Anda di halaman 1dari 2

MALARIA

No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal terbit :
Halaman : 1/2

PUSKESMAS
dr. Mardalena
DARUL
NIP. 19791127 200904 2 005
AZHAR

1. Pengertian Malaria adalah suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh
parasit Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan
ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam,
menggigil, anemia, dan pembesaran limpa.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan malaria.

3. Kebijakan 1. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Salo tentang SOP Layanan Klinis
Puskesmas Salo Nomor /PKM-SL/SK/V/2015.
2. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Salo tentang Penyusunan SOP Layanan
Klinis Mengacu pada Acuan yang jelas Nomor /PKM-SL/SK/V/2015.

4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014


5. Prosedur 1. Pemeriksaan tanda vital
2. Anamnesis
3. Pemeriksaan fisis
4. Pemeriksaan Penunjang
5. Penegakan Diagnosa
6. Penatalaksanaan
a. Pengobatan malaria falsiparum
Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination = FDC yang terdiri dari
Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung
40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin.
Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg diberikan
DHP peroral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2
tablet sekali sehari satu kali pemberian, sedang untuk BB >.60 kg
diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin
3 tablet sekali sehari satu kali pemberian.
Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin = 16-32
mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal).
Pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon terhadap
pengobatan DHP.
Lini kedua: Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin. Dosis kina = 10
mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari), Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per
hari ( dewasa, 2x/hr selama7 hari) , 2,2 mg/kgBB/hari ( 8-14
tahun,2x/hr selama7 hari) , T etrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr
selama 7 hari).
b. Pengobatan malaria vivax dan ovale
Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP), diberikan
peroral satu kali per hari selama 3 hari, p r i m a k u i n = 0 , 2 5 mg/kgBB/hari
(selama 14 hari).
Pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan DHP.
Lini kedua: Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hr
selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari).
Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):
1) Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis
primakuin ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
2) Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian Primakiun
dosis 0,25 mg/kgBB/hr sudah diminum selama 14 hari dan penderita
sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggu
sampai 3 bulan setelah pengobatan
c. Pengobatan malaria malariae
Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama
dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan
pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.
d. Pengobatan infeksi campuran antara malaria falsiparum dengan
malaria vivax/malaria ovale dengan DHP.
Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali per
hari selama 3 hari, serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta
Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.
e. Pengobatan malaria pada ibu hamil
1) Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin
10mg/kgBB selama 7 hari.
2) Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.
3) Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/hari
diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulang
dari daerah endemis.

6. Diagram -
Alir
7. Unit Terkait 1. PelayananPendaftaran dan Rekam Medis
2. Pelayanan Pemeriksaan Umum
3. Pelayanan Kesehatan Ibu dan KB
4. Pelayanan Kesehatan Anak dan Imunisasi
5. Pelayanan Gizi
6. Pelayanan Laboratorium
7. Pelayanan Farmasi

Rekaman Historis Perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Berlaku

2/2