Anda di halaman 1dari 37

PEMBERIAN IMUNISASI BCG

No. Dokumen : 800/4.e /PKM-WM/SOP/I/2018


No. Revisi :-
SOP
Tanggal Terbit : 18 Pebruari 2018
Halaman : 1/2
UPTD Puskesmas
EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

1. Pengertian Pemberian imunisasi BCG adalah Suatu tindakan pemberian vaksin BCG pada
bayi umur 0-11 Bulan
2. Tujuan Sebagai Acuan penerapan langkah langkah untuk pemberian Vaksin BCG agar
mempunyai daya tahan terhadap penyakit tuberculosis(TBC)
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 440/016.a/PKM.WM/ /2018 Tentang Tugas pokok
dan fungsi bagi pelaksana tugas.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan RI No.12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan
Imunisasi
5. Alat dan bahan Alat
1.Spuit Dispossible 1 ml
2.Spuit Disposible 5 ml
Bahan
1.Vaksin BCG
2.Pelarut Vaksin BCG
3. Kapas
4.Air Hangat
6. Langkah 1. Petugas mencuci tangan ..
langkah/prosedur 2. Pastikan vaksin, pelarut dan Spuit yang digunakan dalam kondisi baik.
3. Larutkan vaksin BCG dengan pelarut BCG dengan Spuit 5 ml
4. Pastikan anak belum pernah diberi BCG dengan menanyakan pada orang tua
anak tersebut.
5. Ambil 0,05 cc Vaksin BCG yang sudah dilarutkan dengan Spuit 1 ml
6. Bersihkan lengan atas bayi dengan kapas yang telah dibasuhi air hangat
7. Suntikan vaksin sepertiga lengan kanan atas (insertion Musculus Deltoideus)
secara Intra Cutan IC) / Dibawah
7. Bagan alir (bila
diperlukan) Petugas mencuci tangan dan
memastikan Vaksin BCG dengan
pelarut BVGdan Spuit dalam
keadaan baik

Larutkan Vaksin BCG dengan


pelarut BCG masukkan ke dalam
Spuit

Memastikan anak belum mendapat


BCG

Berikan vaksin dengan cara


menyuntikkan pada sepertiga
lengan kanan secara IC

Bersihkan alat dan cuci tangan


PEMBERIAN IMUNISASI BCG
No. Dokumen : 800/4.e /PKM-WM/SOP/I/2018
No. Revisi :-
SOP
Tanggal Terbit : 18 Pebruari 2018
Halaman : 1/2
UPTD Puskesmas
EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

8. Hal-hal yang perlu Observasi pasien 5-15 menit Vaksin diberikan


diperhatikan
9. Unit terkait Unit KIA
10. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan Tindakan

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl

PEMBERIAN IMUNISASI
PENTAVALENT (DPTHB-HIB)
No. Dokumen :440 //SOP/PKM WM./ /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas
Way Mili EDY ENIYAH,A.Md.Kep
NIP 196310181991032004

A. Pengertian Pemberian imunisasi pentavalent (DPT HB- HIB)Suatu tindakan


pemberian vaksin pentavalent (DPTHB-HiB)
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pemberian Vaksin
Pentavalent (DPTHB-HIB)
agar anak mendapat daya tahan terhadap penyakit Difteri, Pertusis,
Tetanus, Hepatitis B, dan HIB (Hemophilius Influenza Type B)
C. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440 / /SK/PKM WM/ /2018 Tentang Kebijakan pelayanan
Klinis
D. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
PenyelenggaraanImunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
E. Alat dan bahan Alat
- Spuit 0,5 ml
Bahan
- Vaksin Pentavalent
- Kapas
- Air Hangat
F. Langkah- 1.Petugas mencuci tangan
langkah/Prosedur 2.Pastikan vaksin dan Spuit Dispossible yang digunakan dalam kondisi
baik
3.Jelaskan pada orang tua tindakan yang akan dilakukan dan
manfaatnya
4.Ambil 0,5 cc vaksin pentavalent dengan spuit 0,5 cc Dispossible
5.Bersihkan 1/3 Paha luar anak dengan kapas air hangat
6.Suntikan secara Intra Muscular (IM)
7.Rapikan alat
8.Petugas mencuci tangan
9.Hal-hal yang perlu diperhatikan

G. Bagan alur (bila


Pasien mencuci tangan
diperlukan)

Pastikan vaksin dan spuit


dalam keadaan baik

Jelaskan manfaat dan tindakan


yang akan dilakukan

Masukkan vaksin ke dalam


Spuit
Berikan vaksin dengan cara
menyuntikkan secara IM pada
1/3 lengan luar anak

Rapikan alat dan cuci tangan

H. Hal-hal yang 1.Observasi pasien 5-15 menit anak setelah vaksin diberikan
perlu 2.Berikanan Antipirentik untuk mencegah panas
diperhatikan
3.Jarak antara penyuntikan Penttavalent yang pertama dan selanjutnya
minimal 4 minggu dan pasien dalam kondisi sehat
I. Unit terkait Unit KIA
J. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan Tindakan

K.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PEMBERIAN IMUNISASI
CAMPAK
No. Dokumen : 440 //SOP/PKM.WM//2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

A. Pengertian Pemberian imunisasi campak adalah Suatu tindakan pemberian vaksin


campak pada bayi umur 9-11 bulan
untuk imunisasi rutin dan umur 15-36 bulan saat booster
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pemberian vaksin
campak agar anak mempunyai
daya tahan terhadap penyakit campak
C. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440 / /SK/PKM.WM/ /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan klinis
D. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
E. Alat dan bahan Alat
1. Pinset
2. Dispossible Spuit 5 cc
3. Dispossible Spuit 0,5 cc
Bahan
4. Vaksin
5. Pelarut
6. Kapas
7. Air Hangat
F. Lagkah 1. Petugas mencuci tangan
langkah/prosedur 2. Pastikann vaksin dalam kedaan baik (no. back/Exp/VVM).
3. Buka tutup vaksin dengan pinset
4. Larutkan vaksin dengan pelarut yang sudah ada dispossible spuit 5 cc
5. Ambil 0,5 cc vaksin campak yang telah dilarutkan tadi
6. Bersihkan lengan kiri bagian atas anak dengan kapas yang telah dibasahi
dengan air bersih dan hangat
7. Suntikkan vaksin secara subcuttan
8. Rapikan alat
9. Cuci tangan petugas
PEMBERIAN IMUNISASI
CAMPAK
No. Dokumen : 440 //SOP/PKM.WM//2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

G. Bagan alir (bila


Cuci tangan dan memastikan
diperlukan) vaksin dalam keadaan baik

Siapkan vaksin, masukkan


vaksin kedalam spuit

Bersihkan lengan kiri atas anak


dengan kapas yang telah
dibasahai air hangat

Berikan vaksin secara


subcuttan

Setelah selesai, rapihkan


alat dan cuci tangan

H. Hal-hal yang 1. Observasi pasien antara 5 dan 15 menit setelah diimunisasi


perlu 2. Sebelum menekan reservoir (gelembung Vaksin) pastikan tidak ada darah
diperhatikan
yang keluar
3. Jangan sekali-kali menyuntikkan vaksin ketika ada darah yang keluar dari
tempat yang akan dilakukan penyuntikan
I. Unit terkait Unit KIA
J. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan Tindakan

K.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PEMBERIAN IMUNISASI
POLIO
No. Dokumen :800//SOP/PKM.WM /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

A. Pengertian Pemberian imunisasi polio adalah Suatu tindakan pemberian vaksin


polio bayi umur (0-11 bulan) pada imunisasi rutin dan umur 0-59
bulan saat PIN
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untukpemberian imunisasi
Polio agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit polio.
C. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili No.440/
/SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan pelayanan klinis
D. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
E. Alat dan bahan 1. Pinset / Gunting kecil
2. Vaksin Polio
3. Pipet Polio
F. Prosedur 1.Petugas mencuci tangan
2.Pastikan Vaksin polio dalam keadaan baik (perhatian nomor,
kadaluarsa dan VVM /Vaksin Vial Monitor)
3.Buka tutup vaksin dengan menggunakan pinset/gunting kecil
4.Pasang pipet diatas botol vaksin
5.Letakkan anak pada posisi senyaman mungkin
6.Buka mulut anak dan tetaskan vaksin polio sebanyak 2 tetes
7.Pastikan vaksin yang telah diberikan ditelan oleh anak yang di
imunisasi
8.Jika di imunisasi atau dikeluarkan oleh anak, ulangi lagi penetesannya
9.Saat meneteskan vaksin ke mulut, agar vaksin tetap dalam kondisi
steril
10.Rapikan alat
11.Petugas mencuci tangan
G. Bagan alir (bila
Mencuci tangan
diperlukan)

Memastikan Vaksin dalam


keadaan baik

Posisikan anak senyaman


mungkin

Teteskan vaksin sebanyak 2


tetes pada mulut anak

Pastikan vaksin telah


ditelan oleh anak

Jika vaksin dimuntahkan


atau dikeluarkan berikan
ulang

Rapihkan alat dan cuci


tangan

H. Hal-hal yang Observasi pasien antara 5 sampai 15 menit setelah diberikan imunisasi
perlu polio
diperhatikan
I. Unit terkait Unit KIA
J. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan Tindakan

K.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PEMBERIAN IMUNISASI TT
(TETANUS TOXOID)
No. Dokumen : 800/ /SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004
A. Pengertian Pemberian imunisasi TT (tetanus toxoid) adalah Suatu tindakan
pemberian vaksin TT (Tetanus Toxoid) kepada caloon
pengantin dan ibu hamil dan WUS
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk melaksanakan
suntikan TT untuk membeikan
kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus
C. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan pelayanan
Klinis
D. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
E. Alat dan bahan Alat
1.Spuit Dispossible 0,5 ml
2.Pinset
Bahan
3.Vaksin
4.Kapas
5.Air Hangat bersih
F. Langkah – 1. Petugas mencuci tangan
langkah/ 2. Pastikan vaksin dan Spuit Dispossible yang digunakan dalam kondisi baik
prosedur 3. Buka ttuup vaksin dengan pinset
4. Ambil 0,5 cc Vaksin TT dengan Spuit 0,5 cc Dispossible
5. Bersihkan lengan kiri bagian atas pasien dengan kapas dan air hangat bersih
6. Suntikkan vaksin secara intra Musculur (IM)
7. Rapihkan Alat
8. Petugas mencuci tangan
G. Bagan alir
(bila diperlukan) Pasien mencuci tangan

Pastikan vaksin dan spuit dalam


keadaan baik

Masukkan vaksin kedalam spuit

Berikan vaksin dengan cara


menyuntikkan secara IM pada
lengan kiri bagian atas

Rapihkan alat dan cuci tangan

H. Hal-hal yang 1. Observasi pasien 5-15 menit anak setelah Vaksin diberikan
perlu 2. Jarak pemberian imunisasi TT yang pertama dan selanjutnya dengan Interval
diperhatikan
minimal 4 minggu dan pasien dalam kondisi sehat
I. Unit terkait : Unit KIA
J. Dokumen : 1. Rekam Medis
terkait 2. Catatan Tindakan

K.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PEMBERIAN IMUNISASI
HEPATITIS B
No. Dokumen : 800//SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004
A. Pengertian Pemberian imunisasi hepatitis B adalah Suatu tindakan pemberian
vaksin Hepatitis B pada bayi baru lahir 0-7 hari
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk Memberikan
kekebalan aktif terhadap penyakit yang disebabkan oleh
Virus Hepatitis B
C. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440 / /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
pelayanan klinis
D. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
E. Alat dan bahan Alat
1.Sarung tangan
2.Alat suntik prefililed Injection Device (PID), jenis alat suntik yang
telah berisi vaksin tanggal dari pabrikanya berisi vaksin Hepatitis B
0,5 ml
Bahan
3.Kapas
4.Air Hangat
F. Langkah Persiapan
langkah/prosedur 1. Memberitahu Ibu dan keluarga bahwa bayinya akan diberikan vaksin hepatitis B
dengan cara suntik
2. Posisikan bayi terlentang
Pelaksanaan
1. Keluarkan PID dari kemasan
2. Dorong dan tekan dengan cepat penutup jarum kedalam post
3. Jarak antara penutup jarum dengan post akan hilang dan terasa ada klik
4. Oleskan kapas air hangat di 1/3 paha luar bayi sebelah kanan
5. Pegang paha bayi sebelah kanan dengan ibu jari dan jari telunjuk
6. Keluarkan penutup jarum
7. Pegang PID pada post dan suntikkan jarum dengan sudut 900 di 1/3 paha luar bayi
sebelah kanan
8. Tekan reservoir (gelombang vaksin) untuk mengeluarkan vaksin
9. Sesudah reservoir kemps, tarik PID keluar
10. Tekan dengan kapas, bekas tempat suntikan
PEMBERIAN IMUNISASI
HEPATITIS B
No. Dokumen : 800//SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :½
UPTD Puskesmas EDY ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

F. Bagan alir (bila


Beritahu ibu dan keluarga bayi
diperlukan) akan diberikan vaksin hepatitis B
dengan cara disuntik

Lalu siapkan vaksin dan PID

Oles kapas air hangat pada 1/3 paha


luar bayi sebelah kanan

Lakukan penyuntikan dengan sudut


900

Tekan dengan kapas bekas tempat


suntikan

G. Hal-hal yang :
perlu 1. Observasi pasien antara 5 sampai 15 menit setelah diimunisasi
Diperhatikan
2. Sebelum menekan reservoir (gelombang vaksin) pastikan tidak ada darah
yang keluar
3. Jangan sekali-kali menyuntikkan vaksin ketika ada darah yang keluar dari
tempat yang akandilakukan penyuntikan
9. Unit terkait : Unit KIA
10. Dokumen : 1. Rekam Medis
terkait 2. Catatan Tindakan

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PENYIMPANAN VAKSIN DAN
PELARUT PROGRAM IMUNISASI
TINGKAT PUSKESMAS
No. Dokumen : 800//SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD Puskesmas EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

1. Pengertian Penyimpanan vaksin dan pelarut program imunisasi tingkat puskesmas


Adalah Suatu tindakan yang dilakukan untuk menyimpan vaksin dan
pelarut ditingkat puskesmas.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk penyimpanan vaksin
dan pelarut di tingkatpuskesmas .
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan pelayanan
Klinis
4. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan bahan 1. Lemari es
2. Cool pack / kotak dingin cair
3. Alat pemantau paparan suhu beku
4. Alat pemantauan paparansuhu panas (vaccine cold chain monitor
VCCM)
5. Thermometer
6. Grafik Catatan suhu
7. Petunjuk pembaca VVM (Poster, Leaflet)
6. Prosedur :
1. Langkah-langkah
a. Pastikan lemari es buka atas dalam kondisi baik dengan ketentuan sebagai
berikut :
1). Lemari es pada posiis datar
2). Terlindung dari sinar matahari langsung
3). Terdapat stabilisator pada setiap lemari es
4). Satu stop kontak untuk setiap lemari es
5). Jarak antara lemari es dengan dinding 15-20 cm
6). Jarak antara lemari es yang satu dengan yang lainnya 15-20
cm
b. Letakkan grafik catatan suhu pada bagian atas lemari es
c. Letakkan coolpack pada bagian dasar lemari es
d. Pastikan bahwa semua vaksin berada di didalam lemari es
e. Letakkan vaksin sesuai dengan sensitifitasnya :
PENYIMPANAN VAKSIN DAN
PELARUT PROGRAM IMUNISASI
TINGKAT PUSKESMAS
No. Dokumen : 800//SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD Puskesmas EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

1). Sensitif panas (BCG, Campak, dan Polio dekat Evaporator)


2). Sensitif beku (Hepatitis B, DPT, HB, TT, DT dan TD)
f. Pelarut disimpan pada suhu ruangan terlindung dari sinar
matahari langsung.
g. Vaksin dengan masa kadaluarsa pendek atau VVM B diletakkan
dibagian atas.
h. beri jarak antar dus vaksin 1-2 cm untuk sirkulasi udara
i Letakkan 1 buah thermometer pada bagian tengah diantara vaksin
j. Letakkan 1 buah alat pemantau paparan beku diantara vaksin
yang sensitive beku.
k. Letakkan VCCM pada tempat penyimpanan vaksin BCG
l. Periksa suhu lemari es 2 kali sehari pagi dan sore (termasuk hari
libur) kemudian catat pada grafik ini.
7. Bagan alir (bila
diperlukan)
8. Hal-hal yang : Jangan ada barang lain selain vaksin didalam lemari es, vaksin yang
perlu rusak atau kadaluarsa jangan disimpan dalam lemari es.
diperhatikan
9. Unit terkait : Unit KIA
10. Dokumen : 1. Rekam Medis
terkait 2. Catatan Tindakan

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PENGAMBILAN VAKSIN
DAN PELARUT
No. Dokumen: 800//SOP/PKM.WM //2018
SO No. Revisi :-
P Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD Puskesmas . EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

1. Pengertian Pengambilan vaksin dan pelarut adalahSuatu tindakan dalam


pengambilan vaksin dan pelarut ke Kabupaten / kota
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk cara pengambilan
vaksin dan pelarut ke kabupaten/kota
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440 / /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan bahan 1. Coldbox atau vaksin
2. Cool pack / kotak dingin cair
3. Alat pemantau paparan suhu baku (freeze tag)
4. Alat pemantauan paparan suhu (vaccine cold chain monitor)
6. 1. Gambaran Klinik
Prosedur/Langkah- a. Lakukan perhitungan kebutuhan vaksin
langkah b. Buat surat permintaan vaksin dengan memperhitungkan sisa stok
c. Hubungi petugas kabupaten / kota tentang rencana pengambilan vaksin
d. Siapkan coldbox atau vaksin carrier yang dilengkapi dengan coolpack
(kotak dingin cair) agar suhu terjaga 2-80 C.
1). Bila yang digunakan coldbox maka dibutuhkan 12 buah
coolpack
2). Bila yang digunakan vaksin carrier maka dibutuhkan 4 buah
coolpack
e. Siapkan alat transportasi yang memadai
f. Serahkan surat permintaan vaksin kepada petugas kabupaten / kota dan
kemudian cocokkan vaksin yang diserahkan kepada permintaan
g. Pemeriksaan kondisi vaksin VVM dan masa kadaluarsa vaksin
h. Tukarkan coolpack yang dibawa dari puskesmas dengan coolpack yang
telah dikondisikan di kabupaten / kota
i. Susun coolpack kedalam coldbox atau vaksin carrier
j. Masukkan vaksin kedalam coldbox atau vaksin carrier yang telah terisi
coolpack
k. Vaksin yang sensitive beku diletakkan pada bagian tengah coldbox dan
PENGAMBILAN VAKSIN
DAN PELARUT
No. Dokumen: 800//SOP/PKM.WM //2018
SO No. Revisi :-
P Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
UPTD Puskesmas . EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP 196310181991032004

vaksin yang sensitive panas menempel pada dinding coldbox.


l. Letakkan alat pemantau paparan suhu beku pada bagian tengah antara kotak
vaksin dan VCCM didekat kotak vaksin BCG
m. Tutup rapat bagian atas coldbox atau vaksin carrier
n. Selama perjalanan ke Puskesmas, lindungan vaksin dari paparan sinar
matahari langsung.
o. Sesampainya di puskesmas, buka coldbox atau vaksin carrier dan periksa
kembali kondisi VVM dan alat pantau suhu beku.
p. Isi formulir Vaccine kedalam lemari es
q. Masukkan vaksin kedalam lemari es
r. Catat vaksin tersebut (jumlah, jenis, no, batch, masa kadaluarsa, kondisi
VVM dalam buku stok vaksin sebagai penerimaan.
7. Bagan alir (bila
diperlukan)
8. Hal-hal yang Cara menyusun Coolpack
perlu 1. Dalam coldbox : 6 buah pada bagian dasar dan 6 buah pada bagian atas
diperhatikan
susunan vaksin
2. Dalam vaksin carrier : 1 buah pada setiap sisi
9. Unit terkait Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
10. Dokumen Catatan pengambilan vaksin
terkait

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PENDISTRIBUSIAN VAKSIN KE
PELAYANAN LUAR GEDUNG
No. Dokumen:800/ /SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2c/2
UPTD Puskesmas EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP
196310181991032004
1. Pengertian Pendistribusian vaksin kepelayanan luar gedung adalah Suatu tindakan
untuk mendistribusikan vaksin kepelayanan luar gedung
2. Tujuan Sebagai ancuan penerapan langkah langkah untuk pendistribusian
vaksin kepelayanan luar gedung
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440 / /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan bahan 1. Vaksin carrier
2. Cool pack / kotak dingin cair
3. Alat pemantau paparan suhu beku (Freeze tag)
4. Catatan stok vaksin
6. Langkah 1. Gambaran Klinik
langkah/prosedur a. Pelarut yang akan digunakan disimpan dalam lemari es sehari sebelumnya.
b. Siapkan vaksin dan pelarut sesuai kebutuhan berdasarkan sasaran dan
jadwal pelayanan.
c. Pastikan kondisi VVM vaksin A atau B dan belum melewati masa
kadaluarsa
d. Catat vaksin dan pelarut tersebut di dalam buku stok vaksin sebagai
pengeluaran
e. Letakkan coolpack pada setiap sisi vaksin carrier
f. Melakukan vaksin sesuai dengan sensitifitasnya
g. Letakkan vaksin sesuai dengan sensitifitasnya
1. Vaksin sensitive panas (BCG, Polio dan Campak) ditempatkan pada
bagian pinggir menempel pada coolpack
2. Vaksin sensitive beku (hepatitis B, DPT-HB-HIB, TT, DT dan TD)
serta pelarut ditempatkan pada bagian tengah vaksin carrier
h. Letakkan 1 buah alat pemantau paparan suhu beku diantara vaksin
sensitive beku
i. Letakkan spon pada bagian atas vaksin carrier
PENDISTRIBUSIAN VAKSIN KE
PELAYANAN LUAR GEDUNG
No. Dokumen:800/ /SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2c/2
UPTD Puskesmas EDI ENIYAH,A.Md.Kep
Way Mili NIP
196310181991032004
j. Tutup rapat vaksin carrier
k. Hindari vaksin carrier dari papan sinar matahari langsung selama
perjalanan ketempat pelayanan
l. Periksa kembali kondisi VVM dan alat pemantau paparan suhu beku
setelah sampai ditempat pelayanan
7. Bagan alir (bila
diperlukan)
8. Hal-hal yang Jangan menggunakan coldpack (kontak dingin beku/batu es) di dalam
perlu vaksin carrier
diperhatikan
9. Unit terkait Posyandu
10. Dokumen Catatan Imunisasi
terkait

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PELAYANAN IMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
POSYANDU DAN PELAYANAN
LUAR GEDUNG LAINNYA
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM/
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
Plt Ka UPTD Puskesmas
Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
NIP 1963101819910320094
1. Pengertian Pelayanan imunisasi oleh petugas kesehatan diposyandu dan pelayanan
luar gedung lainya adalah Suatu tindakan pelayanan imunisasi yang
dilaksanakan di posyandu dan diluar gedung sehingga memindahkan
bayi / balita untuk mendapat pelayanan kesehatan.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pemberian imunisasi di
posyandu dan di luar gedung
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM/ /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Alat transportasi dan kelengkapannya
bahan 2. Buku kuning / buku kohort bayi dan kohort ibu
3. Alat tulis
4. Vaccuine carrier dan cocol pack
5. ADS 0,05 ml, 5 ml dan anafilaktik kit
6. vaksin dan pelarut anafilaktik kit
7. Sabun, kapas, kantong plastik dan air bersih
6. Langkah 1. Sehari sebelum pelayanan, pastikan kepada kader bahwa semua sasaran sudah
langkah/ mendapatkan informasi dan kesiapan pelaksanaan posyandu
prosedur 2. 30 menit sebelum ke posyandu, pastikan semua vaksin dan logistik (termasuk
anafilaktik kit) dalam kondisi VVM A/B dan tidak kadaluarsa, jumlah sesuai
sasaran serta siap untuk dibawa.
3. Jangan lupa membawa surat tugas dan buku pencatatan hasil imunisasi (buku
kuning).
4. Pastikan kesiapan kendaraan yang akan digunakan ke posyandu
5. Kemas semua peralatan dengan baik di kendaraan
6. Setibanya di posyandu, letakkan semua logistik ditempat yang aman
PELAYANAN IMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
POSYANDU DAN PELAYANAN
LUAR GEDUNG LAINNYA
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM/
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
Plt Ka UPTD Puskesmas
Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
NIP 1963101819910320094
7. Vaksin carrier harus diletakkan pada meja yang tidak terpapar sinar matahari
langsung, disebelahnya kit. Letakkan safety box dan plastik sampah dibawah meja.
8. Cuci tangan dengan sabun setiap akan memberikan imunisasi
9. Lakukan skrining setiap sasaran meliputi umur, riwayat imunisasi sebelumnya,
KIPI yang pernah dialami, riwayat penyakit, keadaan kesehatan saat ini.
10. Tentukan dan informasikan kepada orang tuanya jenis dan manfaat imunisasi yang
akan diberikan saat ini
11. Ambil vaksin yang akan diberikan dan pastikan kondisi VVM A?B dan tidak beku
dan kadaluarsa
12. Untuk imunisasi oral, ambilkan penetes, keluarkan dari palstik kemasan, buang
kemasan kedalam plastik sampah
13. Ambil alat suntik, pastikan bahwa tidak kadaluarsa, keluarkan dari plastik kemasan,
buang kemasan kedalam plastik sampah.
14. Buka tutup jarum suntik, buang tutup jarum suntik kedalam plastik sampah.
15. Tusukkan jarum suntik kedalam botol vaksin pastikan ujung jarum selalu berada di
dalam cairan vaksin, sedot vaksin sesuai dengan dosis yang dibutuhkan
16. Apabila terdapat gelembung pada alat suntik atau kelebihan dosis, buang
gelembung atau kelebihan dosis yang ada tanpa mencabut jarum dari botol vaksin
17. Lepaskan alat suntuk dari botol vaksin
18. Bersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas busa, tunggu hingga kering.
19. Berikan vaksin sesuai dengan yang dibutuhkan
20. Buang langsung alat suntik yang telah digunakan tanpa menutupnya (non
recapping) ke dalam safety box
21. Berikan informasi kepada orang tua tentang kapan kunjungan berikutnya, dan
kemungkinan efek samping yang akan dialami oleh anak sesudah imunisasi serta
cara penanggulangannya.
22. Beritahu orang tua agar menunggu sekitar 30 menit di posyandu untuk memantau
kemungkinan terjadinya efek samping
23. Catat hasil imunisasi sesuai dengan kolom yang tersedia pada buku kohort bayi /
ibu / buku kuning
24. Pastikan limbah bukan tajam dimasukkan ke dalam kantong pasltik
25. Cuci tangan dengan sabun setiap selesai pemberian imunisasi
PELAYANAN IMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
POSYANDU DAN PELAYANAN
LUAR GEDUNG LAINNYA
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM/
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
Plt Ka UPTD Puskesmas
Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
NIP 1963101819910320094
26. Setelah selesai semua pelayanan, lakukan evaluasi kegiatan bersama kader dengan
tahapan :
a. Hitung jumlah sasaran yang datang untuk tiap jenis vaksin yang diberikan
b. Bandingkan dengan data target sasaran pada bulan ini, diskusikan dengan kader
kemungkinan penyebab ketidakhadiran sasaran
c. Susun rencana tidak lanjut termasuk bagaimana memotivasi sasaran yang tidak
hadir
27. Bawa pulang sisa logistik yang belum digunakan dan limbah ke puskesmas
28. Setiba ke puskesmas, simpan kembali vaksin di dalam lemari es pada tempat yang
terpisah atau diberi tanda
29. Catatan hasil imunisasi dan pemakaian logistik diserahkan kepada koordinator
imunisasi
7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal yang Observasi bayi / balita setelah dilakukan imunisasi selama 15-30 menit.
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait
10. Dokumen
terkait

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PEMELIHARAAN
LEMARI ES
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas.
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Pemeliharaan lemari es adalah Suatu tindakan dalam memelihara
lemari es vaksin untuk menjaga kualitas daya kerja sehingga vaksin
tidak rusak dan dalam keadaan baik
2. Tujuan Sebagian acuan penerapan langkah langkah untuk pemeliharaan
lemari es vaksin
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1.Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2.Keputusan Menteri Menkes No.1611/Menkes/SK/IX/2005 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Pulpen
bahan 2. Obeng
3. Kuas lembut / spon busa
4. Lap kering, sabun
6. Langkah Cara melakukan pemeliharaan lemari es
1. Pemeliharaan harian
langkah/prosedu a. Lakukan pengecekan suhu dengan mengunakan thermometer atau alat
r pemantau suhu digital setiap pagi dan sore, termasuk hari libur.
PEMELIHARAAN
LEMARI ES
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas.
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
b. Perika apakah terjadi bunga es lebih dari 0,5 cm lakukan defrosting sesuai
dengan SOP Defrosting
c. Lakukan pencatatan langsung setelah pengecekan suhu pada kartu
pencatatan suhu setiap pagi dan sore
2. Pemeliharan mingguan
a. Periksa Steker jangan sampai kendor, bila kendor kencangkan baut dengan
obeng
b. Perhatikan adanya tanda-tanda Steker hangus dengan melihat perubahan
warna pada Steker, jika itu terjadi gantilah Steker dengan yang baru
c. Sebelum membersihkan badan lemari escabut Steker terlebih dahulu agar
tidak terjadi konseling
d. Bersihkan seluruh badan lemari es dengan menggunakan lap basah, kuas
yang lembut / spon busa dan sabun
e. Keringkan kembali badan lemari es dengan lap kering
f. Selama membersihkan lemari es jangan membuka pintu lemari es untuk
menjaga suhu tetap 2-8 C0
g. Colokkan kembali Steker setelah selesai
h. Catat kegiatan pemeliharaan mingguan pada kartu pemeliharaan lemari es
3. Pemeliharan Bulan
a. Sehari sebelum pemeliharaan bulanan, kondisikan cool pack (kotak dingin
cair), vaksin carrier atau cold box
b. Pindahkan vaksin kedalam vaksin carrier atau cold box yang telah berisi
cool pack (kotak ingin cair)
c. Cabut Steker untuk melakukan defrosting, sesuai dengan SOP Desfrosting,
d. Lakukan pembersihan kondensor, pada model terbuka gunakan sikat yang
lembut atau dengan tekanan udara, pada model tertutup tidak perlu
dilakukan pembersihan
e. Pemeriksa kerapatan pintu menggunakan selembar kertas, bila kertas sulit
ditarik berarti karet pintu masih baik, sebaliknya kertas mudah ditarik
berarti karet pintu sudah mengeras dan beri bedak
f. Bila ditemukan baut kendor pada engsel pintu kencangkan dengan
menggunakan obeng.
g. Colokkan kembali Steker setelah selesai
h. Setelah suhu mencepai 2-8 C0 , susun kembali vaksin kedalam lemari es
7. Bagan alir
(bila
PEMELIHARAAN
LEMARI ES
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas.
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
diperlukan)
8. Hal-hal yang Cara menyusun coolpack
perlu 1. Dalam cooldbox : 6 buah pada bagian dasar dan 6 buah pada bagian atas
diperhatikan
susunan vaksin
2. Dalam vaksin carrier : 1 buah pada setiap sisi
9. Unit terkait
10. Dokumen Catatan pengambilan vaksin
terkait

PEMELIHARAAN
LEMARI ES
No. Dokumen :440//SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 3/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md Kep


Nip 196310181991032004

11.Rekaman historis

No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl


PENCAIRAN BUNGA ES
(DEFROSTING)
No. Dokumen :440//SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Pencairan bunga es(defrosting) adalah Suatu tindakan untuk
mencairkan bunga es agar lemari es berfungsi
dengan baik sehingga vaksin tidak rusak dan dalam kondisi baik
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk tindakan pencairan
bunga es (desfrosting)
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Lap kering
bahan 2. Vaksin carrier atau cold box
3. Cool pack
6. Langkah 1. Pencairan bunga es dilakukan minimal 1 bulan sekali atau ketika bunga es
mencapai ketebalan 0,5 ml.
langkah/prosedu 2. Sehari sebelum pencairan bunga es kondisikan cool pack, vaksin carrier atau
r cold box.
3. Pindahkan vaksin kedalam vaksin carrier atau cold box yang telah berisi cool
pack
4. Cabut Steker untuk melakukan desfrosting
5. Biarkan bunga es mencair sendiri atau siram dengan air hangat
6. Setelah bunga es mencair, keringkan bagian dalam lemari es termasuk
evaporator dengan lap kering
7. Pasang kembali steker dan tunggu suhu mencapai 2-8 C0 , tanpa merubah posisi
thermostat
8. Setelah suhu mencapai 2-8 C0susun kembali vaksin kedalam lemari es.
7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal yang Bunga es terjadi karena seringnya boks tutuo, karet sel tidak rapat dan
perlu setting thermostat terlalu rendah, hal ini menyebabkan boros listrik,
diperhatikan mengurangi masa lemari es dan menghambat system pendinginan
9. Unit terkait Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
10. Dokumen
terkait
PENCAIRAN BUNGA ES
(DEFROSTING)
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PELAYANANIMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
PUSKESMAS DAN FASILITAS
KESEHATAN LAINNYA
No. Dokumen: 440 //SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :3/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Pelayanan imunisasi oleh petugas kesehatan dipuskesmas dan fasilitas kesehatan lainya
tindakan pelayanan yang dilakukan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya guna
memberikan imunisasi sehingga anak mendapat kekebalan atau daya tahan terhadap
penyakit tertentu
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk memberikan pelayanan imunisasi di
puskesmas
dan pelayanan kesehatan lainnya, sehingga anak yang di imunisasi
mendapat kekebalan atas daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
Lama No.440 / /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Buku bantu / buku kuning / buku kohort bayi
bahan 2. Alat tulis
3. Vaccien Carrier dan safety box
4. ADS 0,05 ml, 0,5 ml, 5 ml
. 5. Vaksin dan pelarut anafilaktik kit
6. Sabun, kapas, kantong palstik dan air bersih
6. Tahapan
Prosedur/Lang 1.Sehari sebelum pelayanan, masukkan pelarut dan cool pack ke dalam
kah- lemari es
langkah 2.30 menit sebelum pelayanan imunisasi, pastikan semua vaksin dan
logistic (termasuk anadilaktik kit) dalam kondisi VVM A/B dan
tidak kadaluarsa
3.Siapkan buku pencatatan hasil imunisasi (buku kohort bayi/ibu)
4.Ambil vaksin dan pelarut dari lemari es sesuai dengan perkiraan
kebutuhan, dan masukkan kedalam vaksin carrier yang telah berisi
cool box
5.Vaksin carrier harus diletakkan pada meja yang tidak terpapar sinar
PELAYANANIMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
PUSKESMAS DAN FASILITAS
KESEHATAN LAINNYA
No. Dokumen: 440 //SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :3/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
matahari langsung, disebelahnya diletakkan alat suntik, kapas air,
hangat, format pencatatan dan anafilatik kit. Letakkan safety box
dan pasltik sampah bawah meja.
6.Cuci tangan dengan sabun setiap akan memberi imunisasi
7.Lakukan skrining setiap sasaran meliputi umur, riwayat imunisasi
sebelumnya, KIPI yang pernah dialami, riwayat penyakit, keadaan
kesehatan saat ini.
8.Tentukan dan informasi kepada orang tuanya jenis dan manfaat
imunisasi yang akan diberikan saat ini.
9.Ambiil vaksin yang akan diberikan dan pastikan kondisi VVM A/B
tidak beku dan tidak kadaluarsa, serta tulis tanggal dan waktu
pertama kali digunakan.
10.Untuk imunisasi oral, ambil alat penates, keluarkan dari palstik
kemasan, buang kemasan kedalam plastik sampah.
11.Ambil alat suntik, pastikan bahwa tidak kadaluarsa dari plastik
kemasan, buang kemasan kedalam palstik sampah
12.Buka tutup jarum suntik, buang tutup suntik kedalam plastik sampah
13.Tusukkan jarum suntik kedalam botol vaksin pastikan ujung jarum
selalu berada didalam cairan vaksin, sedot vaksin sesuai dengan
dosis yang dibutuhkan.
14.Apabila terdapat gelembung pada alat suntik atau kelebihan dosisi,
buang gelembung atau kelebihan dosis yang ada tanpa mencabut
jarum dari botol vaksin
15.Lepaskan alat suntik dari botoll vaksin
16.Bersihkan lokasi penyuntikan dengan kapas basah, tunggu hingga
kering
17.Berikan vaksin sesuai dengan kebutuhan
18.Buang langsung alat suntik yang telah digunakan tanpa menutupnya
(no recapping) kedalam safety box.
19.Berikan informasi kepada orang tua tentang kapan kunjungan
berikutnya, dan kemungkinan efek samping yang akan dialami oleh
anak sesudah imunisasi serta cara penanggulangannya.
20.Beritahu orang tua agar menunggu sekitar 30 menit di puskesmas
untuk membantu kemungkinan terjadinya efek samping
21.Catat hasil imunisasi sesuai dengan kolom yang tersedia pada buku
PELAYANANIMUNISASI OLEH
PETUGAS KESEHATAN DI
PUSKESMAS DAN FASILITAS
KESEHATAN LAINNYA
No. Dokumen: 440 //SOP/PKM.WM //2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman :3/3
PUSKESMAS Plt Ka UPTD Puskesmas
WAY MILI Way Mili

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
kohort bayi / ibu / buku kuning
22.Pastikan limbah bukan tajam dimasukkan kedalam katong pasltik
23.Cuci tangan dengan sabun setiap selesai pemberian imunisasi
24.Vaksin sisa dan yang belum digunakan disimpan kembali di dalam

lemari es pada tempat yang terpisah dan beri tanda


25.Catat hasil imunisasi dan pemakaian logistik diserahkan kepada
koordinator imunisasi.

7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal Obervasi anak 30 menit setelah dilakukan imunisasi
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait Unit KIA
10. Dokumen 1. Dokumen rekam medis
terkait 2. Dokumen hasil tindakan

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PELAPORAN
KIPI
No. Dokumen :440//SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka.UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI
Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Pelaporan KIPI adalah Suatu tindakan pelayanan yang dilakukan untuk
melaporkan kasus KIPI
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pelayanan yang
dilakukan untuk melaporkan saat ada kejadian kasus KIPI
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. KIPI non serius
bahan a. Puskesmas : Formulir KIPI nonn serius
b. Kabupaten / kota dan Provinsi : EPI Info
2. KIPI serius
a. Formulir KIPI serius
b. Formulir investigasi / Otopsi Verbal
6. Langkah 1.KIPI non Serius
langkah / a. Puskesmas
Prosedur 1.) Lakukan rekapitulasi laporan KIPI dari setiap tempat pelayanan imunisasi
dengan menggunakan formulir KIPI non serius
2.) Laporkan rekapitulasi tersebut ke Kabupaten / Kota setiap tanggal 5
bersamaan dengan laporan bulanan rutin cakupan imunisasi.
b. Kabupaten / Kota
1) Lakukan rekapitulasi laporan KIPI dari setiap Puskesmas
2) Masukkan rekapitulasi tersebut ke dalam program EPI info
3) Laporkan ke Provinsi setiap tanggal 10 bersamaan dengan laporan
bulanan ritun cakupan imunisasi
c. Provinsi
1) Lakukan rekapitulasi laporan KIPI dalam EPI info dari setiap Kabupaten /
Kota
2) Laporkan ke pusat setiap tanggal 15 bersamaan dengan laporan Bulanan
rutin cakupan imunisasi
3) Bila diperlukan, lakukan analisa dari laporan KIPI yang diterima
(misalnya) apabila terdapat perubahan pola KIPI berdasarkan lokasi dan
waktu dan kemudian laporkan hasil analisa tersebut ke Pusat
PELAPORAN
KIPI
No. Dokumen :440//SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka.UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI
Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004

1. KIPI Serius
a) Lakukan laporan sementara via telpon secara berjenjang dalam waktu 24 jam
setelah laporan KIPI serius diterima (mulai dari penerima laporan – Kepala
Puskesmas / Koordinator Imunisasi Puskesmas – seksi imunisasi Dinkes
Kabupaten / Kota – seksi imunisasi Dinkes Provinsi – Subdit Imunisasi
Kemkes RI.
b) Lakukan pelacakan oleh tim pelacakan
c) Lengkapi laporan KIPI serius dan formulir investigasi
d) Lakukan koordinator dengan komda PP-KIPI Provinsi untuk menganalisa
laporan yang telah di isi dan menentukan klasifikasi lapangan laporan KIPI
tersebut.
e) Membuat kesimpulan hasil pelacakan
f) Lakukan penilaian pelayanan imunisasi
g) Buat saran perbaikan untuk kasus karena kesalahan prosedur
h) Mengirimkan laporan RI sebagai bahan kajian kwalitas yang akan dilakukan
oleh Komnas PP-KIP.
7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal 1. KIPI non serius : setiap bulan bersamaan dengan waktu pelaporan laporan rutin
yang perlu cakupan imunisasi
diperhatikan 2. KIPI serius : laporan dibuat secepatnya sehingga pelacakan segera dapat
dilakukan kurun waktu pelaporan mengacu pada table di bawah ini. Pada keadaan
tertentu, laporan satu kasus KIPI dapat dilaporkan beberapa kali sampai
didapatkan kesimpulan akhir.
9. Unit terkait Ruangan KIA
10. Dokumen 1. Rekam medis
terkait 2. Buku pencatatan kasus KIPI

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
PELACAKAN
KIPI
No. Dokumen :440/ /SOP/PKM.WM/
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI
Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Pelacakan KIPI adalah Suatu tindakan pelayanan yang dilakukan untuk
melacak kasus KIPI
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam tindakan pelacakan
kasus KIPI
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM/ /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Formulir KIPI serius
bahan 2. Formulir investigasi / otopsi verbal
6. Langkah- Tahapan
1.Pastikan kebenaran informasi laporan KIPI
langkah/prose 2La.porkan informasi KIPI pada pimpinan setempat
dur 3.Lakukan penilaian untuk menentukan apakah pelacakan dengan tim
atau tidak
4.Bila diperlukan pelacakan, segera lakukan koordinasi dengan tim
pelacakan
5.Lakukan pelacakan segera setelah menerima laporan dengan membaca
formulir KIPI serius dan formulir investigasi
6.Kumpulkan data umum
7.Kumpulkan data kejadian penyakit
8.Kumpulkan data penunjang diagnose penyakit
9.Kumpulkan data tentang tersangka vaksin
10.Kumpulkan data tentang sasaran yang mendapatkan imunisasi dari
vial yang sama
11.Kumpulkan data orang lainyang tidak mendapatkan imunisasi
dengan penyakit yang sama
12.Kumpulkan data masalah medikolegal
13.Isilah formulir KIPI serius dan formulir investigasi dengan data yang
telah terkumpul
14.Lakukan koordinasi dengan Komda PP-KPI Provinsi untuk
menganalisa laporan yang telah diisi dan menentukan klasifikasi
PELACAKAN
KIPI
No. Dokumen :440/ /SOP/PKM.WM/
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI
Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
laporan KIPI tersebut.
15.Membuat kesimpulan hasil pelacakan
16.Lakukan penilaian pelayanan imunisasi
17.Buat saran perbaikan untuk kasus kesalahan prosedur
18.Mengirimkan hasil pelacakan tersebut ke Komnas PP- KIPI untuk
dilakukan kajian kwalitas.

7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal 1. Pelacakan dilakukan segera setelah laporan KIPI diterima (baik melalui lisan, SMS,
yang perlu atau telpon)
diperhatikan 2. Pelacakan dilakukan pada:
a. KIPI serius, yaitu setiap KIPI yang menyebbakan kematian, rawat inap, atau
perpanjangan rawat inap kecacatan yang menetap atau signifikan, atau yang
mengancam kehidupan
b. KIPI yang menimbulkan perhatian serius / rumor pada keluarga atau masyarakat
3. Pelacakan dapat diulangi beberapa kali sesuai kebutuhan
9. Unit terkait Ruangan KIPI
10. Dokumen 1. Rekam medis
terkait 2. Buku pencatatan kasus KIPI

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
JAMINAN
PELAYANAN KIPI
No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM.WM / /2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
Plt Ka.UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI
Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Jaminan pelayanan kipi adalah Suatu tindakan pelayanan yang dilakukan untuk
jaminan pembiayaan KIPI
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Sautu tindakan pelayanan yang
dilakukan untuk jaminan pembiayaan KIPI
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM/ /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
5. Alat dan 1. Suarat keterangan rawat
bahan 2. Formulir KIPI
6. Langkah- 1.Tentukan apakah pasien memiliki jaminan pembiayaan kesehatan
langkah/prose 2.Bila ada, pembiayaan KIPI mengacu pada jaminan tersebut
dur 3.Bila tidak ada, lakukan koordinasi dengan pengelola program
imunisasi dan yankes di dinkes kabupaten / kota atau dinkes provinsi,
agar memuat surat permohonan jaminan pembiayaan KIPI, yang
ditunjukkan kepada direktorat bina upaya kesehatan rujukan
Kemenkes RI, ditembuskan kepada Ka. Subdit RSU Publik dan Ka.
Subdit Imunisasi
7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal Cara menyusun collpack
yang perlu 1. Dalam coldbox : 6 buah pada bagian dasar dan 6 buah pada bagian atas susunan
diperhatikan vaksin
2. Dalam vaksin carrier : 1 buah pada setiap sisi
9. Unit terkait
10. Dokumen Catatan pengambilan vaksin
terkait

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl
IMUNISASI ANAK
SEKOLAH
No. Dokumen :440/ /SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
1. Pengertian Imunisasi anak sekolah adalah pemberian vaksin dengan tujuan agar
mendapatkan perlindungan (kekebalan) dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan
imunisasi (PD3I)
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk Pelaksanaan BIAS
adalah mempertahankan eliminasi tetanus
Neonatorum, pengendalian penyakit Difteri dan penyakit Campak
dalam jangka panjang melalui Imunisasi DT, Td dan Campak pada
anak sekolah
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Way Mili
No.440/ /SK/PKM.WM / /2018 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 12 tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Imunisasi
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1611 / Menkes/SK/XI/2005
tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.
5. Alat dan 1. Alat tulis kantor
bahan 2. Vaksin, Cooldchain
3. Kapas, Spuit, Oabat Side Effee
6. Prosedur BIAS dilaksanakan 2 kali setahun yaitu pada :
1. Bulan September untuk pemberian Imunisasi campak pada anak kelas 1
2. Bulan November untuk pemberian imunisasi DT pada anak I,Td pada anak kelas II .
BIAS dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri
dan Swasta, institusi pendidikan setara SD lainnya (Pondok Pesantren, Seminar, SDLB).
Sasaran kegiatan BIAS adalah seluruh anak Sekolah Dasar SD) dan Madrasah Ibtidaiyah
(MI) Negeri dan Swasta, Isntitusi Pendidikan setara SD lainnya (Pondok pesnatren,
Seminar, SDLB) laki-laki dan perempuan.
7. Bagan alir
(bila
diperlukan)
8. Hal-hal 1. Setiap petugas yang akan melaksanakan Program BIAS harus dibekali anafilaktik
yang perlu syok
diperhatikan 2. Setiap petugas faham penanganan KIPI
9. Unit terkait 1. Bidan
2. Perawat
3. Dokter
4. Guru
IMUNISASI ANAK
SEKOLAH
No. Dokumen :440/ /SOP/PKM.WM /
/2018
SOP No. Revisi :-
Tanggal Terbit :
Halaman : 2/2
Plt Ka UPTD Puskesmas
PUSKESMAS Way Mili
WAY MILI

Edy Eniyah,A.Md.Kep
Nip 196310181991032004
5. Murid / Siswa
10. Dokumen Laporan hasil kegia
terkait

11.Rekaman Historis
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl