Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN


Latar belakang
Untuk memperoleh torsi mula yang cukup besar kedua jenis motor listrik baik rotor
sangkar maupun rotor gelung membutuhkan arus start yang cukup besar mulai dari lima
sampai dengan sepuluh kali lipat arus nominal. Peninggkatan arus secara tiba-tiba dapat
mengakibatkan tegangan jatuh (voltage dips) pada suatu system tenaga listrik, tegangan jatuh
ini dapat berakibat antara lain :
1. Perubahan torsi poros transien pada motor yang sedang beroperasi dapat
mengakibatkan mekanikal stress yang berlebihan
2. Jatuh tegangan yang berlebihan dapat mencegah motor listrik beroperasi dalam
kecepatan normal
3. kesalahan operasi pada peralatan lainnya misalnya contactor maupun peralatan relay
proteksi under voltage dan kedip lampu yang mengganggu

Tujuan Praktikum
Tujuan percobaan saklar Wye Delta adalah :
1. Mengetahui fungsi saklar wye delta pada instalasi tenaga listrik.
2. Mengetahui besarnya arus start,arus konstan dan kecepatan putaran apabila
menggunakan saklar Y - .
3. Mengetahui besar MCB yang harus terpasang

Rumusan Masalah
Bagaimana cara kerja saklar wye-delta
Apa yang membedakan antara arus start dan arus konstan
Bagaimana cara mengetahui besar MCB yang harus terpasang pada rangkaian listrik 3
fase
Bagaimana mengukur arus start dan arus konstan
Bagaimana mengukur arus line dan arus fase
Apa yang membedakan antara arus line dan arus fase







BAB II
DASAR TEORI

II.1 PENGERTIAN
Secara umum motor-motor induksi dapat distart dengan cara menghubungkan motor
secara langsung ke rangkaian pencatu daya ataupun dengan menggunakan tegangan yang
telah dikurangi ke motor selama periode start. Pengoperasiannya dapat dilakukan secara
manual ataupun magnetik
Motor yang distart dengan tegangan penuh akan menghasilkan kopel start yang lebih
besar dibandingkan jika motor distart dengan tegangan yang dikurangi. Hal inii dibuktikan
bahwa kopel motor induksi berbanding lurus dengan kuadrat tegangan yang digunakan. Jika
selama start tegangan dikurangi hingga mencapai 80 % dari harga yang seharusnya, maka
kopel start hanya mencapai 64% dari harga yang diperoleh apabila start dengan tegangan
penuh. Pengurangan tegangan yang digunakan pada motor selama periode start akan
mengurangi arus start dan pada saat yang sama menambah waktu percepatan karena kopel
start yang kurang. Jenis beban yang akan distart harus menjadi perhatian dalam menggunakan
cara start yang digunakan.
Cara-cara start pada motor induksi
ada berbagai macam, cara-cara tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Penstart tegangan penuh atau penstart pada saluran (across the line starter).
2. Penstart dengan tegangan yang diturunkan (reduced-voltage starter).
3. Penstart lilitan bagian (part winding starter).
4. Penstart Wye-Delta.
dan yang akan kita bicarakan disini adalah cara start dengan rangkaian bintang delta.
Sambungan Wye Delta merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengatur
arus start yang mana dengan cara menurunkan arus pada arus start pada motor 3 phase.

Gambar. Hubungan Star dan Delta

II.1 Prinsip kerja
Motor distart pada hubungan Wye untuk kemudian diubah menjadi hubungan Delta
pada kecepatan nominalnya. Motor induksi bertipikal seperti ini hanya motor induksi
dengan daya diatas 5.5 HP (Horse Power), sedangkan 1 HP adalah bernilai 0.75 KW
(kilowatt). Dengan penggunaan arus mula yang lumayan besar ini maka hubungan Wye
dipakai karena menghasilkan arus yang lebih rendah sehingga menurunkan tegangan.
Setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun dengan menggunakan timer arus
dipindahkan menjadi segitiga/ delta sehingga tegangan dan arus yang mengalir ke motor
penuh.

Gambar. Rangkaian wiring wye-delta
electric-mechanic.blogspot.com
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa wiring star delta menggunakan 3 buah
kontaktor utama yang terdiri dari K1 (input utama) K2 (hubung star) dan K3 (hubung
delta). Dan semua itu disebut juga Rangkaian Utama.
Pada gambar, ketika K1 dan K2 aktif atau berubah menjadi NC maka hubungan
yang terjadi pada motor menjadi hubung star, dan ketika K2 menjadi NO maka K3 pada
saat yang bersamaan menjadi NC. Dan perubahan ini menyebabkan rangkaian pada motor
menjadi hubung delta.

II.2 Hubungan Bintang (Y, wye)
Pada hubungan bintang (Y, wye), ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu
dan menjadi titik netral atau titik bintang. Tegangan antara dua terminal dari tiga terminal
a b c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan tegangan tiap
terminal terhadapa titik netral. Tegangan Va, Vb dan Vc disebut tegangan fase atau Vf.

Gambar. Hubungan Bintang (Y, wye).
http://kumengerti.blogspot.com/2012/09/hubungan-bintang-delta-pada-motor.html
Dengan adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase dihitung terhadap
saluran / titik netralnya, juga membentuk sistem tegangan 3 fase yang seimbang dengan
magnitudenya ( 3 dikali magnitude dari tegangan fase).
Vline = 3 Vfase = 1,73Vfase
Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fase mempunyai nilai yang sama,
ILine = Ifase
Ia = Ib = Ic



II.3 Hubungan Segitiga
Pada hubungan segitiga (delta, , D) ketiga fase saling dihubungkan sehingga
membentuk hubungan segitiga 3 fase.

Gambar 3. Hubungan Segitiga (delta, , D).
http://kumengerti.blogspot.com/2012/09/hubungan-bintang-delta-pada-motor.html
Dengan tidak adanya titik netral, maka besarnya tegangan saluran dihitung antar
fase, karena tegangan saluran dan tegangan fasa mempunyai besar magnitude yang sama,
maka:
Vline = Vfase
Tetapi arus saluran dan arus fasa tidak sama dan hubungan antara kedua arus
tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan hukum kirchoff, sehingga:
Iline = akar 3 Ifase = 1,73 Ifase

II.4 Hubungan Wye-Delta.
Dalam hubungan Wye, arus line dan arus fase adalah arus yang sama, tetapi
tegangan fase adalah seperakar 3 dari tegangan line. Dalam hubungan delta harga
tegangan tidak berubah, tetapi harga arus pada tiap kumparan adalah seperakar 3 dari arus
line.
Dengan menstart motor pada hubungan wye, tegangan dan arus start dapat
dikurangi. Ketika putaran motor mencapai putaran nominalnya maka secara otomatis
hubungan akan diubah menjadi hubungan delta. Arus start pada motor yang distart pada
hubungan Wye akan direduksi hingga sepertiga arus start pada hubungan delta. Torsi start
pada hubungan Wye adalah sepertiga torsi dari hubungan delta.

II.5 Pengertian arus Start, arus Line, arus Fase, tegangan line dan tegangan Fase
Arus start, adalah arus awal yang digunakan untuk menyalakan alat atau motor pertama
kali dan yang diteruskan ke dalam rangkaian.
Arus line, adalah arus yang terdapat dalam rangkaian /arus yang berjalan dalam rangkaian
wye delta.
Arus fase, adalah arus yang terdapat pada tiap-tiap resistor pada suatu rangkaian saklar
wye-delta
Tegangan line, adalah tegangan yang terdapat dalam rangkaian /arus yang berjalan dalam
rangkaian.
Tegangan fase, adalah tegangan yang terdapat pada tiap-tiap posisi/fase pada suatu
rangkaian

II.6 Korelasi antara Arus line, arus Fase, tegangan line dan tegangan Fase
Hubungan yang terjadi adalah apabila Arus line kecil maka tegangan yang terjadi juga
kecil begitu pula sebaliknya seperti pada rumus berikut :
I = V/R
Begitupula pada arus fase apabila arusnya tinggi maka tegangan fasenyapun juga tinggi
dan begitupula sebaliknya. Dalam hubungan wye, arus line dan arus fase adalah arus yang
sama tetapi tegangan fase adalah 1 / ( 3 ) dari tegangan line. Dalam hubungan delta harga
tegangan tidak berubah, tetapi harga arus pada tiap kumparan adalah 1 / ( 3 ) dari arus line.
Rumusan :

DELTA ke WYE WYE ke DELTA
R
1
=
31 23 12
13 12
R R R
R R
R
12
=
3
2 3 3 1 2 1
R
R R R R R R

R
2
=
31 23 12
23 12
R R R
R R
R
23
=
1
3 1 2 1 3 2
R
R R R R R R

R
1
=
31 23 12
31 23
R R R
R R
R
31
=
2
3 2 2 1 1 3
R
R R R R R R













Gambar. Rangkaian Saklar Wye-Delta
keterangan :
1. Rangkaian Y : A,B,C terhubung
2. Rangkaian : A dan E terhubung
B dan F terhubung
C dan G terhubung
Saklar ini menghubungkan motor 3 phase dan sumber tegangan
(electrical science handbook volume 3)
II.7 SKEMA WYE DELTA







Gambar. Skema wye delta
Arus AC dari sumber tegangan masuk ke MCB lalu sesudahnya rangkaian dihubungkan
secara Wye-Delta sehinga bisa menggerakkan motor induksi. Rangakaian diatas bekerja
menggunakan rangkaian wye pada saat menstart motor. Penggunaan rangkaian wye ini
diaksudkan untuk mengurangi konsumsi arus listrik pada saat start. Apabila putaran motor
telah stabil maka secara otomatis rangkaian wye akan diganti dengan rangkaian delata. MCB
(Miniatur Circuit Breaker)-rate saat ini tidak lebih dari 100 A yang merupakan pemutus
hubungan listrik secara otomatis bilamana daya/tegangan melampaui standar yang
ditentukan. Gunanya untuk mencegah terjadinya korsleting/hubungan pendek ataupun
kerusakan peralatan listrik akibat melonjaknya tegangan listrik.

II.8 Jenis-jenis starter
a. Auto Transformator
Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik,
dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan
lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer,

Cam switch
sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih
tipis dibandingkan transformator biasa.
Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian
yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat
memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Untuk
perubahan tegangan pada auto trafo digunakan OLTC (On Load Tap Changer) dimana OLTC
ini akan mengganti tegangan dengan cara pergantian jumlah lilitan. Tegangan yang
dihasilkan akan bervariasi sesuai dengan spesifikasi yang terdapat pada trafo tersebut.

Gambar : Autotransformator
http://hasrulbakri.wordpress.com/2010/03/21/transformator/
b. Direct Online
Starting motor induksi dapat dihubungkan secara langsung (DOL). Ketika motor
dengan kapasitas yang sangat besar di-start dengan direct-on-line, tegangan sistem akan
terganggu (terjadi voltage dip pada jaringan suplai) karena adanya arus starting yang besar.
Gangguan tegangan ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronis yang lain
yang terhubung dengan sumber.
Rangkaian untuk pengasut langsung (DOL Direct On Line) akan memutus atau
menghubungkan suplai utama ke motor secara langsung. Karena arus pengasutan motor dapat
mencapai tujuh / delapan kali lebih besar dari arus kondisi normal, maka pengasut langsung
ini hanya digunakan untuk motor-motor kecil dengan daya kurang dari 5 Kw.

Gambar: Direct Online Starter



c. Soft Starter
Sangat berbeda dari yang lainnya, alat ini menggunakan thyristor sebagai komponen
utamanya. Softstarter adalah perlengkapan yang digunakan untuk mengasut (starter) motor
induksi secara elektronik. Softstarter digunakan untuk start dan stop secara halus. Softstarte
bekerja dengan menaikan tegangan tahap dem tahap waktu start dan penurunan tegangan
tahap demi tahap waktu stop. Dengan menggunakan softstarter tegangan motor akan rendah
saat start, begitu pula arus start dan torsi start juga rendah. Secara bertahap, tegangan dan
torsi naik sehingga motor dapat mengakselerasi putaran generator menuju kecepatan nominal
tanpa terjadi kenaikan torsi dan arus puncak.

Gambar .Soft Starter



























II.9 Aplikasi :

Starter Generator

Gambar Emergency diesel generator
http://img.nauticexpo.com/images_ne/photo-g/emergency-diesel-generator-set-ships-21504-464101.jpg
Satrter motor pompa

Gambar Motor pompa
http://awieservis.wordpress.com/page/4/
Starter motor windlass

Gambar motor windlass
http://wel1998.en.ec21.com/I.H.I._Hydraulic_Motor_HVL_for--4515266_4515267.html





BAB III
DATA PRAKTIKUM
III.1 Peralatan dan Fungsi
No Nama Gambar Fungsi
1 Tangmeter

Alat pengukur arus, yanga
mengalir .

2 Tachometer

Mengukur kecepatan putar
motor
3 Cam switch

Menyalakan dan memutus
aliran listrik.
4
MCB (Main Circuit
Breaker)

Switch pembatas arus
akibat dari kenaikan daya /
tegangan yang melibihi
batas
6 Kabel

Menghubungkan komponen
pada rangkaian
7
Stop Kontak dan
Sumber tegangan

Memberikan tegangan pada
mesin AC 3 Phase
8 Saklar Wye Delta

Menurunkan arus
9
Motor Asinkron 3
Phase

Motor pemutar yang
digerakkan oleh listrik
sehingga diukur arus start
dan konstan-nya
TIpe : UK 67.60-4
MAEN 9G 4535
Tegangan : 220/380 V
Arus : 5 A
P output : 2.2 KW atau 3 pk
Rpm : 1420
Cos

: 0.8
Frekwensi : 30 Hz


III.2 Langkah Percobaan
a. Merangkai seluruh peralatan pada gambar skema.



b. Mengatur pengeset waktu otomatis dari Wye (Y)-Delta () .
c. Melakukan pendorongan tuas pada cam switch
d. Menekan on-off button pada panel.
e. Menghidupkan motor 3 phase dengan cara menekan saklar S pada posisi on
f. Mencatat besarnya arus pada ampermeter ketika motor distart dan ketika putaran konstan baik
pada waktu saklar Y maupun saklar
g. Mencatat besarnya putaran motor ketika terhubung Wye (Y) maupun Delta ()
h. Mengulang percobaan sampai 5 kali
Cam Switch
BAB IV
ANALISA DATA

IV.1 DATA HASIL PERCOBAAN
Dari percobaan diperoleh data, sebagai berikut :
No Rangkaian Arus start Arus konstan Rpm
1 Y (Bintang) 2,21 0,68 1500
(Delta) 1,73 1,81 1504
2 Y (Bintang) 1,98 0,68 1499
(Delta) 1,64 1,82 1502
3 Y (Bintang) 1,86 0,7 1499
(Delta) 1,88 1,89 1504
4 Y (Bintang) 2,4 0,69 1504
(Delta) 1,71 1,86 1508
5 Y (Bintang) 2,65 0,69 1506
(Delta) 1,74 1,87 1508

IV.2 PERHITUNGAN

1. Sesuai dengan data percobaan maka untuk menghitung rata-rata arus start maupun arus
konstan dapat diketahui dengan cara menjumlahkan semua nilai arus pada saat start maupun
konstan. Lalu total arus dari masing-masing rangkaian tersebut dibagi dengan jumlah kali
dari percobaannya. Sehingga didapatkan perhitungan seperti dibawah ini.
Dari hasil pengamatan diperoleh:
Arus start rata-rata untuk rangkaian wye adalah

2,22 A
Arus konstan rata-rata untuk rangkaian wye adalah

0,688 A
Putaran rata rata untuk rangkaian wye adalah

1501,6 Rpm
Sedangkan
Arus start rata-rata untuk rangkaian delta adalah

1,74 A
Arus konstan rata-rata untuk rangkaian delta adalah

1,85 A
Putaran rata rata untuk rangkaian delta adalah

1505,2 Rpm
2. Secara teori pada saat arus start ,bahwa pada saat kondisi wye arusnya lebih besar daripada
kondisi delta, untuk mengukur arus nominalnya maka dilakukan perhitungan seperti di
bawah ini:
Arus start pada rangkaian wye = 3 Arus start pada rangkaian Delta.
= 3 1,74
= 3,017 A
Arus start pada rangkaian Delta = 1/ 3 Arus start pada rangkaian wye
= 1/ 3 2,22
= 1,280 A
Prosentase error arus start saat kondisi wye


0,359 atau 35,9 %
Prosentase error saat arus start saat kondisi delta


57,4 atau 35,9 %

3. Nilai dari arus start tanpa menggunakan saklar wye delta dapat diukur di ampere meter yang
terletak di atas MCB. Dari percobaan yang telah dilakukan, saat start pertama kali terlihat di
ampere meter terbaca 10 Amper dengan kondisi konstan sampai dengan sepuluh kali
percobaannya, sehingga rata rata nya sama dengan 10 Amper. Apabila dibuat perbandingan
maka perbandingannya adalah:
Perbandingan arus start dengan arus start saat kondisi wye dengan tanpa saklar wye delta
5,22 : 10 atau 1 : 1,9
Perbandingan arus start dengan arus start saat kondisi delta dengan tanpa saklar wye
delta
1,015 : 10 atau 1: 9,85
4. Besarnya MCB yang harus dipasang adalah

cos Vp
P
I

8 , 0 220
2200
x


= 12,5 Ampere
Maka MCB yang dipasang pada rangkaian setidaknya lebih dari 12,5 A, misal dipasang yang
ukuran 16 A







IV.3 Grafik

1. Perbandingan antara arus start dan arus konstan pada rangkaian Wye.

Gambar diatas membandingkan antara arus konstan wye dan arus start wye, menunjukkan
bahwa nilai arus konstan pada rangkaian wye lebih stabil.
2. Perbandingan antara arus start dan arus konstan pada rangkaian Delta.

Gambar diatas membandingkan antara arus konstan delta dan arus start delta. Menujukkan
bahwa arus konstan delta lebih stabil
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
1 2 3 4 5
Arus start
Arus konstan
1.5
1.55
1.6
1.65
1.7
1.75
1.8
1.85
1.9
1.95
1 2 3 4 5
Arus start
Arus konstan
3. Perbandingan antara arus start pada rangkaian Wye dan Delta.

Grafik diatas membandingkan antara arus start wye dan arus start delta, menunjukkan bahwa
pada arus start wye nilainya lebih besar dibandingkan dengan nilai arus start delta
4. Perbandingan antara arus konstan pada rangkaian Wye dan Delta.

Gambar diatas membandingkan antara arus konstan wye dan arus konstan delta, menunjukkan
bahwa nilai kedua grafik tersebut stabil namun nilai arus konstan delta lebih besar
dibandingkan dengan nilai arus konstan Wye.




0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
1 2 3 4 5
Arus Start Wye
Arus Start Delta
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
1.4
1.6
1.8
2
1 2 3 4 5
Arus Konstan Wye
Arus Konstan Delta
5. Perbandingan antara rpm pada rangkaian Wye dan Delta

Gambar diatas membandingkan antara rpm wye dan rpm delta.menunjukkan bahwa nilai rpm
wye mempunyai rpm yang lebih rendah daripada rpm delta dengan fluktuasi yang hampir sama
di setiap percobaan.
IV.4 PEMBAHASAN
1. Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa pada start awal arus pada rangkaian Wye lebih besar
dari rangkaia Delta. Sehingga dapat dikatakan bahwa saklar Wye berfungsi untuk
menurunkan arus.
2. Arus start yang mengalir pada hubungan wye lebih besar dibanding hubungan delta akan
tetapi pada saat konstan Arus pada hubungan delta lebih besar dibanding hubungan wye.
3. Fungsi dari rangkain wye delta adalah untuk menurunkan arus start hal itu terdapat pada hasil
percobaan yang menujukkan bahwa besarnya arus start cenderung tidak stabil dan bernilai
jauh lebih besar daipada arus konstan
4. Dari perhitungan terhadap pengukuran baik pada hubungan wye maupun delta didapat bahwa
angka-angka tersebut mendekati dari angka hasil percobaan, sehingga dapat dikatakan bahwa
hasil percobaan tersebut sesuai dengan teori.








1494
1496
1498
1500
1502
1504
1506
1508
1510
1 2 3 4 5
RPM Wye
RPM Delta
BAB V
KESIMPULAN
1. Saklar wye delta dapat digunakan untuk menurunkan arus start pada motor asinkron 3
phase.
2. Tidak dihubungkan langsung dengan rangkaian delta sebab berkaitan dengan pada saat
pengkopelan pertama pada motor, dan juga untuk melindungi kumparan motor dari
kerusakan.
3. Jika tahanan pada rangkaian Y besar maka arus kecil sehingga dapat menurunkan arus
start.
4. pada rangkaian hubungan delta timbul arus konstan yang dalam hal ini digunakan motor
untuk bekerja.
5. Besarnya arus yang timbul pada hubungan delta diakibatkan oleh besarnya tegangan line
yang timbul pada masing-masing kumparan
6. Saklar harus mempunyai waktu pemutusan atau pengubahan dari Y ke Delta secara tepat.
7. Didapatkan hasil rata-rata untuk rangkaian wye
Arus start rata-rata untuk rangkaian wye adalah 2.4 A
Arus konstan rata-rata untuk rangkaian wye adalah 0.3 A
RPM rata-rata Wye = 1499,2
8. Didapatkan hasil rata-rata untuk rangkaian delta
Arus start rata-rata untuk rangkaian delta adalah 1.32 A
Arus konstan rata-rata untuk rangkaian delta adalah 1.4 A
RPM rata-rata = 1500,6 rpm
9. Perlunya mengubah ranglkaian dari Wye ke Delta dapat menghasilkan arus nominal yang
lebih besar sehingga daya yang dihasilkan lebih besar pula.












Daftar Pustaka

a. Zuhal, Teknik Tenaga Listrik, 1991, ITB Bandung
b. Schaum Series Outline, Teknik Dasar Digital, 1995, Jakarta
c. Fitzgerald, AE ;Kingsley, Charles Jr ; D Umas,Stephen.ELECTRIC
MACHINERY,Eirlangga, Jakarta, 1997