Anda di halaman 1dari 122

KESELAMATAN KERJA DI

SUTT-SUTET
PENGERTIAN

UMUM
Pemeliharaan adalah suatu usaha/kegiatan terpadu yang
dilakukan terhadap instalasi dan sarana pendukungnya
untuk mencegah kerusakan atau
mengembalikan/memulihkan instalasi dan sarananya
kepada keadaan yang layak.
TUJUAN
PEMELIHARAAN
• Untuk meningkatkan reliability, availability dan
efficiency peralatan
• Untuk memperpanjang umur peralatan
• Untuk memperpanjang interval overhaul
(pemeliharaan Besar)
• Mengurangi Resiko terjadinya kegagalan atau
kerusakan peralatan
• Meningkatkan Safety
• Mengurangi lama waktu padam
• Waktu pemulihan yang efektif
• Biaya pemeliharaan yang efisien/ekonomis
MENGAPA PERALATAN
HARUS DIPELIHARA

Semua peralatan yang beroperasi akan menuju rusak karena


umurnya, maka perlu dipelihara untuk mempertahankan atau
mengembalikan pada tingkat prestasi/unjuk kerja awalnya
KURVA USIA PERALATAN
TERHADAP WAKTU

PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN

WAKTU

Tidak dipelihara

Dipelihara
KURVA BATH TUB
TINGKAT GANGGUAN PERALATAN

- salah pasang
- salah design
JUMLAH GANGGUAN

-salah material
- salah operasi - deteorasi
- retak, aus
bocor, fatique

konstan
Pemeliharaan baik

TAHUN OPERASI
JENIS-JENIS PEMELIHARAAN

1. Pemeliharaan Preventif.
2. Pemeliharaan Prediktif.
3. Pemeliharaan Corektif.
4. Pemeliharaan emergensi.
PEMELIHARAAN PREVENTIV
( PREVENTIVE MAINTENANCE )

Adalah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan untuk


mencegah terjadinya kerusakan peralatan secara tiba-
tiba dan untuk mempertahankan unjuk kerja peralatan
yang optimum sesuai umur teknisnya. Kegiatan ini
dilaksanakan secara berkala dengan berpedoman kepada
:
Instruction Manual dari pabrik
Standard standard yang ada (IEC, CIGRE DLL)
Pengalaman operasi di lapangan

Dilingkungan PT PLN (Persero) telah diterbitkan buku


pedoman operasi dan pemeliharaan (Buku O & M)
sebagai pedoman untuk Pemeliharaan Preventiv. SE
032/PST/1984 dan Suplemen
PEMELIHARAAN PREDIKTIV
( PREDECTIVE MAINTENANCE )

• Adalah kegiatan pemeliharaan yang dimulai dari


pemantauan dan pengukuran terhadap unjuk kerja
peralatan instalasi, dimana dari data hasil pemantauan
dan pengukuran tersebut dapat dipakai sebagai bahan
untuk memprediksi umur peralatan dan kelangsungan
pengoperasian peralatan tersebut.

• Sesuai Surat Edaran Direksi No. 038.E/012/DIR/1998


tanggal 22 Oktober 1998, Prediktive Maintenance
didefinisikan sebagai sistem pemeliharaan berbasis
kondisi (Condition Base Maintenance) dengan cara
memonitor kondisi secara online baik pada saat
peralatan beroperasi atau tidak beroperasi. Untuk ini
diperlukan peralatan dan personil khusus untuk
analisa
PEMELIHARAAN K0REKTIF
( CORECTIVE MAINTENANCE )

Adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan


dengan berencana pada waktu-waktu tertentu ketika
Gardu Induk atau Transmisi mengalami kelainan atau
unjuk kerja rendah pada saat menjalankan fungsinya
dengan tujuan untuk mengembalikan pada kondisi
semula disertai perbaikan dan penyempurnaan
Instalasi.

Pemeliharaan ini disebut juga Curative Maintenace


bisa berupa Trouble Shooting atau penggantian
bagian yang rusak/kurang berfungsi dan
dilaksanakan terencana.
PEMELIHARAAN DARURAT/PERBAIKAN
( BREAKDOWN MAINTENANCE )

Adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah


terjadi kerusakan mendadak yang waktunya tidak
tertentu dimana pelaksanaannya tidak direncanakan
sebelumnya dan sifatnya darurat.
Latar Belakang (1)

• Tugas dan Peran PLN P3B JB


Mengelola operasi dan pemeliharaan sistem transmisi tegangan
tinggi Jawa-Bali
• Definisi Pemeliharaan:
melakukan pekerjaan (pembersihan, pengujian, penggantian part)
terhadap suatu peralatan untuk menjaga agar peralatan tersebut
bekerja sesuai fungsi
Latar Belakang (2)

Kondisi saat ini Sasaran ke depan

TBM
Preventive 40%

TBM
CBM
Preventive 80%
Predictive 50%

Corrective 20% Corrective 10%

“ .. Tidak berarti TBM dan Corrective Maintenance menjadi hilang,


Namun persentasenya berkurang ..”
Latar Belakang (3)

• Mengapa persentase TBM dikurangi?


Menghindari terjadinya pemadaman dan kegiatan pemeliharaan peralatan
yang tidak sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan/ kondisi peralatan
Latar Belakang (4)
Kegiatan pemeliharaan berbasis kondisi (CBM)
adalah kegiatan pemeliharaan yang:
1.Menggunakan parameter (contoh: Nilai DGA, kualitas
minyak, dll) yang mampu menunjukkan kondisi
peralatan/sistem
2.Mengutamakan kegiatan inspeksi pada saat
peralatan beroperasi
3.Analisa hasil inspeksi dilaksanakan untuk
mengetahui kondisi peralatan dan menentukan
tindakan pemeliharaan yang sesuai
Konsep Asesmen P3B JB
UPT
In Service Inspection
In Service inspection adalah kegiatan inspeksi yang dilakukan pada saat
transformator dalam kondisi bertegangan / operasi. Tujuan dilakukannya in
service inspection adalah untuk mendeteksi secara dini ketidaknormalan yang
mungkin terjadi didalam trafo tanpa melakukan pemadaman.

In Service Measurement
In Service Measurement adalah kegiatan pengukuran/pengujian yang dilakukan
pada saat transformator sedang dalam keadaan bertegangan / operasi (in
service). Tujuan dilakukannya in service measurement adalah untuk mengetahui
kondisi trafo lebih dalam tanpa melakukan pemadaman.

Shutdown testing / measurement


Shutdown testing / measurement adalah pekerjaan pengujian yang dilakukan
pada saat transformator dalam keadaan padam. Pekerjaan ini dilakukan pada
saat pemeliharaan rutin maupun pada saat investigasi ketidaknormalan.

Shutdown function check


Shutdown function check adalah pekerjaan yang bertujuan menguji fungsi dari
rele-rele proteksi maupun indikator yang ada pada transformator
18-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

I. Saluran Udara Tegangan Tinggi /


Extra Tinggi (SUTT/SUTET)

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra
Tinggi (SUTET) adalah sarana yang terbentang di udara untuk menyalurkan
tenaga listrik dari Pusat Pembangkit ke Gardu Induk (GI) / Gardu Induk
Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) atau dari GI / GITET ke GI /GITET lainnya
yang disalurkan melalui konduktor yang direntangkan antara tiang-tiang
(tower) melalui insulator-insulator dengan sistem tegangan tinggi (30 kV, 70 kV,
150 kV) atau tegangan ekstra tinggi (275 kV, 500 kV).
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Industri
Pusat Pembangkit besar
listrik
SUTT
Gardu
Induk

SUTM 20 KV TRAFO DISTRIBUSI


Industri
Sedang
PJU

Industri kecil
Jaringan tegangan
MALL Rumah rendah
tangga
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

PRIMARY
Berdasarkan fungsi dari tiap-tiap komponennya, sistem transmisi SUTT / SUTET
dikelompokkan sebagai berikut :

1. Insulation
2. Current Carrying / Pembawa Arus
3. Structure
4. Junctions
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1. ISOLASI
Insulation berfungsi untuk mengisolasi bagian yang bertegangan dengan
bagian yang tidak bertegangan / ground, baik saat normal continous operation
dan saat terjadi surja (termasuk petir) didalam saluran transmisi.
Insulation pada SUTT / SUTET dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Ceramic Insulator
2. Non – ceramic insulator
3. Isolasi udara ( ground clearance ) disekitar kawat penghantar
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1.1. Ceramic Insulator (insulator keramik)


Ceramic insulator (insulator) adalah media penyekat antara bagian yang bertegangan
dengan yang tidak bertegangan atau ground secara elektrik dan mekanik. Pada SUTT &
SUTET, insulator berfungsi untuk mengisolir konduktor fasa dengan tower / ground.

Sesuai fungsinya, insulator yang baik harus memenuhi sifat :

a) Insulator mempunyai ketahanan tegangan impuls petir pengenal dan tegangan kerja,
tegangan tembus minimum sesuai tegangan kerja dan merupakan bahan isolasi yang
diapit oleh logam sehingga merupakan kapasitor. Kapasitansinya diperbesar oleh polutan
maupun kelembaban udara di permukaannya. Apabila nilai isolasi menurun akibat dari
polutan maupun kerusakan pada insulator, maka akan tejadi kegagalan isolasi yang
akhirnya dapat menimbulkan gangguan

b) Karakteristik mekanik
Insulator harus mempunyai kuat mekanik guna menanggung beban tarik konduktor
penghantar maupun beban berat insulator dan konduktor penghantar.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1.2. Insulator non-keramik (komposit)

Insulator non-keramik (komposit) terbuat dari


bahan polimer. Insulator komposit dilengkapi dengan
mechanical load-bearing fiberglass rod, yang diselimuti
oleh weather shed polimer untuk mendapatkan nilai
kekuatan eletrik yang tinggi.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1.1.1. Insulator Menurut Bentuk

A. Insulator piring

B. Insulator tipe post

C. Insulator long rod


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1.1.2. Insulator Menurut Pemasangan

A. “I” string “ B. V” string

C. Horizontal string
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

D. Single string E. Double string

F. Quadruple string
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.1.3. Isolasi Udara

Isolasi udara berfungsi untuk mengisolasi antara bagian yang bertegangan


dengan bagian yang tidak bertegangan / ground dan antar fasa yang
bertegangan secara elektrik. Kegagalan fungsi isolasi udara disebabkan karena
breakdown voltage yang terlampaui (jarak yang tidak sesuai, perubahan nilai
tahanan udara, tegangan lebih).
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi


No.975.K/47/MPE/1999 tentang Perubahan
Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No.
01.P/47/MPE/1992 tentang Ruang Bebas untuk
Penyaluran Tenaga Listrik.
Mengatur tentang Tanah dan Bangunan yang telah
ada sebelumnya yang berada di bawah proyeksi
ruang bebas SUTT / SUTET diberikan kompensasi.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Jalur Bebas

Jalur bebas adalah ruang sekeliling penghantar yang


dibentuk oleh jarak bebas minimum sepanjang SUTT
atau SUTET, yang didalam ruang itu harus dibebaskan
dari benda-benda dan kegiatan lannya
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Rumah/ba Pohon Rel KA/


Listrik/ ngunan Sungai/ jalan Raya
Telpon saluran
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

C
C C

Rumah/ba Pohon Rel KA/


Listrik/ ngunan Sungai/ Rel KA
jalan Raya
Listrik/ Rumah/ saluran Pohon /Jalan raya
Telpon
Telpon bangunan
Posisi tang kapal tertinggi Sungai
pada keadaan air pasang
Keterangan:
Penampang memanjang ruang bebas 70/150/500 kV
c Jarak bebas minimm
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

C
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

LOKASI SUTT SUTT 150 SUTET 500 KV SIRKIT


70 KV KV
TUNGGAL GANDA

Lapangan Terbuka atau Daerah Terbuka 6.5 7.5 10 11


Bangunan tidak tahan api 12.5 13.5 14 15
Bangunan tahan api 3.5 4.5 8.5 8.5
Lalu lintas jalan /jalan raya 8 9 15 15
Pohon-pohon pada umumnya ,hutan,perkebunan 3.5 4.5 8.5 8.5
Lapangan olah raga 12,5 13,5 14 15

SUTT lainya ,penghantar udara tegangan rendah, 3 4 8,5 8,5


jaringan telekomunikasi,antenna radio,antenna televise
dan kereta gantung.
Rel kereta biasa 8 9 15 15
Jembatan besi ,rangka besi penahan penghantar,kereta 3 4 8,5 8,5
listrik terdekat dan sebagainya.
Titik tertinggi tiang kapal pada kedudukan air 3 4 8,5 8,5
pasang/tertinggi pada lalu lintas air
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.2. PEMBAWA ARUS

Komponen yang termasuk dalam fungsi pembawa arus adalah komponen SUTT & SUTET
yang berfungsi dalam proses penyaluran arus listrik dari Pembangkit ke GI / GITET atau
dari GI / GITET ke GI / GITET lainnya.

Komponen-komponen yang termasuk fungsi pembawa arus, yaitu :

1.2.1. Bare Conductor OHL (Termasuk ACSR, TACSR dan ACCC)


Merupakan suatu media untuk menghantarkan arus listrik yang direntangkan lewat
tiang-tiang SUTT & SUTET melalui insulator-insulator sebagai penyekat konduktor
dengan tiang. Pada tiang tension, konduktor dipegang oleh tension clamp / compression
dead end clamp, sedangkan pada tiang suspension dipegang oleh suspension clamp.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Bahan konduktor yang dipergunakan untuk saluran energi listrik perlu memiliki
sifat sifat sebagai berikut :
1. Konduktivitas tinggi
2. Kekuatan tarik mekanik tinggi
3. Berat jenis yang rendah
4. Ekonomis
5. Lentur / tidak mudah patah

Biasanya konduktor pada SUTT / SUTET merupakan konduktor berkas


(stranded) atau serabut yang dipilin, agar mempunyai kapasitas yang lebih
besar dibanding konduktor pejal dan mempermudah dalam penanganannya.

Jenis-jenis konduktor berdasarkan bahannya :


1. Konduktor jenis tembaga (BC : Bare copper)
2. Konduktor jenis aluminium
a. Konduktor ACSR (Alumunium Conductor Steel Reinforced)
b. Konduktor jenis TACSR (Thermal Aluminium Conductor Steel Reinforced)
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.2.2. Sambungan Konduktor (Compression Joint)

Sambungan konduktor adalah material untuk menyambung konduktor


penghantar yang cara penyambungannya dengan alat press tekanan tinggi.

Sambungan konduktor penghantar dengan press terdiri dari :


a) Selongsong steel, berfungsi untuk menyambung steel atau bagian dalam
konduktor penghantar ACSR & TACSR.
b) Selongsong aluminium berfungsi untuk menyambung aluminium atau bagian
luar konduktor penghantar ACSR & TACSR.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Penempatan midspan joint harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Diusahakan berada di tengah-tengah gawang atau bagian terendah dari


andongan konduktor.
1. Tidak boleh berada di dekat tower tension
2. Tidak boleh di atas jalan raya, rel KA, SUTT, dll
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.2.3. Konduktor Penghubung (Jumper)

Konduktor penghubung digunakan sebagai penghubung konduktor pada tiang


tension. Besar penampang, jenis bahan, dan jumlah konduktor pada konduktor
penghubung disesuaikan dengan konduktor yang terpasang pada SUTT / SUTET
tersebut.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.3. KONSTRUKSI DAN PONDASI


Komponen utama dari Fungsi Konstruksi dan Pondasi pada sistem transmisi SUTT &
SUTET adalah Tiang (Tower). Tiang adalah konstruksi bangunan yang kokoh untuk
menyangga / merentang konduktor penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman
bagi manusia dan lingkungan sekitarnya dengan sekat insulator.

1.3.1. Tiang Menurut Fungsi


1. Tiang penegang (tension tower)
a. Tiang sudut (angle tower)
b. Tiang akhir (dead end tower)
2. Tiang penyangga (suspension tower)
3. Tiang penyekat (section tower)
4. Tiang transposisi
5. Tiang portal (gantry tower)
6. Tiang kombinasi (combined tower)
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1.3. 2. Tiang Menurut Bentuk

1. Tiang pole
Berdasarkan materialnya, Tiang pole terbagi
menjadi :
a. Tiang pole baja
b. Tiang pole beton

Konstruksi tiang pole terdiri dari 3 bagian utama


yaitu :

A. Tiang
Tiang adalah bagian utama dari tiang pole yang
berfungsi sebagai penopang dari palang dan insulator.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Palang (travers)
Jenis palang yang digunakan :
Traverse davit dan Traverse poligonal lurus dipergunakan untuk SUTT tiang tunggal.
Sedangkan untuk SUTT tiang ganda menggunakan traverse lurus.

Gambar Palang poligonal lengkung (davit)


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Palang (travers)
Jenis palang yang digunakan :
Traverse davit dan Traverse poligonal lurus dipergunakan untuk SUTT tiang tunggal.
Sedangkan untuk SUTT tiang ganda menggunakan traverse lurus.

Gambar Palang poligonal lurus


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Palang (travers)
Jenis palang yang digunakan :
Traverse davit dan Traverse poligonal lurus dipergunakan untuk SUTT tiang tunggal.
Sedangkan untuk SUTT tiang ganda menggunakan traverse lurus.

Gambar traverse lurus


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. Tiang kisi-kisi (lattice tower)


a. Tiang delta b. Tiang zig-zag c. Tiang piramida
(delta tower) (zig-zag tower) (pyramid tower)
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Bagian-Bagian Tiang Kisi-kisi :

A. Pondasi, stub dan halaman tower


B. Kaki tower (leg)
C. Common body
D. Traverse
E. Super structure
F. Bridge
G. “K” frame
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

A, Pondasi, stub dan halaman tower


Pondasi adalah konstruksi beton bertulang untuk mengikat kaki tower (stub) dengan
bumi.

Jenis pondasi :
Normal, dipilih untuk daerah yang dinilai cukup keras tanahnya.
Spesial : Pancang (fabrication dan cassing), dipilih untuk daerah yang lembek / tidak
keras sehingga harus diupayakan mencapai tanah keras yang lebih dalam.
Raft, dipilih untuk daerah berawa / berair.
Auger, dipilih karena mudah pengerjaannya dengan mengebor dan mengisinya dengan
semen.
Rock drilled, dipilih untuk daerah berbatuan.

Stub adalah bagian paling bawah dari kaki tower, dipasang bersamaan dengan
pemasangan pondasi dan diikat menyatu dengan pondasi. Bagian atas stub muncul
dipermukaan tanah sekitar 0,5 sampai 1 meter dan dilindungi semen serta dicat agar
tidak mudah berkarat.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Halaman tower adalah daerah tapak tower yang luasnya diukur dari proyeksi keatas
tanah galian pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada
jenis tower.

Gambar. Halaman tower


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Kaki tower (leg)


Leg adalah kaki tower yang terhubung antara stub dengan tower body. Pada tanah yang
tidak rata perlu dilakukan penambahan atau pengurangan tinggi leg. Tower Body harus
tetap sama tinggi permukaannya.
Pengurangan leg ditandai : -1; -2; -3
Penambahan leg ditandai : +1; +2; +3
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JUNCTION

Berfungsi menghubungkan sub sistem Current carrying (pembawa arus), sub


sistem insulation (isolasi) dan subsistem structure (struktur). Junction pada
sistem transmisi SUTT / SUTET adalah semua komponen pendukung fungsi
pembawa arus, isolasi dan struktur. Berdasarkan perannya sebagai komponen
pendukung, junction terbagi atas :

1. Menghubungkan subsistem Current carrying (pembawa arus) dengan


subsistem insulation (isolasi), Aksesoris panjat (fungsi konstruksi).
2. Menghubungkan subsistem insulation (isolasi) dengan subsistem structure
(struktur).
3. Menghubungkan antar insulator, dan terminasi renceng insulator ke junction
konduktor dan junction tower
4. Menghubungkan subsistem pengaman petir
5. Menghubungkan antar subsistem pengaman petir
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

A. Penghubung subsistem Current carrying (pembawa arus) dengan subsistem


insulation (isolasi), terdiri atas :

1. Suspension Clamp
Suspension clamp adalah alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke
perlengkapan insulator gantung, yang berfungsi untuk memegang konduktor
penghantar pada tiang suspension.

Gambar Suspension clamp


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. Tension Clamp
Tension clamp adalah alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke
perlengkapan insulator penegang, yang berfungsi untuk memegang konduktor
penghantar pada tower tension.

Gambar Tension Clamp


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

3. Dead end compression


Komponen ini berfungsi sebagai pemegang konduktor pada tower tension.

Gambar Compression dead end press


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. Socket clevis
Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan bolt insulator dengan hot yoke pada
tower tension / suspension.

Gambar Socket clevis


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

5. Bolt clevis
Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan socket insulator dengan link.

Gambar Bolt clevis


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

6. Triangle plate
Komponen ini berfungsi untuk pemegang /penahan konduktor pada tower suspension.

Gambar Triangle plate


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

7. Triangle Plate link


Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara triangle plate dengan suspension
clamp

Gambar Triangle plate link


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

8. Square plate
Komponen ini berfungsi untuk pemegang /penahan konduktor pada tower suspension
double konduktor maupun Tower tension

Gambar Square plate


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

9. Shackle
Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower.

Gambar Shackle
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

10. Turnbucle ( span scrup )


Komponen ini berfungsi untuk mengatur kekencangan / kekendoran tarikan konduktor /
konduktor.

Gambar Turnbucle / span scrup


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

11. Link adjuster


Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan yoke dengan konduktor dan
memperoleh sagging yang diinginkan.

Gambar Adjuster link


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

A. Menghubungkan subsistem insulation (isolasi) dengan subsistem structure (struktur),


terdiri atas :

1. Triangle plate
Komponen ini berfungsi untuk pemegang /penahan konduktor pada tower suspension.

Gambar Triangle plate


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. Link bolt socket


Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan socket insulator dengan cold yoke
pada tower tension.

Gambar Socket link bolt


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

3. Shackle
Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan link dengan tower.

Gambar Shackle
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. Extension link
Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan travers dengan yoke pada tower
tension sisi cold end.

Gambar Extention link


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

5. Adjuster plate
Komponen ini berfungsi untuk mengatur sagging (andongan) insulator pada tower tension

Gambar Extention link


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Penghubungkan antar insulator, dan terminasi renceng insulator ke junction


konduktor dan junction tower, terdiri atas Ball & pin insulator keramik dan non ceramic.

Gambar Ball & pin insulator

C. Penghubungkan subsistem pengaman petir, terdiri atas suspension clamp GSW


D. Penghubungkan antar subsistem pengaman petir, terdiri dari joint GSW
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

SECONDARY

1. Protection
2. Monitoring dan pemeliharaan saluran Transmisi

1. PROTECTION
Protection SUTT / SUTET adalah pengaman instalasi dari gangguan petir, getaran /
stress mekanis yang ditimbulkan oleh angin, ancaman / kemungkinan gangguan akibat
manusia, gangguan dari luar ( tertabrak pesawat udara, terjun payung dan lain – lain)
dan juga pengaman dari urat konduktor putus.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

A. Pengaman dari Gangguan Petir

Adalah Peralatan pelindung agar tegangan surja yang tiba di GI tidak melebihi
kekuatan isolasi peralatan GI.
Komponen2 pada SUTT & SUTET yang berfungsi dalam melindungi saluran
transmisi dari sambaran petir, yang terdiri dari :

1. Kawat Ground Steel Wire (GSW ) / Optic Ground Wire


(OPGW).

Kawat GSW / OPGW adalah media untuk melindungi konduktor fasa


sambaran petir. Kawat ini dipasang di atas konduktor fasa dengan
sudut perlindungan yang sekecil mungkin, dengan anggapan petir
menyambar dari atas konduktor. Namun, jika petir menyambar dari
samping maka dapat mengakibatkan konduktor fasa tersambar dan
dapat mengakibatkan terjadinya gangguan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. Jumper GSW
Untuk menjaga hubungan Kawat GSW dan OPGW dengan tower,
maka pada ujung travers Kawat GSW / OPGW dipasang jumper GSW yang
dihubungkan ke kawat GSW. Kawat penghubung terbuat dari kawat GSW
yang dipotong dengan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jumper GSW, kawat GSW / OPGW Tower Tension

JJumper GSW, kawat


GSW / OPGW
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

3. Arcing Horn
Alat pelindung proteksi petir yang paling sederhana adalah arcing horn. Arcing horn
berfungsi memotong tegangan impuls petir secara pasif (tidak mampu memadamkan
follow current dengan sendirinya). Arcing horn terpasang pada SUTT / SUTET yaitu :

1. Arcing horn sisi penghantar


2. Arcing horn sisi tower
3. Bentuk lain dari arcing horn

Gambar Arcing horn sisi tower


Gambar Arcing horn sisi penghantar Gambar Bentuk lain arcing horn
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. Transmision Line Arrester (TLA)


Sebuah transmission lightening arrester harus mampu bertindak sebagai
insulator, mengalirkan beberapa miliampere arus bocor ke tanah pada
tegangan sistm dan berubah menjadi konduktor yang sangat baik, mengalirkan
ribuan ampere arus surja ke tanah, memiliki tegangan yang lebih rendah
daripada tegangan withstand string insulator ketika terjadi tegangan lebih, dan
menghilangan arus susulan mengalir dari sistem melalui TLA (power follow
current) setelah surja petir berhasil didisipasikan.

TLA dapat melindungi system dari kejadian-kejadian sebagai berikut:

1. Back flashover,
kejadian dimana petir menyambar bagian-bagian grounding system (seperti tower dan
GSW) tetapi arus petir tidak dapat dialirkan ke tanah karena impact local grounding
desainya yang tidak bekerja dengan baik.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. Flash over
kejadian dimana perlindungan GSW tidak maksimal sehingga petir menyambar langsung
pada konduktor.

Gambar Arrester
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Komponen utama dari TLA

1. Clamp
Alat yang dipasangkan pada konduktor penghantar ke TLA yang berfungsi untuk
memegang konduktor penghantar. Pada jenis konduktor penghantar yang memiliki
permukaan lebih banyak kompoisisi Alumunium seperti ACCC, maka konduktor harus
dilapisi armour rod untuk mengurangi kelelahan bahan.

2. Corona ring
Peran korona ring adalah untuk mendistribusikan gradien medan listrik dan menurunkan
nilai maksimum di bawah ambang batas corona, mencegah debit korona.

3. Insulator Housing
Adalah tabung yang terbuat dari aluminium yang dilapisi insulator. Tabung ini
merupakan ruang untuk material metal oksida pembentuk TLA. Biasanya insulator
pelapis yang digunakan adalah tipe siikon, karena memiliki bobot yang ringan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Komponen utama dari TLA

4. Disconnector
Adalah alat yang dipasangkan pada TLA sisi tidak bertegangan yang diteruskan ke
konduktor grounding. Disconnector akan bekerja memutuskan, apabila kondisi TLA
sudah rusak.

5. Grounding
Adalah konduktor yang dipasangkan pada TLA sisi tidak yang fungsinya untuk
meneruskan arus petir dan arus bocor ke tanah.

6. Counter (Optional)
Adalah alat ukur untuk menghitung terjadinya TLA mengalirkan arus petir ke grounding.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

5. Konduktor Penghubung

Pada tiang SUTT / SUTET yang berlokasi di daerah petir tinggi biasanya dipasang
konduktor penghubung. Bahan yang dipakai untuk konduktor penghubung umumnya
sama dengan bahan kawat GSW / OPGW. Konduktor penghubung ini berfungsi sebagai
media berjalannya surja petir dengan nilai induktansi yang lebih rendah dari pada
induktansi tower agar arus petir yang menyambar kawat GSW / OPGW maupun tower
SUTT / SUTET dapat langsung disalurkan ke tanah.

Gambar Konduktor penghubung, kawat GSW / OPGW ke tanah


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

6. Rod Pentanahan ( Grounding)


Rod pentanahan adalah perlengkapan pembumian sistem transmisi yang berfungsi
untuk meneruskan arus listrik dari tower SUTT maupun SUTET ke tanah dan
menghindari terjadinya back flashover pada insulator saat grounding sistem terkena
sambaran petir.

Gambar Pentanahan tower


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Jenis-jenis pentanahan tower pada SUTT / SUTET :

Electroda bar, yaitu suatu rel logam yang ditanam di dalam tanah. Pentanahan
ini paling sederhana dan efektif, dimana nilai tahanan tanah adalah rendah.

Electroda plat, yaitu plat logam yang ditanam di dalam tanah secara horisontal
atau vertikal. Pentanahan ini umumnya untuk pengamanan terhadap petir.

Counter poise electrode, yaitu suatu konduktor yang digelar secara horisontal
di dalam tanah. Pentanahan ini dibuat pada daerah yang nilai tahanan
tanahnya tinggi atau untuk memperbaiki nilai tahanan pentanahan.

Mesh electrode, yaitu sejumlah konduktor yang digelar secara horisontal di


tanah yang umumnya cocok untuk daerah kemiringan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Pengaman Dari Getaran /Stres Mekanis yang ditimbulkan angin.

1, Spacer

Komponen ini berfungsi sebagai pemisah / perentang dan sekaligus sebagai peredam
getaran pada konduktor dan juga menjaga agar konduktor pada satu bundle fasa
bergerak seirama (ifapplicable).

Gambar (a) Spacer Double Sirkit, (b) Spacer single Sirkit


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Pengaman Dari Getaran /Stres Mekanis yang ditimbulkan angin.

2. Armour Rod
Komponen inin berfungsi melindungi alumunium konduktor dari stres mekanis dititik
junction dengan insulator pada tower suspension.

Gambar Armour rod


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Pengaman Dari Getaran /Stres Mekanis yang ditimbulkan angin.

3. Counter Weight
Komponen ini berfungsi menjaga jumper konduktor agar stabil diposisinya sehingga
tidak bersentuhan dengan tower saat tertiup angin atau terjadi goncangan.

Gambar Counter weight


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

B. Pengaman Dari Getaran /Stres Mekanis yang ditimbulkan angin.

4. Vibration damper
Komponen ini berfungsi sebagai peredam getaran pada titik titik terminasi antara
konduktor dan insulator.

Gambar Damper
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

C. Pengaman dari ancaman / kemungkinan gangguan akibat manusia

1. ACD (Anti Climbing Device) / Penghalang Panjat

Komponen ini berfungsi untuk mencegah / menghambat manusia yang tidak


berkepentingan untuk memanjat tower.

Gambar ACD(Anti Climbing Device) / penghalang panjat


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

C. Pengaman dari ancaman / kemungkinan gangguan akibat manusia

1. Plat Rambu Bahaya


Komponen ini berfungsi untuk memberikan peringatan bahaya tegangan tinggi /
tegangan ekstra tinggi

Gambar Plat rambu Bahaya


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

D. Pengaman dari Kemungkinan Gangguan Luar


(pesawat udara, terjun payung)

2. Aviation Lamp (Lampu penerbangan)


Adalah rambu peringatan berupa lampu terhadap lalu lintas udara, berfungsi untuk
memberi tanda kepada pilot pesawat terbang bahwa terdapat konduktor saluran
transmisi. Jenis lampu penerbangan adalah sebagai berikut :
Lampu penerbangan yang terpasang pada tower dengan suplai dari jaringan tegangan
rendah

Gambar 59 Lampu penerbangan Tower


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

E. MONITORING

1. Plat informasi tower

Komponen ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada petugas pemeliharaan


tentang saluran transmisi yang hendak dipelihara / dimonitor.

Gambar Plat informasi tower


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

MONITORING

1. Tangga panjat (step bolt)


Komponen ini berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada petugas untuk
melakukan pemanjatan tower. Step bolt dipasang dari atas ACD ke sepanjang badan
tower hingga traves GSW / OPGW.

Gambar Step bolt


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. Aksesoris Insulator
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. Aksesoris Insulator
18-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

I. PEDOMAN SUTT/SUTET

Berdasarkan fungsinya dan kondisi peralatan bertegangan atau tidak, jenis


pemeliharaan pada SUTT/SUTET dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. In Service / Visual Inspection


2. In Service Measurement / On Line Montoring
3. Shutdown Measurement / Shutdown Testing
4. Pasca relokasi / Pasca Gangguan
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. IN SERVICE / VISUAL INSPECTION

In Service Inspection Adalah pekerjaan pemantauan / pemeriksaan secara


berkala /periodik kondisi peralatan saat operasi dengan hanya memanfaatkan
5 (lima) panca indera dan alat ukur bantu sederhana sebagai pendeteksi.
Tujuan In Service Visual Inspection untuk mendapatkan indikasi awal
ketidaknormalan peralatan (anomali) sebagai bahan untuk melakukan Evaluasi
Level 1 dan data yang dapat diolah secara statistik sebagai informasi bagi
pengembangan atau tindakan pemeliharaan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Pada SUTT & SUTET, In Service Visual Inspection terbagi menjadi :

1. Ground Patrol
Ground patrol adalah jenis pekerjaan pemantauan / pemeriksaan secara berkala /
periodik terhadap jalur transmisi (SUTT & SUTET) tanpa memanjat tower, yang
dilakukan oleh Line walker (Petugas Ground Patrol). Hasil pemeriksaan Ground
patrol merupakan input yang dijadikan acuan tindak lanjut untuk Planned Corrective
Maintenance.

2. Climb up Inspection
Climb up inspection adalah jenis pekerjaan pemeriksaan secara berkala / periodik
terhadap tower berikut perlengkapannya dilakukan oleh Climber (petugas
pemeliharaan) dengan cara memanjat tower pada SUTT / SUTET yang dalam keadaan
bertegangan. Hasil pemeriksaan Climb up merupakan input yang dijadikan acuan
tindak lanjut untuk Planned Corrective Maintenance.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN GROUND PATROL


KEADAAN: OPERASI
PELAKSANA: PETUGAS GROUND PATROL

NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN


I. ISOLASI
I.1. Isolasi Padat (Insulator) ▪ Periksa kondisi piring insulator apakah normal,
pecah, atau kotor menggunakan teropong atau
binocular
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang,
layang-layang, balon, sampah) ada atau tersangkut
di insulator
I.2. Isolasi udara ▪ Periksa jarak bebas SUTT & SUTET (fasa ke fasa &
fasa ke tanah) menggunakan Ranging Meter,
apakah sesuai ketentuan yang berlaku (Lampiran
Peraturan Menteri Pertambangan & Energi Nomor :
01.P/47/MPE/1992 Tanggal : 7 Februari 1992) dan
peliharalah
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN GROUND PATROL


KEADAAN: OPERASI
PELAKSANA: PETUGAS GROUND PATROL

II. PEMBAWA ARUS


II.1. Konduktor penghantar (Konduktor) ▪ Periksa kondisi konduktor penghantar (konduktor) apakah
normal, rantas, putus atau mekar
▪ Periksa andongan konduktor apakah masih dalam
keadaan normal
▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper)
apakah normal, korosi, bergeser, lepas atau hilang
▪ Periksa kondisi spacer apakah normal, bergeser, bengkok,
kendor, patah, klem lepas atau hilang
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-
layang, balon, sampah) ada atau tersangkut di konduktor
II.2. Sambungan konduktor (Compression joint)

II.3. Konduktor penghubung ▪ Periksa kondisi konduktor penghubung apakah normal,


mekar, rantas atau lepas
II.4. Klem konduktor penghantar ▪ Periksa kondisi armour rod apakah normal, mekar atau
putus
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN GROUND PATROL


KEADAAN: OPERASI
PELAKSANA: PETUGAS GROUND PATROL
III. KONSTRUKSI DAN PONDASI
III.1. Halaman tower ▪ Periksa kondisi halaman tower apakah normal, kotor, ada pohon / semak
belukar, ada jalan longsor, banjir atau dimanfaatkan orang lain
▪ Periksa kondisi patok batas apakah normal, tertimbun, pecah, retak atau
hilang
III.2. Stub ▪ Periksa kondisi stub apakah normal, bengkok, korosi, tertimbun tanah atau
tergenang air
III.3. Pondasi ▪ Periksa kondisi kopel pondasi apakah normal, patah, bengkok, retak, amblas
atau tertimbun tanah
▪ Periksa kondisi chimney / kepala pondasi apakah normal, tertimbun tanah,
retak, tergenang air, bergeser, miring atau amblas
III.4. Tower (Leg, Common body, Body, Traverse) ▪ Periksa kondisi konstruksi tiang apakah normal, bergeser atau miring
▪ Periksa kondisi plat sambungan rangka apakah normal, hilang, mur & baut
hilang, bengkok, korosi atau kendor
▪ Periksa kondisi bracing / member / besi diagonal apakah normal, hilang,
bengkok, korosi, kendor, tidak terpasang, tidak nempel atau patah
▪ Periksa kondisi mur & baut apakah normal, korosi atau hilang
▪ Periksa kondisi cat / galvanis apakah normal, terkelupas atau korosi
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon,
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN GROUND PATROL


KEADAAN: OPERASI
PELAKSANA: PETUGAS GROUND PATROL

IV. PROTEKSI PETIR


IV.1. Konduktor tanah ( EW, GSW, OPGW) ▪ Periksa kondisi konduktor tanah apakah normal, rantas, korosi atau putus
▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal,
korosi, bergeser, lepas atau hilang
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon,
sampah) ada atau tersangkut di konduktor tanah

IV.2. Konduktor penghubung konduktor tanah ▪ Periksa kondisi konduktor penghubung konduktor tanah apakah normal,
mekar, rantas atau lepas

IV.3. Arcing horn ▪ Periksa kondisi arching horn apakah normal, tidak terpasang, salah
pasang atau lepas

IV.4. Konduktor penghubung EW ke tanah

IV.5. Pentanahan (Grounding) ▪ Periksa kondisi pentanahan (grounding) apakah normal, hilang, terlepas,
korosi, kendor, putus atau rantas
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN MINGGUAN GROUND PATROL


KEADAAN: OPERASI
PELAKSANA: PETUGAS GROUND PATROL

V. AKSESORIS
V.1. Aksesoris isolasi
V.2. Aksesoris panjat ▪ Periksa kondisi baut panjat (step bolt) apakah normal, hilang, bengkok,
korosi, patah, kendor atau kurang panjang dratnya
V.3. Aksesoris K3 ▪ Periksa kondisi penghalang panjat (Anti Climbing Device) apakah normal,
kendor, bengkok, korosi, hilang atau patah
▪ Periksa kondisi plat tanda bahaya apakah normal, kendor, pudar, korosi,
rusak atau hilang
▪ Periksa kondisi plat tanda penghantar apakah normal, kendor, pudar,
korosi, rusak, salah pasang atau hilang
▪ Periksa kondisi indicator lamp( air traffic light) apakah normal, rusak, pecah,
mati atau hilang
▪ Periksa kondisi ball sign apakah normal, bergeser, pecah atau hilang
▪ Periksa kondisi lampu aviasi apakah normal, pecah, mati, rusak atau hilang
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN

NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN


I. ISOLASI
I.1. Isolasi Padat (Insulator) ▪ Periksa kondisi piring insulator apakah normal, flek, retak,
pecah, atau kotor menggunakan teropong dan senter.
▪ Periksa kondisi ikatan insulator apakah normal, korosi, pin
tidak lengkap menggunakan teropong dan senter
▪ Periksa posisi rencengan insulator apakah normal atau miring
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-
layang, balon, sampah) ada atau tersangkut di insulator
I.2. Isolasi udara ▪ Periksa jarak bebas SUTT & SUTET (fasa ke fasa & fasa ke
tanah) sesuai ketentuan yang berlaku (Lampiran Peraturan
Menteri Pertambangan & Energi Nomor : 01.P/47/MPE/1992
Tanggal : 7 Februari 1992)
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN
II. PEMBAWA ARUS
II.1. Konduktor penghantar (Konduktor) ▪ Periksa kondisi konduktor penghantar (konduktor) apakah normal, rantas, putus atau mekar
▪ Periksa andongan konduktor apakah masih dalam keadaan normal
▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal, korosi, bergeser, lepas
atau hilang
▪ Periksa kondisi spacer apakah normal, bergeser, bengkok, kendor, patah, klem lepas atau
hilang
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) ada atau
tersangkut di konduktor
II.2. Sambungan konduktor (Compression joint) ▪ Periksa kondisi midspan compression joint apakah normal atau temperatur tinggi dengan
kamera thermovisi
▪ Periksa kondisi repair sleeve apakah normal, pecah atau temperatur tinggi dengan kamera
thermovisi
II.3. Konduktor penghubung ▪ Periksa kondisi konduktor penghubung apakah normal, mekar, rantas, lepas atau temperatur
tinggi
▪ Periksa kondisi counter weight apakah normal atau ada kelainan

II.4. Klem konduktor penghantar ▪ Periksa kondisi suspension / tension clamp apakah normal, korosi, pecah, atau baut tidak
lengkap
▪ Periksa kondisi armour rod apakah normal, mekar atau putus
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN
III. KONSTRUKSI DAN PONDASI
III. Halaman tower
1.
III. Stub
2.
III. Pondasi
3.
III. Tower (Leg, Common body, Body, ▪ Periksa kondisi konstruksi tiang apakah normal, bergeser atau miring
4. Traverse) ▪ Periksa kondisi plat sambungan rangka apakah normal, hilang, mur & baut
hilang, bengkok, korosi atau kendor
▪ Periksa kondisi bracing / member / besi diagonal apakah normal, hilang,
bengkok, korosi, kendor, tidak terpasang, tidak nempel atau patah
▪ Periksa kondisi mur & baut apakah normal, korosi atau hilang
▪ Periksa kondisi cat / galvanis apakah normal, terkelupas atau korosi
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon,
sampah) ada atau tersangkut di tower
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN
IV. PROTEKSI PETIR
IV.1. Konduktor tanah ▪ Periksa kondisi konduktor tanah apakah normal, rantas, korosi atau putus
▪ Periksa kondisi peredam getaran (vibration damper) apakah normal, korosi, bergeser, lepas atau
hilang
▪ Periksa kondisi midspan compression joint apakah normal, bengkok atau korosi
▪ Periksa kondisi suspension / tension clamp apakah normal, korosi, pecah, sackle berkarat atau
baut tidak lengkap
▪ Periksa kondisi armour rod apakah normal, mekar, putus atau tidak lengkap
▪ Periksa kondisi box joint konduktor optic apakah normal atau hilang
▪ Periksa kondisi konduktor yang turun ke box joint apakah normal, putus atau hilang
▪ Periksa apakah benda asing (binatang, benang, layang-layang, balon, sampah) ada atau tersangkut
di konduktor tanah

IV.2. Konduktor penghubung konduktor tanah ▪ Periksa kondisi konduktor penghubung konduktor tanah apakah normal, mekar, rantas atau lepas

IV.3. Arcing horn ▪ Periksa kondisi arching horn apakah normal, tidak terpasang, salah pasang, lepas, kendor, korosi
atau terkena flash
IV.4. Konduktor penghubung EW ke tanah ▪ Periksa kondisi konduktor penghubung EW ke tanah apakah normal, putus, hilang, korosi, rantas
atau kendor
IV.5. Pentanahan (Grounding) ▪ Periksa kondisi pentanahan (grounding) apakah normal, hilang, terlepas, korosi, kendor, putus,
rantas atau nilai pentanahannya tidak sesuai standar
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

JADWAL PEMELIHARAAN 5 TAHUNAN


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN

V. AKSESORIS
V.1. Aksesoris isolasi ▪ Periksa kondisi aksesoris fittings insulator (pin, sackle, dll) apakah normal, korosi
atau tidak lengkap
V.2. Aksesoris panjat ▪ Periksa kondisi baut panjat (step bolt) apakah normal, hilang, bengkok, korosi,
patah, kendor atau kurang panjang dratnya

V.3. Aksesoris K3 ▪ Periksa kondisi penghalang panjat (ACD) apakah normal, kendor, bengkok, korosi,
hilang atau patah
▪ Periksa kondisi plat tanda bahaya apakah normal, kendor, pudar, korosi, rusak
atau hilang
▪ Periksa kondisi plat tanda penghantar, tanda phasa & nomor tiang apakah normal,
kendor, pudar, korosi, rusak, salah pasang atau hilang
▪ Periksa kondisi indicator lamp( air traffic light) apakah normal, rusak, pecah, mati
atau hilang
▪ Periksa kondisi ball sign apakah normal, bergeser, pecah atau hilang
▪ Periksa kondisi lampu aviasi apakah normal, pecah, mati, rusak atau hilang
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. IN SERVISE MEASUREMENT / ON LINE MONITORING

Adalah pengujian yang dilakukan saat peralatan operasi (bertegangan) untuk


dapat memprediksi kondisi dan gejala kerusakan peralatan secara dini yang
waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi peralatan. Untuk SUTT &
SUTET, uraian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengujian Thermovisi,
Korona, Puncture Insulator, Resistansi pentanahan tower.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

In service Measurement SUTT & SUTET


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN
I. ISOLASI
I.1. Isolasi Padat (Insulator) ▪ Uji korona
▪ Uji thermovisi
▪ Uji Puncture (PDKB)

I.2. Isolasi udara ▪ Uji medan magnet & listrik


II. PEMBAWA ARUS
II.1. Konduktor penghantar ▪ Uji korona
▪ Uji thermovisi

II.2. Sambungan konduktor (Compression joint) ▪ Uji korona


▪ Uji thermovisi

II.3. Konduktor penghubung ▪ Uji korona


▪ Uji thermovisi

II.4. Klem konduktor penghantar ▪ Uji korona


▪ Uji thermovisi
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

In service Measurement SUTT & SUTET


KEADAAN : OPERASI
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN

III. KONSTRUKSI DAN PONDASI


III.1. Halaman tower
III.2. Stub
III.3. Pondasi
III.4. Tower (Leg, Common body, Body, Traverse)
IV. PROTEKSI PETIR
IV.1. Konduktor tanah
IV.2. Konduktor penghubung konduktor tanah
IV.3. Arcing horn
IV.4. Konduktor penghubung Konduktor tanah ke tanah
IV.5. Pentanahan (Grounding) ▪ Uji resistansi pentanahan tower
V. AKSESORIS
V.1. Aksesoris isolasi
V.2. Aksesoris panjat
V.3. Aksesoris K3
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

3. Shutdown Testing / Measurement

Adalah pengujian contoh yang dilakukan saat peralatan tidak operasi (padam)
untuk dapat memprediksi kondisi dan gejala kerusakan peralatan secara dini.
Khususnya pada transmisi yang sudah habis masa manfaatnya.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Shutdown Testing / Measurement SUTT & SUTET


KEADAAN : PADAM
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN

NO PERALATAN YANG DIPERIKSA CARA PEMERIKSAAN


I. ISOLASI
I.1. Isolasi Padat (Insulator) Uji mekanik & elektrik (contoh)
I.2. Isolasi udara
II. PEMBAWA ARUS
II.1. Konduktor penghantar ▪ Uji tahanan impedansi
▪ Uji mekanik & elektrik (contoh)
II.2. Sambungan konduktor (Compression joint)
II.3. Konduktor penghubung
II.4. Klem konduktor penghantar
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Shutdown Testing / Measurement SUTT & SUTET


KEADAAN : PADAM
PELAKSANA : PETUGAS PEMELIHARAAN
NO PERALATAN YANG DIPERIKSA SASARAN PEMERIKSAAN
III. KONSTRUKSI DAN PONDASI
III.1. Halaman tower
III.2. Stub
III.3. Pondasi
III.4. Tower (Leg, Common body, Body, Traverse)
IV. PROTEKSI PETIR
IV.1. Konduktor tanah Uji mekanik & elektrik
IV.2. Konduktor penghubung Konduktor tanah
IV.3. Arcing horn
IV.4. Konduktor penghubung Konduktor tanah ke tanah
IV.5. Pentanahan (Grounding)
V. AKSESORIS
V.1. Aksesoris isolasi
V.2. Aksesoris panjat
V.3. Aksesoris K3
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. PEMELIHARAAN PASCA GANGGUAN

Adalah pemeliharaan yang dilaksanakan setelah peralatan mengalami gangguan


dengan kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan meliputi In ServiceVisual
Inspection (Ground Patrol : melakukan pengecekan jalur setelah reclose / trip
akibat gangguan eksternal, dilanjutkan Climb Up Inspection untuk memastikan
sumber gangguan) & In Service Measurement (Thermovisi dan Korona).
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

II. MEHODE EVALUASI HASIL


PEMELIHARAAN SUTT/SUTET
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

Metode evaluasi hasil pemeliharaan SUTT & SUTET mengacu pada alur
pengambilan keputusan seperti pada gambar di atas. Proses pengambilan
keputusan tersebut meliputi 3 (tiga) tahapan utama, yaitu :

1. Evaluasi Level 1

Merupakan tahap awal metode evaluasi hasil pemeliharaan SUTT & SUTET.
Pelaksanaan Evaluasi Level 1 menggunakan input hasil pemeliharaan rutin
SUTT & SUTET baik yang sifatnya mingguan yaitu Ground patrol dan 5 (lima)
tahunan Climb up inspection. Tahapan ini menghasilkan Kondisi Awal SUTT &
SUTET (Early warning) dan Rekomendasi pelaksanaan inspeksi lanjut &
pemeliharaan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

2. Evaluasi Level 2
BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN
Adalah tahap lanjutan metode evaluasi hasil pemeliharaan SUTT & SUTET. Pelaksanaan
Evaluasi Level 2 menggunakan input Kondisi Awal SUTT & SUTET (Early warning) dan
Rekomendasi pelaksanaan inspeksi lanjut & pemeliharaan dari Evaluasi Level 1 ditambah
dengan hasil pemeliharaan In Service Measurement dan Shutdown Testing /
Measurement. Tahapan ini menghasilkan Penilaian Prediksi Kondisi Umur SUTT & SUTET
(Life prediction) dan Rekomendasi pelaksanaan inspeksi lanjut & pemeliharaan.

3. Evaluasi Level 3

Merupakan tahap akhir metode evaluasi hasil pemeliharaan SUTT & SUTET. Pelaksanaan
Evaluasi Level 3 menggunakan input Penilaian Prediksi Kondisi Umur SUTT & SUTET
(Life prediction) dan Rekomendasi pelaksanaan inspeksi lanjut & pemeliharaan dari
Evaluasi Level 2 ditambah dengan Evaluasi Resiko yang meliputi Keandalan sistem,
manan & lingkungan dan Faktor ekonomi, sosial & politik serta Perkembangan teknologi
terkini. Tahapan ini menghasilkan Rekomendasi tindak lanjut yang berupa Program
perpanjangan umur SUTT & SUTET dan Rencana pengembangan aset (Life extension
program & Asset development plan) seperti Retrofit, Refurbish, Replacement ataupun
Reinvestment.
26-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

III. STANDAR EVALUASI HASIL PEMELIHARAAN


SUTT/SUTET

Standar adalah acuan yang digunakan dalam mengevaluasi hasil


pemeliharaan untuk dapat menentukan kondisi peralatan yang
dipelihara. Standar yang ada berpedoman kepada : instruction
manual dari pabrik, standar-standar internasional maupun nasional
( IEC, IEEE, CIGRE, ANSI, SPLN, SNI dll ) dan pengalaman serta
observasi / pengamatan operasi di lapangan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. PENGUJIAN THERMOVISI.

Pada suhu operasinya, peralatan listrik yang rusak atau bekerja dalam kondisi tidak
normal akan memberikan hasil ukur yang berbeda dengan peralatan listrik lain yang
sama disekitarnya.Perbedaan hasil ukur ini (Δt) Diambil dari manual instruction Kamera
thermovisi FLIR, dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu :

KATEGORI HASIL UKUR (Δt) KONDISI


I < 5°C Awal kondisi panas berlebih (overheating)

II 5–30°C Peningkatan panas berlebih (overheating)

III > 30°C Panas berlebih (overheating) akut


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. PENGUJIAN KORONA

Standar evaluasi pengujian korona


KATEGORI HASIL UKUR KONDISI
Low <1000 ➢ Berpotensi mengurangi usia peralatan
countrate/menit ➢ Indikasi kerusakan minor dari pemburukan komponen
Medium 1000 – 5000 ➢ Dapat menyebabkan pemburukan yang signifikan terhadap
countrate/menit usia peralatan
➢ Indikasi kerusakan/pemburukan komponen yang dapat
diukur
High >5000 ➢ Menyebabkan pemburukan yang sangat cepat
countrate/menit ➢ Indikasi kerusakan parah terhadap komponen/peralatan
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN


3. PENGUJIAN PUNCTURE (KEBOCORAN) INSULATOR

Evaluasi terhadap pengujian ini adalah dengan melihat kurva distribusi potensial antar
keping insulator. Insulator rusak (breakdown) akan ditunjukkan dengan nilai tegangan
keping insulator yang mengalami penurunan dibandingkan nilai tegangan keping
insulator yang lain dalam satu renceng seperti gambar di bawah.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. PENGUJIAN RESISTANSI PENTANAHAN TOWER

Pentanahan tiang berfungsi untuk mengalirkan arus dari konduktor tanah akibat
ambaran petir, oleh karena itu nilai pentanahan tiang harus dibuat sekecil mungkin
agar tidak menimbulkan tegangan tiang yang tinggi yang pada akhirnya dapat
mengganggu sistem penyaluran. Batasan nilai pentanahan tiang sebagai berikut :

PERALATAN YANG DIPERIKSA TEGANGAN OPERASI STANDAR


70 kV ≤ 5 Ohm
Pentanahan (Grounding) 150 kV ≤ 10 Ohm
275 kV / 500 kV ≤ 15 Ohm
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

IV. REKOMENDASI HASIL PEMELIHARAAN


SUTT/SUTET

Rekomendasi merupakan tindak lanjut yang harus dilaksanakan sebagai evaluasi


dari hasil pemeliharaan yang telah dilakukan. Rekomendasi berpedoman kepada
instruction manual dari pabrik dan pengalaman serta observasi / pengamatan
operasi di lapangan.
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

1. REKOMENDASI PENGUJIAN THERMOVISI

* Diambil dari manual instruction Kamera thermovisi FLIR


PERALATAN YANG DIPERIKSA HASIL UKUR (Δt) REKOMENDASI

➢ Konduktor penghantar I (< 5°C) Lanjutkan pengujian rutin 6 bulanan


(Konduktor)
Dijadwalkan perbaikan atau
➢ Sambungan konduktor II (5 – 30°C)
penggantian seperlunya
(Compression joint)
➢ Konduktor penghubung
Perbaiki atau ganti secepatnya
➢ Klem konduktor penghantar III (> 30°C)
maksimal 1 minggu
19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

2. REKOMENDASI PENGUJIAN KORONA

* Diambil dari manual instruction Kamera korona OFIL Daycor Superb


PERALATAN YANG DIPERIKSA HASIL UKUR REKOMENDASI

Low (countrate < 1000/menit) Lanjutkan pengujian rutin 6 bulanan

➢ Lakukan pengujian rutin 3 bulanan


➢ Lakukan pengujian rutin 1 bulanan
Medium (countrate < 1000 - bila ada kecenderungan
➢ Isolasi padat (insulator)
5000/menit) peningkatan hasil ukur 3 bulanan
➢ Dijadwalkan perbaikan atau
penggantian seperlunya

High (countrate > 5000/menit) Perbaiki atau ganti secepatnya


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

3. REKOMENDASI PENGUJIAN PUNCTURE (KEBOCORAN) INSULATOR

* Diambil dari manual instruction Transmission Tester AB


PERALATAN YANG DIPERIKSA HASIL UKUR REKOMENDASI

Distribusi tegangan normal Lanjutkan pengujian rutin 5 tahunan

Lakukan pemeriksaan lanjutan (visual,


Isolasi padat (insulator) Drop tegangan ≤ 30%
kadet, pengukuran thermovisi & korona)

Drop tegangan ≥ 30% Perbaiki atau ganti secepatnya


19-25
PT PLN (PERSERO) LISTRIK UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
UDIKLAT SEMARANG

BERBAGI DAN MENYEBARKAN ILMU PENGETAHUAN SERTA NILAI-NILAI PERUSAHAAN

4. REKOMENDASI PENGUJIAN RESISTANSI PENTANAHAN TOWER

PERALATAN YANG TEGANGAN OPERASI HASIL UKUR REKOMENDASI


DIPERIKSA

≤ 5 Ohm Lanjutkan pengujian rutin 1 tahunan

70 kV
Perbaiki, ganti secepatnya atau diberikan penambahan
> 5 Ohm
pentanahan kaki tiang

≤ 10 Ohm Lanjutkan pengujian rutin 1 tahunan


Pentanahan
150 kV
(Grounding) Perbaiki, ganti secepatnya atau diberikan penambahan
> 10 Ohm
pentanahan kaki tiang

≤ 15 Ohm Lanjutkan pengujian rutin 1 tahunan

275 kV / 500 kV
Perbaiki, ganti secepatnya atau diberikan penambahan
> 15 Ohm
pentanahan kaki tiang