Anda di halaman 1dari 17

PT PLN (Persero)

Area Tahuna

I. LATAR BELAKANG

Gardu distribusi merupakan sarana penyaluran tenaga listrik dari PLN ke


Pelanggan. Dengan tegangan primer 20 KV lalu diubah oleh trafo menjadi
tegangan sekunder 400 Volt (antar fasa) atau 220 Volt (fasa-netral). Pelanggan
yang menggunakan ini adalah pelanggan TR, baik industri maupun rumah tangga.
Fenomena arus netral sekunder pada trafo distribusi terjadi di semua gardu.
Pada beban tak seimbang timbul arus netral yang tinggi. Namun pada beban yang
seimbang terdapat juga arus netral. Sehingga bila ada arus netral pada beban
seimbang maka beban yang digunakan terdapat beban non linier.
Timbulnya arus netral yang tinggi pada pembebanan tak seimbang ini akibat
perbedaan sudut arus dan tegangan yang cukup besar. Yaitu melebihi sampai 300.
Beban non liner banyak digunakan dalam industri maupun rumah tangga.
Beban seperti motor induksi, pengatur kecepatan motor listrik, merupakan
penyumbang beban non linier sedangkan untuk rumah tangga adalah penggunaan
komputer, Air Conditioner (AC), lampu fluorescent, dan sebagainya.
Pada beban non linier terdapat komponen semi konduktor, yang dapat
menimbulkan gelombang arus yang tidak sinusoidal. Hal ini akan berpengaruh
terhadap pengukuran arus sekunder dan primer trafo. Khususnya pada arus netral
sekunder beban tak seimbang.

II. PERMASALAHAN

Permasalahan yang masih terdapat pada banyaknya trafo distribusi yang


pembebanan pada tiap fasanya tidak seimbang, sehingga timbul arus netral pada
kutub netral trafo. Arus netral ini merupakan energi listrik yang tidak terjual,
dengan kata lain losses.
Pengaruh arus netral yang tinggi dapat mengakibatkan :
Kualitas tegangan dan arus
Efisiensi trafo

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 1


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

III. PRA ANGGAPAN


Adapun upaya untuk mengatasi arus netral tinggi dapat melakukan langkah-
langkah, yaitu :
Pemerataan beban
Memperbaiki sambungan netral
Menurunkan kapasitas trafo
Sebagaimana diketahui timbulnya arus netral pada pembebanan sekunder
trafo distribusi dapat mempengaruhi sistem distribusi. Ketidak-akuratan
pengukuran energi, penurunan kualitas peralatan distribusi PLN antara lain
ditimbulkan dari hal tersebut.
Arus netral yang tinggi dapat muncul akibat dari pembebanan yang tak
seimbang. Perbedaan pembebanan antar fasa akan menimbulkan perbedaan sudut
tegangan dan arus yang akhirnya menimbulkan arus netral.
Beban non linier juga memberikan andil terhadap tingginya arus netral. Hal
ini terjadi pada beban non linier akan muncul arus urutan nol yang memicu
keluarnya arus netral.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 2


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

IV. LANDASAN TEORI

4.1 Hubungan Delta Trafo


Transformator tiga fasa digunakan ketika daya tiga fasa direkomendasikan
untuk kebanyakan beban seperti di motor-motor industri. Ada dua dasar hubungan
transformator tiga fasa, delta dan bintang. Transformasi digunakan dimana jarak
sumber dengan beban pendek. Delta diterapkan pada trafo satu fasa maupun tiga
fasa. Transformator delta digambarkan dalam segitiga.
Tegangan transformator tiga fasa dengan kumparan yang dihubungkan secara
delta, yaitu VAB, VBC, dan VCA , masing-masing berbeda fasa sebesar 1200.

VAB + VBC + VCA = 0

4.2.1 Keseimbangan Arus Delta


Untuk beban yang seimbang :
IA = IAB ICA
IB = IBC - IAB
IC = ICA - IBC

4.2.2 Ketakseimbangan Arus Delta


Pada rangkaian delta beban tak seimbang arus pada kawat fasa (IL) sama
dengan selisih vektoris dari arus IPH. Pada sirkuit tak seimbang Cos setiap fasa
tidak sama dengan Cos pada tiap alat pemakai.
Perbandingan IL/IPH tidak sama dengan 3.

4.3 Hubungan Bintang


Arus transformator tiga fasa dengan kumparan yang dihubungkan secara
bintang yaitu ; IA, IB, dan IC masing-masing berbeda fasa 1200.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 3


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

4.3.1 Keseimbangan Arus Bintang


Pada transformator distribusi pusat beban terhubung langsung dengan
transformator. Pada umumnya transformator distribusi terhubung secara bintang.
Arus pada penghantar netral sama dengan nol. Besarnya arus pada kawat netral
sama dengan jumlah vektoris dari tiga arus pada kawat-kawat fasa, karena ketiga
arus ini sama besarnya, tetapi berbeda fasa 1200 satu sama lain, maka resultante-
nya nol.

Gambar 1. Fasor Diagram dari Tegangan Fasa


Pada percobaan diatas dimana alat pemakai adalah beban resistif, maka arus I
sefasa dengan tegangan fasa netral.

Gambar 2. Sudut Fasa Sambungan Bintang


Pada sambungan bintang seimbang penghantar netral dapat ditiadakan
(dihilangkan).

Gambar 3. Sambungan Bintang

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 4


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Maka titik bersama dari ketiga alat pemakai disebut titik netral buatan.
Tegangan titik bintang adalah sama dengan tegangan penghantar netral.

2.3.2 Ketakseimbangan Arus Bintang


Keadaan tidak seimbang adalah keadaan di mana salah satu atau kedua syarat
keadaan seimbang tidak terpenuhi. Kemungkinan keadaan tidak seimbang ada 3
yaitu :
Ketiga vektor sama besar tetapi tidak membentuk sudut 120 satu sama lain.
Ketiga vektor tidak sama besar tetapi membentuk sudut 120 satu sama lain.
Ketiga vektor tidak sama besar dan tidak membentuk sudut 120 satu sama lain.

IS IT IS
o
120
135o
IT

120o 120o 120o


105o

`
IN
`

IR + IT

IR IR

(a) (b)

Gambar 4. Vektor Diagram Arus

Gambar 4(a) menunjukkan vektor diagram arus dalam keadaan seimbang. Di sini
terlihat bahwa penjumlahan ketiga vektor arusnya (IR, IS, IT) adalah sama dengan nol
sehingga tidak muncul arus netral (IN). Sedangkan pada Gambar 4(b) menunjukkan
vektor diagram arus yang tidak seimbang. Di sini terlihat bahwa penjumlahan ketiga
vektor arusnya (IR, IS, IT) tidak sama dengan nol sehingga muncul sebuah besaran yaitu
arus netral (IN) yang besarnya bergantung dari seberapa besar faktor
ketidakseimbangannya.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 5


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Bila sirkuit tak seimbang, penghantar netral dilalui arus. Dalam hal ini
penghantar netral tidak boleh dihilangkan.

Gambar 5. Ketakseimbangan Arus pada Hubungan Bintang


Ketiga arus fasa tidak sama besarnya, jumlah vektoris dari ketiga arus, sama
dengan arus yang mengalir pada penghantar netral.

Gambar 6. Vektor Ketakseimbangan Arus pada Hubungan Bintang

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 6


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

V. PEMBAHASAN

5.1 Pembebanan Trafo Distribusi


Pembebanan trafo distribusi sangat tergantung dari sifat beban di pelanggan.
Beban dikenal dalam dua bagian, yakni beban linier dan beban non linier.
Beban Linier adalah beban yang memberikan bentuk gelombang keluaran
yang linier, artinya arus yang mengalir sebanding dengan impedansi dan perubahan
tegangan. Beban linier berasal dari peralatan listrik yang tidak mengandung
rangkaian elektronika di dalamnya. Sehingga menghasilkan keluaran gelombang
tegangan dan arus berbentuk sinusoidal. Ini bisa dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 7. Beban Linier

Beban non linier adalah bentuk gelombang keluarannya tidak seimbang


dengan tegangan dalam setiap setengah siklus, sehingga bentuk gelombang arus
maupun tegangan keluarannya tidak sama dengan gelombang masukannya
(mengalami distorsi). Beberapa peralatan yang merupakan beban non linier antara
lain komputer, printer, lampu fluorescent yang menggunakan elektronik ballast,
kendali kecepatan motor, motor induksi, batere charge, dll.

Gambar 8. Beban Non Linier

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 7


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

5.2 Penyebab Tingginya Arus Netral


5.2.1 Pengaruh Beban Tak Seimbang
Diketahui pembebanan pada beberapa gardu di Penyulang Kota Petta dan
Penyulang Kendahe tidak seimbang. Besarnya Inetral dipengaruhi oleh karakteristik
beban. Dengan menggunakan formula-formula yang terdapat dalam program
aplikasi Excel maka didapat :

Data Gardu yang Belum Seimbang

Tabel 1. Tanggal pengukuran 7 Januari 2013


Presentase Beban Perfasa:

Tabel 2. Prosentase Pembebanan

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 8


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Setelah Diseimbangkan:

Tabel 3 Pengukuran tanggal 28 januari 2013

Tabel 4 Prosentase Pembebanan Setelah Diseimbangkan

PERHITUNGAN PEMERATAAN :

Untuk menentukan titik keseimbangan pembebanan trafo, kita perlu


menentukan presentase pembebanan tiap fasa, kemudian dari hasil presentase
pembebanan per-fasa tersebut kita dapat mengetahui pola pembebanan trafo
tersebut sudah seimbang sesuai dengan kapasitas masing-masing trafo tersebut atau
belum. Untuk selanjutnya presentase beban per-fasa tersebutdiseimbangkan dengan
menggunakan presentase total beban trafo sebagai titik keseimbangan pembebanan.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 9


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Supaya tercapai keseimbangan pembebanan. Maka di buatka rumusan


sebagai berikut :
Tabel 3. Rumusan Keseimbangan Beban
Manuver Yang
ID Trafo Rumus Keseimbangan Pembebanan
Dilaksanakan
Fasa R 43,96% - 48,57% = - 4,61%
-4,61% X 152 (Ampere) = -7 A Pengurangan
Fasa S 43,77% - 45,08% = -1,31% sejumlah SR pada
PKT001
-1,31 X 125 (Amp.) = -1,99 A fasa R & fasa S,
Fasa T 41,86% - 36,59% = 4,27% dialihkan ke fasa T
4,27% X 152 (Amp.) = 6,49 A
Fasa R 50,60% - 48,95% = 1,65%
Pengurangan
1,65% X 243 (Amp.) = 4 A
sejumlah SR pada
Fasa S 34,14% - 48,13% = -13,89%
PKT002 fasa T dan R,
-13,89% X 243 (Amp.) = -33,75 A
dialihkan sebagian
Fasa T 60,47% - 48,13% = 12,34%
lagi ke fasa S
12,34% X 243 (Amp.) = 29,98 A

ID Trafo Rumus Keseimbangan Pembebanan Hasil yang didapat


Fasa R 34,52% - 31,59% = 3,07%
3,07% X 152 (Amp.) = 4,66 A
Pengurangan sejumlah
Fasa S 28,29% - 31,59% = -3,30%
PKT004 SR pada fasa R, dialihkan
-3,30% X 152 (Amp.) = -5,01 A
ke fasa S
Fasa T 31,59% - 31,59% = 0%
0% X 152 (Amp.) = 0 A

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 10


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Setelah Dilaksanakan Pemerataan Beban

Dengan menerapkan metode pemerataan tersebut, titik keseimbangan


pembebanan pada beberapa trafo tersebut tercapai, dan arus netralnya dapat
dipastikan turun. Berikut ini data pengukuran beban setelah dilaksanakan
pemerataan beban.

Arus Pembebanan
%
Lokasi dan Kapasitas
ID gardu Nominal Beban R Beban S Beban T Arus N terhadap
Trafo Ireal Imaj Ireal Imaj Ireal Imaj
(Ampere) (ampere) (Ampere) (Ampere) (Ampere) kapasitas
Trafo

PKT 001 ENEMAWIRA 152 73,8 60,09 42,85 68,5 55,77 39,77 55,6 45,27 -32,28 48,90 43%
100 KVA/3 fasa
PKT 002 PATTA 1 / KTR POS
160 KVA/3 fasa 243 104 84,67 60,38 137 111,54 79,54 127,0 103,40 -73,74 64 50%
PKT 003 PETTA 2 / PELABUHAN
100 KVA/3 fasa 152 44 35,82 25,55 119 96,89 -69,09 138 112,36 80,12 52 66%
PTH 001 LIKUANG
100 KVA/3 fasa 76 46,8 38,10 27,17 39,5 32,16 22,93 39,8 32,40 -23,11 28,4 55%

Tabel 4. Hasil Pengukuran Beban Puncak di Gardu Distribusi

Dari pelaksanaan pemerataan beban tersebut, didapatkan juga hasil


penurunan susut distribusi sebagai berikut.
Selisih Perubahan Arus Netral :

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 11


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Tabel 5. Hasil Perhitungan Energi Listrik yang Diselamatkan

Dari hasil pemerataan ini didapat penekanan susut yang signifikan, yaitu
sejumlah 37,9 KW energi listrik terjual, dan setara dengan :
- Energi listrik yang terjual ke pelanggan selama 5 jam (17.00 s.d 22.00, beban
puncak sistem) Rp 853.000,00
- Atau setara dengan HSD subsidi sebesar 4,35 Kilo liter, (realisasi BPP s.d
Semester 2, 2012 = 3.344 Rp/KWh).

3.3 Memperbaiki Sambungan Netral


Setiap sistem distribusi biasanya memakai sistem 3 fasa empat kawat, yaitu 3
kawat untuk fasa dan 1 kawat lagi untuk netral. Apabila beban yang dipasok non
linier maka untuk mengatasi panas lebih pada kawat netral, sebaiknya ukuran kawat
netral diperbesar dari ukuran standarnya. Begitu juga pada panel-panel listrik
disarankan kawat netral untuk sistem pentanahannya diperbesar dari ukuran
standarnya.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 12


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Gambar 9. Transformasi - Y

Sambungan netral diketanahkan tanpa impedansi pada sistem transformasi D-


Y juga bisa berguna untuk membatasi atau mencegah naiknya tegangan fasa yang
sehat, seandainya terjadi gangguan salah satu fasa, misal hubung singkat ke tanah.
Jadi hubungan netral ke tanah pada transformasi D-Y bukanlah dimaksudkan
untuk mencegah atau membatasi kenaikan tegangan pada fasa yang tidak
terganggu. Tetapi hubungan netral ke tanah tersebut hanya mempunyai hubungan
tujuan yang utama, yakni memberi jalur kepada arus harmonisa guna bersikulasi
agar tegangan harmonisa terhapuskan sehingga tidak menyebabkan distorsi.

VI. KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan
Dengan upaya-upaya pemerataan beban, pengukuran trafo distribusi secara
rutin yang terkoordinasi dengan baik memberikan beberapa keuntungan bagi PLN
maupun pelanggan, diantaranya :
1. Mencegah terjadinya kerusakan pada trafo distribusi
2. Optimalisasi usia pakai peralatan distribusi, terutama trafo distribusi
3. Memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan
4. Menurunkan susut distribusi
5. Pelanggan memperoleh energi listrik yang optimal, tegangan sesuai standar.
Upaya memperbaiki sambungan netral juga berkontribusi untuk menunjang
keamanan pada operasional trafo distribusi, sehingga mencegah kerusakan pada
trafo distribusi. Di lain sisi, pelanggan PLN juga mendapatkan energi listrik yang
optimal.
Dengan penulisan makalah ini, semakin memotivasi kami untuk bekerja lebih
baik lagi dan meningkatkan kepedulian seluruh Personil PLN khususnya personil
bidang teknik distribusi terhadap trafo distribusi, karena pada upaya Menekan Arus

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 13


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Netral di Sisi Sekunder Trafo Distribusi menghasilkan sekian banyak manfaat


seperti yang sudah disebutkan diatas.

4.2 Saran
1. Menimbang bahwa ketidak taatan penyambungan fasa sesuai hasil survey
lapangan merupakan salah satu penyebab un-balanced, maka perlu diingatkan
kepada petugas lapangan untuk bekerja sesuai hasil survey.
2. program pemerataan beban sebaiknya diberi porsi lebih besar dan
dilaksanakan secara berkesinambungan.
3. Melaksanakan Pasang Baru / Tambah daya sesuai dengan SOP dan dijalankan
secara Konsisten.

DAFTAR PUSTAKA

Danah Zohar. (2008). Dasar-Dasar Listrik II, Bandung: Penerbit Informatika.


Kadir, Abdul. (1989). Transformator, Elex Media Komputindo, Bandung,
Kelompok Gramedia.
PT. PLN (Persero) UBS P3BJB. (1985). Pelatihan Operator Gardu Induk,
Udiklat Semarang.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 14


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

VII. KERUSAKAN AKIBAT KELEBIHAN TEGANGAN


Tegangan tembus luar (External Flashover) merusak isolator, bagian permukaan
peralatan. Ini disebabkan oleh amplitude gelombang datang.
Tegangan tembus dalam ( Internal Flashover ), merusak isolasi utama dari
peralatan ketanah, merusak isolasi antara bagian-bagian dalam peralatan (isolasi
antara gulungan dari trafo). Ini disebabkan oleh kecuraman gelombang datang.
Tegangan tembus luar dan dalam ( Internal and External Flashover) yang
mungkin terjadi akibat osilasi yang terjadi pada peralatan. Ini disebabkan oleh
kecuraman gelombang datang dengan ekor gelombang yang panjang.

VIII. Penanggulangan Kelebihan Tegangan


Untuk memberikan perlindungan pada Peralatan terhadap kelebihan tegangan
berupa surja hubung dan surja petir maka dipasang alat pelindung (Protective
Device).
Alat pelindung terhadap kelebihan tegangan berfungsi melindungi peralatan sistem
tenaga listrik dengan cara membatasi kelebihan tegangan yang datang dan
mengalirkan ke tanah. Berhubungan dengan fungsinya itu, maka alat pelindung

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 15


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

harus dapat menahan tegangan sistem dalam waktu yang tak terbatas dan harus
dapat melewatkan surja arus ke tanah tanpa mengalami kerusakan.

Alat pelindung yang baik mempunyai perbandingan perlindungan atau protective


ratio yang tinggi, yaitu perbandingan antara tegangan surja maksimum yang
diperbolehkan sewaktu pelepasan (discharge) dan tegangan sistem maksimum yang
ditahan sesudah pelepasan terjadi.

IX. JENIS-JENIS ALAT PELINDUNG

1. SELA BATANG
Sela batang merupakan alat pelindung yang paling sederhana tetapi paling kuat dan
kokoh. Sela batang jarang digunakan pada rangkaian yang penting karena tidak
dapat memenuhi persyaratan dasar dari suatu alat pelindung yang sebenarnya. Sela
batang dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar (3) Sela batang yang dipasang pada saluran

Sela batang digunakan pada :


Bushing insulator dari trafo.
Pada isolator hantaran udara , berupa tanduk api (Arching Horn) atau ring api.

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 16


PT PLN (Persero)
Area Tahuna

Pemutus daya (Circuit Breaker).


Untuk mencegah gelombang petir tembus melalui permukaan isolator, maka
tegangan tembus dari sela batang harus diset 20 % lebih rendah dari tegangan
tembus impuls ( Impuls Spark Over ) dari isolator. Jarak antara sela dengan
isolator tidak boleh kurang dari 1/3 jarak sela untuk mencegah bunga api
bergerak kea rah isolator. Berikut tabel tegangan sistem dengan jarak sela
batang :

Menekan Arus Netral Pada Sisi Sekunder Trafo Distribusi 17