Anda di halaman 1dari 90

SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK

OLEH

Ir. JM Sihombing

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI BARU TERBARUKAN
Distribusi Ketenagalistrikan Sistem grid Jawa Bali (500KVA)
JARINGAN LISTRIK JAWA BALI
TEGANGAN MENENGAH DAN RENDAH
Sistem Grid Sumatera
Sistem Penyaluran Tenaga Listrik
ƒ Pembangkit
ƒ Transmisi
ƒ Distribusi
ƒ Instalasi (Konsumen) Trafo
Distribusi Dist-
ri- K
Distribu busi O
Pem- Trafo Trafo si Trafo Skun- N
bangkit Step-up Transmisi Step-down primer Distribu- S
der
si U
M
Trafo E
Distribu- N
si
Tenaga Listrik adalah : suatu bentuk energi sekunder
yang dibangkitkan, ditransmisikan dan didistribusikan
untuk segala macam keperluan

Sistem Tenaga Listrik adalah : rangkaian instalasi


tenaga listrik dari pembangkitan, transmisi dan
distribusi yang dioperasikan serentak dalam rangka
penyediaan tenaga listrik
Pembangkitan Tenaga Listrik adalah : kegiatan
memproduksi tenaga listrik

Transmisi Tenaga Listrik adalah : penyaluran tenaga


listrik dari suatu sumber pembangkitan ke suatu
sistem distribusi atau kepada konsumen, atau
penyaluran tenaga listrik antar sistem

Distribusi Tenaga Listrik adalah : penyaluran tenaga


listrik dari sistem transmisi atau dari sistem
pembangkitan kepada konsumen
Instalasi Tenaga Listrik adalah : bangunan sipil,
elektromekanik, mesin, peralatan, saluran dan
perlengkapan yang digunakan untuk pembangkitan,
konversi, transmisi, distribusi dan pemanfaatan
tenaga listrik

Konsumen adalah : setiap orang atau badan yang


membeli tenaga listrik dari pemegang Izin Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik untuk digunakan sebagai
pemanfaatan akhir dan tidak untuk diperdagangkan

Sesuai UU No. 20 tentang Ketenagalistrikan


INSTALASI PENYEDIAAN DAN
PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK
SYARAT DASAR YANG HARUS
DIPENUHI SUATU SISTEM TL

• HARUS DAPAT MEMENUHI JUMLAH


ENERGI LISTRIK YANG DIPERLUKAN
KONSUMEN
• TEGANGAN YANG KONSTAN
• FREKUENSI YANG STABIL
• MENYEDIAKAN ENERGI LISTRIK DG
HARGA YANG WAJAR
• MEMENUHI STANDAR AMAN,ANDAL DAN
AKRAB LINGKUNGAN
Besarnya tegangan yang diperlukan
untuk penyaluran TL tergantung dari :

¾ Besarnya Daya yg akan disalurkan

¾ Jarak Penyaluran
SISTEM TENAGA LISTRIK
• TERDIRI ATAS:

♠ SATU FASE

♠ TIGA FASE
DESAIN SALURAN TRANSMISI
TERGANTUNG BEBERAPA HAL :

¾ JUMLAH DAYA YANG HARUS DISALURKAN

¾ JARAK DAN JENIS MEDAN YANG DILALUI

¾ BIAYA YANG TERSEDIA

¾ PERTUMBUHAN BEBAN DIMASA YG AKAN DATANG


Dalam membuat rencana
Penyaluran tenaga listrik harus
diperhatikan faktor :
ƒ Pemilihan Tegangan
ƒ Pemilihan Jenis Kawat
ƒ Pemilihan Sistem Perlindungan terhadap
gangguan
ƒ Kontinuitas Penyaluran Tenaga Listrik
ƒ Pembebasan Tanah yang dilalui
STANDAR TEGANGAN NOMINAL
Untuk tegangan tinggi dan Ekstra tinggi yang dipakai di
Indonesia adalah :

ƒ 70 kv ƒ 275 kv
ƒ 150 kv ƒ 500 kv

Untuk tegangan menengah yang dipakai di Indonesia


adalah 20 kv

Tegangan rendah : 230/400 Volt


KOMPONEN UTAMA SALURAN
TRANSMISI

☻ KONDUKTOR

☻ ISOLATOR

☻ STRUKTUR PENDUKUNG
BAHAN KONDUKTOR PERLU
MEMILIKI SIFAT

♦ KONDUKTIVITAS TINGGI
♦ KEKUATAN TARIK MEKANIKAL TINGGI
♦ RINGAN
♦ MURAH
♦ TIDAK MUDAH PATAH
JENIS – JENIS KONDUKTOR

♦ Kawat Tembaga (BCC = Bare Copper Cable)


♦ Aluminium (AAC = All Aluminium Cable)
♦ Campuran Aluminium dan Baja (ACSR = Aluminium
Cable Steel Reinforced)
♦ Kawat Baja yang diberi lapisan Tembaga (Copper
Weld)
♦ Aluminium Puntir Berisolasi (Twisted Wire)
♦ Kawat Baja, dipakai pada kawat petir dan kawat
pentanahan
TUJUAN MENAIKKAN TEGANGAN
PADA PENYALURAN TL

• UNTUK KERUGIAN YANG TERJADI

- RUGI PENURUNAN TEGANGAN

- RUGI ENERGI
Saluran Transmisi Mempunyai
Konstanta Persatuan Panjang

L Ω
• RESISTANSI R=ρ A

L = [ 0,5 + 2 ln (d/r)] X 10 -7 H/m


• INDUKTANSI

d – r Farad/m
C = П k0/ ln r
• KAPASITANSI

Fase r,s,t adalah simetris


Dalam kenyataannya konfigurasi fase tdk simetris, agar simetris
Dilakukan Transposisi tiap sepertiga panjang saluran
REGULASI DAN EFISIENSI

Vt0 - Vtb
• REGULASI (%) = 100 %
Vtb

Pt
• EFISIENSI (%) = Pk 100 %

Vto = Tegangan sisi terima tanpa beban


Vtb= Tegangan sisi terima beban penuh
Pt = Daya pada sisi terima
Pk = Daya pada sisi kirim
FENOMENA PADA TRANSMISI
• EFEK KULIT
AKIBAT SISTEM ARUS BOLAK-BALIK R menaik
khusus pada frekuensi tinggi dan penampang konduktor besar

• KORONA
Faktor yang mempengaruhi terjadinya Korona
- Kondisi fisik Atmosfer
- Dismeter konduktor
- Permukaan konduktor
- Jarak antar konduktor
- Tegangan
Jenis – jenis gangguan pada saluran udara
¾ Hampir semua gangguan saluran 187 kv keatas
disebabkan oleh petir
¾ Dan hampir 70 % dari semua gangguan saluran 110 –
154 kv disebabkan karena gejala – gejala alamiah (petir,
salju, es, angin, banjir serta gempa
¾ Gejala alamiah lain yang sering terjadi disebabkan oleh
binatang (burung)

Jenis gangguan yang biasa terjadi adalah


gangguan hubung singkat, (hubung singkat
antara dua fasa, dan hubung singkat tiga fasa
dengan tanah), dan gangguan lain putusnya satu
atau dua kawat
Untuk memahami saluran tegangan tinggi arus bolak – balik
harus terlebih dahulu dipahami :

¾ Konfigurasi penghantar simetris


¾ Konfigurasi penghantar tidak simetris
¾ Perhitungan kapasitansi penghantar
¾ Saluran ganda pada kawat tanah
¾ Saluran ganda dengan kawat tanah
¾ Pengaruh menara
¾ Penentuan kuat medan listrik pada permukaan penghantar
¾ Penentuan rugi – rugi korona
¾ Penentuan rapat arus ekonomis dan penyaluran energi yang
ekonomis
¾ Rangkaian pengganti hantaran
¾ Aliran daya pada saluran transmisi
‰Sistem Transmisi (SUTT) a.l :
1. SUTT sirkuit tunggal yaitu transmisi
tegangan tinggi sistem tiga fasa, dengan tiga
buah penghantar fasa dan satu buah kawat
tanah.
2. SUTT sirkuit ganda yaitu transmisi sistem
dua kali fasa tiga, yang masing-masing sirkit
terdiri atas tiga buah penghantar fasa dan satu
kawat tanah.
‰Konfigurasi penghantar a.l:
1. Bentuk penghantar fasa posisi tegak (vertical)
2. Bentuk penghantar fasa posisi mendatar
(horizontal)
3. Bentuk penghantar fasa segitiga delta.
Jenis – jenis menara
Jenis Isolator

Jenis Pasak
Jenis Ball

Pos Udara

Batang Panjang
Jenis Clevis
Macam – macam sistem transmisi

• Sistem Tunggal
• Sistem Ganda
• Sistem Radial
• Sistem Loop
Jaringan Distribusi

¾ Jaringan Tegangan Menengah (JTM)


¾ Trafo Distribusi
¾ Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
¾ Konfigurasi Saluran adalah Radial
Jaringan Tegangan Menengah(JTM)

• SUTM 20 KV
• Saluran yang diperlukan, 1 fasa & 3 fasa
• Sistem pentanahan sesuai dengan standar
• Ukuran kawat (Jenis penghantar, panjang
saluran, besar beban)
TRAFO

• Jenis fasa tunggal, model cantol, keluaran


TR berupa terminal fasa 2 x 230 V
• Ukuran trafo adalah 5 KVA, 10 KVA, 16
KVA, 25 KVA, 50 KVA
• Pola pengaman CSP
Jaringan Tegangan Rendah (JTR)

¾ Sistem yang dipergunakan teg 400/230 volt


¾ Jenis penghantar TIC dan A3C
¾ Ukuran TIC 10, 16, 25, 35, 50, 70 dan 16, 25,
35, 50
¾ Ukuran A3C 16, 25, 35, 50, 70
¾ Ukuran tiang JTR 6m 90 DAN, 8 m 90 DAN
Gardu Listrik
¾ Gardu Induk
- SUTET/SUTT
- SUTET/SUTM
¾ Gardu Induk
- SUTT/SUTT
- SUTT/SUTM
¾ Gardu Distribusi
- SUTM/SUTR
TUJUAN PERENCANAAN

1. Mengembangkan /memperluas jardis yang dapat


memenuhi pertumbuhan kebutuhan beban.

2. Memenuhi kriteria teknis dan ekonomis

3. Memberi nilai tambah bagi pemakai dan pada produsen


.

5. Sharing pengalaman dan masukan.


PERENCANAAN JARDIS

• Struktur Jaringan
• Analisa Teknis
• Analisa ekonomis
• Contoh aplikasi
Perencanaan Jaringan Distribusi

TEKNIS & EKONOMI

JARDIS yang
Andal, Aman
dan Akrab
EXISTING SYSTEM Lingkungan
Proses
TUNTUTAN perencanaan
JARDIS yang
PELANGGAN
sederhana

PERKEMBANGAN BEBAN
JARDIS dapat
STANDAR/REGULASI dikembangkan
memenuhi
pertumbuhan
beban
Konfigurasi jardis

Radial
• Pelanggan biasa ( mutu, kecukupan )
• Memenuhi standar ( voltage drop )
• Mudah dikembangkan & rehab
• Sistem sumbernya satu
Konfigurasi • proteksi & pengukuran sederhana
• Biaya perbaikan & pengembangan murah
Jardis

secondary

• Pelanggan khusus ( mutu, kecukupan )


• Memenuhi standar ( voltage drop )
• Mudah dikembangkan & rehab
• Sistem proteksi & pengukuran kompleks
• Biaya perbaikan & pengembangan mahal
ANALISA TEKNIS

Nominal load ; instalasi tahan secara kontinu

Mampu thd gangguan ( Hubung singkat ).

Aman dan akrab lingkungan.


ASPEK TEKNIS
Beban max = Daya terpasang x faktor daya
guna ( kesamaan waktu * utilization )

VOLTAGE DROP sesuai standar

Ì V = L I q / Q 10 6 Volt

• Ukuran penampang dan panjang penghantar.

USULAN • Jenis konduktor TIC atau BC

• Prospek pertumbuhan.
ANALISA EKONOMIS

ASPEK EKONOMIS BIAYA OPTIMAL: Biaya tetap ( Rp/Kms) &


variabel (Rp/Kwh ) minimum.

• Biaya investasi ( bagi penyedia instalasi jardis


(Rp/kms), bagi pelanggan biaya
USULAN
penyambungan (Rp/kVA)).

• Biaya Operasi ( bagi penyedia biaya O&M,


bagi pelanggan tarip bulanan sesuai
pemakaian TDL (Rp/kWh)
SWITCHGEAR

SWITCHGEAR : Alat Pemutus beban dan pemisah disaat dilakukan perbaikan dan sebagai alat
penghubung beban saat normal
RELAY
LINE TRANSMISI
CONTOH TRANSMISI
TERIMA KASIH

PUSDIKLAT ENERGI DAN KETENAGALISTRIKAN


CIRCUIT BREAKER DAN CT GI TET 500 kV
CIRCUIT BREAKER GI TET 500 kV
CT DAN LA 150 kV
LIGHTNING ARRESTER 150 kV
TRANSFORMATOR TENAGA 150/20 kV 30 MVA
WAVE TRAFO DAN PT 150 kV
U D I K L A T B O G O R

GARDU
INDUK

UDIKLAT BOGOR

Doc:AST/SIM-
U D I K L A T B O G O R

GARDU INDUK
GARDU INDUK (GI)
(GI)

•• PENGERTIAN
PENGERTIAN &
& FUNGSI
FUNGSI GARDU
GARDU INDUK
INDUK
•• KLASIFIKASI
KLASIFIKASI GARDU
GARDU INDUK
INDUK
•• PERALATAN
PERALATAN UTAMA
UTAMA GARDU
GARDU INDUK
INDUK
•• INSTALASI
INSTALASI GARDU
GARDU INDUK
INDUK
•• SINGLE
SINGLE LINE
LINE DIAGRAM
DIAGRAM (BAGAN
(BAGAN KUTUB
KUTUB
TUNGGAL)
TUNGGAL)
GARDU INDUK
GARDU INDUK
•• SISTEM
SISTEM HUBUNGAN
HUBUNGAN RANGKAIAN
RANGKAIAN (SISTEM
(SISTEM
BUSBAR)
BUSBAR)
•• GARDU
GARDU INDUK
INDUK ““ GIS
GIS ”” Doc:AST/SIM-
U D I K L A T B O G O R

GARDU INDUK (GI)

DAN FUNGSI
PENGERTIAN DAN FUNGSI GARDU
GARDU INDUK
INDUK :
GARDU INDUK ADALAH :
SUATU INSTALASI LISTRIK YANG BERFUNGSI UNTUK
MENERIMA DAN MENYALURKAN TENAGA LISTRIK MELALUI
SISTEM TEGANGAN EKSTRA TINGGI (TET), TEGANGAN
TINGGI (TT) DAN TEGANGAN MENENGAH (TM)

TENAGA LISTRIK YANG DITERIMA / DISALURKAN BERASAL


DARI PUSAT-PUSAT PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
ATAUPUN DARI GARDU INDUK LAIN.

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

KLASIFIKASI GARDU
KLASIFIKASI GARDU INDUK
INDUK

BERDASARKAN ::
BERDASARKAN
TEGANGANNYA
TEGANGANNYA
•• GI
GI TRANSMISI
TRANSMISI
•• GI
GI DISTRIBUSI
DISTRIBUSI

PENEMPATAN PERALATANNYA:
PENEMPATAN PERALATANNYA:

•• GI PASANGAN
GI PASANGAN DALAM
DALAM (IN
(IN DOOR
DOOR SUBSTATION)
SUBSTATION)
•• GI PASANGAN
GI PASANGAN LUAR
LUAR (OUT
(OUT DOOR
DOOR SUBSTATION)
SUBSTATION)
•• GI SEBAGIAN
GI SEBAGIAN PASANGAN
PASANGAN LUARLUAR (COMBINED
(COMBINED OUT
OUT DOOR
DOOR SUBSTATION)
SUBSTATION)
•• GI PASANGAN
GI PASANGAN BAWAH
BAWAH TANAH
TANAH (UNDER
(UNDER GROUND
GROUND SUBSTATION)
SUBSTATION)
•• GI SEBAGIAN
GI SEBAGIAN PASANGAN
PASANGAN BAWAHBAWAH TANAH
TANAH (SEMI
(SEMI UNDER
UNDER GROUND
GROUND
SUBSTATION)
SUBSTATION)
•• GI
GI MOBIL
MOBIL (MOBILE
(MOBILE SUBSTATION)
SUBSTATION)

ISOLASI YANG
ISOLASI YANG DIPAKAI
DIPAKAI
•• GI
GI ISOLASI
ISOLASI UDARA
UDARA
•• GI
GI ISOLASI
ISOLASI GAS
GAS (GIS)
(GIS)

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

PERALATAN UTAMA
PERALATAN UTAMA GARDU
GARDU INDUK
INDUK

1. TRAFO
1. TRAFO
•• TRAFO
TRAFO TENAGA
TENAGA (TRAFO
(TRAFO DAYA)
DAYA)
•• TRAFO
TRAFO INSTRUMEN
INSTRUMEN (PENGUKURAN)
(PENGUKURAN) ::
-- TRAFO
TRAFO ARUS
ARUS (CT)
(CT)
-- TRAFO
TRAFO TEGANGAN
TEGANGAN (PT)
(PT)
2.
2. PEMUTUS TENAGA
PEMUTUS TENAGA (( PMTPMT // CB
CB ))
3.
3. PEMISAH (PMS
PEMISAH (PMS // DS
DS ))
4.
4. BUSBAR (REL
BUSBAR (REL DAYA)
DAYA)
5.
5. ISOLATOR
ISOLATOR
6.
6. LIGHTNING ARRESTER
LIGHTNING ARRESTER (LA)
(LA)
7.
7. REAKTOR (XL)
REAKTOR (XL)
8.
8. STATIC CAPASITOR
STATIC CAPASITOR (SC)
(SC)
9.
9. PERALATAN SISTEM
PERALATAN SISTEM PENTANAHAN
PENTANAHAN
10. PERALATAN
10. PERALATAN KOMUNIKASI
KOMUNIKASI (PLC
(PLC // JWOTS)
JWOTS)

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R
PENGHANTAR Ι (150
KV)1 CONTOH : INSTALASI
INDUK GARDU

3
4
5
6

7 150 KV Busbar/Rel
8
TT
9
17
10
11
Ι 150/20 KV, 60
12 MVA
14 13

15

16
20 KV 1
8
19 24

20 25

2 26
1
2 2 20 KV / 380 V
2 7
Ι 23
Doc:AST/SIM-
U D I K L A T B O G O R

KETERANGAN GAMBAR
KETERANGAN GAMBAR

1.
1. LIGHTNING ARRESTER
LIGHTNING ARRESTER (LA) (LA)
2.
2. TRAFO TEGANGAN
TRAFO TEGANGAN (PT) (PT)
3.
3. PMS TANAH
PMS TANAH PENGHANTAR
PENGHANTAR II 150 150 KVKV
4.
4. PMS PENGHANTAR
PMS PENGHANTAR (PMS (PMS LINE)
LINE) II 150
150 KV
KV
5.
5. TRAFO ARUS
TRAFO ARUS (CT)
(CT)
6.
6. PMT (CB)
PMT (CB) 150
150 KV
KV PENGHANTAR
PENGHANTAR II
7.
7. PMS REL 150 KV PENGHANTAR II
PMS REL 150 KV PENGHANTAR
8.
8. REL (BUSBAR)
REL (BUSBAR) 150 150 KVKV
9.
9. PMS REL
PMS REL 150
150 KV
KV TRAFO
TRAFO II
10.
10. PMT 150
PMT 150 KV
KV TRAFO
TRAFO II
11.
11. TRAFO ARUS
TRAFO ARUS (CT)
(CT) SISI
SISI 150
150 KV
KV TRAFO
TRAFO II
12.
12. TRAFO TENAGA
TRAFO TENAGA 150/20
150/20 KV,
KV, 30
30 MVA
MVA
13.
13. NETRAL GROUNDING
NETRAL GROUNDING RESISTANCE
RESISTANCE (NGR) (NGR)
14.
14. TRAFO ARUS
TRAFO ARUS (CT)
(CT) SISI
SISI 20
20 KV
KV TRAFO
TRAFO II
15.
15. PMT 20
PMT 20 KV
KV TRAFO
TRAFO II
16.
16. PMS REL
PMS REL 20
20 KV
KV TRAFO
TRAFO II
17.
17. TRAFO TEGANGAN
TRAFO TEGANGAN (PT) (PT) REL
REL 150
150 KVKV
18.
18. REL (BUSBAR)
REL (BUSBAR) 20 20 KV
KV
19.
19. PMS REL
PMS REL 20
20 KV
KV PENYULANG
PENYULANG II
20.
20. PMT 20
PMT 20 KV
KV PENYULANG
PENYULANG II
21.
21. TRAFO ARUS
TRAFO ARUS (CT)
(CT) PENYULANG
PENYULANG II
22.
22. PMS KABEL
PMS KABEL PENYULANG
PENYULANG II
23.
23. PMS TANAH PENYULANG II
PMS TANAH PENYULANG
24.
24. PMS REL
PMS REL TRAFO
TRAFO PS PS (PEMAKAIAN
(PEMAKAIAN SENDIRI)
SENDIRI)
25.
25. PMT 20
PMT 20 KV
KV TRAFO
TRAFO PS PS
26.
26. TRAFO ARUS
TRAFO ARUS (CT)
(CT) TRAFO
TRAFO PS.PS.
27.
27. TRAFO PS.
TRAFO PS. 20
20 KV
KV // 380
380 KV
KV

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

SINGLE LINE
SINGLE LINE DIAGRAM
DIAGRAM
(BAGAN KUTUB
(BAGAN KUTUB TUNGGAL
TUNGGAL GARDU
GARDU INDUK)
INDUK)

ADALAH :: SUATU
ADALAH SUATU DIAGRAM
DIAGRAM LISTRIK
LISTRIK PADA
PADA
GARDU INDUK
GARDU INDUK YANG
YANG BERISI
BERISI
PENJELASAN SECARA
PENJELASAN SECARA UMUM
UMUM
TENTANG
TENTANG GARDU
GARDU INDUK
INDUK
TERSEBUT
TERSEBUT

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

GITET UNGARAN
IBT I IBT II
500 / 150 500 / 150
KV KV
.

REAKTOR
I 100 MVAr
.

BUS A

7A

7AB

7B

BUS B
1 2 3 5
SUTET SUTET .
BANDUN SURABAYA
G BARAT I/II SUTET
SELATAN MANDIRANCAN
Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

SISTEM HUBUNGAN
SISTEM HUBUNGAN RANGKAIAN
RANGKAIAN (SISTEM
(SISTEM BUSBAR)
BUSBAR)
DI GARDU
DI GARDU INDUK
INDUK

1. SINGLE
1. SINGLE BUSBAR
BUSBAR (( REL
REL TUNGGAL)
TUNGGAL) ::
•• REL
REL TUNGGAL
TUNGGAL
•• REL
REL TUNGGAL
TUNGGAL DENGAN
DENGAN PMS
PMS BAGIAN
BAGIAN
•• REL
REL TUNGGAL
TUNGGAL DENGAN
DENGAN PMT
PMT DAN
DAN PMS
PMS BAGIAN
BAGIAN

2. DOUBLE
2. DOUBLE BUSBAR
BUSBAR (( REL
REL GANDA)
GANDA) ::
•• REL
REL GANDA
GANDA STANDAR
STANDAR
•• REL
REL GANDA
GANDA DENGAN
DENGAN SISTEM
SISTEM 1,5
1,5 CB
CB
•• REL
REL GANDA
GANDA DENGAN
DENGAN SISTEM
SISTEM 22 CB
CB
•• REL
REL GANDA
GANDA DENGAN
DENGAN SISTEM
SISTEM 44 BAGIAN
BAGIAN (MENGGUNAKAN
(MENGGUNAKAN
BUS SECTION)
BUS SECTION)

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

SINGLE BUSBAR
PENGHANTAR I 70 PENGHANTAR II 70
KV KV

BUSBAR (REL)

TRAFO I 10 TRAFO II 5 MVA TRAFO III 20


MVA 70/20 KV 70/20 KV MVA 70/20 KV

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

SINGLE BUSBAR DENGAN PMS SEKSI


PENGHANTAR I 70 PENGHANTAR II 70
KV KV

TRAFO I 20 TRAFO II 30
MVA 70/20 KV MVA 70/20 KV

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

SINGLE BUSBAR DENGAN PMS DAN PMT


PENGHANTAR I 70
SEKSI PENGHANTAR II 70
KV KV

TRAFO I 20 TRAFO II 20
MVA 70/20 KV MVA 70/20 KV

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

DOUBLE BUSBAR (REL GANDA)


STANDAR
PENGHANTAR I PENGHANTAR II

KOPEL

TRAFO
TENAGA

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 1,5


UNGARAN CB SAGULING
PENGHANTAR
SUTET 500 KV

TRAFO 500 MVA


500/150 KV

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

DOUBLE BUSBAR DENGAN SISTEM 2


PMT
PENGHANTAR I PENGHANTAR II

TRAFO TENAGA

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

REL GANDA DENGAN SISTEM 4 BAGIAN


(MENGGUNAKAN BUS SECTION)
PENGHANTAR ATAU PENGHANTAR ATAU
PENYULANG PENYULANG

TRAFO TRAFO
I II
Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

GARDU INDUK
GARDU INDUK GIS
GIS (GAS
(GAS INSULATED
INSULATED
SWITCHGEAR)
SWITCHGEAR)

ADALAH :: GARDU
ADALAH GARDU INDUK
INDUK YANG
YANG
MENGGUNAKAN GAS
MENGGUNAKAN GAS UNTUK
UNTUK
MENGISOLASI BAGIAN
MENGISOLASI BAGIAN -- BAGIAN
BAGIAN
BERTEGANGAN ANTARA
BERTEGANGAN ANTARA FASA
FASA
MAUPUN DENGAN
MAUPUN DENGAN BADAN
BADAN // TANAH.
TANAH.

UMUMNYA GARDU
UMUMNYA GARDU INDUK
INDUK INI
INI
MENGGUNAKAN GAS
MENGGUNAKAN GAS SF6
SF6 (SF6
(SF6 GAS
GAS
INSULATED SWITCHGEAR
INSULATED SWITCHGEAR EQUIPMENT)
EQUIPMENT)
Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
U D I K L A T B O G O R

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN GIS
GIS DIBANDING
DIBANDING DENGAN
DENGAN GI
GI
KONVENSIONAL
KONVENSIONAL
1. HEMAT
1. HEMAT RUANG
RUANG
2. KEANDALAN
2. KEANDALAN TINGGI
TINGGI
3. HEMAT
3. HEMAT PENGAWASAN
PENGAWASAN DAN
DAN PERAWATAN
PERAWATAN
4. ENVIROMENTAL
4. ENVIROMENTAL HARMONY
HARMONY
5. REDUKSI
5. REDUKSI WAKTU
WAKTU INSTALASI
INSTALASI
6. KEAMANAN
6. KEAMANAN

KERUGIAN ::
KERUGIAN
1. BIAYA
1. BIAYA // HARGA
HARGA RELATIF
RELATIF LEBIH
LEBIH TINGGI
TINGGI BILA
BILA DIBANDINGKAN
DIBANDINGKAN
DENGAN GI
DENGAN GI KONVENSIONAL
KONVENSIONAL

Doc:AST/SIM-
GI/03/02/
STL - 1

8.1. SEKILAS TENTANG OPERASI


SISTEM TENAGA LISTRIK

SISTEM TENAGA LISTRIK

SISTEM
SISTEM SISTEM
SISTEM
SISTEM
SISTEM
PEMBANGKITAN
PEMBANGKITAN PENYALURAN
PENYALURAN DISTRIBUSI
DISTRIBUSI
FUNGSI SISTEM TENAGA LISTRIK
(STL)

• MENGUBAH ENERGI PRIMER :

(AIR, BATUBARA, GAS ALAM, MINYAK BUMI,


PANAS BUMI, ENERGI PRIMER LAIN)
MENJADI ENERGI SEKUNDER -----> (ENERGI
LISTRIK)
• MENYALURKAN ENERGI LISTRIK KE PUSAT
BEBAN
• MENDISTRIBUSIKAN ENERGI LISTRIK KE
PARA PEMAKAI / PELANGGAN
SASARAN / TARGET DALAM SISTEM TENAGA
LISTRIK :

• ENERGI LISTRIK DIBANGKITKAN DENGAN


BIAYA SEEKONOMIS MUNGKIN

• BISA DISALURKAN KE KONSUMEN


DIMANAPUN BERADA, DENGAN :
- KUANTITAS CUKUP & KUALITAS YANG
BAIK
- KEANDALAN TINGGI
BAGAN PENYAMPAIAN TENAGA LISTRIK KEPADA
PELANGGAN
SISTEM
SISTEM TERPISAH
TERPISAH (ISOLATED)
(ISOLATED)

YAITU
YAITU BILA
BILA SUATU
SUATU STL
STL TIDAK
TIDAK MEMPUNYAI
MEMPUNYAI KONEKSI
KONEKSI // HUBUNGAN
HUBUNGAN
DENGAN
DENGAN STL
STL LAIN
LAIN
KEKURANGAN
KEKURANGAN DARI
DARI SISTEM
SISTEM INI
INI ::
•• KELEBIHAN
KELEBIHAN KAPASITAS
KAPASITAS PEMBANGKITAN
PEMBANGKITAN TIDAK
TIDAK BISA
BISA DISALURKAN
DISALURKAN
•• APABILA
APABILA ADA
ADA KEKEURANGAN
KEKEURANGAN DAYA
DAYA TIDAK
TIDAK BISA
BISA DIPENUHI
DIPENUHI //
DIBANTU
DIBANTU OLEH
OLEH STL
STL LAIN
LAIN

SISTEM
SISTEM INTERKONEKSI
INTERKONEKSI

YAITU
YAITU BILA
BILA SUATU
SUATU STL
STL MEMPUNYAI
MEMPUNYAI KONEKSI
KONEKSI // HUBUNGAN
HUBUNGAN DENGAN
DENGAN
STL
STL LAIN
LAIN
KELEBIHAN
KELEBIHAN DARI
DARI SISTEM
SISTEM INI
INI ::
•• KELEBIHAN
KELEBIHAN KAPASITAS
KAPASITAS PEMBANGKITAN
PEMBANGKITAN BISA
BISA DISALURKAN
DISALURKAN KE
KE
STL
STL LAIN
LAIN YANG
YANG KEKURANGAN
KEKURANGAN DAYA
DAYA
•• APABILA
APABILA ADA
ADA KEKEURANGAN
KEKEURANGAN DAYA
DAYA BISA
BISA DIPENUHI
DIPENUHI // DIBANTU
DIBANTU
OLEH
OLEH STL
STL LAIN
LAIN
•• TEGANGAN
TEGANGAN DAN
DAN FREKWENSI
FREKWENSI LEBIH
LEBIH STABIL
STABIL
•• SISTEM
SISTEM LEBIH
LEBIH ANDAL
ANDAL
SISTEM PEMBANGKITAN

ADALAH : SUATU INSTALASI PUSAT


PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
YANG MENGUBAH ENERGI PRIMER
(TENAGA AIR, BAHAN BAKAR,
NUKLIR, DLL) MENJADI ENERGI
LISTRIK
PUSAT PEMBANGKIT TENAGA
LISTRIK YANG TELAH DIMILIKI PLN
ADALAH : PLTA, PLTU, PLTG,
PLTGU, PLTP DAN PLTD
PERALATAN PADA SISTEM
PEMBANGKITAN

• PENGGERAK MULA / TURBIN

• GENERATOR

• TRANSFORMATOR

• PERALATAN KONTROL DAN PROTEKSI

• PERALATAN BANTU LAINNYA


SISTEM PENYALURAN

ADALAH :

SUATU INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK


YANG BERFUNGSI MELAYANI PENYALURAN
TENAGA LISTRIK DARI PUSAT PEMBANGKIT
SAMPAI KE SISTEM DISTRIBUSI

INSTALASI SISTEM PENYALURAN TERDIRI DARI :

- GARDU INDUK (GI)


- JARINGAN TRANSMISI
- PUSAT PENGATUR BEBAN
SALURAN
SALURAN TRANSMISI
TRANSMISI

BERFUNGSI
BERFUNGSI UNTUK
UNTUK MENYALURKAN
MENYALURKAN TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK
DARI
DARI ::
•• GARDU
GARDU INDUK
INDUK KE
KE PUSAT
PUSAT PEMBANGKIT
PEMBANGKIT
•• DARI
DARI GARDU
GARDU INDUK
INDUK KE
KE GARDU
GARDU INDUK
INDUK
•• DARI
DARI GARDU
GARDU INDUK
INDUK KE
KE KONSUMEN
KONSUMEN TEGANGAN
TEGANGAN
TINGGI
TINGGI
MEDIA
MEDIA PENYALURAN
PENYALURAN

•• MELALUI
MELALUI KAWAT,
KAWAT, BERUPA
BERUPA SALURAN
SALURAN UDARA
UDARA
(TRANSMISI)
(TRANSMISI)

•• MELALUI
MELALUI KABEL,
KABEL, BERUPA
BERUPA KABEL
KABEL TANAH
TANAH (UNDER
(UNDER
GROUND
GROUND CABLE)
CABLE) DAN
DAN KABEL
KABEL LAUT
LAUT (SUBMARINE
(SUBMARINE
CABLE)
CABLE)
SALURAN UDARA BERDASARKAN TEGANGAN
(YANG ADA DI PLN)

• SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) : 220 V -


380 V

• SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) : 20 KV

• SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) : 70 KV - 150


KV

• SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) :


500 KV
SISTEM DISTRIBUSI

ADALAH :: SUATU
ADALAH SUATU INSTALASI
INSTALASI SISTEM
SISTEM TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK YANG
YANG MELAYANI
MELAYANI
DISTRIBUSI TENAGA
DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
LISTRIK DARI
DARI SISTEM
SISTEM PENYALURAN
PENYALURAN
SAMPAI KE
SAMPAI KE KONSUMEN
KONSUMEN

INSTALASI SISTEM
INSTALASI SISTEM DISTRIBUSI
DISTRIBUSI MELIPUTI
MELIPUTI ::

•• GARDU INDUK
GARDU INDUK SISI
SISI 20
20 KV
KV (SWITCH
(SWITCH GEAR
GEAR 20
20 KV)
KV)

•• PUSAT PENGATUR
PUSAT PENGATUR DISTRIBUSI
DISTRIBUSI (DCC)
(DCC) SAAT
SAAT INI
INI APD
APD // UPD
UPD

•• JARINGAN TEGANGAN
JARINGAN TEGANGAN MENENGAH
MENENGAH (SUTM
(SUTM // SKTM)
SKTM)

•• GARDU HUBUNG
GARDU HUBUNG // GARDU
GARDU DISTRIBUSI
DISTRIBUSI

•• JARINGAN TEGANGAN
JARINGAN TEGANGAN RENDAH
RENDAH (SUTR
(SUTR // SKTR)
SKTR)

•• SAMBUNGAN PELAYANAN
SAMBUNGAN PELAYANAN (ALAT
(ALAT PENGUKUR
PENGUKUR DAN
DAN PEMBATAS
PEMBATAS // APP)
APP)
OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK

TUJUAN OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK ADALAH :

• UNTUK MELAKUKAN OPTIMASI DALAM


PENGOPERASIAN SISTEM PEMBANGKITAN DAN
PENYALURAN SECARA RASIONAL DAN EKONOMIS
DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN MUTU DAN
KEANDALAN, SEHINGGA PENGGUNAAN TENAGA
LISTRIK DAPAT MENCAPAI DAYA GUNA DAN HASIL
GUNA SEMAKSIMAL MUNGKIN
• SISTEM TENAGA LISTRIK JAWA BALI MERUPAKAN
SISTEM INTERKONEKSI TENAGA LISTRIK YANG
TERBESAR DI INDONESIA.

SEKITAR 80 % TENAGA LISTRIK DI INDONESIA


BALI.
DIKONSUMSI OLEH MASYARAKAT DI JAWA BALI
KATA KUNCI DALAM PENGOPERASIAN SISTEM TENAGA
LISTRIK

TERDAPAT TIGA KATA KUNCI YANG MERUPAKAN


KOMBINASI OPTIMAL DALAM PENGOPERASIAN STL, YAITU
: EKONOMI, KUALITAS DAN KEANDALAN

EKONOMI

KEANDALAN KUALITAS
KONDISI OPERASI

DALAM STL
DALAM STL DIKENAL
DIKENAL 44 KONDISI
KONDISI OPERASI,
OPERASI, SEPERTI
SEPERTI GAMBAR
GAMBAR DI
DI BAWAH
BAWAH
INI ::
INI

NORMAL

PEMULIHAN SIAGA

DARURAT
KONDISI NORMAL
KONDISI NORMAL :: SELURUH
SELURUH KEBUTUHAN
KEBUTUHAN TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK DAPAT
DAPAT
DILAYANI PADA
DILAYANI PADA KEANDALAN
KEANDALAN DAN
DAN KUALITAS
KUALITAS YANG
YANG
TERPENUHI
TERPENUHI

KONDISI SIAGA
KONDISI SIAGA :: SELURUH
SELURUH KEBUTUHAN
KEBUTUHAN TENAGA
TENAGA LISTRIK
LISTRIK MASIH
MASIH
TERPENUHI, TETAPI
TERPENUHI, TETAPI SALAH
SALAH SATU
SATU BATASAN
BATASAN KEANDALAN
KEANDALAN
ATAU KUALITAS
ATAU KUALITAS TIDAK
TIDAK TERPENUHI.
TERPENUHI.

SETELAH
SETELAH DILAKUKAN PENGENDALIAN
DILAKUKAN PENGENDALIAN // PERBAIKAN
PERBAIKAN KONDISI
KONDISI
OPERASI, MAKA
OPERASI, MAKA SISTEM
SISTEM BISA
BISA KEMBALI
KEMBALI KE
KE KONDISI
KONDISI
NORMAL
NORMAL

KONDISI DARURAT
KONDISI DARURAT :: APABILA
APABILA UPAYA
UPAYA PERBAIKAN
PERBAIKAN GAGAL
GAGAL DILAKUKAN
DILAKUKAN
DAN KONDISI
DAN KONDISI LEBIH
LEBIH MEMBURUK,
MEMBURUK, SEHINGGA
SEHINGGA TERJADI
TERJADI
PEMUTUSAN PELAYANAN,
PEMUTUSAN PELAYANAN, MAKA
MAKA KONDISI
KONDISI OPERASI
OPERASI
MENJADI KONDISI
MENJADI KONDISI DARURAT
DARURAT

KONDISI PEMULIHAN
KONDISI PEMULIHAN :: KONDISI
KONDISI DIMANA
DIMANA DILAKUKAN
DILAKUKAN TINDAKAN-
TINDAKAN-
TINDAKAN PEMULIHAN,
TINDAKAN PEMULIHAN, AGAR
AGAR SISTEM
SISTEM MENJADI
MENJADI NORMAL
NORMAL
KEMBALI
KEMBALI
DAERAH BERBAHAYA
(DANGER ZONE)

TEMPAT/DAERAH DI SEKITAR PERALATAN (BAGIAN)


BERTEGANGAN YANG BATASNYA TIDAK BOLEH
DILANGGAR

JARAK AMAN
(SAFETY DISTANCE)

JARAK DIMANA ORANG DAPAT BEKERJA DENGAN


AMAN DARI BAHAYA YANG DAPAT DITIMBULKAN OLEH
PERALATAN (BAGIAN) YANG BERTEGANGAN
DAERAH BERBAHAYA DAN JARAK AMAN
BAGIAN
BERTEGANGAN

DAERAH BERBAHAYA
DAERAH
BAGIAN BERTEGANGAN BERBAHAYA

JARAK
AMAN
JARAK
AMAN

PENTANAHAN
PENTANAHAN
JARAK MINIMUM AMAN KERJA MENURUT PUIL 2000

TEGANGAN U (ANTARA JARAK MINIMUM


FASA DAN BUMI)
( kV ) ( CM )
1 50
12 60
20 75
36 100
TABEL JARAK AMAN MENURUT ESA
(ELECTRICAL SAFETY ADVICES)

SISTEM TEGANGAN JARAK AMAN


( kV ) ( CM )
20 70
30 85
70 100
150 150
500 500