Anda di halaman 1dari 36

BAB 3

TINJAUAN KASUS

Pada bab ini akan disajikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan yang
dimulai dari tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi pada tanggal 21 November 2017 sampai dengan tanggal 24
November 2017.

3.1. PENGKAJIAN
Ruang Rawat : Ruang Jalak
Tanggal dirawat / MRS : 23 September 2017

3.1.1 Identitas Pasien


Nama : Tn. S
Umur : 32 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Tidak bekerja
Agama : Islam
Status : Belum menikah.
Alamat : Malang
No.RM : 12-0X-XX
Pengkajian pada tanggal 21 November 2017 jam 09.00 wib.

3.1.2 Alasan Masuk :


1. Data Primer : Pasien mengatakan gelisah, diam, malu, pusing, sakit
pinggang, sulit tidur
2. Data Sekunder : Perawat Ruang Jalak mengatakan pasien selalu
menyendiri, jarang komunikasi dan tidak mau bergaul.

3.1.3 Riwayat penyakit masuk/presipitasi


Pasien baru pertama kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa, pasien

22
3.1.4 Faktor Predisposisi
1. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu : Tidak
2. Pengobatan sebelumnya : Tidak Ada Pengobatan
3. a. Pernah mengalami penyakit fisik : pasien mengatakan tidak
mempunyai penyakit fisik yang kronis.
b. Pernah ada riwayat NAPZA : Pasien mengatakan tidak pernah
mengalami memakai narkoba dan tidak pernah minum alkohol. Dari
rekam medis juga tidak ada riwayat alkohol dan narkoba
c. Trauma : Pasien tidak pernah mengalami riwayat trauma baik sebagai
korban, pelaku ataupun saksi.
4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Pasien mengatakan tidak mempunyai pengalaman yang tidak
menyenangkan.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
5. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa :
Pasien mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

3.1.5 Pemeriksaan Fisik


Tanggal : 21 November 2017
1. Keadaan umum :
Pasien tampak tenang, Pemakaian baju sesuai, cukup rapi, bersih,
sering menunduk dan kontak mata kurang.
2. Tanda – Tanda Vital : TD : 110/70 mmHg, N : 80 x/menit, S : 36,4°C,
P : 22 x/mnt
3. Ukuran : TB : 153 cm BB : 45 Kg
4. Keluhan fisik : pasien mengatakan tidak ada merasakan sakit

23
3.1.6 Psikososial
1. Genogram

32

Keterangan : : Tinggal serumah


: Laki-laki : Ada hubungan
: Perempuan : Pasien
Penjelasan :
Pasien merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara. Kakak pasien sudah
meninggal. Pasien tinggal sendirian dirumah. Tidak mempunyai orang
terdekat. Pola asuh orang tua pada pasien sabar. Pasien dirumah jarang
berkomunikasi dengan anggota keluarga. Pengambil keputusan
dirumah saat ini adalah kakaknya.
Masalah keperawatan : Koping keluarga tidak efektif :
ketidakmampuan.

2. Konsep Diri
a. Citra tubuh :
Pasien mengatakan anggota tubuh yang disukai adalah semua
anggota tubuh.
b. Identitas diri :
Pasien mengatakan jika namanya S , berumur 32 tahun. Pasien
mengatakan dirinya puas sebagai laki-laki itu jantan.
c. Peran :
Pasien mengatakan jika dirumah sebagai adik dari kakaknya dari 3
bersaudara, tidak pernah membantu. Jika di Rumah sakit sebagai

24
pasien. Pasien mengatakan tidak bekerja karena tidak mampu.
d. Ideal diri
Pasien mengatakan sudah waktunya untuk pulang dan ingin segera
pulang kerumah.
e. Harga diri
Pasien mengatakan malu untuk bergaul sehingga tidak bisa
berkenalan.
Masalah keperawatan/Diagnosa : Gangguan konsep diri/ Harga diri
rendah.

3. Hubungan sosial :
a. Orang yang berarti : Pasien mengatakan saat dirumah tidak dekat
dengan siapapun saat di rumah sakit pasien hanya kenal dengan
teman sekamar namun tidak merasa dekat.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat :
Pasien mengatakan saat dirumah tidak pernah mengikuti kegiatan
apapun. Saat di rumah sakit pasien mengatakan tidak mengikuti
kegiatan, namun setiap pagi pasien mengikuti kegiatan senam.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Pasien mengatakan malu dan tidak terbiasa berinteraksi dengan
orang lain. Pasien juga mengatakan tidak mampu berkenalan
dengan orang lain
Masalah keperawatan : Isolasi sosial (menarik diri)
4. Spiritual
a. Nilai dari keyakinan : Pasien hanya mengatakan sakit tanpa tahu
penyebab. Dari data RM diketahui bahwa pasien pernah dibawa ke
alternatif. Ketika ditanya tentang agamanya, pasien mengatakan
dirinya beragama Islam, terbukti dengan pembacaan syahadat,
rukun islam, dan menyebutkan sholat 5 waktu.
b. Kegiatan ibadah : Pasien mengatakan sholat 5 waktu.
Berdasarkan pengamatan pasien tidak melakukan sholat.

25
3.1.7 Status mental :
1. Penampilan :
DS : Pasien mengatakan pagi tadi sudah mandi
DO : Rambut pasien terlihat rapi, menggunakan pakaian sesuai,
tidak terbalik (memakai kaos oblong dan celana pendek), ADL
pasien dibimbing.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah
2. Pembicaraan :
Bicara pasien pelan, pasien mengatakan sesuatu dengan nada
lambat, pasien hanya menunduk dan tidak mampu memulai
pembicaraan.
Masalah keperawatan : Gangguan komunikasi verbal
3. Aktivitas motorik :
Pasien tampak makan dengan waktu yang sesuai, dapat berjalan
dengan normal dan bergerak dengan baik. Pasien mau melakukan
kegiatan jika diajak.
Masalah keperawatan : Tidak Ada Masalah
4. Afek dan emosi
a. Afek : Dangkal/datar
Pasien mengatakan sesuatu dengan tanpa ekspresi, tidak
tersenyum ataupun tertawa jika diajak bercanda, pasien hanya
menunduk, kontak mata kurang
Masalah keperawatan : Hambatan komunikasi
b. Emosi : Anhedonia
Pasien mengatakan biasa saja, dirumah dan disini sama.
Masalah keperawatan/Diagnosa : Ketidakberdayaan
5. Interaksi selama wawancara : kontak mata kurang
Pada saat wawancara, Pasien menjawab dengan singkat, koheren,
dan sering menunduk. Pasien cukup kooperatif.
Masalah keperawatan : Gangguan Interaksi Sosial
6. Persepsi sensori :
Tidak ada halusinasi, Ilusi, Depersonalisasi, Derealisasi.

26
7. Proses pikir
a. Arus pikir
Koheren. Pasien mampu menjawab sesuai dengan topik
pembicaraan.
b. Isi pikir
Pikiran isolasi sosial. Pasien mengatakan malas berinteraksi
dengan orang lain dan lebih nyaman sendiri.
c. Bentuk pikir
Non realistik. Pasien mengatakan lebih nyaman bila sendiri.
Pasien menjawab beberapa pertanyaan dengan jawaban tidak
tahu.
Masalah keperawatan : Gangguan proses pikir
8. Kesadaran
a. Kesadaran pasien compos mentis. GCS pasien 456
dibuktikan dengan pasien melakukan ADL secara mandiri
meskipun selalu diingatkan oleh perawat.
b. Kualitas : berubah. Pasien tidak mampu menjalin hubungan
dengan orang lain dan lingkungan.
9. Orientasi
- Waktu : Pasien mengatakan hari ini adalah hari Selasa jam
09.00 WIB
- Tempat : Pasien mengetahui disini adalah Ruang Jalak RSJ
Lawang.
- Orang : Pasien mengetahui pasien sekamarnya adalah Tn.M
10. Memori
- Gangguan daya ingat jangka panjang : Pasien mengatakan
usianya 32 tahun. Pasien lahir pada tahun 1985
- Gangguan daya ingat jangka pendek : Pasien ingat awal masuk
RSJ.
- Gangguan daya ingat saat ini : Pasien mengatakan tadi makan
pagi dengan nasi goreng.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

27
11. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien mampu berhitung 1-10 dan dapat berkonsentrasi. Saat ditanya
50 – 7 berapa pak? pasien menjawab “ 43 “. Dan diberi pertanyaan
43 – 7 berapa pak? pasien menjawab “ 36 “.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah.
12. Kemampuan penilaian
Saat ditanya “apakah merokok itu baik untuk kesehatan?” pasien
menjawab “tidak“. Pasien tidak dapat memberikan alasan dari
jawaban.
13. Daya tilik diri :
Pasien mengatakan dirinya sakit jiwa, makanya dibawa ke RSJ.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

3.1.8 Kebutuhan perencanaan pulang :


1. Makan
Pasien makan secara mandiri, namun menunggu perintah perawat.
2. BAK/BAB
Pasien mengatakan saat BAB atau BAK tempatnya di kamar
mandi/wc.
3. Mandi
Pasien mengatakan mandi 3x/hari, mandi dengan sabun, sikat gigi,
dan keramas 1 kali dengan shampoo, namun menunggu perintah
perawat.
4. Berpakaian/berhias
Pakaian pasien sesuai, tidak terbalik, cukup rapi dan tidak berbau
dan cukup bersih.
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang jam 12.00-15.00
Tidur malam jam 20.00-04.00
Aktivitas sebelum/ sesudah tidur : makan, mandi
Pasien dapat mengatakan waktu tidur dan kegiatan pasien sebelum

28
tidur dan sesudah tidur.
6. Penggunaan obat
Pasien tidak mengkonsumsi obat apapun sesuai dengan terapi.
7. Pemeliharaan kesehatan
Pasien memelihara kesehatan dengan menjaga kebersihan diri.
8. Aktivitas dalam rumah
Saat dirumah pasien tidak melakukan aktivitas apapun.
9. Aktifitas di luar rumah
Saat diluar rumah tidak ada aktivitas yang dilakukan.
3.1.9. Mekanisme Koping
Mekanisme koping klien adalah maladaftif dengan reaksi lambat dan
menghindar saat hendak diajak berinteraksi.
Penjelasan : Pasien hanya menunduk menjawab pertanyaan dengan pelan,
kooperatif.
Masalah keperawatan : koping individu tidak efektif
3.1.10. Masalah psikososial dan lingkungan
- Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik :
Pasien mengatakan “ saya dirumah jarang ngobrol dengan tetangga”.
Dirumah sakit pasien suka menyendiri dan tidak mau bergaul dengan
pasien yang lain maupun perawat dengan alasan tidak terbiasa dan malu.
- Masalah berhubungan dengan lingkungan,spesifiknya :
Pasien lebih suka duduk menyendiri dan malas berinteraksi dengan orang
lain.
- Masalah dengan pendidikan, spesifiknya :
Pasien mengatakan lulusan SMA.
- Masalah dengan pekerjaan, spesifiknya :
Pasien mengatakan tidak bekerja.
- Masalah dengan ekonomi, spesifiknya :
Pasien mengatakan tidak tahu.
- Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifiknya :
Pasien mengatakan jika sakit segera dibawa ke puskesmas dekat rumah.
Masalah keperawatan : Isolasi Sosial: Menarik diri

29
3.1.11 Pengetahuan kurang tentang
Pasien hanya mengatakan sakit namun setelah ditelusuri pasien tidak
mengerti tentang penyakit, penyebab, pengobatan, koping dan lain-lain.
Masalah keperawatan : kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa dan
obat-obatan

3.1.12 Aspek medis


Diagnosis medik : Axis 1 : Skizofrenia Heberfrenik F20.20
Axis 2 : Ciri kepribadian skizoid
Axis 3 : Tidak ada
Axis 4 : Masalah psikososial dan lingkungan
Axis 5 : GAF scale 20

3.1.13 Daftar Diagnosa Keperawatan


1. Isolasi sosial: menarik diri
2. Harga diri rendah
3. Defisit perawatan diri
4. Kerusakan komunikasi verbal
5. Mekanisme koping tidak efektif: ketidakmampuan.
3.1.14 POHON MASALAH
Gangguan
Komunikasi Verbal

Resiko Tinggi Defisit Efek


Halusinasi Perawatan Diri

Isolasi Sosial Core Problem

Harga Diri Rendah Causa

Koping Individu Koping Keluarga 30


Inefektif Inefektif
3.1.15 Prioritas Diagnosa keperawatan
1. Isolasi Sosial: Menarik diri

Lawang, 21 November 2017


Perawat yang mengkaji,

Stefani Yohana Purba


NIM: 2013.C.05a.0457

31
4 ANALISA DATA dan DIAGNOSA KEPERAWATAN

NAMA : Tn.S NO RM : 10-2x-xx RUANGAN : Jalak

No DATA MASALAH
1 Ds : Isolasi sosial:
- Pasien mengatakan saat dirumah tidak mengikuti kegiatan masyarakat. Menarik diri
- Pasien mengatakan saat di rumah sakit hanya kenal pak J namun tidak
dekat.
- Pasien mengatakan malas dan tidak terbiasa untuk berbicara dengan orang
lain.
DO :
- Pasien duduk menyendiri dan jarang melakukan aktivitas.
- Kontak mata pasien kurang
- Menjawab pertanyaan dengan singkat
- Tidak mau berinteraksi
- Menghindar
Harga diri rendah
2 DS :
- Pasien mengatakan malu dan tidak mampu berkenalan dengan orang lain.
- Pasien mengatakan tidak bekerja karena tidak mampu.
DO :
- Pasien berbicara pelan, kontak mata kurang, pasien hanya menyendiri
- Tidak produktif
- Pasien merendahkan diri
- Pasien tidak mampu memulai pembicaraan
Defisit perawatan diri

3. DS : -
DO :
- Bicara pasien pelan
- Bicara pasien lambat
- Pasien tidak mampu memulai pembicaraan Kerusakan komunikasi verbal

4. DS :
- Pasien mengatakan ayah dan ibu sudah meninggal dan yang lainnya lupa.
DO :
- Dari RM dinyatakan pasien tinggal sendiri, dan tidak mau bergaul dengan
orang lain. Koping keluarga tidak efektif : ketidakmampuan

5. DS :
- Pasien mengatakan usianya 24 tahun
DO :
- Dari RM usianya 41 tahun
- Dalam menjawab pertanyaan pasien sering menjawab “ tidak tahu “ “tidak
ingat “
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
PASIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI
DI UNIT RAWAT INAP RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Nama : Tn.S No. CM : 120xxx


Jenis Kelamin : Laki-laki Dx. Medis : Skizofrenia Hebefrenik
Ruang : Jalak

Diagnosa Perencanaan
Tgl Rencana Rasional
keperawatan Tujuan Kriteria evaluasi
Isolasi sosial TUM : Setelah 3x pertemuan pasien dapat 1.1 Bina hubungan saling percaya dengan : Untuk menciptakan
Pasien dapat menerima kehadiran perawat. Pasien a. Sapa pasien dengan ramah, baik verbal hubungan saling percaya
berinteraksi dapat mengungkapkan perasaan dan maupun non verbal. antar pasien untuk
dengan orang keberadaannya saat ini secara verbal b. Perkenalkan diri dengan sopan mengenal lebih dalam
lain. - Pasien mau menjawab salam c. Tanyakan nama lengkap pasien dan nama tentang pasien, yang
- Ada kontak mata panggilan yang disukai pasien. dikeluhkan, dan segala
TUK 1: - Pasien mau berjabat tangan d. Jelaskan tujuan pertemuan yang perlu dipenuhi
Pasien dapat - Pasien mau berkenalan e. Buat kontrak interaksi yang jelas ataupun yang dibutuhkan
membina - Pasien mau menjawab pertanyan f. Jujur dan tepati janji oleh pasien dan demi
hubungan - Pasien mau duduk berdampingan g. Tunjukkan sikap empati dan menerima mendukung pemulihan
saling percaya dengan perawat pasien apa adanya. keadaan pasien
- Mau mengungkapkan perasaannya. h. Beri perhatian pada pasien dan perhatikan
kebutuhan dasar pasien.
TUK 2: Setelah 3x interaksi pasien dapat 2.1 Tanyakan pada pasien tentang: Hal ini dilakukan untuk
Pasien mampu menyebutkan minimal satu penyebab a. Orang yang tinggal serumah/ teman menambah/ mengetahui
menyebutkan menarik diri yang berasal dari: sekamar pasien penyebab yang mungkin
penyebab 1. Diri sendiri b. Orang yang paling dekat dengan pasien timbul dari daerah
menarik diri. 2. Orang lain dirumah/ diruang perawatan sekitarnya dan dapat
3. lingkungan c. Apa yang membuat pasien dekat dengan mengidentifikasi orang
orang tersebut terdekat yang dapat
d. Orang yang tidak dekat dengan pasien diajak bekerja sama
dirumah/ diruangan perawatan untuk penyembuhan
e. Apa yang membuat pasien tidak dekat pasien.
dengan orang tersebut
f. Upaya yang sudah dilakukan agar dekat
dengan orang lain
2.2 Kaji pengetahuan pasien tentang perilaku
menarik diri dan tanda-tanda
2.3 Diskusikan dengan pasien penyebab menarik
diri atau tidak mau bergaul dengan orang lain
2.4 Beri pujian terhadap kemampuan pasien
mengungkapkan perasaannya
TUK 3 Setelah 3x interaksi pasien dapat 3.1. Kaji pengetahuan pasien tentang manfaat dan Untuk mengetahui
Pasien dapat menyebutkan keuntungan keuntungan bergaul dengan orang lain seberapa jauh
menyebutkan berhubungan sosial, misalnya 3.2. Beri kesempatan pada pasien untuk pengetahuan pasien
keuntungan a. Banyak teman mengungkapkan perasaanya tentang tentang kerugian tidak
berhubungan b. Tidak kesepian keuntungan berhubungan dengan orang lain berinteraksi dengan
dengan orang c. Bisa diskusi 3.3. Diskusikan bersama pasien tentang manfaat orang lain dan untuk
lain d. Saling menolong berhubungan dengan orang lain mengetahui perasaan
Setelah 3x interaksi pasien dapat 3.4. Beri reinforcement positif terhadap pasien saat tidak
menyebutkan kerugian tidak kemampuan mengungkapkan perasaan berinteraksi dengan
berhubungan dengan orang lain misal tentang keutungan berhubungan dengan pasien
sendiri, tidak punya teman kesepian, orang lain
tidak ada temannya untuk mengobrol 3.5. Kaji pengetahuan pasien tentang kerugian
bila tidak berhubungan dengan orang lain
3.6. Beri kesempatan pada pasien untuk
mengungkapkan perasaan tentang kerugian
bila tidak berhubungan dengan orang lain
3.7. Diskusikan bersama pasien tentang kerugian
tidak berhubungan dengan orang lain
3.8. Beri reinforcement positif terhadap
kemampuan mengungkapkan perasaan
tentang kerugian tidak berhubungan dengan
orang lain.
TUK 4 Setelah 3x pertemuan interaksi pasien 4.1. Observasi perilaku pasien saat berhubungan Memberi motivasi untuk
Pasien dapat dapat melaksanakan hubungan sosial dengan orang lain. mendukung kesuksesan
melaksanakan secara bertahap dengan 4.2. Beri motivasi dan bantu pasien untuk interaksi sosial dengan
hubungan a. Pasien –perawat berkenalan/ berkomunikasi dengan orang lain baik
sosial secara b. Pasien – perawat – perawat melalui. Untuk meningkatkan
bertahap lain a. Pasien –perawat kepercayaan diri pasien
c. Pasien – perawat – perawat b. Pasien – perawat – perawat lain Untuk membiasakan
lain – pasien lain c. Pasien – perawat – perawat lain – pasien pasien melakukan
d. Pasien – kelompok kecil lain interaksi sosial dengan
e. Pasien - keluarga/ kelompok/ d. Pasien – kelompok kecil orang lain
masyarakat e. Pasien - keluarga/ kelompok/ masyarakat
4.3. Beri reinforcement terhadap keberhasilan
yang telah dicapai
4.4. Bantu pasien mengevaluasi manfaat
berhubungan dengan orang lain.
4.5. Motivasi dan libatkan pasien untuk mengikuti
kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok
Sosialisasi
4.6. Diskusikan jadwal kegiatan harian yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
pasien bersosialisasi
4.7. Beri motivasi pasien untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah
dibuat
4.8. 4.8 Beri pujian terhadap kemampuan pasien
memperluas pergaulannya
TUK 5 Setelah 3x interaksi pasien dapat 5.1. Dorong pasien untuk mengungkapkan Untuk meningkatkan
Pasien mampu mengungkapkan perasaan setelah perasaanya setelah berhubungan dengan kepercayaan diri pasien
mengungkapka berhubungan dengan orang lain untuk: orang lain/ kelompok dan menaikkan harga diri
n perasaannya a. Diri sendiri 5.2. Diskusikan dengan pasien manfaat pasien, dan untuk
setelah b. Orang lain berhubungan dengan orang lain memberikan perasaan
berhubungan c. Kelompok 5.3. Beri reinforcement positif atas kemampuan senang telah dihargai
dengan pasien mengungkapkan perasaan manfaat
berhubungan dengan orang lain
TUK 6 Setelah 3x pertemuan keluarga dapat 6.1. Diskusikan pentingnya peran serta keluarga Untuk mengetahui
Pasien menjelaskan tentang : sebagai pendukung untuk mengatasi perilaku penyebab yang mungkin
mendapat a. Pengertian menarik diri menarik diri timbul dari daerah
dukungan b. Tanda dan gejala menarik diri 6.2. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang sekitarnya dan dapat
keluarga dalam c. Penyebab dan akibat menarik diri a. perilaku menarik diri mengidentifikasi orang
memperluas d. Cara merawat pasien dengan b. tanda dan gejala menarik diri terdekat yang dapat
hubungan menarik diri c. penyebab perilaku menarik diri diajak bekerjasama untuk
sosial Setelah 3x pertemuan keluarga dapat d. cara keluarga menghadapi pasien yang penyembuhan pasien.
mempraktekkan cara merawat pasien sedang menarik diri Untuk memberikan
menarik diri. 6.3. Diskusikan potensi keluarga untuk membantu kesempatan keluarga
pasien mengatasi perilaku menarik diri berusaha menanggulangi
6.4. Latih keluarga cara merawat pasien menarik isolasi sosial
diri
6.5. Tanyakan perasaan keluarga setelah mencoba
cara yang dilatih
6.6. Dorong anggota keluarga untuk memberikan
dukungan kepada pasien berkomunikasi
dengan orang lain
6.7. Anjurkan anggota keluarga untuk secara rutin
dan bergantian mengunjungi pasien minimal
1x seminggu
6.8. Beri reinforcement atas hal-hal yang telah
dicapai dan keterlibatannya keluarga merawat
pasien dirumah sakit.
TUK 7: Setelah 3x berinteraksi pasien 7.1. Diskusikan dengan pasien tentang manfaat Pasien dapat mengetahui
Pasien dapat menyebutkan dan kerugian tidak minum obat, nama, warna, manfaat minum obat dan
memanfaatkan a. Manfaat minum obat dosis, cara, efek terapi, dan efek samping dapat mengetahui
obat dengan b. Kerugian tidak minum obat penggunaan obat dampak tidak minum
baik c. Nama, warna, dosis, efek terapi dan 7.2. Pantau pasien saat penggunaan obat obat.
efek samping obat 7.3. Anjurkan pasien minta sendiri obat pada
Setelah 3x interaksi pasien perawat agar dapat merasakan manfaatnya
mendemonstrasikan penggunaan obat 7.4. Beri pujian jika pasien menggunakan obat
dan menyebutkan akibat berhenti dengan benar
minum obat tanpa konsultasi dokter 7.5. Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa
konsultasi dengan dokter
7.6. Anjurkan pasien untuk konsultasi kepada
dokter/ perawat.
CATATAN PERKEMBANGAN TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
DI UNIT RAWAT INAP RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Nama pasien : Tn.S Nomor CM : 12 0x xx


Jenis kelamin : Laki-laki Dx medis : Isolasi Sosial
Ruang : Jalak

N Tanggal/ Diagnosa
Implementasi Evaluasi Paraf
o jam Keperawatan
1. 21/11/17 Isolasi Sosial SP 1 S : pasien mengatakan “selamat
09.00 1. Membina hubungan saling percaya pagi”, “nama saya S***i**no. ,
a. Menyapa pasien dengan ramah, baik verbal biasa dipanggil mas Su**i”,
maupun non verbal. O : pasien kooperatif, menunduk,
b. Memperkenalkan diri dengan sopan kontak mata kurang, pasien
c. Menanyakan nama lengkap pasien dan nama menjawab dengan pelan, pasien
panggilan yang disukai pasien. mau berjabat tangan.
d. Menjelaskan tujuan pertemuan A : Pasien mampu membina
e. Membuat kontrak interaksi yang jelas hubungan saling percaya
f. Jujur dan tepati janji dengan perawat
g. Menunjukkan sikap empati dan menerima pasien P : Intervensi dilanjutkan SP 1 point
apa adanya. 2
h. Memberi perhatian pada pasien dan perhatikan
kebutuhan dasar pasien.
2. 21/11/17 Isolasi Sosial SP 1 S : pasien mengatakan tinggal
09.00 2. Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial dirumah sendiri, tidak dekat
a. Menanyakan pada pasien tentang: dengan siapapun karena ingin
- Orang yang tinggal serumah / teman sekamar sendiri, pasien mengatakan
pasien lebih nyaman jika sendiri.
- Orang yang paling dekat dengan pasien Pasien mengatakan tidak tahu
dirumah / diruang perawatan tentang manfaat berhubungan
- Apa yang membuat pasien dekat dengan orang dengan orang lain dan kerugian
tersebut jika tidak berhubungan dengan
- Orang yang tidak dekat dengan pasien orang lain.
dirumah/ diruangan perawatan O : pasien kooperatif, menunduk,
- Apa yang membuat pasien tidak dekat dengan menghindar, kontak mata
orang tersebut kurang, pasien menjawab
- Upaya yang sudah dilakukan agar dekat dengan pelan, dan singkat
dengan orang lain A : pasien mampu mengetahui
b. Mengkaji pengetahuan pasien tentang perilaku penyebab isolasi, dan pasien
menarik diri dan tanda-tanda mampu mengidentifikasi kapan
c. Mendiskusikan dengan pasien penyebab menarik dan bagaimana ketika beliau
diri atau tidak mau bergaul dengan orang lain sendiri. Pasien tidak mampu
d. Memberi pujian terhadap kemampuan pasien mengenal manfaat dan kerugian
mengungkapkan perasaannya berhubungan dnegan orang lain.
3. Membantu pasien mengenal manfaat berhubungan P : Intervensi dilanjutkan point 3
dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain pada SP 1
3. 22/11/17 Isolasi Sosial SP 1 S : pasien mengatakan tidak mau
10.00 3. Membantu pasien mengenal manfaat berhubungan mengobrol dengan orang lain
dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain karena tidak bisa memulai
a. Mengkaji pengetahuan pasien tentang manfaat pembicaraan. Pasien
dan keuntungan bergaul dengan orang lain mengatakan mengetahui
b. Memberi kesempatan pada pasien untuk manfaat dan kerugian
mengungkapkan perasaanya tentang berhubungan dengan orang lain,
keuntungan berhubungan dengan orang lain namun tidak banyak.
c. Mendiskusikan bersama pasien tentang manfaat O : pasien menunduk, menghindar,
berhubungan dengan orang lain kontak mata kurang, pasien
d. Memberi reinforcement positif terhadap menjawab dengan pelan, dan
kemampuan mengungkapkan perasaan tentang singkat
keutungan berhubungan dengan orang lain A : pasien mampu mengenal
e. Mengkaji pengetahuan pasien tentang kerugian manfaat dan kerugian
bila tidak berhubungan dengan orang lain berhubungan dengan orang lain
f. Memberi kesempatan pada pasien untuk P : Intervensi dilanjutkan point 4
mengungkapkan perasaan tentang kerugian bila pada SP 1
tidak berhubungan dengan orang lain
g. Mendiskusikan bersama pasien tentang
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain
h. Memberi reinforcement positif terhadap
kemampuan mengungkapkan perasaan tentang
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1

Nama Pasien : Tn.S Pertemuan ke- : 1 (pertama)


Umur : 32 tahun Dx. Medis : Skizofrenia H
Masalah : Isolasi sosial Tanggal : 21 November 2017

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi pasien
DS: Pasien menjawab dengan singkat dan pelan
DO:
- Pasien menunduk
- Pasien tidak mau menatap mata perawat / kontak mata kurang
- Pasien bersikap cuek atau acuh
- Pasien selalu menyendiri duduk di pojok
2. Masalah/diagnosis keperawatan
Isolasi sosial : menarik diri dari lingkungan
3. Tujuan khusus keperawatan
a. Pasien dapat membina hubungan saling percaya
b. Pasien menyadari penyebab isolasi sosial
c. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain
4. Tindakan keperawatan
a. Kontak sering dan singkat
b. Observasi tingkah laku yang terkait dengan isolasi sosial
c. Dorong pasien untuk berinteraksi dengan orang lain

B. Strategi Komunikasi
1. Orientasi
“Selamat pagi! Perkenalkan saya suster SYP. Saya senang dipanggil
suster S. Saya mahasiswa perawat yang praktek di ruang bekisar ini.”
“Maksud kedatangan saya kesini untuk membantu dan merawat anda
disini.”
“Kalau boleh tahu siapa nama anda? Senang dipanggil apa? Asalnya
dari mana? Umurnya berapa?”
“Apa keluhan Tn.S hari ini? Perasaannya sekarang bagaimana?
Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang keluarga dan teman-
teman Tn.S? Mau di mana kita bercakap - cakap? Baiklah, disini yaa?
Mau berapa lama? Bagaimana kalau 20 menit saja?”

2. Kerja
“Siapa saja yang tinggal dengan Tn.S? Siapa yang paling dekat dengan
Tn.S? Siapa yang jarang bercakap - cakap dengan Tn.S? Apa yang
membuat Tn.S jarang bercakap - cakap dengan dia?”
“Menurut Tn.S, apa saja manfaat kalau kita memiliki teman? Jadi Tn.S
tidak tahu ya. Yaudah saya beritahu ya. Jadi, kalau kita punya teman,
maka kita bisa berbagi cerita dan berbagi pengalaman kepada teman
kita. Nah kalau kerugiannya tidak punya teman apa? Ya, apa lagi? Nah,
banyak juga kan kerugiannya tidak punya teman. Jadi, apakah Tn.S
sudah belajar bergaul dengan orang lain?”
“Bagus! Bagaimana kalau sekarang kita belajar untuk berkenalan
dengan orang lain?”
“Begini Tn.S, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan nama
kita, nama panggilan yg kita sukai, asal kita dan hobi kita. Contohnya:
Nama saya SYP, senang dipanggil S, asal saya dari kota Palangka Raya
dan hobi saya menyanyi.
“Ayo sekarang Tn.S silahkan mencoba berkenalan dengan saya.
Misalnya Tn.S belum kenal sama saya. Kok gak mau? Kenapa pak ?
ayo, dicoba, biar bapak tidak menyendiri. Yo pak, coba sekali saja”
“Baiklah kalau tidak mau, besok bapak mengobrol dengan saya lagi
saja ya?”

3. Terminasi
“Bagaimana perasaan Tn.S setelah kita latihan berkenalan?”
“Tn.S tadi sudah saya ajarkan cara berkenalan dengan baik, tapi Tn.S
tidak mau ya, selanjutnya Tn.S harus mengingat - ingat cara berkenalan
yang saya ajarkan tadi, supaya lebih siap dalam berkenalan dengan
orang lain.”
“Bagaimana kalu mulai besok Tn.S belajar berkenalan lagi?
Bagaimana Tn.S mau kan?”
“Yaudah besok kita bertemu lagi ya disini di jam yang sama. Baiklah,
terima kasih, sampai jumpa besok!”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn.S Pertemuan ke- : 2 (Dua)


Umur : 32 tahun Dx. Medis :
Masalah : Isolasi sosial Tanggal : 23 November 2017

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi pasien
DS: Pasien menjawab dengan singkat dan pelan
DO:
- Pasien menunduk
- Pasien tidak mau menatap mata perawat / kontak mata kurang
- Pasien bersikap cuek atau acuh
- Pasien selalu menyendiri duduk di pojok
2. Masalah/diagnosis keperawatan
Isolasi sosial : menarik diri dari lingkungan
3. Tujuan khusus keperawatan
a. Pasien menyadari penyebab isolasi sosial
b. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain
4. Tindakan keperawatan
a. Kontak sering dan singkat
b. Observasi tingkah laku yang terkait dengan isolasi sosial
c. Dorong pasien untuk berinteraksi dengan orang lain

B. Strategi Komunikasi
1. Orientasi
“Selamat pagi Tn.S? Bagaimana perasaan anda hari ini? Masih ingat
dengan saya kan?”
“Sesuai janji saya kemarin, saya akan mengajak Tn.S untuk belajar
berkenalan dengan orang lain. Tidak lama kok hanya 10 menit saja.
Tn.S masih ingat kan caranya berkenalan? Kalaau belum ingat, mari
saya ajarkan lagi”.
2. Kerja
“Sekarang saya tanya lagi, menurut Tn.S, apa saja manfaat kalau kita
memiliki teman?. Nah kalau kerugiannya tidak punya teman apa? Ya,
apa lagi? Nah, baik Tn.S sudah tau manfaat dan kerugiannya punya
teman kan?. Jadi, apakah Tn.S sudah mau belajar bergaul dengan orang
lain?”
“Bagus! Bagaimana kalau sekarang kita belajar untuk berkenalan
dengan orang lain?”
“Begini Tn.S, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan nama
kita, nama panggilan yg kita sukai, asal kita dan hobi kita. Contohnya:
Nama saya SYP, senang dipanggil S, asal saya dari kota Palangka Raya
dan hobi saya menyanyi.
“Ayo sekarang Tn.S silahkan mencoba berkenalan dengan saya.
Misalnya Tn.S belum kenal sama saya. Kok gak mau? Kenapa pak ?
ayo, dicoba, biar bapak tidak menyendiri. Ya pak, coba sekali saja”
“Baiklah kalau tidak mau, besok bapak mengobrol dengan saya lagi
saja ya? Saya ajarkan lagi bagaimana berkenalan”.

3. Terminasi
“Bagaimana perasaan Tn.S setelah kita latihan berkenalan lagi?”
“Tn.S tadi sudah saya ajarkan cara berkenalan dengan baik, tapi Tn.S
tidak mau ya, selanjutnya Tn.S harus mengingat - ingat cara berkenalan
yang saya ajarkan tadi, supaya lebih siap dalam berkenalan dengan
orang lain besok.”
“Bagaimana kalu mulai besok Tn.S belajar berkenalan lagi?
Bagaimana Tn.S mau kan?”
“Yaudah besok kita bertemu lagi ya disini di jam yang sama. Baiklah,
terima kasih, sampai jumpa besok!”
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn.S Pertemuan ke- : 3 (Tiga)


Umur : 32 tahun Dx. Medis :
Masalah : Isolasi sosial Tanggal : 23 November 2017

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi pasien
DS: Pasien menjawab dengan singkat dan pelan
DO:
- Pasien menunduk
- Pasien tidak mau menatap mata perawat / kontak mata kurang
- Pasien bersikap cuek atau acuh
- Pasien selalu menyendiri duduk di pojok
2. Masalah/diagnosis keperawatan
Isolasi sosial : menarik diri dari lingkungan
3. Tujuan khusus keperawatan
a. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain
4. Tindakan keperawatan
a. Kontak sering dan singkat
b. Observasi tingkah laku yang terkait dengan isolasi sosial
c. Dorong pasien untuk berinteraksi dengan orang lain

B. Strategi Komunikasi
1. Orientasi
“Selamat pagi Tn.S? Bagaimana perasaan anda hari ini? Masih ingat
dengan saya kan?”
“Sesuai janji saya kemarin, saya akan mengajak Tn.S untuk belajar
berkenalan dengan orang lain. Tidak lama kok hanya 10 menit saja.
Tn.S masih ingat kan caranya berkenalan? Kalaau belum ingat, mari
saya ajarkan lagi”.
2. Kerja
“Sekarang saya tanya lagi, menurut Tn.S, apa saja manfaat kalau kita
memiliki teman?. Nah kalau kerugiannya tidak punya teman apa? Ya,
apa lagi? Ya, bagus. Jadi, apakah Tn.S sudah mau belajar bergaul
dengan orang lain?”
“Bagaimana kalau sekarang kita belajar untuk berkenalan dengan orang
lain?”
“Begini Tn.S, untuk berkenalan dengan orang lain kita sebutkan nama
kita, nama panggilan yg kita sukai, asal kita dan hobi kita. Contohnya:
Nama saya SYP, senang dipanggil S, asal saya dari kota Palangka Raya
dan hobi saya menyanyi.
“Ayo sekarang Tn.S silahkan mencoba berkenalan dengan saya.
Misalnya Tn.S belum kenal sama saya. Kok gak mau? Kenapa pak ?
ayo, dicoba, biar bapak tidak menyendiri. Ya pak, coba sekali saja”
“Baiklah kalau tidak mau, besok bapak mengobrol dengan saya lagi
saja ya? Saya ajarkan lagi bagaimana berkenalan”.

3. Terminasi
“Bagaimana perasaan Tn.S setelah kita latihan berkenalan lagi?”
“Tn.S tadi sudah saya ajarkan cara berkenalan dengan baik, tapi Tn.S
tidak mau ya, selanjutnya Tn.S harus mengingat - ingat cara berkenalan
yang saya ajarkan tadi, supaya lebih siap dalam berkenalan dengan
orang lain besok.”
“Bagaimana kalu mulai besok Tn.S belajar berkenalan lagi? Bagaimana
Tn.S mau kan?”
“Yaudah besok kita bertemu lagi ya disini di jam yang sama. Baiklah,
terima kasih, sampai jumpa besok!”
FORMAT
ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Inisial pasien : Tn.S Perawat : Stefani Yohana Purba


Status interaksi perawat-pasien : Fase perkenalan Tanggal : 23 November 2017
Lingkungan : Bersih, nyaman, suasana tenang Jam : 09.00 Wib
Deskripsi pasien : Ekspresi wajah datar, kooperatif, Ruang : Jalak
penampilan cukup rapi
Tujuan (Berorientasi pada pasien) : BHSP sehingga pasien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan perasaannya secara terbuka

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA PASIEN
PR : Selamat pagi, boleh saya PR : Memandang PR : Ingin membuka PS : Merasa belum Salam merupakan
duduk di sebelah Bapak ? pasien dan tersenyum percakapan dengan mengerti dengan kalimat pembuka untuk
pasien dan berharap kedatangan perawat memulai suatu
PS : Iya mbak, silahkan PS : Ekspresi datar
dengan sapaan sederhana PS : Ragu terhadap percakapan sehingga
perawat bisa diterima dapat terjalin rasa
orang baru
pasien percaya
PR : Merasa senang ada
tanggapan
PR : Perkenalkan saya Stefani PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Menduga-duga Menunjukkan
Yohana Purba biasa dipanggil pasien sambil kondisi pasien pertanyaan dan berpikir perhatian pada pasien
Stefani. Saya Mahasiswa dari tersenyum PR : Merasa PS : Mulai merasa sehingga terjalin
Stikes Eka Harap Palangka PS : Ekspresi datar pertanyaannya mendapat bahwa perawat datang hubungan saling
Raya yang sedang praktik di respon untuk membantu percaya
ruang ini. Kalau boleh tau
nama Bapak siapa? senang
dipanggil siapa?
PS : Nama saya S**r**o**
biasa dipanggil S**r*
PR : asalnya dari mana ? PR : Memandang PR : Merasa PS : Menduga-duga Menunjukkan
Umurnya berapa ? pasien sambil pertanyaannya mendapat pertanyaan dan berpikir perhatian pada pasien
tersenyum respon, berharap pasien lalu menjawab sehingga terjalin
PS : 32 tahun, dari Blitar
dapat menjawab hubungan saling
PS : Ekspresi datar
percaya
PR : Saya boleh minta PR : Memandang PR : Meminta PS : Tampak ragu Kontrak awal untuk
waktunya sebentar? 15 menit pasien penuh perhatian persetujuan dan kontrak PS : Masih ada keraguan menunjukkan rasa
ya pak ? awal percaya pada pasien
PS : Ekspresi datar
PS : Iya hanya menunduk PR : Sedikit kecewa
PR : Apa keluhan Tn. S hari PR : Menunjukkan PR : Mencoba menggali PS : Mencoba Menggali data lebih
ini? Perasaannya sekarang wajah penuh perhatian data lebih dalam menangkap pertanyaan menunjukkan kesan
bagaimana? dan memikirkan jawaban membantu pasien
PS : Ekspresi datar, PR : Merasa
PS : Alhamdulillah Baik, tidak kontak mata kurang pertanyaannya mendapat PS : Merasa jawabannya
ada keluhan. respon akan membantu tindakan
atas dirinya
PR : Dengan keadaan Bapak PR : Menunjukkan PR : Mencoba menggali PS : Berusaha Teknik eksplorasi pada
sekarang, bagaimana perasaan perhatian data mengenai memikirkan pasien membuat pasien
Bapak ? apakah bpk merasa PS : Menatap perawat kemampuan sosialisasi PS : Merasa bahwa mau
kesepian? sebentar lalu menunduk pasien perawat datang untuk memperhatikannya
lagi
PS : Biasa saja PR : Merasa membantu
pertanyaannya mendapat
respon
PR : Tentunya Bapak bosan yaPR : Menunjukkan PR : Mencoba menggali PS : Membayangkan Teknik fokusing untuk
berada disini terus? Jika Bapak
perhatian dan menatap data perasaan pasien keluarganya mendapatkan data
pulang nanti siapa orang yang
PS dengan tersenyum terhadap keluarga Eksplorasi data isolasi
PS : Merasa keluarganya
ingin Bpk temui ? PS : Menatap perawat PR : Mencoba melihat tidak ada yang
PS : Iya bosan, ingin cepat sebentar lalu menunduk ekspresi pasien memperhatikannya
pulang dan ketemu keluarga. lagi
PR : Kalau boleh tau, bapak PR : Menatap dan PR : Mencoba menggali PS : Berusaha mengingat Membantu mengingat
masuk ke RSJ karena apa dan memperhatikan pasien data tentang alasan alasan masuk memori pasien
diantar oleh siapa ? masuk pasien
PS : menjawab sambil PS : Merasa bahwa
PS : gak ingat mbak, hanya menunduk PR : Mencoba melihat perawat ingin membantu
merasa sakit pinggang dan ekspresi pasien
pusing
PR : Pak S, selama bpk disini PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Berusaha mengingat Eksplorasi kegiatan
apa saja kegiatan yang yang pasien sambil kegiatan apa saja yang dan berpikir positif serta
bpk lakukan ? tersenyum bisa dilakukan oleh PS : Berusaha menjawab kemampuan yang
pasien dimiliki pasien
PS : Tidak ada PS : Ekspresi datar,, seadanya
bicara pelan, kontak PR : Merasa
mata kurang pertanyaannya mendapat
respon
PR : Saya perhatikan, bapak PR : Menatap pasien PR : Mengkaji penyebab PS : Masih sedikir ragu Menggali penyebab
sering menyendiri di kamar. dengan penuh perhatian isolasi sosial PS : Berusaha menjawab isolasi sosial
Kenapa tidak mau mengobrol PS : Ekspresi datar,, PR : Sedikit kecewa seadanya
dengan teman-temannya Pak ? bicara pelan, kontak karena pasien tidak
PS : Saya malas dan malu mata kurang menatap
tidak bisa berkenalan
PR : Kalau begitu terima kasih PR : Menunjukkan PR : Mengakhiri PS : Menyiapkan dirinya Konmtrak berikutnya
atas waktunya ya Pak sudah perhatian dan interaksi dengan untuk penjelasan dan harus ditentukan dan
mau menobrol dengan saya ? tersenyum perasaan bahwa pasien tindakan besok harus mendapat
Bagaimana kalau besok kita PS : Mencoba cukup menerimanya PS : Menunjukkan rasa persetujuan pasien agar
ngobrol lagi cuma 10 menit aja pasien ingat terhadap
mendengarkan PR : Senang karena percaya pada perawat
kok. Kita ngobrol tentang kontraknya
pasien mau menentukan
penyebab kesendirian bapak. kontrak berikutnya
Bagaimana kalau tempatnya
tetap disini saja ?
PS : Iya mbak
PR : Sekali lagi terima kasih PR : Tersenyum PR : Menutup fase 1 PS : Menunjukkan rasa Salam penutup
atas kesediaan Pak S untuk PS : Berjalan masuk ke PR : Senang karena percaya pada perawat merupakan akhir fase
ngobrol dengan saya. Besok dalam kamar pasien mau menjawab PS : Menyambut salam yang harus dilakukan
kita lanjutkan dengan belajar untuk mencegah
pertanyaan perawat
berkenalan ya Pak. Baiklah ketidakpercayaan
selamat pagi sampai ketemu pasien
besok.
PS : Iya mbak, pagi.

Kesan Perawat : Pada fase perkenalan pasien sudah kooperatif mau menjawab semua pertanyaan tetapi kontak mata kurang, saat ditanya
pasien hanya menunduk dan bicaranya pelan.
FORMAT
ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Inisial pasien : Tn.S Perawat : Stefani Yohana Purba


Status interaksi perawat-pasien : SP 1 pasien isolasi sosial Tanggal : 23 November2017
Lingkungan : Bersih, nyaman, suasana tenang Jam : 09.00 Wib
Deskripsi pasien : Ekspresi wajah datar, kooperatif, Ruang : Jalak
penampilan cukup rapi
Tujuan (Berorientasi pada pasien) : Pasien menyadari penyebab isos dan dapat berinteraksi dengan orang lain

ANALISA
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT PADA RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT
PASIEN
PR : Selamat pagi Pak S? PR : Memandang PR : Ingin membuka PS : Menduga-duga Salam merupakan
Masih ingat dengan saya ? pasien dan tersenyum percakapan dengan pasien dan berpikir apa yang kalimat pembuka untuk
Bagus! dan berharap dengan sapaan akan dilakukan memulai suatu
PS : Ekspresi datar
sederhana perawat bisa PS
PS : Pagi mbak, mbak Anis. : Berusaha percakapan sehingga
diterima pasien dapat terjalin rasa
mengingat
percaya
PR : Merasa senang ada
tanggapan
PR : Bagaimana perasaan PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Menduga-duga Menunjukkan
Bapak hari ini ? ada keluhan pasien sambil kondisi pasien pertanyaan dan perhatian pada pasien
Pak ? tersenyum berpikir sehingga terjalin
PR : Merasa pertanyaannya
hubungan saling
PS : Alhamdulillah sehat PS : Ekspresi datar mendapat respon PS : Berusaha
percaya
mbak, tidak ada keluhan. menjawab apa adanya
PR : Sesuai janji saya PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Menduga-duga Menunjukkan
kemarin, saya akan mengajak pasien sambil kondisi pasien pertanyaan dan perhatian pada pasien
Tn.S untuk belajar mengetahui tersenyum berpikir lalu berusaha sehingga terjalin
PR : Merasa pertanyaannya
tentang penyebab kesendirian menjawab hubungan saling
PS : Ekspresi datar mendapat respon
bapak. Tidak lama kok hanya percaya
10 menit saja
PS : iya
PR : Kalau boleh tau bpk PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Berusaha Eksplorasi kemampuan
tinggal di rumah dengan siapa
pasien sambil kemampuan sosialisasi menjawab dan berfikir pasien dalam hal
saja ? dan siapa orang paling
tersenyum pasien bersosialisasi dan
PS : Berusaha
dekat dengan bpk ? berinteraksi
PS : Ekspresi datar dan PR : Merasa sedikit kecewa mengingat-ingat
PS : Saya tinggal di rumah hanya menunduk
sendiri. Tidak ada orang
terdekat
PR : Kenapa bpk tidak mau PR : Menatap pasien PR : Mencoba menggali PS : Berusaha Menggali data lebih
bergaul dengan orang lain ? dengan penuh perhatian kemampuan sosialisasi menjawab dan berfikir dalam agar pasien mau
pasien
PS : Tidak apa-apa PS : Ekspresi datar dan PS : Berusaha terbuka
hanya menunduk PR : Merasa sedikit kecewa menjawab apa adanya
PR : Bapak tahu tidak tentang PR : Menatap pasien PR : Mencoba menggali PS : Berfikir Eksplorasi kemampuan
sikap bapak yang menyendiri dengan penuh perhatian kemampuan pasien dalam PS Berusaha pasien dalam hal
:
ini? berinteraksi dengan orang bersosialisasi dan
PS : tidak PS : Ekspresi datar lain menjawab apa adanya berinteraksi
hanya menunduk PR : Merasa sedikit kecewa
PR : Ini bisa disebut isolasi PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Berfikir Menjelaskan kepada
sosial. Bapak tahu tanda-tanda pasien dengan penuh kemampuan sosialisasi PS : diam saja pasien tentang tanda-
Isolasi sosial? perhatian pasien tanda isolasi sosial
PS : tidak PS : Ekspresi datar PR : Merasa kecewa dengan
hanya menunduk respon pasien
PR : Tanda-tandanya yaitu PR : Memandang PR : Mencoba menggali PS : Bingung Menjelaskan kepada
sering menyendiri, tidak pasien dengan penuh kemampuan sosialisasi PS : Mencoba pasien tentang tanda-
bicara, tidak bisa memulai perhatian pasien mengerti penjelasan tanda isolasi sosial
bicara, tidak bisa berkenalan, PS : Ekspresi datar PR : Merasa kecewa dengan perawat
tidak punya teman, dan banyak hanya menunduk respon pasien
lainnya
PS : tidak
PR : Apakah bapak tau PR : Menatap pasien PR : Mencoba menggali PS : Berusaha Eksplorasi
manfaat memiliki teman dan dengan penuh perhatian pengetahuan pasien tentang menjawab dan berfikir pengetahuan pasien
kerugian jika tidak punya PS : Ekspresi datar dan bersoaialisasi tentang manfaat
PS : Menjawab
teman ? memiliki teman dan
hanya menunduk PR : Merasa sedikit kecewa dengan nada pelan
kerugian jika tidak
PS : Tidak tau dengan jawaban pasien
punya teman
PR : Bagaimana perasaan Tn. PR : Menatap pasien PR : Mencoba menggali PS : Berusaha Menggali perasaan
T setelah ngobrol dengan dengan penuh perhatian kemampuan sosialisasi menjawab dan berfikir pasien
saya? PS : Ekspresi datar dan pasien PS : Berusaha
PS : Ya, baik hanya menunduk mengingat-ingat
PR : Tn.S tadi sudah diskusi PR : Menatap pasien PR : Mencoba memahami PS : Berusaha Melakukan kontrak
dengan saya tentang penyebab dengan penuh perhatian keadaan pasien menjawab dan berfikir ulang tentang cara
isolasi sosial, semoga Tn.S Berusaha berkenalan dengan
PS : Ekspresi datar dan PR : Merasa kecewa karena PS :
bisa mengerti dan tidak orang lain
hanya menunduk pasien menolak untuk diajak menepati janji
melakukannya lagi belajar berkenalan dengan
PS : iya temannya
PR : Bagaimana kalau besok PR : Menatap pasien PR : Membantu pasien PS : Berusaha Melakukan kontrak
Tn.S mengobrol dengan saya dengan penuh perhatian mengeksplore kemampuan menjawab dan berfikir ulang tentang cara
lagi? Besok saya akan PS : Ekspresi datar dan sosialisasinya berkenalan dengan
PS : Berusaha
membahas tentang manfaat orang lain
hanya menatap sebentar PR : Merasa senang karena menepati janji
berhubungan dengan orang responnya baik
lain dan kerugian tidak
berhubungan dnegan orang
lain. Bagaimana Tn.S mau
kan?
PS : iya
PR : Yaudah besok kita PR : Menunjukkan PR : Menutup SP 1 Pasien PS : Menjawab salam Salam penutup
bertemu lagi ya disini di jam perhatian dan tentang cara berkenalan dan tersenyum merupakan akhir fase
yang sama. Baiklah, terima tersenyum dengan orang lain yang harus dilakukan
PS : Berusaha
kasih, sampai jumpa besok! untuk mencegah
PS : Tersenyum sambil PR : Merasa kecewa karena menepati janji
ketidakpercayaan
PS : ya mbak. berjalan menuju kamar SP 1 Pasien gagal
pasien

Kesan Perawat : Pada SP 1 pasien tentang cara berkenalan dengan orang lain pasien terlihat kurang kooperatif, pasien terlihat malas untuk
berinteraksi, pasien lebih senang menyendiri, kontak mata kurang, saat ditanya pasien hanya menunduk dan bicaranya pelan.