0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
552 tayangan28 halaman

Interpretasi Teks Anekdot dan Negosiasi

Teks tersebut merupakan teks anekdot yang menceritakan interaksi antara Nyonya rumah dengan seorang salesman yang menawarkan alat penghisap debu. Teks memberikan pesan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh promosi yang berlebihan.

Diunggah oleh

dede putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
552 tayangan28 halaman

Interpretasi Teks Anekdot dan Negosiasi

Teks tersebut merupakan teks anekdot yang menceritakan interaksi antara Nyonya rumah dengan seorang salesman yang menawarkan alat penghisap debu. Teks memberikan pesan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh promosi yang berlebihan.

Diunggah oleh

dede putri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALFIATI

Kunci jawaban : B
Pembahasan
Teks di atas termasuk teks anekdot. Teks anekdot mengandung humor, kritik, dan pesan yang
diharapkan bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat.
Interpretasi teks anekdot pada hakikatnya adalah pemberian kesan atau tafsiran teks anekdot
untuk menemukan pesan atau pelajaran yang terdapat pada teks. Berdasarkan konsep
tersebut, interpretasi yang sesuai dengan teks tersebut adalah Menyarankan kepada
masyarakat agar tidak terpengaruh dengan promosi (pilihan jawaban B). Simpulan
interpretasi tersebut antara lain dari tindakan dan ucapan tokoh nyonya rumah kepada
salesman yang menawarkan atau mempromosikan alat penghisap debu.

RINGKASAN MATERI
INTERPRETASI TEKS ANEKDOT
A. Pengertian Interpretasi
Interpretasi/in·ter·pre·ta·si/ n pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap
sesuatu; tafsiran; (https://kbbi.web.id/interpretasi)
B. Pengertian Teks Anekdot
Anekdot adalah teks yang berbentuk cerita; di dalamnya mengandung humor sekaligus kritik.
Anekdot tidak semata-mata menyajikan hal-hal yang lucu-lucu, guyonan, ataupun humor.
Akan tetapi, terdapat pula tujuan lain di balik cerita lucunya itu, yakni berupa pesan yang
diharapkan bisa memberikan pelajaran kepada khalayak (Kosasih, 2014:2)
C. Tujuan Interpretasi Teks Anekdot
Interpretasi teks anekdot bertujuan menemukan dan memahami pesan atau pelajaran yang
terdapat di dalam teks anekdot.
Tahap-Tahap Interpretasi Teks Anekdot
a. Bacalah dengan cermat teks anekdot
b. Tentukan tokoh-tokoh dalam teks anekdot
c. Tentukan latar cerita
d. Tentukan kelucuan dalam teks anekdot
e. Tentukan kritik atau saran di balik kelucuan dalam teks anekdot.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci jawaban: A
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan kalimat yang berupa fakta dalam teks. Jika dikaitkan dengan kisi-
kisi UN bahasa Indonesia tahun 2017/2018, soal tersebut termasuk ke ruang lingkup materi
membaca nonsastra. Soal di atas tergolong level pengetahuan dan pemahaman
(mengidentifikasi informasi tersurat). Kompetensi yang diuji yaitu menentukan kalimat fakta
dalam teks/ bacaan

Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi kenyataan, peristiwa yang telah atau benar-benar
terjadi. Pada paragraf di atas kalimat yang berisi fakta adalah kalimat nomor (1) dan (2)
(ditandai kata Di tahun lalu/telah terjadi) dan 4 (ditandai kata-kata yang dilaporkan dan
diterima) . Kalimat nomor (3) adalah kalimat opini, ditandai kata tentunya / belum pasti.
Kalimat (4) adalah kalimat opini ditandai kata kurang memuaskan. Kalimat (5) adalah
kalimat opini ditandai kata banyak yang belum bisa. Kalimat (6) adalah kalimat opini
ditandai kataseharusnya. Kalimat (7) adalah kalimat opini ditandai dengan kata agar dapat
terhubung dengan baik.
ALIZAH FITRIAH

Kunci Jawaban: B
Pembahasan

Kata penghubung adalah Konjungsi adalah suatu kata tugas atau kata penghubung yang
berfungsi untuk menghubungkan dua buah klausa, kalimat, paragraf atau lebih.

Penggunaan kata penghubung yang tidak tepat pada teks tersebut adalah karena. Kata
penghubung karena digunakan untuk menyatakan hubungan sebab. Pada kalimat kedua,
katakarena digunakan untuk menghubungkan kata-kata kasih sayang dan tegas yang tidak
memiliki hubungan sebab akibat. Sifat hubungan kedua bentuk bahasa tersebut adalah
pertentangan sehingga kata penghubung yang digunakan seharusnya namun.
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.
Salah satu jenis pronomina yaitu kata ganti orang (pronomina persona) yang terbagi tiga (kata
ganti orang pertama, kedua, dan ketiga) dan dapat bersifat tunggal maupun jamak. Pada soal
di atas pronomina digunakan untuk mengganti kata Usman (orang ketiga tunggal). Oleh
karena itu, pronomina yang tepat untuk mengganti kata Usman adalah dia (pilihan jawaban
B)
Penggolongan
Cara pembagian kata ganti bermacam-macam tergantung rujukan yang digunakan. Berikut
adalah salah satu cara penggolongan pronomina.

1. Kata ganti orang (pronomina persona). Terbagi tiga dan dapat bersifat tunggal maupun
jamak, baik kata maupun frasa pronomina. Hanya dapat digunakan untuk mengganti nomina
orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan. Perkecualian adalah "ia", yang
dalam kalangan terbatas sering digunakan untuk menggantikan nomina tak bernyawa
Penjelasan kata ganti orang sebagai berikut.
a. Kata ganti orang pertama tunggal
Contoh : aku, saya
b. Kata ganti orang pertama jamak
Contoh : kami, kita.
c. Kata ganti orang kedua tunggal
Contoh : kamu, anda
d. Kata ganti orang kedua jamak
Contoh : kalian
e. Kata ganti orang ketiga tunggal
Contoh : dia, ia, beliau
f. Kata ganti orang ketiga jamak
Contoh : mereka
Pronomina perlu dibedakan dari sapaan,
seperti Saudara, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya,Yang Mulia, dsb. Sebagian dari mereka
termasuk nomina.
2. Kata ganti pemilik. Misalnya -ku, -mu, -nya. Untuk "-nya" dapat digunakan untuk kata ganti
selain nomina orang.
3. Kata ganti penanya; berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat, keadaan, atau jumlah,dsb.
Misalnya apa, kapan, mengapa, siapa, bagaimana, berapa, di mana, ke mana.
4. Kata ganti petunjuk. Misalnya ini, itu.
5. Kata ganti penghubung. Misalnya yang.
6. Kata ganti tak tentu. Misalnya barang siapa
Kunci Jawaban: D
Pembahasan

Teks tersebut di atas berisi negosiasi. Negosiasi yaitu bentuk interaksi sosial yang berfungsi
untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.
Dalam negosiasi, pihak-pihak tersebut berusaha menyelesaikan perbedaan itu dengan
berdialog.Isi teks di atas berisi adu tawar (tawar-menawar) yang kemudian berujung pada
kesepakatan.

B. Fungsi Teks Negosiasi

Teks negosiasi tergolong ke dalam bentuk teks diskusi (discussion). Di dalamnya membahas
suatu isu tertentu dengan disertai sejumlah argumen dari dua pihak atau lebih dengan tujuan
untuk mengompromikan atau menyepakati kepentingan-kepentingan yang berbeda. Kegiatan
itu berisi adu tawar yang kemudian berujung pada kesepakatan atau ketidaksepakatan.

C. Struktur Teks Negosiasi

a. Pembukaan berisi pengenalan isu atau sesuatu yang dianggap masalah oleh salah satu pihak,
misalnya permintaan pulang lebih awal dari diklat karena alasan lebaran.
b. Isi, berisi penganjuan, penawaran dan persetujuan berupa adu tawar dari kedua belah pihak
untuk mencari penyelesaian yang saling menguntungkan, sampai diperolehnya kesepakatan
atau ketidaksepakatan. Di dalamnya mungkin terdapat argumen-argumen, termasuk
penentangan dan sanggahan-sanggahan.
c. Penutup berisi persetujuan dan kesepakatan kedua belah pihak. Mungkin pula di dalamnya
ada ucapan terima kasih, harapan, ataupun ungkapan lainnya sebagai penanda kepuasan
ataupun ketidakpuasan.
Kunci Jawaban: D
Pembahasan
Soal di atas menanyakan kalimat untuk melengkapi bagian rumpang teks. Jika dikaitkan
dengan kisi-kisi UN tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMK/MAK termasuk ke dalam
ruang lingkup materi menulis terbatas level kognitif aplikasi (penerapan). Kompetensi yang
diuji yaitu melengkapi teks anekdot.
Melengkapi teks harus mempertimbangkan struktur teks dan hubungan antar kalimat,
Struktur teks negosiasi mencakup hal-hal berikut:
1. penyampaian maksud oleh negosiator 1;
2. penolakan ataupun sanggahan oleh negosiator;
3. penyampaian argumentasi atau fakta untuk memperkuat penyampaian maksud oleh
negosiator 1;
4. penyampaian penolakan kembali dengan argumentasi/fakta oleh negosiator 2;
5. pencapaian kesepakatan atau ketidaksepakatan antara dua belah pihak.

Pada teks di atas negosiator 1 adalah penjual dan negosiator 2 adalah Roza.
Sesuai dengan struktur teks negosiasi di atas, isi bagian awal teks adalah penyampaian
maksud penjual.Kalimat setelah bagian rumpang berisi informasi seseorang (Roza) yang
menanyakan harga barang tertentu yang ingin dibeli/barang yang dipilih oleh Roza.
Berdasarkan struktur teks dan hubungan antarkalimat, kalimat yang tepat untuk melengkapi
teks di atas adalah kalimat yang berisi tawaran penjual kepada Roza untuk memilih barang
yang diinginkan. Dengan demikian kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang
teks yaitu! (pilihan jawaban D).
Kunci Jawaban: D
Pembahasa
Kalimat-kalimat dalam cerita dapat diurutkan secara kronologis (urutan waktu), sorot balik,
dan campuran (gabungan). Urutan kalimat dalam cerita di atas lebih tepat disusun
menggunakan alur gabungan, yaitu (3), (1), (4), (2) (pilihan jawaban D).

Kalimat (3) menyatakan kejadian dengan aspek waktu kini. Kalimat (1) menjelaskan kejadian
aspek waktu lampau yang menjadi dasar kejadian yang dijelaskan pada kalimat (3). Kalimat
(4) dan (2) menjelaskan lebih lanjut kalimat (3).

MENGURUTKAN PERISTIWA DALAM CERITA

Urutan peristiwa dalam cerita disebut juga alur. Menurut KBBI alur adalah rangkaian
peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui
kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian. Alur dapat juga diartikan jalinan peristiwa
dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan
temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat (https://kbbi.web.id/alur).

Alur dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu
kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
2. Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan
waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
3. Alur campuran adalah campuran antara alur maju dan alur mundur.
Kunci Jawaban : A
Pembahasan:

Soal di atas menanyakan amanat terdapat dalam karya sastra. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN 2017/2018 SMK/MAK termasuk ke ruang lingkup materi membaca sastra level aplikasi
(penerapan). Kompetensi yang diuji adalah mampu menyimpulkan isi tersirat dalam
cerpen/novel (menentukan amanat karya sastra)

Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen di atas adalah jadilah seorang anak yang paham
dengan keadaan orangtua (jawaban A). Simpulan amanat tersebut berdasarkan tindakan
tokohyang tak pernah minta dibelikan apapun karena paham ayahnya miskin.

MENENTUKAN AMANAT CERITA


Amanat adalah sebuah pesan moral dalam sebuah cerita atau karya lainnya yang ingin
disampaikan oleh si penulis atau pengarang kepada para pembacanya. Menurut Waluyo
(2006:29), jika tema memiliki kaitan dengan arti, maka sebuah amanat itu memiliki kaitannya
dengan makna. Kemudian jika tema memiliki sifat yang sangat lugas, khusus dan objektif,
maka amanat itu memiliki sifat kias, umum, dan subjektif.
Amanat dapat disampaikan secara langsung (tertulis), tidak langsung (tersirat). Amanat
tersurat adalah amanat atau pesan yang secara jelas atau eksplisit dijabarkan melalui kata-
kata dalam sebuah tulisan.
Sedangkan amanat tersirat yaitu amanat atau pesan yang dengan sengaja tidak dijabarkan
secara tertulis dalam sebuah karya, akan tetapi pesan ini bisa diketahui oleh pembaca dari
alur cerita yang ada dalam tulisan tersebut. Jadi, amanat tersirat ini bersifat implisit atau
tersembunyi namun tetap bisa diketahui dari jalan ceritanya atau melalui dialog antartokoh
cerita.
TIPS MENENTUKAN AMANAT CERITA
Untuk menentukan amanat cerita dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri amanat sebagai
berikut.

1. Amanat berisi saran, ajakan, atau imbauan.


2. Untuk hal-hal yang baik, pembaca diajak/diimbau untuk melakukan (biasanya ditandai
dengan kata kerja berpartikel –lah). Misalnya, pedulilah, bantulah, dsb.
3. Untuk hal-hal negatif, pembaca diimbau untuk tidak melakukan (biasanya ditandai dengan
penggunaan kata jangan).
Kunci Jawaban: A
Pembahasan
Penggunaan tanda baca yang tepat untuk kalimat tersebut adalah pada pilihan jawaban
A.“Selain makanan, kita juga harus membawa obat-obatan,” kata Ali.
Pada kalimat tersebut terdapat penggunaan tanda koma (,). Kaidah pemakaian tanda koma
dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia antara lain sebagai berikut.

1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Misalnya:

2. Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk
menghindari salah baca/salah pengertian.

RINGKASAN MATERI
PEMAKAIAN TANDA KOMA (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
2. Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan,
dalam kalimat majemuk (setara)..
Dia membaca cerita pendek, sedangkan adiknya melukis panorama.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Catatan:
Tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh
5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai,
dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Catatan:
Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya,
kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.
7. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat
dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
8. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam
daftar pustaka.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
11. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.
Kunci Jawaban: C

Menurut KBBI Latar ialah keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana terjadinya lakuan
dalam karya sastra. Latar tempat (berkaitan dengan di mana peristiwa dalam cerita itu
terjadi). Latar waktu (berkaitan dengan kapan peristiwa dalam cerita terjadi). Latar Suasana
(berkaitan dengan perasaan atau suasana kejadian peristiwa dalam cerita itu terjadi).

Latar tempat pada kutipan cerita di atas ditunjukkan pada kalimat nomor 1 yaitu /di alun-alun
Negara Gelgel telah penuh sesak orang/.

Macam-macam Latar
Unsur-unsur latar dapat dibedakan menjadi tiga yakni : Latar Tempat, Latar Waktu, dan Latar
Sosial.

1. Latar Tempat
Yaitu latar yang mengacu pada tempat atau lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan
dalam karya fiksi. Misalnya perkotaan, pedesaan, di desa, di kota, di penjara, di rumah, dan
sebagainya.
2. Latar Waktu
Yaitu latar yang mengacu pada waktu kapan terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam
karya fiksi. Dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun, peristiwa sejarah, bahkan zaman
tertentu yang melatar belakanginya.
3. Latar Sosial
Yaitu latar yang mengacu pada kondisi sosial masyarakat yang diceritakan dalam karya
fiksi. Seperti latar sosial bawah/rendah, latar sosial menengah, latar sosial tinggi, dan
sebagainya.
4. Latar suasana
Yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku melakukan sesuatu.
Seperti misanya: saat galau, gembira, lelah, dan lain sebagainya.
unci Jawaban: E
Pembahasan

Soal di atas menanyakan ungkapan yang sesuai dengan isi teks. Jika dikaitkan dengan kisi-
kisi UN 2017/2018 termasuk ke ruang lingkup materi membaca sastra level pengetahuan dan
pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu menentukan makna ungkapan.

Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan
makna unsur yang membentuknya.
Arti ungkapan buah bibir menurut KKBI adalah yang selalu menjadi bahan sebutan
(pembicaraan) orang (pilihan jawaban E).
Kunci Jawaban dan Pembahasan

Kunci Jawaban: C
Pembahasan

Soal di atas menanyakan peribahasa yang sesuai dengan isi teks. Jika dikaitkan dengan kisi-
kisi UN 2017/2018 termasuk ke ruang lingkup materi membaca nonsastra level kognitif
pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu menentukan makna peribahasa
dalam kutipan denga tepat.

Peribahasa yang terdapat dalam teks tersebut adalah hujan emas di negeri orang, hujan batu
di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri. Peribahasa tersebut bermakna sebaik-baik negeri
orang tidak sebaik negeri sendiri (http://www.kamusbesar.com/51210/hujan-emas-di-negeri-
orang-hujan-batu-di-negeri-s)
Makna yang sesuai dengan peribahasa dalam teks adalah meskipun kemakmuran dapat
diperoleh di negeri orang, hidup apa adanya di negeri sendiri lebih baik (pilihan jawaban C)
Peribahasa yang tepat untuk pernyataan-pernyataan pada pilihan jawaban adalah sebagai
berikut
A semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendahlah hatinya = (bak) ilmu padi, kian berisi
kian runduk.
B. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula cobaan yang akan
dihadapinya=semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa,
E. jika kesempatan sudah ada, tidaklah baik membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja
=kesempatan tidak datang dua kali.
Pernyataan pada pilihan jawaban D bukan arti peribahasa hujan emas di negeri orang, hujan
batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri.
Kunci Jawaban dan Pembahasan

Kunci Jawaban : E
Pembahasan:

Soal di atas menanyakan kalimat yang sumbang atau tidak padu dalam paragraf. Jika
dikaitkan dengan kisi-kisi UN tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMK/MAK termasuk
dalam ruang lingkup materi menyunting kata, kalimat, dan paragraf level kognitif
pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu mengidentifikasi kesalahan
penggunaan kalimat/mengidentifikasi kalimat tidak padu/sumbang dalam paragraf tersebut
dengan tepat.

Kalimat tidak padu merupakan kalimat yang tidak memiliki korelasi dengan kalimat lainnya
pada suatu paragraf. Kalimat yang tidak padu pada paragraf di atas adalah kalimat (5).

Paragraf di atas memiliki ide pokok kemampuan manusia mengingat yang dipengaruhi oleh
beberapa faktor (kalimat 1). Kalimat (2), (3), dan (4) adalah kalimat padu karena mendukung
dan menjelaskan ide pokok yang terdapat pada kalimat (1). Kalimat (2) menjelaskan salah
satu faktor yang mempengaruhi kemampuan mengingat manusia yaitu reduksi data. Kalimat
(3) menjelaskan pengertian reduksi data dan kalimat (4) menjelaskan cara mengatasi reduksi
data. Kalimat (5) pada teks di atas adalah kalimat tidak padu/kalimat sumbang karena tidak
mendukung ide pokok paragraf. Kalimat tersebut berisi model meringkas dalam
pembelajaran di kelas
Pembahasan
Soal di atas menanyakan perbaikan kata yang tidak baku dalam paragraf. Jika dikaitkan
dengan kisi-kisi UN tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMK/MAK termasuk dalam ruang
lingkup materi menyunting kata, kalimat, dan paragraf level kognitif penalaran. Kompetensi
yang diuji emperbaiki kesalahan penggunaan kata.

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau pedoman umum
ejaan bahasa Indonesia.
Perbaikan kata tidak baku yang sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pada
paragraf di atas adalah sebagai berikut.

No Kata Tidak Baku Kata Baku


1 Nopember November
2 Setap staf
3 di undang diundang
4 Terdaptar terdaftar
5 Unipersitas Universitas
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: D
Pembahasan
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau pedoman
umum ejaan bahasa Indonesia. Kata tidak baku dalam teks tersebut
yaitu epektif dan kontek(opsi D).

No Kata Tidak Baku Kata Baku


1 epektif efektif
2 kontek konteks

. Fungsi kata baku dalam bahasa antara lain:


1. Pemersatu
2. Pemberi kekhasan
3. Pembawa Wibawa
4. Kerangka Acuan
Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku
Beberapa penentuan kata baku dapat dilihat dari ciri-cirinya. Ciri ciri kata baku antara lain:

1. Kata baku tidak dapat berubah setiap saat


2. Tidak terpengaruh bahasa daerah
3. Bukan bahasa percakapan sehari-hari
4. Tidak terpengaruh bahasa asing
5. Penggunaan kata baku sesuai dengan konteks di dalam kalimat
6. Kata baku tidak mempunyai arti yang rancu
7. Kata baku tidak mengandung arti pleonasme (lebih dari apa yang diperlukan)
8. Pemakaian imbuhan pada kata baku secara eksplisit

Ciri-ciri kata tidak baku antara lain:

1. Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing


2. Terpengaruh oleh perkembangan zaman
3. Digunakan pada percakapan santai
4. Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
Pembahasan

Soal di atas menanyakan perbaikan kalimat yang tidak efektif. Jika dikaitkan dengan
kisi-kisi UN tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMK/MAK termasuk dalam ruang lingkup
materi menyunting kata, kalimat, dan paragraf level penalaran. Kompetensi yang diuji yaitu
memperbaiki kesalahan penggunaan kalimat

Kalimat efektif ditandai antara lain mudah dipahami isi atau pesannya, lengkap unsur
kalimatnya, kata yang digunakan tepat, tidak berlebihan, dan tidak ambigu, dan sebagainya.

Kalimat tidak efektif antara lain ditandai dengan ketidaklengkapan unsur kalimat,
ketidaktepatan penempatan unsur dalam kalimat, penggunaan unsur kalimat secara
berlebihan, pilihan kata tidak tepat, ketidakparalelan, kontaminasi, dan kesalahan konjungsi.

kalimat yang tidak efektif pada kalimat (5) karena tidak memenuhi syarat kehematan
atau penggunaan unsur kalimat secara berlebihan (jamak ganda).

Analisis kalimat (5) sebagai berikut.

a. Banyak karya-karya yang menjadi favorit dalam lomba ini, sehingga juri mengalami
kesulitan menentukan pemenangnya (tidak hemat)
b. Banyak karya-karya yang menjadi favorit dalam lomba ini, sehingga juri mengalami
kesulitan menentukan pemenangnya. (hemat)
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci jawaban : D
Pembahasan:
Soal tersebut menanyakan bagian struktur teks ulasan film. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN 2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup materi membaca nonsastra
level kognitif pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu menentukan bagian
teks.

teks ulasan (flm/drama) merupakan hasil interpretasi terhadap suatu tayangan atau
pementasan drama/flm tertentu.
Struktur teks terdiri atas tiga bagian, yaitu pengenalan isu atau tinjauan karya (flm/drama)
yang di dalamnya berupa judul, sutradara, para pemain, termasuk gambaran isi karya itu
sendiri, yakni yang biasa disebut sebagai sinopsis, pemaparan argumen, dan penilaian dan
rekomendasi.
Kutipan teks ulasan tersebut merupakan gambaran isi karya itu sendiri, yakni yang biasa
disebut sebagai sinopsis.
Kunci Jawaban: E
Pembahasan
Soal di atas menanyakan penggunaan tanda baca (koma) yang salah pada paragraf. Jika
dikaitkan dengan kisi-kisi UN tahun 2017/2018 termasuk ke dalam ruang lingkup materi
menyunting ejaan dan tanda baca level kognitif pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi
yang diuji yaitu mengidentifikasi kesalahan penggunaan tanda baca koma (,)

Kaidah pemakaian tanda baca yang tepat telah diatur dalam pedoman umum ejaan bahasa
Indonesia,
Kaidah Pemakaian tanda koma (,) berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia antara
lain sebagai berikut.

 Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, sepertioleh
karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
Misalnya:
Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar
negeri.
Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar
Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana.
Berdasarkan kaidah tersebut, jawaban yang benar adalah opsi C
Berdasarkan kaidah tersebut, pemakaian tanda koma kalimat (2), dan (3) benar. Pemakaian
tanda koma pada kalimat (5) tidak tepat karena kata-kata efek getarannya tidak termasuk kata
atau ungkapan penghubung antar kalimat.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: E
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan kalimat simpleks dalam paragraf. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN 2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup materi menulis terbatas level
kognitif penalaran. Kompetensi yang diuji yaitu memvariasikan kalimat.

Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya mempunyai satu peristiwa, aksi, atau tindakan.
Kalimat simpleks hanya mempunyai satu subjek dan satu predikat. Kalimat simpleks hanya
terdiri atas satu klausa. Kalimat simpleks disebut juga kalimat tunggal. Kalimat kompleks
atau kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.
Kalimat simpleks dalam paragraf tersebut adalah kalimat (5) Film “Laskar Pelangi” dijadikan
promosi pariwisata daerah (SPOPel). Kalimat (1), (2), (3), dan (4) adalah kalimat kompleks.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Kunci Jawaban: B
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan gagasan pokok paragraf. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi UN
2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup membaca nonsastra level kognitif
aplikasi. Kompetensi yang diuji yaitu menemukan ide pokok paragraph.

Gagasan pokok atau ide pokok merupakan pernyataan yang menjadi inti pembahasan atau inti
sebuah paragraf. Gagasan pokok paragraf terdapat dalam kalimat utama paragraph.
Gagasan pokok paragraf tersebut adalah perlunya sikap kritis terhadap layanan
kesehatan(pilihan jawaban B). Gagasan pokok tersebut terdapat pada kalimat pertama
paragraf dan diperjelas oleh kalimat-kalimat selanjutnya. Kalimat kedua dan selanjutnya
menjelaskan alasan perlunya sikap kritis terhadap layanan kesehatan
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Kunci Jawaban: B
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan hal yang diceritakan dalam kutipan. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN bahasa Indonesia tahun 2017/2018 termasuk ke ruang lingkup materi membaca nonsastra
level pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu menentukan informasi
tersurat teks biografi.

Untuk menentukan jawaban pertanyaan terhadap isi bacaan kita harus memahami pertanyaan
dan mencari jawaban yang sesuai dengan pertanyaan pada kutipan teks biografi.
Isi pertanyaan soal tersebut adalah menanyakan hal (apa) yang diceritakan dalam teks.
Jawaban pertanyaan tersebut adalah Cut Nyak Dien memimpin pasukan setelah Teuku Umar
meninggal(pilihan jawaban B). Jawaban tersebut sesuai dengan kalimat pertama pada kutipan
teks. Jawaban pada opsi A, C, D, dan E tidak sesuai dengan isi teks. Pernyataan pada opsi A
tidak sesuai teks karena isi teks tidak menceritakan Cut Nyak Dien memimpin pasukan
bersama Teuku Umar, melainkan setelah Teuku Umar meninggal. Pernyataan pada opsi C
tidak tepat karena Cut Nyak Dien memimpin pasukan sampai dengan tahun 1901. Pernyataan
pada opsi D tidak tepat karena yang berjuang sampai dengan tahun 1901 hanya Cut Nyak
Dien. Pernyataan pada opsi E tidak tepat karena yang melanjutkan perjuangan adalah Cut
Nyak Dien.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: E
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan perbaikan penggunaan tanda baca dalam daftar pustaka. Jika
dikaitkan dengan kisi-kisi UN 2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup
materi menyunting ejaan dan tanda baca level kognitif penalaran. Kompetensi yang diuji
yaitu memperbaiki kesalahan penggunaan tanda baca.

Perbaikan penggunaan tanda baca dalam daftar pustaka tersebut adalah:


Larusatya, Mutiara. 2010. Perbedaan sebagai Kekayaan Bangsa. Jakarta: Bina Sumber Daya
Mipa.
Pemakaian tanda baca dalam daftar pustaka antara lain sebagai berikut.
1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam
daftar pustaka.
2. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan
(yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.
3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar
yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.
4. Tanda titik dua dipakai di antara nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: E
Pembahasan
Soal di atas menanyakan kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf. Jika
dikaitkan dengan kisi-kisi UN tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMP/MTs termasuk ke
dalam ruang lingkup materi membaca nonsastra level kognitif aplikasi
(penerapan). Kompetensi yang diuji yaitu menyimpulkan isi teks.

Kalimat simpulan adalah pendapat terakhir yang didapatkan dari uraian yang telah
disampaikan sebelumnya. Simpulan dapat diperoleh dari keseluruhan isi bacaan yang ada
pada paragraf.
Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah Dengan demikian,
sampai sekarang minyak bumi masih merupakan sumber energi utama.
Kalimat simpulan paragraf tersebut berdasarkan isi pernyataan-pernyataan sebelumnya.
Kalimat (1) Berbagai macam industri menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar.
Kalimat (2) Alat-alat transportasi juga menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakarnya.
Kalimat (3) Energi lain merupakan sumber energi yang penting pula. Kalimat (4) berisi
energi lain belum dapat mengungguli minyak bumi. Simpulan paragraf berdasarkan isi
kalimat-kalimat tersebut adalah Dengan demikian, sampai sekarang minyak bumi masih
merupakan sumber energi utama (pilihan jawaban E)
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

Kunci Jawaban: D
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan ringkasan teks yang tepat. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi UN
tahun 2017/2018 Bahasa Indonesia SMK/MAK termasuk ke dalam ruang lingkup materi
membaca nonsastra level kognitif aplikasi (penerapan). Kompetensi yang diuji yaitu
meringkas isi teks.

Ringkasan adalah hasil meringkaskan; ikhtisar; singkatan cerita Ringkasan merupakan


penyajian singkat dari suatu teks. Ringkasan memuat ide-ide pokok yang mewakili setiap
bagian bacaan aslinya.
Ringkasan yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah pilihan jawaban D.
Jawaban D tepat karena kalimat tersebut berupa ringkasan dan isinya mencakupi isi pokok
atau inti kalimat-kalimat dalam teks secara lengkap. Jawaban A, B, C, dan E tidak sesuai
dengan isi teks. Kata kado pada pilihan-pilihan jawaban tersebut tidak sama dengan makna
kado pada teks.
Pada pilihan jawaban A, B, C, dan E kado diartikan sebagai hadiah atau pemberian (untuk
yang berulang tahun, menikah, melahirkan, dan sebagainya) dalam arti umum. Sedangkan
pada teks, kata-kata kado istimewa mengacu arti ungkapan kasih sayang dan terima kasih
kepada ibu, memuji ibu.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: A
Tanggapan logis adalah sambutan terhadap ucapan/komentar yang sesuai logika atau masuk
akal.
Isi teks tersebut adalah kemacetan di Jakarta yang merisaukan banyak pihak. Kemacetan
berpotensi mengundang stress, membuat hidup tidak nyaman, dan menurunkan produktivitas
dan kreativitas.
Tanggapan logis terhadap isi teks tersebut adalah Kemacetan lalu lintas memang seharusnya
terjadi di Jakarta (pilihan jawaban A). Dasar pernyataan tersebut yang sesuai logika adalah
pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan jalan raya. Jumlah
kendaraan yang terlalu banyak akan menyebabkan kemacetan.
Pilihan jawaban B tidak tepat karena kesempatan kerja di kota lain tidak seperti di Jakarta.
Pilihan Jawaban C tidak tepat karena kondisi kota lain tidak sama dengan Jakarta. Pilihan
jawaban D tidak tepat karena produktivitas dan kreativitas dapat menurun akibat kemacetan.
Pilihan jawaban E tidak tepat karena kemacetan justru perlu dihindari, bukan didekati.

RINGKASAN MATERI
TANGGAPAN LOGIS TERHADAP ISI TEKS
Tanggapan adalah sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya) ;
Logis adalah sesuai dengan logika; benar menurut penalaran; masuk akal (sesuai dengan
logika; benar menurut penalaran; masuk akal.
Tanggapan logis adalah sambutan terhadap ucapan/komentar yang sesuai logika atau masuk
akal.
Langkah-langkah memberikan tanggapan logis terhadap isi teks

1. Mencermati isi teks

2. Menemukan pendapat atau opini dalam teks

3. Memberikan komentar terhadap pendapat dalam teks yang dapat diterima oleh akal atau
logis. Tanggapan logis haruslah berdasarkan fakta atau data yang benar.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci Jawaban: B
Pembahasan
Soal tersebut menanyakan makna ungkapan dalam teks iklan. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN 2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup materi membaca nonsastra
level kognitif aplikasi. Kompetensi yang diuji yaitu menyimpulkan makna tersirat dalam teks
nonsastra/menyimpulkan maksud kalimat.

Ungkapan dalam teks iklan tersebut adalah rajanya sepeda motor. Makna ungkapan tersebut
adalah sepeda motor yang kuat dan irit bahan bakar (pilihan jawaban B). Simpulan makna
ungkapan tersebut berdasarkan kata-kata penjelas yang terdapat dalam teks iklan, yaitu di
samping irit (=irit bahan bakar), tenaganya delapan tenaga kuda (=kuat). Pilihan jawaban A,
C, D, dan E tidak tepat karena tidak sesuai dengan kata-kata penjelas pada teks.
RINGKASAN MATERI
UNGKAPAN
Pengertian Ungkapan
ungkapan/ung·kap·an/ n kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus
(makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur)
Ungkapan merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan
dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh:

 tinggi hati : 'sombong'


 ringan kepala : 'mudah belajar'
 darah daging : 'anak kandung'
 dingin hati : 'tidak bersemangat
 uang panas : 'uang tidak halal'
 panas rezeki : 'sukar mencari rezeki'
Langkah-langkah menentukan makna ungkapan dalam teks.
1. Tentukan ungkapan dalam teks.
2. Bacalah dengan cermat ilustrasi yang dimaksud.
3. Data kejadian-kejadian atau penjelasan-penjelasan dalam ilustrasi.
4. Tentukan gagasan pokok sesuai dengan kejadian-kejadian atau penjelasan-penjelasan
dalam ilustrasi tersebut.
5. Tentukan makna ungkapan yang sesuai dengan gagasan pokok ilustrasi.
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
Kunci jawaban: A
Pembahasan:
Soal tersebut menanyakan bagian struktur teks ulasan film. Jika dikaitkan dengan kisi-kisi
UN 2017/2018, soal tersebut termasuk ke dalam ruang lingkup materi membaca nonsastra
level kognitif pengetahuan dan pemahaman. Kompetensi yang diuji yaitu menentukan bagian

teks ulasan (flm/drama) merupakan hasil interpretasi terhadap suatu tayangan atau
pementasan drama/flm tertentu.
Struktur teks terdiri atas tiga bagian, yaitu pengenalan isu atau tinjauan karya (flm/drama)
yang di dalamnya berupa judul, sutradara, para pemain, termasuk gambaran isi karya itu
sendiri, yakni yang biasa disebut sebagai sinopsis, pemaparan argumen, dan penilaian dan
rekomendasi.
Kutipan teks ulasan berisi tentang keunggulan dan kelemahan film “Beth” (pilihan jawaban
A). Kalimat yang menyatakan keunggulan film adalah “Beth” sebagai film alternatif yang
kaya makna. Kalimat yang menyatakan kelemahan film adalah “Beth” hanya mengambil satu
setting yakni kehidupan di suatu rumah sakit jiwa.

RINGKASAN MATERI
STRUKTUR TEKS ULASAN
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (2008), ulasan merupakan ‘kupasan’, ‘tafsiran’,
atau ‘komentar’. teks ulasan (flm/drama) merupakan hasil interpretasi terhadap suatu
tayangan atau pementasan drama/flm tertentu. Dengan ulasan tersebut,
pembaca/penyimaknya menjadi terbantu di dalam memahami suatu tayangan. Dengan
sinopsis, seseorang menjadi tahu isi ceritanya secara garis besar. Dengan membaca
analisisnya, khalayak menjadi tahu struktur tayangan itu, sekaligus kelebihan dan
kelemahannya.
Teks ulasan flm/drama memiliki struktur umum sebagai berikut.
A. Pengenalan isu atau tinjauan karya (flm/drama) yang di dalamnya berupa judul, sutradara,
para pemain, termasuk gambaran isi karya itu sendiri, yakni yang biasa disebut sebagai
sinopsis.
B. Pemaparan argumen, sebagai bagian inti teks, berisi analisis berkenaan dengan unsur-
unsur karya berdasarkan prespektif tertentu. Pada bagian ini dikemukakan juga faktafakta
pendukung untuk memperkuat argumen penulis/pembicara.
C. Penilaian dan rekomendasi, berisi timbangan keunggulan dan kelemahan flm/drama
yang diulas. Pada bagian ini dapat pula disertai saran-saran untuk khalayak terkait
dengan kepentingan pengapresiasiannya. (Kosasih, 2014: 203-206)

Anda mungkin juga menyukai