Anda di halaman 1dari 7

3.

Peta Struktur Waktu

Merupakan peta yang menggambarkan struktur geologi yang terbentuk dilihat dari waktu
rambat gelombang seismik. Dari hasil interpretasi horison dan interpretasi struktur didapat 5
peta struktur waktu.

Tujuh satuan tektonostratigrafi telah ditentukan berdasarkan interpretasi dari enam


permukaan horison stratigrafi. Permukaan horison ini merupakan permukaan
ketidakselarasan utama yang dipetakan berdasarkan refleksi terpotong (truncated reflections),
hubungan onlap dan toplap dan kontras dalam reflektifitas seismik dari masing-nasing fasies
seismik. Ketidakselarasan Miosen Atas - Pliosen Bawah adalah permukaan yang paling
menonjol di daerah penelitian dan digunakan sebagai referensi regional untuk korelasi
dengan permukaan horison seismik lainnya. Referensi unit seismik dalam penelitian ini
terutama diperoleh dari data well top yang selanjutnya disebandingkan dengan penelitian
sebelumnya di daerah Rembang dan meluas ke Zona Kendeng oleh Duarte et al. (2006) dan
Cadena and Slatt (2013) pada Gambar 4.4.

Umur permukaan yang ditafsirkan terkendala dengan data sumur yang ada di daerah tersebut
(Gambar 4.3). Namun, sumur terletak relatif dekat dengan garis pantai (yaitu hingga sekitar
30 km lepas pantai di sumur Araza-1) dan tidak ada sumur di Karibia Kolombia yang terletak
di dalam SCDB. Sumur Araza-1 terletak di dalam wilayah Cekungan Bahia dan mencapai
kedalaman total 4078m di bawah permukaan laut, yang membantu membatasi usia unit
seismik termuda (yaitu waktu Oligosen ke Holosen akhir, Gambar 4.4). Studi
tektonostratigrafik regional sebelumnya juga digunakan untuk memandu interpretasi yang
dijelaskan di sini, terutama di daerah basinal di dalam (Gambar 4.2, misalnya Ruiz dkk.,
2000; Duarte dkk., 2006; Reistroffer dkk., 2006; Rincón et al. ., 2007; Vence, 2008; Duarte
dkk., 2009; Cadena dan Slatt, 2013). Kehadiran luas dari gunungapi lumpur dan deformasi
yang berubah bentuk atau bergerak membuat korelasi horizon melampaui survei seismik 3D
yang menantang. Untuk alasan ini, ada rentang ketidakpastian yang lebih besar dalam
interpretasi permukaan seismik pada daerah penelitian baik di Zona Rembang maupun
Kendeng dan ditunjukkan sebagai garis putus-putus dalam interpretasi seismik.

Time structure map pra-Tersier merupakan peta struktur yang memotong lapisan/ horison pra-
Tersier. Sesar sesar tersebut antara lain Sesar Sakala, normal fault 1, normal fault 2, trhust 2,
trhust 8, trhust 13, trhust 15, trhust 22, trhust 23 dan inversi fault 1 dengan arah relatif barat-
timur dan tegasan utara relatif baratlaut – tenggara (Gambar 4.6). Dari time stucture map
tersebut dapat dilihat bahwa daerah rendahan terletak di bagian ti,ur dan daerah tinggian
terletas di bagian utara daerah penelitian (Gambar 4.7).

Gambar 4.6 kanampakan sesar yang memotong horison pra-Tersier, dan arah tegasan
utamanya dengan sesar yang berarah relatif barat-timur sampai baratlaut-tenggara

Gambar 4.7 Peta penyebaran struktur pada pra-Tersier

Time structure map pra-Ngimbang adalah peta struktur yang memotong lapisan pra-
Ngimbang. Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Sakala, normal fault 1, normal fault 2, trhust 2,
trhust 7, trhust 8, trhust 9, trhust 13, trhust 14, trhust 15, trhust 16, trhust 22, trhust 23, dan
inversi fault 1 dengan arah relatif barat-timur adan arah tegasan utama relatif baratlaut-
tenggara (Gambar 4.8). Dari peta struktur waktu tersebut dapat dilihat bahwa daerah
rendahan terletak dibagian timur dan daerah tinggian di bagian utara daerah penelitian
(Gambar 4.9).
Gambar 4.8 Kenampakan sesar yang memotong horison pra-Ngimbang dan arah tegasan
utamanya dengan sesat yang berarah relatif barat-timur sampai baratlaut-tenggara.

Gambar 4.9 Peta struktur pada pra-Ngimbang

Peta struktur waktu Ngimbang Klastik merupakan peta struktur yang memotong lapisan
Ngimbang Klastik yang mana Ngimbang Klastik tersebut merupakan marker yang
menunjukan fase berakhirnya fase rifting. Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Sakala, normal
fault 1, trhust 2, trhust 3, trhust 7, trhust 8, trhust 9, trhust 13, trhust 14, trhust 15, trhust 16,
trhust 22, trhust 23, dan inversi fault 1 dengan arah relatif barat-timur adan arah tegasan
utama relatif baratlaut-tenggara (Gambar 4.10). Dari peta struktur tersebut dapat diihat bahwa
daerah rendahan terletak di bagian timur dan daerah tinggian terletak di bgaian utara daerah
penelitian (Gambar 4.11).
Gambar 4.10 Kenampakan sesar yang memotong horison Ngimbang Klastik dan arah tegasan
utamanya dengan sesar berarah relatif barat-timur sampai baratlaut-tenggara.

Gambar 4.11 Peta struktur pada Ngimbang Klastik

Peta struktur waktu Ngimbang Karbonat merupakan peta struktur yang memotong lapisan
Ngimbang Karbonat. Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Sakala, trhust 2, trhust 3, trhust 7,
trhust 8, trhust 9, trhust 13, trhust 14, trhust 15, trhust 16, trhust 22, trhust 23, dan inversi
fault 1 dengan arah relatif barat-timur adan arah tegasan utama relatif baratlaut-tenggara
(Gambar 4.12). Sesar-sesar normal yang ada pada peta struktur pra-Tersier, pra-Ngimbang,
Ngimbang Klastik tidak ada pada horison ini dikarenakan fase rifting telah berakhir dan gaya
ekstensional juga sudah berhenti yang dapat dilihat dari flateening penampang seismik yang
menunjukan konfigurasi struktur yang terjadi pada masa tersebut (Gambar 4.13). Dari peta
struktur tersebut dapat diihat bahwa daerah rendahan terletak di bagian timur dan daerah
tinggian terletak di bgaian utara daerah penelitian (Gambar 4.14).
Gambar 4.12 Kanmapkan sesar yang memotong horison Ngimbang Karbonat dan arah
tegasan utamanya dengan sesar yang berarah relatif barat-timir sampai baratlaut-tenggara.

Gambar 4.13 Flattening penampang seismik 92_414 Formasi Ngimbang Karbonat, line
berarah utara-selatan

Gambar 4.14 Pola penyebaran struktur pada Formasi Ngimbang Karbonat


Peta struktur waktu Kujung Karbonat adalah peta yang memotong horison Kujung Karbonat.
Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Sakala dengan arah bara-timur dan arah tegasan realtif
baratlaut-tenggara (Gambar 4.15). Dari peta struktur tersebut dapat diihat bahwa daerah
rendahan terletak di bagian timur dan daerah tinggian terletak di bgaian utara daerah
penelitian (Gambar 4.16).

Gambar 4.15 Kenampakan sear yang memotong horison Kujung Karbonat dan arah tegasan
dengan sesar berarah relatif barrat-timur sampai baratlaut-tenggara.

Gambar 4.16 Peta penyebaran struktur pada Formasi Kujung Karbonat

Jika diamati pada penampang seismik dan juga pada peta struktur waktu maka dapat
diketahui bawah sesar normal 1 dan 2 merupakan sesar normal yang paling tua, di mana sesar
ersebut terbentuk setelah horison pra-Ngimbang terendapkan dan sesar ini memotong horison
yang ada di bawahnya yang merupakan horison tua.

Sesar trhust 14, 15 dan 16 merupakan sear yang terbentuk pada horison Ngimbang Klastik, di
mana sesar naik ini hanya memotong horison pra-Ngmibang yang ada di bawahnya, diikuti
terbentuknya sesar naik 3, 8, 13, 15, 22 dan 23. Pada saat setelah horison Ngimbang karbonat
terendapkan, sesar naik ini memotong seluruh horison yang ada di bawahnya dan pada saat
bersamaan terbentuk sesar naik 2, 7 dan 9, tetapi sesar-sesar tersebut tidak memotong
basement (pra-Tersier), sehingga sesar ini berumurlebih muda. Setelah itu terbentuk sesar
Sakala yang merupakan sesar utama dan sesar yang paling muda. Sesar ini terbentuk setelah
seluruh horison terendapkan dan memotong seluruh horison ynag ada di bawahnya. Berikut
ini adalah tabel analisis struktur yang memotong tipa horison yang telah dijelaskan.

Tabel 4.5 Analisis struktur dari setiap peta struktur waktu (time structure map)