Anda di halaman 1dari 30

KOORDINASI OCR Dan GFR

PADA
JARINGAN DISTRIBUSI
SISTEM TENAGA LISTRIK

Prime
over IBT GI Distribusi
EHV TT primer variasi
beban
3 , 38 kV 38/500 kV 500/150 kV 150/20 kV
generator

PASOKAN TENAGA LISTRIK : 20 kV/380 V

PEMBANGKIT : - PLTU ( MINYAK ATAU FOSSIL )


- PLTD ( MINYAK )
- PLTG/U ( MINYAK ATAU GAS )
- PLTA (AIR)
- PLTP (PANAS BUMI)
TRANSMISI : - EXTRA HIGH VOLTAGE
- HIGH VOLTAGE
GARDU INDUK : - GI PEMBANGKIT
- TRANSMISI
- GI DISTRIBUSI

1/19/2018
SISTEM TENAGA LISTRIK (INTERKONEKSI)

PUSAT LISTRIK

150 kV 150 kV
PUSAT LISTRIK

150 kV 150 kV

IBT GI
GI

20 kV 20 kV
70 kV

1/19/2018
PENGAMAN JARINGAN DISTRIBUSI

A. DI JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER

B. DI JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER

SUTM

GI SKTM G
H

GD TR
Jaringan Distribusi primer
Sambungan
Rumah
Jaringan Distribusi
sekunder
TR Rumah
konsume
n
1/19/2018
PENGAMAN JARINGAN DISTRIBUSI

PENGAMANAN JARINGAN  PENTING, WALAU KEMUNGKINAN


GANGGUAN HUBUNG SINGKAT KECIL
DAN DARI MANA PUN PASOKAN NYA
DIDAPAT
KARENA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT ITU MERUSAK
BAIK DI TITIK GANGGUAN, MAUPUN PERALATAN YANG
DILALUI OLEH ARUS GANGGUAN ITU. ( KABEL, TRAFO
TENAGA, ATAU BAHKAN GENERATORNYA )

KERUSAKAN ALAT SEWAKTU GANG. HUB. SINGKAT :


SELAIN AKIBAT DARI BESAR ARUS YANG MENGALIR, JUGA
AKIBAT LAMANYA GANG. HUB. SINGKAT ITU BERLANGSUNG

PENGECILAN NILAI ARUS GANGGUAN :


• DENGAN MEMASANG REAKTOR SERI, TETAPI HAL INI BISA
BERPENGARUH KE OPERASI
• MEMASANG PENTANAHAN NETRAL MELALUI IMPEDANSI
ATAU TAHANAN

1/19/2018
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT,

- BERBAHAYA BAGI : PERALATAN


- MENGGANGGU : PELAYANAN
- PERLU DIKETAHUI BESARNYA ARUS SEBELUM
KEJADIAN SESUNGGUHNYA.

DALAM PERENCANAAN SISTEM SPESIFIKASI PMT& CT, KONDUKTOR

DARI SEGI PENGUSAHAAN , BESAR ARUS GANGGUAN HUBUNG


SINGKAT TERUTAMA KONTRIBUSINYA
UNTUK KOORDINASI RELAI
OLEH SEBAB ITU :

DICARIKAN CARA MENGHITUNG YANG MUDAH, CEPAT


SEHINGGA BISA SEGERA DIGUNAKAN
LANGSUNG DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI LAPORAN

1/19/2018
CARA MENGHITUNG ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

• BISA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HUBUNG SINGKAT

MASUKKAN DATANYA, RUN PROGRAMNYA DAPAT HASIL

CARA INI MUDAH PELAKSANAANNYA, TAPI


ADA KERUGIANNYA :
KITA TIDAK TAHU CARA HITUNGNYA
AGAR CARA HITUNG DAPAT KITA KUASAI
• BISA DIHITUNG DENGAN CARA SEDERHANA MUDAH
MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM EXCEL
KARENA PAKET PROGRAM YANG BANYAK DIKENAL STAF PLN
BISA DIPAKAI UNTUK MENGHITUNG KOORDINASI
BISA DILACAK RUMUS YANG DIGUNAKAN
BELAJAR ULANG SETELAH TRAINING

UNTUK ITU PERLU BEKAL ILMU CARA MENGHITUNG

1/19/2018
PERHITUNGAN ARUS HUBUNG SINGKAT

UNTUK : • GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 3 FASA

• GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 2 FASA


• GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SATU FASA KETANAH

RUMUS DASAR YANG DIGUNAKAN ADALAH HUKUM OHM

I = ARUS GANGGUAN H.S


V
I=
Z V = TEGANGAN SUMBER

Z = IMPEDANSI DARI SUMBER


KETITIK GANGGUAN,
IMPEDANSI EKIVALENT
BIASANYA NILAI IMPEDANSI EKIVALENT INI YANG
MEMBINGUNGKAN PARA PEMULA.

1/19/2018
DARI KETIGA JENIS GANGGUAN, PERBEDAANNYA ADA PADA

UNTUK GANGGUAN 3 FASA : IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH IMPEDANSI URUTAN
POSITIF NILAI EKIVALEN Z1
TEGANGANNYA ADALAH E FASA

UNTUK GANGGUAN 2 FASA : IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN


ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG.
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2
TEGANGANNYA ADALAH E FASA-FASA

UNTUK GANGGUAN 1 FASA KETANAH


IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN
ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG. +
URUTAN NOL
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2 + Z0
TEGANGANNYA ADALAH E FASA

1/19/2018
BENTUK JARINGAN PERLU DIKETAHUI UNTUK MENGHITUNG
ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

UNTUK DISTRIBUSI YANG DIPASOK DARI GARDU INDUK / KIT :

AMBIL DATA Z POS. NEG, Z NOL


PENYULANG 20 KV

GH GH
TRAFO
BUS BUS
DAYA
SUMBER KIT 150 KV 20 KV
ATAU PILIH LOKASI
TEG. AMBIL DATA GANGGUAN
DARI KIT IMPEDANSI 25% Z ATAU 10% Z ATAU 5% Z
DARI
KIT MVA, KV dll
SISTEM
150 KV, AMBIL
DATA
-Xd”
-MVA UNTUK
AMBIL
-kV SIMULASI
DATA
LOKASI GANG.
S C LEVEL

HITUNG
Z SUMBER
1/19/2018
KOORDINASI RELAI ARUS LEBIH & GROUND

MEWAKILI SEKIAN BANYAK SUMBER PEMBANGKIT


YANG ADA DIDALAM SISTEM 150 KV
TERMASUK DIDALAMNYA :
• IMPEDANSI SUMBER PEMBANGKIT.
SUMBER KIT • IMPEDANSI TRAFO UNIT
• IMPEDANSI TRANSMISI

SEPERTI CONTOH BERIKUT : Trafo


unit

transmisi

KIT 1 Trafo transmisi KIT 2


unit
transmisi
Trafo
G.I A
unit
KIT 3 transmisi

1/19/2018
BAGAIMANA MENGHITUNG IMPEDANSI SUMBER ?

SHORT CIRCUIT LEVEL DI BUS 150 KV (MVA) MINTA KE PLN P3B

UNTUK APA ?
KV 2
DENGAN RUMUS DAPAT DIHITUNG IMPEDANSI SUMBER
MVA
MISALKAN SHORT CIRCUIT LEVEL DIBUS 150 KV G.I A = 5500 MVA

150 2
MAKA, XS = = 4,09 OHM INGAT NILAI INI DISISI 150 KV
5500
KARENA AKAN MENGHITUNG I GANGG. SISI 20 KV, MAKA
IMPEDANSI DISISI 150 KV, TRANSFER KE SISI 20 KV CARANYA

150 KV 20 KV
4,09 OHM ?
20 KV

1/19/2018
DASAR HITUNGANNYA

DAYA DISISI 150 KV = DAYA DISISI 20 KV

MVA SISI 150 = MVA SISI 20 KV


KV1 2 KV2 2
=
Z1 Z2

KALAU KV1 = 150 KV DAN Z1 = 4,09 OHM, DAN KV2 = 20 KV


20 2
MAKA Z2 = x 4,09 OHM
150 2

= 0.073 OHM , SEHINGGA GAMBARNYA

20 KV IMPEDANSI INI BERLAKU


0.073 OHM
UNTUK URUTAN POSITIF
DAN NEGATIF
1/19/2018
MENGHITUNG REAKTANSI TRAFO TENAGA DI G.I

MISAL : TRAFO TENAGA DENGAN DATA :


DAYA = 60 MVA RATIO TEGANGAN 150/20 KV
REAKTANSI = 12,79 %

PERHITUNGAN :
IMPEDANSI DASAR PADA TRAFO (100 % ) SISI 20 KV
20 KV 2
ZB = = 6,67 OHM
60 MVA

REAKTANSI TRAFO = 12,79%

XT = 12,79% x 6,67 OHM

REAKTANSI YANG DIHASILKAN


= 0,85 OHM ADALAH REAKTANSI URUTAN
POSITIF DAN NEGATIF.

1/19/2018
REAKTANSI URUTAN NOL TRAFO

MEMPERHATIKAN ADA ATAU TIDAKNYA BELITAN DELTA

• KAPASITAS DELTA SAMA DENGAN KAPASITAS BINTANG


NILAI XT 0 = XT 1 BERLAKU PADA TRAFO UNIT
MISAL XT 0 = 0,8 OHM

• TRAFO TENAGA DI G.I DENGAN HUBUNGAN Yy BIASANYA


PUNYA BELITAN DELTA DENGAN KAPASITAS SEPERTIGA x
KAPASITAS PRIM. (SEKUNDER)
NILAI XT 0 = 3 x XT 1
PADA CONTOH XT 0 = 3 x 0,8 OHM = 2,4 OHM

• TRAFO TENAGA DI G.I DENGAN HUBUNGAN Yy YANG TIDAK


PUNYA BELITAN DELTA DIDALAMNYA
NILAI XT 0 = BERKISAR ANTARA 9 S/D 14 KALI XT 1
MISAL HITUNGAN DIAMBIL NILAI XT 0 = 10 x XT 1
= 10 x 0,85 OHM

1/19/2018
= 8,5 OHM
IMPEDANSI PENYULANG

DATA IMPEDANSI PENYULANG DIDAPAT • DIHITUNG


• DARI TABEL
• PER KM

IMPEDANSI PENYULANG PANJANG PENYULANG x Z PER KM

SIMULASIKAN LOKASI GANGGUAN

PER 25 % 50 % 75 % 100 % x PANJANG PENYULANG ATAU


PER 10 % 20 % 30 % .. 100 % x PANJANG PENYULANG ATAU
PER 5% 10 % 15 % .. 100 % x PANJANG PENYULANG

1/19/2018
HITUNGAN Z0

HITUNGAN DIDASARKAN PADA SISTEM PENTANAHAN NETRAL


SISTEM PASOKAN DARI G.I PENTANAHAN TAHANAN 12 OHM

Z0 DIHITUNG • MULAI DARI TRAFO YANG DITANAHKAN

NILAI TAHANAN 3 RN
• IMPEDANSI PENYULANG

TRAFO DI G.I UMUMNYA PUNYA BELITAN DELTA KAP. 1/3


X0 TRAFO = 3 x X1 TRAFO

TRAFO DI G.I UMUMNYA TANPA BELITAN DELTA


X0 TRAFO = 10 x X1 TRAFO
Z0 penyulang = % panjang x Z0 total

1/19/2018
MENGHITUNG IMPEDANSI EKIVALEN

Z1 eki = Z2 eki = Z1 s + Z1 t + Z1 penyulang

TERGANTUNG
INGAT HITUNGAN INGAT HITUNGAN LOKASI GANG.
IMPEDANSI SUMBER IMPEDANSI TRAFO

PERHITUNGAN Z0 ekivalen

Z0 eki = Z0 T + 3 RN + Z0 penyulang

TERGANTUNG
INGAT HITUNGAN INGAT TAHANAN LOKASI GANG.
Z0 TRAFO PENTANAHAN

1/19/2018
PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN :

1.GANGGUAN TIGA FASA : RUMUSNYA : V


I =
Z

V = TEGANGAN FASA - NETRAL

Z = IMPEDANSI Z1 ekivalen
Eph-ph / 3
GANGGUAN DI PANJANG PENYULANG I =
(R1 + j X1 )

IMPEDANSI MASIH
DALAM KOMPLEKS
KARENA ARUS DIAMBIL MAGNITUTENYA

Eph-ph / 3
I = AMP
2
(R1Jar + ( X1SC + X1T + X1Jar) 2 )

1/19/2018
PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN : RUMUSNYA :

V
2. GANGGUAN DUA FASA : I =
Z
V = TEGANGAN FASA - FASA
Z = IMPEDANSI ( Z1 + Z2 ) ekivalen

Eph-ph
GANGGUAN DI PANJANG PENYULANG I =
( Z1 + Z2 ) eki
KARENA Z1 = Z2 , MAKA Z 1 + Z2 = 2 * Z 1

Eph-ph Eph-ph 3 Eph-ph 3


I = I = If2 =
2 * Z1 3 2(Z1 )
2 * Z 1* 3

Eph-n 3 3 * If3
If2 = MAKA : If2 = Amp
( Z1 ) 2 2

1/19/2018
PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN :

3. GANGGUAN SATU FASA KETANAH :

V V = 3 x TEGANGAN FASA
RUMUSNYA : I =
Z Z = IMPEDANSI ( Z1 + Z2 + Z0 ) eki
3 x Eph-ph / 3
GANGGUAN DI PANJANG PENYULANG I =
( Z1 + Z2 + Z0 ) eki

3 x Eph-ph / 3
If1 =
(%R1jar +% R2jar + %R0jar + 3Rn)2 + (X1sc+X2sc+X1T+X2T+% X1jar+%X2jar+X0T+%X0jar)2

Karena: (Z1 + Z2) eki = 2 x Z1 eki

3 x Eph-ph / 3
If1 = AMP
(% 2*R1jar+ %R0jar+ 3Rn)2 + (2*X1sc+2*X1T+%2* X1jar+X0T+%X0jar)2

1/19/2018
SETELAN RELAI OCR DAN GFR

PERHITUNGAN KOORDINASI RELAI ARUS LEBIH


SETELAN RELAI ; • SETELAN ARUS
BERDASARKAN ARUS BEBAN
RELAI DEFINITE : 1.2 x IBEBAN
RELAI INVERSE : 1.05 x IBEBAN

• SETELAN WAKTU
RELAI DEFINITE : LANGSUNG PADA TAP
RELAI INVERSE : DIHITUNG BERDASAR
KAN ARUS GANGGUAN
DALAM CONTOH HITUNGAN

PENYULANG 20 KV RASIO C.T 100/5 RELAI : O.C INVERSE


DARI GH 2
BEBAN PENYULANG DARI GH 2 : 75 AMPER

BERAPA NILAI SETELAN ARUS PADA RELAI ARUS LEBIHNYA ??


1/19/2018
NILAI SETELAN ARUS RELAI ARUS LEBIH UNTUK INVERSE:

ISET primer = 1.05 x IBEBAN

= 1.05 x 75 AMPER

= 78,75 AMPER

BERAPA NILAI SETELAN YANG DILAKUKAN PADA RELAI ??


1
ISET sekunder = ISET primer x
RASIO C.T
5
= 78,75 x AMPER
100
NILAI INI YANG DITERAP
= 3,9 AMPER
KAN UNTUK SETELAN DI
RELAI ARUS LEBIH

BAGAIMANA SETELAN WAKTUNYA ??

1/19/2018
SETELAN OCR UNTUK INVERSE

PENYULANG 20 KV

1 2 3 4
GH1 GH2
Karena terdapat 3 buah setelan rele:
1. Incoming feeder
2. Out going feeder
3. Out going GH1
4. Outgoing GH2

Setelan di mulai dari outgoing GH2


CATATAN:
IF 0.02
t set x -1 0.14 x tms
Iset
TmsGH2 = tGH2 =
IF 0.02
0.14 -1
ISET
1
ISET = Ibeban x
RASIO C.T

1/19/2018
NILAI SETELAN WAKTU RELAI ARUS LEBIH

DIHITUNG BERDASARKAN ARUS GANGGUAN YANG MENGALIR

DIBUAT RELAI PALING HILIR BEKERJA DALAM WAKTU


0.3 DETIK UNTUK GANGGUAN YANG YERJADI
DI DEPANNYA (DEPAN GH 2)

DALAM HAL INI : RELAI DI PENYULANG 20 KV


UNTUK GANGGUAN H.S DI
DEPAN PENYULANG TSB.

MISALKAN UNTUK GANGGUAN 3 FASA TERJADI DI


5%, 10% atau 25 % PANJANG PENYULANG.
ARUS GANGGUAN = 777 AMPER PRIMER
SETTING RELAI = 82,5 AMPER PRIMER
WAKTU KERJA = 0.3 DETIK
0.14 x tms
RUMUS SETELAN WAKTU RELAI INVERSE t=
IF 0.02
-1
ISET
1/19/2018
NILAI SETELAN PADA OUTGOING GH 2

0.14 x tms
t=
IF 0.02
-1
ISET tms DAPAT DIHITUNG

0.14 x tms
0.3 =
777 0.02
-1
82,5

777 0.02
0.3 x -1
82,5
tmsGH2 =
0.14

TANPA SATUAN
= 0.1

1/19/2018
NILAI SETELAN PADA OUTGOING GH 2

0.14 x tms
t=
IF 0.02
-1
ISET

0.14 x 0,1
tGH2 =
777 0.02
-1
82,5

= 0.3 detik

CATATAN: SETIAP SETELAN Tms DARI GH 2 S/D OUT GOING


FEEDER HARUS DIHITUNG KEMBALI WAKTU
SETTINGNYA

1/19/2018
SETELAN RELAI INCOMING 20 KV

TRAFO TENAGA KAPASITAS = 60 MVA

TEGANGAN = 150/ 20 KV

IMPEDANSI = 12 %

C.T RASIO = 2000/ 5 ( SISI 20 KV )

I nominal TRAFO :

KVA
I =
KV x 3
60.000
=
20 x 3
= 1732,05 AMPER

1/19/2018
NILAI SETELAN ARUS RELAI ARUS LEBIH SISI INCOMING 20 KV :

ISET primer = 1.05 xINOMINAL

= 1.05 x 1732,05 AMPER

= 1818,65 AMPER

BERAPA NILAI SETELAN YANG DILAKUKAN PADA RELAI ??


1
ISET sekunder = ISET primer x
RASIO C.T
5
= 1818,65 x AMPER
2000
NILAI INI YANG DITERAP
= 4,55 AMPER
KAN UNTUK SETELAN DI
RELAI ARUS LEBIH

BAGAIMANA SETELAN WAKTUNYA ??


1/19/2018
CARANYA BAGAIMANA ??? SILAHKAN MENCOBA

Terima Kasih

1/19/2018