Anda di halaman 1dari 38

DISKUSI INTERAKTIF

KRITERIA PENENTUAN JALUR


TRANSMISI DAN TOWER SPOTTING
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

KRITERIA PENENTUAN JALUR TRANSMISI

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans
News…..
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans Work Flow for Transmission Line
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans Kriteria pemilihan Jalur Transmisi
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan • Panjang jalur sependek mungkin.
➢ Case Study
➢ Ringkasan
• Kondisi yang aman terhadap longsor, banjir,
pergerakan tanah, dll.
• Menekan dampak sosial dan lingkungan sekecil
mungkin.
• Jalan masuk menuju jalur transmisi relatif
mudah.
• Lokasi tapak tower yang memenuhi
syarat/kelayakan teknis.
• Panjang gawang (jarak antara dua tower)
memenuhi syarat secara teknis.

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans Tahapan Penentuan Jalur Transmisi
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
Penentuan Titik Awal & Akhir
➢ Ringkasan

Identifikasi Hambatan Jalur Transmisi

Penentuan Jalur Alternatif

Analisa Scoring Rencana Jalur

Pre Tower Spotting

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
Rencanakan jalur transmisi sebagai berikut
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria #1 Penentuan titik awal dan akhir transmisi
➢ Tahapan
➢ Case Study T 50 – GI B
➢ Ringkasan

T 01 – GI A

Sumber : Data koordinat GPS / peta dari pemberi kerja

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria #2 Identifikasi Hambatan
➢ Tahapan
➢ Case Study
Tanah longsor
➢ Ringkasan

Pemukiman Crossing Rel


Padat KA & Jalan

Crossing
Pipa Gas
Hutan Produksi
Perhutani

Genangan Banjir
Tahunan

Crossing Transmisi
Eksisting

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
#2 Identifikasi Hambatan
➢ Kriteria
➢ Tahapan • Rute jalur akan melewati hutan produksi milik
➢ Case Study KPH Perhutani
➢ Ringkasan
• Rute jalur akan melewati pemukiman padat
• Rute jalur akan melewati daerah dengan
adanya tingkat pergerakan tanah (longsor)
• Rute jalur akan melewati beberapa jalan raya
dan rel kereta api
• Rute jalur akan melewati pipa gas milik
Pertamina
• Rute jalur akan melewati daerah langganan
banjir tahunan
• Crossing jalur Transmisi Eksisting
Kriteria Penentuan Jalur Transmisi
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #3 Penentuan Jalur Alternatif
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #3 Penentuan Jalur Alternatif
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
➢ Alur
➢ Kriteria
• Analisa rencana jalur melalui pembobotan sederhana
➢ Tahapan • Hambatan-hambatan yang telah diidentifikasi akan diberi
➢ Case Study bobot, sehingga akan diketahui nilai akhir dari masing-
➢ Ringkasan
masing jalur
• Bobot angka terbesar pada hambatan yang paling beresiko
dan harus dihindari
• Bobot angka kecil akan diberikan pada faktor hambatan yang
boleh dilewati karena resikonya bisa diatasi dengan rekayasa
teknologi
• Rumus : (Nilai x Bobot) / Total Bobot  Nilai bobot
ditentukan berdasarkan seberapa sering dan seberapa
banyak jalur melewati area hambatan
• Skor akhir yang akan dipilih adalah jalur yang memiliki skor
akhir yang terkecil  Hambatan paling kecil

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
➢ Alur
➢ Kriteria No Deskripsi Simbol Bobot
➢ Tahapan HP Hutan Produksi HP 3
➢ Case Study
➢ Ringkasan PP Pemukiman Padat PP 4
GT Pergerakan Tanah GT 4

JL Jalan Raya JL 1
RK Rel KA RK 1

PG Pipa Gas PG 2

BT Banjir Tahunan BT 2

TE Transmisi Existing TE 2

TOTAL 19

Kriteria Penentuan Jalur Transmisi


PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
Bobot Jalur Awal
➢ Tahapan
Nilai Bobot Total

➢ Case Study HP
3 3 9
➢ Ringkasan Nilai Bobot Total

PP
3 4 12
Nilai Bobot Total

GT
3 4 12
Nilai Bobot Total

JL
6 1 6
Nilai Bobot Total
2,58
RK
2 1 2
Nilai Bobot Total

PG
1 2 2
Nilai Bobot Total

BT
1 2 2
Nilai Bobot Total

TE
2 2 4
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
Bobot Alternatif Satu
➢ Tahapan Nilai Bobot Total

➢ Case Study HP
0 3 0
➢ Ringkasan Nilai Bobot Total

PP
0.5 4 2
Nilai Bobot Total

GT
3 4 12
Nilai Bobot Total

JL
4 1 4
1,47
Nilai Bobot Total

RK
2 1 2
Nilai Bobot Total

PG
1 2 2
Nilai Bobot Total

BT
1 2 2
Nilai Bobot Total

TE 2 2 4
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur Bobot Alternatif Kedua

➢ Kriteria Nilai Bobot Total

➢ Tahapan HP
0 3 0

➢ Case Study Nilai Bobot Total

➢ Ringkasan PP 0.5 4 2
Nilai Bobot Total

GT
0.5 4 2
Nilai Bobot Total

JL
6 1 6
Nilai Bobot Total 1,05
RK
2 1 2
Nilai Bobot Total

PG
1 2 2
Nilai Bobot Total

BT
1 2 2

Nilai Bobot Total

TE
2 2 4
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan Bobot Alternatif Ketiga
➢ Case Study Nilai Bobot Total

➢ Ringkasan HP
0 3 0
Nilai Bobot Total

PP
0.5 4 2
Nilai Bobot Total

GT
0.5 4 2
Nilai Bobot Total

JL
4 1 4 1,15
Nilai Bo2bot Total

RK
2 1 2
Nilai Bobot Total

PG
1 2 2
Nilai Bobot Total

BT
1 2 2
Nilai Bobot Total

TE
4 2 8
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #4 Analisa scoring rencana Jalur transmisi
Pemilihan Jalur Trans
➢ Alur Bobot Alternatif Keempat

➢ Kriteria HP
Nilai Bobot Total

0 3 0
➢ Tahapan Nilai Bobot Total


PP
Case Study 0.5 4 2
Nilai Bobot Total

➢ Ringkasan GT
0.5 4 2
Nilai Bobot Total
JL
3 1 3 0,89
Nilai Bobot Total
RK
2 1 2
Nilai Bobot Total
PG
1 2 2
Nilai Bobot Total
BT
1 2 2
Nilai Bobot Total
TE
2 2 4

Jalur Awal Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 4

Score 2.58 1.47 1.05 1.16 0.89


Panjang 26.24 27.42 27.82 27.85 26.73
Jalur
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Pemilihan Jalur Trans Ringkasan
➢ Alur
➢ Kriteria
➢ Tahapan
➢ Case Study
➢ Ringkasan
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

Tower Spotting

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur 1/400
Road
➢ Case Study River
Road

Start Point 1/2,000 End Point

Scale: 1/2,000

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span #1 Basic Span : 350 m
➢ Rulling Span Bentang yang digunakan dalam mengoptimasi desain seluruh
➢ Weight Span dimensi tower standar +0 m ( ukuran geometri dan ukuran batang).
➢ Wind Span Berat total tower pada jalur dengan medan datar akan minimum
➢ Ratio apabila bentang antara tower tidak lebih 350 m . Tinggi tower dan
➢ Ground Clearence tarikan maksimum kawat dihitung berdasarkan bentang ini. Basic
➢ Sag Template
span ini dapat digunakan untuk membuat sag templete sementara
➢ Persyaratan
dalam memperkirakan penempatan tower
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span #2 Rulling Span
➢ Rulling Span Bentang yang digunakan untuk menghitung andongan final pada jalur
➢ Weight Span
transmisi (final sag templete) dimana tarikan kawat yang dihasilkan
➢ Wind Span
merupakan tarikan rata2 dengan perbedaan tarikan antara bentang
➢ Ratio
sepanjang jalur paling kecil.
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
Besarnya tarikan maksimum yang dihasilkan dari rulling span tidak
➢ Persyaratan diperbolehkan melampaui tarikan maksimum yang dihitung dengan basic
➢ Rekomendasi span. Besarnya rulling span ini berbeda untuk setiap jalur transmisi dann
➢ Alur dihitung dengan persamaan sbb :
➢ Case Study
Rulling Span = √(S13 + S23 .....+Sn 3/ S1 + S2 .....+Sn )

Dengan S adalah bentang – bentang tower diantara dua dead end tower
atau tension tower.
Rulling span untuk suatu jalur transmisi dapat dibagi menjadi beberapa
seksi diantara setiap dua atau lebih tower tension sehingga rulling span
untuk setuap seksi tersebut tidak saling bergantungan satu sama lain.

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span
#3 Weight Span ≤ 700 m
➢ Rulling Span Bentang diantara dua andongan terendah kawat dari dua bentang
➢ Weight Span tower yang bersebelahan . Bentang berat ini digunakan untuk
➢ Wind Span menghitung beban vertikal tower akibat berat kawat dan akibat
➢ Ratio tekanan angin dalam mendesain ukuran batang tower. Besarnya
➢ Ground Clearence bentang berat ini ditentukan untuk memperhitungkan kemungkinan
➢ Sag Template bentang di lapangan yang melampaui basic span.
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study #4 Wind Span ≤ 500 m
Bentang diantara dua pertengahan bentang yang bersebelahan. Bentang
angin ini digunakan untuk menghitung beban horizontal pada kawat
akibat tekanan angin dan digunakan dalam menentukan ukuran batang
tower. Besarnya bentang angin ini ditetapkan dengan memperhitungkan
kemungkinan bentang di lapangan yang melampaui basic span.

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting Rentan Rentang Berat (m) Rentang Angin (m)
➢ Basic Span No Tower g Dasar Abnorm
Normal Abnormal Normal
➢ Rulling Span (m) al
1 66 KV 250 500 300 350 300
➢ Weight Span
2 150 KV 350 700 400 500 400
➢ Wind Span
Tower gantung = Tower gantung =
➢ Ratio 800 800
➢ Ground Clearence Tower sudut = 1200 Tower sudut = 1200
➢ Sag Template 3 275 KV 400
Minimum weight Minimum weight
500 375
➢ Persyaratan condition = 0 condition = 0

➢ Rekomendasi Uplift condition = - Uplift condition = -


800 (tower sudut 800 (tower sudut
➢ Alur saja) saja)
➢ Case Study Tower gantung, Tower gantung,
tower sudut & tower tower sudut & tower
ujung = 1500 ujung = 1500
Mimimun weight Mimimun weight
condition = 0 condition = 0
4 500 KV 500 550 400
Maksimum weight Maksimum weight
condition =3000 condition = 3000
Uplift condition = - Uplift condition = -
1000 (tower sudut 1000 (tower sudut
saja) saja)

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span
70 kV 150 kV
➢ Rulling Span
No Uraian satuan
➢ Weight Span Tiang Tiang Tiang Tiang
➢ Wind Span Baja Beton Baja Beton
➢ Ratio Rentang
➢ Ground Clearence 1 m 160 60 200 80
Dasar
➢ Sag Template
Rentang
➢ Persyaratan
Angin :
➢ Rekomendasi
2 -Normal m 220 80 300 100
➢ Alur
- Kawat m 160 60 200 80
➢ Case Study
Putus
Rentang
Berat :
-Normal
m 320 120 400 160
3 - Kawat
m 240 80 300 100
Putus

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting

➢ Basic Span
#5 Ratio Weight Span to Wind Span
➢ Rulling Span
Besarnya nisbah bentang berat terhadap bentang angin ini adalah ≥ 0.5
➢ Weight Span dan ≤ 1.5 . Hal ini digunakan untuk menghindari terjadinya tower yang
➢ Wind Span menerima beban vertikal (gravitasi) yang melampaui besaran yang
➢ Ratio digunakan dalam atau beban vertikal angkat (up-lift) yang tidak
➢ Ground Clearence diperhitungkan dalam desain pada umumnya.
➢ Sag Template Beban gravitasi berlebihan tersebut dapat terjadi pada kondisi tower
➢ Persyaratan tengah berada di puncak bukit sedangkan dua tower bersebelahan
➢ Rekomendasi terletak di lembah. Sedangakan tower dapat menerima beban angkat (up-
➢ Alur lift) apabila tower berada pada lembah sedangkan kedua tower yang
➢ Case Study bersebelahan berada di puncak bukit.

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting #6 Ground Clearence
➢ Basic Span
Jarak bebas vertikal (ground clearence) sepanjang rencana jalur
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
transmisi bervariasi sesuai dengan fungsi lahan yang dilalui jalur
➢ Wind Span
tersebut. Besarnya jarak bebas vertikal ini ditentukan berdasarkan
➢ Ratio peraturan-peraturan yang berlaku (SNI atau peraturan lainnya ).
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting #6 Ground Clearence
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting #7 Sag Template
➢ Basic Span Profil andongan kawat dalam potongan memanjang jalur transmisi
➢ Rulling Span (line profile) digambarkan untuk dua kondisi ekstrim.. Kondisi pertama
➢ Weight Span
yaitu dimana temperatur operasi kawat maksimum (andongan kawat
➢ Wind Span
maksimum) tanpa tekanan angin yang disebut kurva panas. Konisi
➢ Ratio
kedua adalah pada temperatur kawat minimum dengan tekanan angin
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
maksimum (tarikan kawat maksimum) yang disebut sebagai kurva
➢ Persyaratan
dingin.
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA #8 Persyaratan
Tower Spotting
➢ Basic Span
Dalam melakukan desain jalur transmisi, seluruh kriteria kecuali butir 1
➢ Rulling Span
dan 2 tersebut diatas harus dipenuhi secara simultan. Apabila salah satu
➢ Weight Span
kriteria tidak dipenuhi tetapi tidak terlalu besar perbedaannya , maka
➢ Wind Span
dapat dilakukan merubah Extention tinggi tower , Pindah spot tower
➢ Ratio atau menaikkan type tower. Namun apabila perbedaannya cukup besar ,
➢ Ground Clearence maka diperlukan tower dengan disein khusus ata diperlukan pemeriksaan
➢ Sag Template lebih terinci.
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi #9 Rekomendasi khusus
➢ Alur
Dalam melakukan disein jalur transmisi sebaiknya dihindari sedapat
➢ Case Study
mungkin jalur yang melalui daerah pemukiman padat penduduk, hutan
lindung, cagar alam, cagar budaya, daerah rawan longsor atau labil atau
daerah potensi bencana lainnya, penyeberangan air dan daerah khusus
lainnya yang memerlukan ijin khusus.
Isolator set ganda harus dipasang pada kedua tower untuk jalur
transmisi yang melintasi jalan raya, jalan kereta api, penyeberanagn air,
dan daerah penting lainnya.
Tower yang berada pada kedua ujung jalur yang melintasi jalan tol
sebaiknya diletakkan sejauh lebih kurang 50 m dari kedua sisi jalan tol.

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA Alur
Tower Spotting
➢ Basic Span
Identify the position of Terminal Tower
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
Start from Terminal Tower
➢ Ratio
➢ Max Span
➢ Ground Clearence
Match position of Tower
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi Adjust the position of Sag Template &
➢ Alur Ground Clearence
➢ Case Study
Ratio 0,5 > x > 1,5

Identify the position of next tower

Move Templete to the next tower ,


Repeat

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA
Tower Spotting
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Alur
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA Contoh Kasus
Tower Spotting
➢ Alur
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI
AGENDA Contoh Kasus
Tower Spotting
➢ Alur
➢ Basic Span
➢ Rulling Span
➢ Weight Span
➢ Wind Span
➢ Ratio
➢ Ground Clearence
➢ Sag Template
➢ Persyaratan
➢ Rekomendasi
➢ Case Study

Tower Spotting
PT PLN (PERSERO) PUSAT ENJINIRING KETENAGALISTRIKAN
BIDANG ENJINIRING TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

TERIMA KASIH

Tower Spotting