Anda di halaman 1dari 3

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2.1 Petir
Petir tejadi berawal dari proses fisika dimana terjadi pengumpulan muatan
lisrik di awan. Bersamaan dengan pengumpulan muatan, pada awan timbul medan
listrik yang intensitasnya semakin besar antara awan dan permukaan bumi.
Apabila medan listrik itu melebihhi kekuatan tembus udara maka terjadilah
pelepasan muatan. (Abduh, 2004 : 5).

Gambar 2.1 Pelepasan muatan dari awan ke tanah


(Electrical Power Engineering Handbook : Power System, Leonard L. Grigsby)

Muatan positif pada awan berkumpul diatas dan muatan negatif berkumpul
dibawah, mendekati prmukaan bumi yang bermuatan positif. Bila jumlah muatan
sudah terlalu besar dan gaya medan listrik menembus kerapatan udara, maka akan
timbul gesekan yang besar dan loncatan muatan negatif bertemu muatan positif ke
bumi inilah yang dinamakan petir.
Sambaran petir terdiri dari berbagai macam:

a. Sambaran Langsung
Sambaran langsung adalah sambaran petir ke arah fasa konduktor dan
penunjang fasa konduktor (tiang). Apabila sambaran menuju fasa konduktor
terjadi, gelombang tegangan yang dibangkitkan oleh sambaran petir akan
mengalir di sepanjang fasa konduktor hingga ke terminal dari peralatan fasa
konduktor atau bahkan sering menuju ke insulator antara fasa konduktor dan
lengan tiang akhir saluran. (Abduh, 2004 : 30).

b. Samabaran Tidak Langsung


Sambaran tidak langsung adalah peristiwa sambaran petir yang terjadi
di dekat sistem tenaga. Sambaran tersebut dapat berupa sambaran petir dari
awan ke tanah ataupun sambaran petir dari awan ke awan. Akibatnya
adanya sambaran ini akan timbul medan elektromagnetik yang dapat
menginduksikan tegangan pada saluran sistem tenaga (Abduh, 2004 : 35).
Pedoman Buku :
Abduh, Syamsir. 2004. Fenomena Petir. Jakarta : Penerbit Universitas Trisakti