makalah integral tak tentu
BAB I
PENDAHULUAN
a A. LATAR BELAKANG
Matematika mempunyai banyak pasangan operasi balikan : pembahasan dan
pengurangan, perkalian dan pembagian, pemangkatan dan penarikan akar, serta
penarikan logaritma dan penghitungan logaritma.
Integral tak tentu atau antiderivatif adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu
fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. fungsi ini belum memiliki nilai pasti
(berupa variabel) sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak tentu ini
disebut integral tak tentu.
B. TUJUAN PENULISAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah kalkulus II.
Untuk memahami pengertian Integral Tak-Tentu.
Untuk menguasai sifat-sifat dari Integral Tak-Tentu.
Untuk menguasai rumus-rumus dari Integral Tak-Tentu.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Anti Turunan (Integral Tak-tentu)
Bila f adalah integral tak tentu dari suatu fungsi F maka F'= f. Proses untuk
memecahkan antiderivatif adalah antidiferensiasi Antiderivatif yang terkait dengan pasti
integral melalui Teorema dasar kalkulus, dan memberikan cara mudah untuk
menghitung integral dari berbagai fungsi.
Anti turunan (anti pendiferensialan) atau yang biasa kita sebut integral
merupakan suatu operasi balikan (invers) dari pendiferensialan (penurunan).
Definisi :
Kita sebut F suatu anti turunan dari f pada selang I jika DF = f pada I – yakni, jika
F’(x) = f(x) untuk semua x dalam I. (jika x suatu titik ujung dari I, F’(x) hanya perlu
berupa turunan satu sisi).
B. NOTASI UNTUK ANTI TURUNAN
Jika dalam suatu turunan kita gunakan lambang Dx, maka dalam integral pada
awalnya digunakan lambang Ax. Misalnya :
Ax (5x4) = x5 + C
Kemudian, terjadi perubahan pemakaian lambang dan itu digunakan sampai
sekarang yaitu dengan menggunakan notasi Leibniz. Lambangnya adalah ∫ f(x) dx.
Leibniz memakai istilah integral tak-tentu, dengan ∫ disebut tanda integral dan f(x)
disebut integran. Misalnya :
∫ 5x4 dx = x5 + C
Dimana ∫ disebut tanda integral dan 5x4 disebut integran.
Teorema A
(Aturan Pangkat). Jika r adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1, maka
Contoh Soal : Carilah Integral dari !
Jawab :
Teorema B
∫ sin x dx = – cos x + C ∫ cos x dx = sin x + C
Contoh Soal : Carilah Integral dari : a) sin 30̊ b) cos 30̊
Jawab : a) ∫ sin 30̊ dx = – cos 30̊ + C = – +C
b)∫ cos 30̊ dx = sin 30̊ + C = +C
C. Integral Tak-Tentu Adalah Linier
Dari pasal 3.3 bahwa Dx adalah suatu operator linier. Ini berarti dua hal.
1. Dx
2.
3.
Teorema C
(Kelinearan dari ∫ . . . dx). Andaikan f dan g mempunyai anti turunan (integral tak
tentu) dan andaikan k suatu konstanta. Maka :
i. ∫ k f(x) dx = k ∫ f(x) dx ;
ii. ∫ [ f(x) + g(x)] dx = ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx;
iii. ∫ [ f(x) - g(x)] dx = ∫ f(x) dx – ∫ g(x) dx.
Contoh Soal : Carilah Integral dari : a) 3(4x+5)
b)(3x²+2x+5) + (4x³+2)
c)(3x⁴+2x²+5) - (4x²-5)
Jawab : a) ∫ 3(4x+5) dx = 3 ∫(4x+5) dx
3( 4x²+ 5x)
3(2x²+5x)
6x²+15x
b)∫ [(3x²+2x+5) + (4x³+2)]dx = ∫(3x²+2x+5)dx + ∫ (4x³+2)dx
( 3x³ + x² + x) + ( x⁴ + 2x) + C
(x³+x²+5x) + (x⁴+2x)+C
x⁴+x³+x²+7x+C
c)∫ [(3x⁴+2x²+5) + (4x²-5)] dx = ∫(3x⁴+2x²+5) dx – ∫(4x²-5)dx
= ( +C
= ( x⁵+ x³+5x ) - ( x³-5x ) + C
= x⁵- x³+C
Bukti untuk memperlihatkan i dan ii, kita cukup mendiferensiasikan ruas kanan dan
amati bahwa kita memperoleh integran dari ryas kiri.
D. Aturan Pangkat Yang Diperumum
Teorema D
(Aturan Pangkat Yang Diperumum). Andaikan g suatu fungsi yang dapat
didiferensialkan dan r suatu bilangan rasional yang bukan -1. Maka
Contoh Soal :
Cari anti turunan F(x) + C dari 18x8 – 16x3 + 6x2 – 2x + 5
Penyelesaian :
=
=
=
=
=
BAB III
KESIMPULAN
Anti turunan (anti pendiferensialan) atau yang biasa kita sebut integral merupakan
suatu operasi balikan (invers) dari pendiferensialan (penurunan).
. ∫ k f(x) dx = k ∫ f(x) dx ;
ii. ∫ [ f(x) + g(x)] dx = ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx;
iii. ∫ [ f(x) - g(x)] dx = ∫ f(x) dx – ∫ g(x) dx.
Teorema A
(Aturan Pangkat). Jika r adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1, maka
Teorema B
∫ sin x dx = – cos x + C ∫ cos x dx = sin x + C
Teorema C
(Kelinearan dari ∫ . . . dx). Andaikan f dan g mempunyai anti turunan (integral tak
tentu) dan andaikan k suatu konstanta. Maka :
i. ∫ k f(x) dx = k ∫ f(x) dx ;
ii. ∫ [ f(x) + g(x)] dx = ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx;
iii. ∫ [ f(x) - g(x)] dx = ∫ f(x) dx – ∫ g(x) dx.
Teorema D
(Aturan Pangkat Yang Diperumum). Andaikan g suatu fungsi yang dapat
didiferensialkan dan r suatu bilangan rasional yang bukan -1. Maka
Diposkan oleh hanum nazmie di 05.00
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)