Anda di halaman 1dari 2

YULIUS DENNIS ARIEL (4116008) RAVEN CHRISSANDO PRATISTA M (41160059)

TIFANY EDFA SUSANTO (4 1160064) STEFANI OKTAVIA SITOMPUL(41160082)


THEODULUS (11160126)

AGAMA ISLAM DIMENSI 3

Ketika usia Muhammad bin Abdullah telah mendekati 40 tahun, beliau banyak
menghabiskan hari-harinya untuk mengasingkan diri. Aktivitas tersebut mulai beliau kerjakan
setelah melalui perenungan yang lama. Dengan membawa roti dari gandum dan air, beliau pergi
ke Gua Hira’ di Jabal Nur, yang berjarak kurang lebih 2 mil dari kota Mekkah, suatu gua yang
tidak terlalu besar. Nabi Muhamman SAW mendatangi Gua Hira untuk berkhalwat (menyendiri)
dan tafakur (merenung) peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya, Nabi Muhammad
mengasingkan diri juga termasuk dari ketentuan Allah kepadanya, sebagai langkah untuk
menerima tugas besar yang sedang menantinya. Ruh manusia yang realitas kehidupannya akan
disusupi suatu pengaruh, dan di bawa ke arah lain, maka ruh itu harus dibuat kosong, dan
mengasingkan diri untuk beberapa saat, menjauh dari berbagai kesibukan duniawi, dan dinamika
kehidupan yang membuatnya sibuk pada urusan kehidupan.

Wahyu pertama diterima oleh Rasulullah saw dimulai dengan suatu mimpi yang benar.
Dalam mimpi itu beliau melihat cahaya terang laksana fajar menyingsing di pagi hari. Kemudian
beliau digemarkan (oleh Allah) untuk melakukan khalwah (‘uzlah). Beliau melakukan khalwah
di gua Hira’ melakukan ibadah selama beberapa malam, kemudian pulang kepada keluarganya
(Khadijah) untuk mengambil bekal. Demikianlah berulang kali hingga suatu saat beliau
dikejutkan dengan datangnya kebenaran di dalam gua Hira’.

Tiba-tiba malaikat Jibril turun membawa wahyu. Muhammad yang sedang menyendiri
pun terkejut dengan kedatangan Jibril. "Bacalah!" kata Jibril mendekati Muhammad yang
terpaku. "Aku tidak bisa baca," ujar Muhammad. Jibril terus mendesak Muhammad untuk
membaca wahyu dari Allah SWT. Beliau ketakutan hebat hingga menggigil. Jibril pun memeluk
Muhammad sambil memberikan selimut. Namun saat Muhammad sudah pulih, Jibril kembali
mendesaknya. "Bacalah!". Aku tak bisa baca," kata Muhammad pelan. Keringat pun mengucur
deras dari segala penjuru tubuhnya. Jibril kembali memeluknya dan memberikan selimut.
Kejadian itu kembali berulang.

Lagi malaikat jibril berkata “Bacalah dengan (menyebut nama Tuhanmu yang
menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhan mullah
yang paling pemurah, Yang mengajarkan manusia dengan pena, Dia mengajarkan kepada
YULIUS DENNIS ARIEL (4116008) RAVEN CHRISSANDO PRATISTA M (41160059)
TIFANY EDFA SUSANTO (4 1160064) STEFANI OKTAVIA SITOMPUL(41160082)
THEODULUS (11160126)

manusia apa yang belum diketauhinya.” (surat Al Alaq 1-5) mendengar ayat demi ayat surat Al
Alaq 1-5 Muhammad terdiam, Ia menyimak baik kalimat tersebut meski dengan susah payah.

Setelah itu Nabi Muhammad turun dari Gua Hira dan berlari dengan ketakutan. Ia
berusaha mempertahankan langkahnya untuk tetap seimbang dan bisa secepatnya sampai ke
rumah. Tiba-tiba malaikan Jibril datang dan berkata lagi karena saat itu Nabi Muhammad
meragukan apa yang dia dengar. Dan saat itu malaikat berkata “Muhammad engkau adalah
utusan Allah dan saya adalah malaikat Jibril” dan saat itu beliau berusaha berpaling namun
malaikat Jibril selalu ada disitu dan mengulang-ulang kalimat itu. Lalu Nabi Muhammad pulang
dengan muka yang pucat dan menggigil seakan-akan sudah melihat suatu yang ditakuti dengan
keringat yang mengalir dan hampir membasahi seluruh jubah yang dipakainya saat itu.

Saat Kadijah membuka pintu rumahnya. Dilihatnya suaminya dalam keadaaan pucat dan
nabi Muhammad berkata “ Khadijah…. Selimuti aku! Selimuti aku!” seru nabi Muhammad.
Setelah mendapat perlakuan dari istrinya nabi Muhammad baru merasa tenang. Setelah itu
Khadijah keluar Mekkah secara diam-diam untuk menemui Waraqah bin Naufal yang
merupakan sepupu Khadijah. Waraqah sendiri merupakan pendeta Nasrani yang sangat paham
dengan agama Nasrani yang sangat pahan dengan agama Nasrani .

Setelah berada di rumah Waqarah , Khadijah dapat mencerita panjang lebar menceritakan
apa yang dialami suaminya. lalu Waqaarah menjelaskan bahwa itu adalah pertanda dijadikannya
Muhammad sebagai seorang nabi terakhir dan telah ditunggu seluruh umat. Setelah
mendengarkan hal tersebut terjadi kekelutan dalam diri Khadijah yang membuatnya bertanya di
dalam hati tentang suaminya. Dibalik kekalutan itu Khadijah kembali menata pikirannya dan
menuju kerumah untuk menuturkan apa saja yang telah ia tanyakan kepada Waraqah mengenai
kondisi malam kemarin dan jawaban dari Waraqah cukup mengejutkan dimana Muhammad
adalah seorang Rasulullah.Muhammad yang saat itu belum menjadi seorang yang mantap pun
masih tampak kebinggungan bergabung dengan ketakutan. Namun, jiwa Nabi Muhammad
semakin mantap untuk menjadi seorang Rasul akubat dari dorang dari istrinya. Dalam sejarah
menyebutkan Khadijah juga lah yang pertama kali menjadi penolong dalam mendakwah Al
Islam.