSTAKA
SMK3. 2008. Apa Akibat Kekurangan Kandungan Nitrogen, Fosfor, dan Nutrien
Lain di Danau. (Online) (http://smk3ae.wordpress.com/2008/11/12/,
diakses kamis 18 maret 2010).
Heryanto, Deni. 2010. SUKSESI DANAU dan STRUKTUR KOMUNITAS
PENYUSUNNYA (Judul pencarian nitrogen, fosfor dan nutrien lain dalam
lingkup limnologi). (Online)
(http://thebloghub.com/pages/denclik/SUKSESI-DANAU-DAN-
STRUKTUR-KOMUNITAS-
PENYUSUNNYAhttp://smk3ae.wordpress.com/2008/11/12/, diakses
kamis 18 maret 2010).