Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn “M” DENGAN MASALAH PEMENUHAN

KEBUTUHAN OKSIGENASI DI RUANG GILI GEDE KELAS 3 RSUDP NTB DARI


TANGGAL 05 FEBRUARI s/d 07 FEBRUARI 2018

I. PENGKAJIAN
Hari / tanggal masuk RS : SENIN, 29 JANUARI 2018
Jam masuk RS :18 : 30 WITA
Tgl / jam pengkajian : O5 FEBRUARI 2018
Tanggal operasi :-
No. kamar / kelas :206/3
No. RM : 007645
Rumah sakit : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA
TENGGARA BARAT
A. Data Biografi
1. Identitas klien
Nama : Tn. “M”
Umur : 52 TAHUN
Jenis kelamin : LAKI-LAKI
Pendidikan : SD
Pekerjaan : BURUH
Suku : SASAK
Alamat : RUMAK KEDIRI

2. Identitas penanggung jawab


Nama :Ny. “H”
Umur : 40 TAHUN
Alamat : RUMAK KEDIRI
Hub dg klien : ISTRI
B. Riwayat kesehatan
1. Keluhan utama
Sesak nafas
2. Riwayat penyakit sekarang
Klien datang ke IGD RSUDP NTB pada hari senin 29 januari 2018 pada jam 18.30
WITA dibawa oleh keluarganya dengan keluhan sesak nafas dan batuk disertai dahak
sejak dua minggu yang lalu, dan memberat sejak 1 hari sebelum dibawa ke rumah
sakit, klien mengeluh sesak dirasakan apabila melakukan aktivitas, berjalan maupun
tidur terlentang, klien mengeluh batuk berdahak dan dahaknya tidak bisa di
keluarkan. Tidak ada nafsu makan, tidak bias tidur karena sesak nafas. klien dirawat
inap di RSUDP NTB di ruang Gili Gede kelas 3 no kamar 206 dan saat pengkajian
klien masih mengeluhkan sesak nafas, batuk disertai dahak berwarna putih kental
namun tidak berbau, berat badan menurun, tidur sering terganggu karena sesak dan
batuk pada malam hari. Pada saat pengkajian didapatkan klien tampak sesak nafas RR
24x/menit, tampak batuk berdahak, klien tampak tidak bias mengeluarkan dahak,
teerdapat suara nafas tambahan auskultasi suara nafas ronchi (+), klien tampak tidak
nafsu makan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan keadaan umum lemah kesadaran
compos mentis, TTV : TD : 160 / 90 mmHg, Nadi : 92x/menit Suhu : 36 oC RR :
24x/menit.
3. Riwayat penyakit dahulu
Klien mengatakan pernah dirawat inap di RS Gerung dan RSUDP NTB karena
penyakit yang sama, kira-kira kurang lebih 5 kali dalam lima tahun terakhir ini dan
klien mengatakan mempunyai penyakit asma yang sering kambuh jika klien merasa
kelelahan dan suhu lingkungan yang dingin.
4. Riwayat penyakit keluarga
Klien mengatakan mempunyai riwayat penyakit keluarga yaitu riwayat penyakit asma
dari ayah dan riwayat penyakit HT pada ayah dan ibu klien.
Genogram
C. Riwayat pemenuhan kebutuhan menurut Gordon
1. Pola manajemen kesehatan-persepsi kesehatan
Sebelum sakit : klien mengatakan sebelum sakit pagi-pagi kebiasaan klien
meminum air hangat agar tenggorokannya tidak tersumbat dahak,
klien mengatakan tidak pernah berolahraga tetapi klien beraktivitas
setiap hari dengan melakukan pekerjaannya sebagai buruh tani.
Sebelum klien dinyatakan sakit PPOK klien pernah mengalami sakit
seperti demam, pusing, akan tetapi dapat sembuh dengan klien
meminum obat yang di jual di warung sekitar rumahnya seperti
paracetamol, bodrex (obat bebas), klien mengatakan merokok kurang
lebih 2 bungkus perhari yang dapat menyebabkan kekakuaan arteri,
yang meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke apabila
keseringan.
Saat sakit : klien mengatakan jarang minum akibat sakitnya dan juga jarang bisa
beraktivitas, obat yang di konsumsi kebanyakan dari Rumah sakit dan klien
mengatakan meminum madu 1-2 sendok jika ingin, saat sakit kebiasaan merokok dan
minum kopi tidak pernah lagi dilakukan oleh klien.
2. Pola metabolic-Nutrisi
Sebelum sakit : klien mengatakan makan 3x/hari makan nasi disertai lauk
sebanyak 1 piring dengan teratur nafsu makan baik, kebersihan gigi dan mukosa
terjaga, tidak ada mual muntah dan tidak ada alergi makanan.
Saat sakit : klien mengatakan makan 3x/hari dengan diit yang diberikan instalasi gizi
RSUDP NTB kadang-kadang porsi makan klien berkurang karena batuk yang disertai
dahak sehingga nafsu makan berkurang namun tidak ada alergi terhadap makanan,
kebersihan mulut kurang terjaga karena selalu terpasang masker oksigen.
3. Pola eliminasi
Sebelum sakit : klien mengatakan BAK kurang lebih 6x/hari dengan jumlah yang
tidak teratur (sesuai dengan banyak air yang diminum) dengan bau khas urine tidak
ada nyeri pada saat BAK tidak ada gangguan BAK pada malam hari dan mampu
mengkontrol BAK dengan baik. Klien mengatakan BAB 2x/hari dengan warna khas
feses dengan jumlah sedang, konsistensi padat, tidak ada nyeri pada saat BAB mampu
mengontrol dan merawat diri sendiri dan tidak ada ketergantungan obat.
Saat sakit : klien mengatakan BAK kurang lebih 2-3x/hari dengan jumlah sedikit bau
khas urine berwarna pekat tidak ada nyeri dan ngangguan BAK pada malam hari,
klien mengatakan BAB 1x/2 hari dengan warna kehitaman dengan jumlah sedikit
konsistensi padat, tidak ada nyeri mampu mengontrol diri namun tidak mampu
merawat diri sendiri, tidak menggunakan obat-obatan,
4. Pola aktivitas – Latihan
Sebelum sakit : Klien mengatakan dapat beraktivitas seperti biasanya tanpa alat
bantu, kadang sering lemas di bagian kaki dan lutut.
Saat sakit : klien mengatakan tidak dapat melakukan aktivitas sendiri dan harus di
bantu oleh keluarga, tidak mampu untuk merawat diri.
5. Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : klien mengatakan tidur siang kurang lebih 2-3 jam perhari,
kurang lebih 8 jam pada malam hari secara teratur tanpa melakukan ritual menjelang
tidur, tidak menggunakan obat-obatan yang mempercepat waktu tidur, klien
melakukan istirahat malam hari dan tidak ada masalah fisik dan fsikologis yang
mempengaruhi.
Saat sakit : klien mengatakan waktu tidur berkurang karena kelelahan bernafas dan
batuk yang disertai dahak. Waktu tidur klien berkurang dari 8 jam setiap malamnya
menjadi hanya 5 jam dan sering terbangun.
6. Pola persepsi-kognitif
Sebelum sakit : klien mengatakan bahwa klien dan keluarganya tidak terlalu
memperhatikan masalah kesehatan. Jika ada anggota keluarga yang sakit hanya
diberikan obat yang dijual bebas tetapi tidak langsung diperiksakan ke puskesmas
atau mantra.
Saat sakit : klien mengatakan bahwa kesehatan di keluarganya tidak terlalu
diperhatikan selama dapat melakukan pekerjaan sehari-hari sehingga tidak serimg
memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan sekitar. Klien mengatakan jika
sudah sembuh nanti akan lebih memeperhatikan kesehatan dan gaya hidupnya.
7. Pola konsiep Diri – Persepsi diri
Sebelum sakit : klien mengatakan
Saat sakit : klien mengatakan sedih dengan keadaannya saat ini, tetapi klien dapat
menerima kondisinya saat ini karena masih banyak orang yang lebih menderita
terutama melihat teman sekamarnya di RSUDP NTB Ruang Gili Gede kamar 206.
Klien mengatakan tidak malu/rendah diri dengan dengan keadaannya sekarang ini,
keluarga dan sahabat memberi semangat menjalani hidup.
8. Pola Hubungan – Peran
Sebelum sakit : klien mengatakan perannya sebagai ayah dan kakek,atau kepala
keluarga dan pencari nafkah berjalan dengan baik, dan hubungan antara keluarganya
berjalan dengan lancer
Saat sakit: klien mengtakan perannya tidak bias lagi iya perankan karna dalam
keadaan sakit atau lemah, hubungan degan kelurga juga jrang berkomunikasi karna
sakit yang dialaminya.
9. Pola Reproduktif-seksualitas
Sebelum sakit: klien mengatakn tidak ada masalah pada alat reproduktifnya dan
hubungan seksulitasnya baik-baik saja dengan istri tidak ada masalah
Saat sakit: klien mengatakan tidak ada masalah pada alat reproduktifnya akan tetapi
hubungan seksualtanya terganggu akibatnya penyakit yang dialaminya sekarang ini
10. Pola toleransi terhadap streskoping
Sebelum sakit : klien mengatakan tidak ada masalah pada stresskoping
Saat sakit :
11. Pola Keyakinan-Nilai
Sebelum sakit : klien mengatakan sangat memperhatikn keyakinannya, selalu tepat
waktu dalam beribadah, dan selalu menyempatkan diri untuk mengaji dan mengikuti
kajian-kajian islmi
Saat sakit : klien mengatakan ibadahnya terganggu karna sakit dan badannya lemah.
D. Pemeriksaan fisik
Kesadaran : kompos mentis
K/U (keadaan umum) : lemah
Vital sign : TD : 140/90 mmHg
Nadi : 92 x/menit
Suhu : 360 C
RR : 32 x/menit
Head to toe Inspeksi palpasi perkusi Auskultasi
Kepala Bentuk normal, Tidak ada nyeri
penyebran rambut tekan dan benjolan
tidak merata, pada kepala
kriting, dan beruban
Mata Mata simetris, Tidak ada nyeri
pucat, mata tekan pada bola mata
memerah, dan
konjungtiva
anemis
Hidung Tidak ada Tidak ada nyeri
pembekakan dan tekan
tidak ada kotoran
Leher Bentuk norml Tidak ada nyeri
simetris tidak ada tekan pada leher
pembesaran
kalenjer tiroid
Thoraks: Bentuk dada tidak Tidak ada nyeri
Paru simetris, terdapat tekan
alat bantu
pernafasan

Abdomen Bentuk simetris , Tidak ada nyeri timpani Tidak ada


perut kembung, tekan pada perut dan bising usus
tidak ada luka dan tidak ada (12x/menit)
memar pembesaran hati
Genetalia Tidak terkaji
tampak tidak
menggunakan
kateter
Ekstermitas
atas:
Kanan Pergerakan normal Tidak ada nyeri
tekan
Kiri Pergerakan Adanya nyeri tekan
terbatas karna karna terpasang
terpasang infus infus
destrosa 5% NaCl
o,9 15 tetes/menit,
kulit pucat dan
dinggin bercampur
keringet.
Ekstermitas
bawah :
Kanan Pergerakan normal Tidak ada nyeri
tekan
kiri Pergerakan normal Tidak ada nyeri
tekan
intigumen Tampak hitam dan Kulit berkeringat
berbulu lebat
Kekuatan Normal
otot
E. Pemeriksaan penunjang/laboratorium
Hari.tanggal laboratorium : selasa/30 januari 2018
Pemeriksaan Hasil Nilai pengukuran Satuan
-patologi
Haemoglobin 14,2 12.00-16.00 9/dl
Hemotokrit 41,4 37.00-47.00 %
Leukosit 12,84 4,0-10,5 10,3/ul
Trombosit 167 150-450 10,3/ul
Eritrosit 4,5 A 3,90-5,50 10,6/ul
Mpv 8,8 6,5-12.00 FL
Pdw 16,3 9,0-17,0
pct 0,1 0,188-0,282 %

-INDEK
MCV 91,1 80,0-97,6 FL
MCH 31,3 27,0-32,0 Pg
MCHC 34,3 32,0-38,0 9/dl
-hitung jenis
Nehfrofil % 64,1 50,0-0,700 %
Limfosit % 7,0 25,0-40,0 %
Monosit % 8,8 3,0-9,0 %
Eosinophil % 0,0 05-5,0 %
Basophil % 0,1 0,0-1,0 %
neutrofil # 16,79 2,00-7,00 10,3/ul
limfosit # 0,90 1,25-4,0 10,3/ul
monosit # 1,13 0,30-1,00 10,3/ul
eosinophil # 0,00 0,02-0,50 10,3/ul
-KIMIA
GDS 112 <200 Mg/dL
Hati
SGOT 19 0,40 Mg/dL
-Eliktrolit
Natrium 142,5 135-146 Mm/l
Kalium 4,5 1,5-5,4 Mm/l
cholorida 106,4 95-100 Mm/l
-Uno-serulogi
Hbs Ag Negative negative

F. Theraphy
Tanggal diberikan therapy : 29 Januari 2018
1. O2 2-4 Lpm n-c
2. IVFD NaCl o,9% 16 tpm
3. Injeksi ceftriaxon 2x1 gr /IV
4. Nebulizer combivent 3x inesp
5. Injeksi farmavon 2x 1 amp/IV
6. Injeksi nuthylpredurson 3x62,5 gr/IV
G. Pengelompokan Data
data subjektif :
1. klien mengatakan sesak nafas
2. klien mengatakan batuk terus menerus dan adanya dahak
3. klien mengatakan lemah, tidak ada tenaga
4. klien mengatakan susah saat bernafas
5. klien mengatakan pada malam hari jarang tidur karena batuk dan sesak nafas
6. klien mengatakan nafsu makan berkurang karena batuk yang disertai dahak.
7. klien mengatakan terkadang nyeri dibagian dada
data objektif :
1. klien tampak sesak
2. klien tampak batuk dan mengeluarkan dahak
3. klien tampak menggunakan alat bantu pernafasan “nebulizer”
4. klien tampak lemah
5. klien tampak susah saat bernafas
6. TTV : TD : 140/90 mmHg
Nadi : 86 x/menit
Suhu : 360 C
RR : 32 x/menit

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


A. Analisa Data
Symtom Etiologi Problem
Data subjektif Infeksi mikroorganisme Bersihan jalan nafas tidak
Klien mengatakan : Penyempitan bronkus efektif
1. sesak nafas Sesak
2. batuk disertai dahak Batuk produktif
3. susah saat bernafas Produksi sekret yang kental
4. tidur terganggu karena Bersihan jalan nafas tidak
sesak dan batuk efektif
data objektif
1. klien tampak sesak
2. klien tampak batuk dan
mengeluarkan dahak
3. klien tampak
menggunakan alat bantu
pernafasan “nebulizer”
4. klien tampak lemah
5. klien tampak susah saat
bernafas
6. TTV :
TD :140/90 mmHg
Nadi : 86 x/menit
Suhu : 360 C
RR : 32 x/menit
B. Diagnosa Keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif b.d sesak nafas d.d klien mengatakan sesak nafas, susah
saat bernafas, tidur terganggu karena sesak dan batuk, klien tampak batuk dan
mengeluarkan dahak, klien tampak sesak, klien tampak menggunakan masker
oksigen, , klien tampak lemah, klien tampak susah saat bernafas, TD 140/90
mmhg, nadi 86 x/menit, suhu 360 C, dan RR 32 x/menit.
2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d adannya sekret d.d klien mengatakan batuk
disertai dahak, sesak nafas, susah saat bernafas, tidur terganggu karena sesak dan
batuk, klien tampak batuk dan mengeluarkan dahak, klien tampak sesak, klien
tampak menggunakan alat bantu pernafasan nebulizer, klien tampak lemah, klien
tampak susah saat bernafas, TD 140/90 mmhg, nadi 86 x/menit, suhu 360 C, dan
RR 32 x/menit.

INTERVENSI KEPERATAN
Hari/tanggal No.dx Tujuan dan kriteria Rencana tindakan Rasional
hasil
Senin 5 I Setelah dilakukan 1. Buka
Februari 2018 tindakan keperawatan jalan
selama 3x24 jam nafas,
diharapkan klien dapat gunakan
memepertahankan tekhink
jalan nafas denga chin lift
kriteria hasil : atau jaw
1. Mendemonstr thrust bila
asikan batuk
efektif dan perlu.
suara nafas 2. Posisikan
yang bersih,
tidak ada pasien
sianosis dan
dyspnea untuk
(mampu memaksi
mengeluarkan
sputum, malkan
mampu
bernafas
ventilasi.
dengan 3. Lakukan
mudah)
2. Menunjukkan fisioterapi
jalan nafas dada jika
yang paten
(klien tidak perlu.
merasa
tercekik, 4. Keluarka
irama nafas, n secret
frekuensi
pernafasan dengan
dalam rentang
normal, tidak
batuk atau
ada suara suction.
nafas
abnormal) 5. Auskultas
3. Mampu i suara
mengidentifik
asi dan nafas,
mencegah
faktor yang catat
dapat adanya
menghambat
jalan nafas. suara
tambahan.
6. Lakukan
suction
pada