Anda di halaman 1dari 8

Lampiran Materi

Pola Hidup Sehat (Diit Dan Olahraga) pada Penderita Penyakit Jantung

A. Pengertian Penyakit Jantung


Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah
atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat - urat darah, beberapa contoh
pentakit jantung seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan
darah tinggi, stroke, sakit di dada (angina) dan penyakit jantung rematik (Yayasan
Jantung Indonesia, 22-03-2010).
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama angka kematian di
dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Penyakit jantung dan
stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang
penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun
ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit
jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh
pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya
hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.
Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh,
negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap
cermin pola hidup modern. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan
siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan
merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress,
telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua
perilaku tersebut dapat merupakan faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

B. Mencegah Penyakit Jantung dengan Pola Hidup Sehat


Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai
dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga
mengurangi peluang terkena penyakit jantung.
1. Diit
Diet yakni aturan makan khusus untuk sehat dan sebagainya (atas
petunjuk ahli) berpantang atau menahan diri terhadap makanan tertentu untuk
kesehatan, mengatur kuantitas dan jenis makanan untuk mengatur berat badan
atau penyakit. Jantung, bagian tubuh yang menjadi pusat transportasi darah
yang terletak di dalam rongga dada sebelah atas. Sehingga secara umum diet
jantung (diet pada penderita penyakit jantung) adalah pengaturan pola makan
khusus terhadap penderita penyakit jantung baik kuantitas maupun jenis
makanan.

Salah satu pola hidup sehat yang dapat dijalani adalah mengonsumsi
makanan sehat untuk jantung. Untuk menyehatkan jantung dan membantunya
bekerja dengan kuat, senyawa fitonutrien yang terdapat pada sayur dan buah
bisa bermanfaat. Senyawa ini membantu melindungi tumbuhan dari kuman,
jamur, dan hama pengganggu. Sedangkan bagi manusia, senyawa ini dapat
membantu tubuh bekerja dengan baik.
a. Beberapa makanan yang mengandung fitonutrien, antara lain:
1) Kacang
Perbanyak makan kacang, misalnya kacang merah, hingga tiga
cangkir seminggu. Selain kaya akan fitonutrien yang baik untuk
jantung, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan serat dan air
yang membuat cepat kenyang. Hal ini dapat mencegah masyarakat
mengonsumsi lebih banyak kalori.
2) Biji-bijian utuh
Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah,
atau jagung sebagai sumber utama karbohidrat, dapat menurunkan
risiko terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes,
beberapa jenis kanker, dan obesitas. Hal ini karena biji-bijian tersebut
mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, dan mineral.
Mineral yang dimaksud adalah zat besi, zinc, dan magnesium.
3) Apel
Apel dapat mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan
membantu mengatur gula darah. Hal ini karena selain mengandung
fitonutrien, apel juga mengandung senyawa lain yang baik untuk
jantung, yaitu epicatechin. Zat ini adalah senyawa yang kaya akan
antioksidan dan dapat membantu mengurangi tekanan darah.
4) Bawang putih
Bawang putih diketahui tidak memengaruhi tekanan darah,
sehingga dapat sering dikonsumsi. Bawang putih juga dapat
menggantikan garam untuk menambah rasa gurih pada makanan. Hal
ini baik untuk kesehatan jantung, karena makin banyak konsumsi
garam akan makin tinggi risiko terkena tekanan darah tinggi, yang
dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
5) Anggur
Manfaat anggur berpotensi mencegah penyakit jantung dan
hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena buah anggur
mengandung serat dan flavonoid yang baik untuk mencegah kerusakan
jantung.
6) Buah beri
Ragam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan
blackberry dapat dijadikan camilan sehat. Buah beri yang kaya akan
serat dan antioksidan mampu mengurangi peluang terjadinya serangan
jantung. Selain itu, rasa manis dalam buah beri tidak memicu diabetes.
Meski demikian, penelitian mengenai efek buah beri dalam
melindungi kesehatan jantung masih perlu dikaji lebih lanjut.
7) The Hijau
Berdasarkan hasil penelitian, meminum lebih dari lima cangkir
teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah
mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke. Namun,
berhati-hatilah dalam mengonsumsi teh hijau. Minum lebih dari lima
cangkir teh hijau tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit
batu ginjal. Oleh karena itu, jika mengonsumsi banyak teh hijau,
perbanyak juga konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi dan
agar sistem kemih tetap lancar.
Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, sebaiknya batasi
asupan garam tidak lebih dari 5-6 gram per hari atau setara dengan 2000-
2400 mg sodium (natrium) per hari. Sedangkan bagi orang yang memiliki
risiko penyakit jantung, konsumsi sodium maksimal adalah 1.500 mg.

b. Syarat Diet Jantung


1) Energi cukup
2) Protein cukup, 0,8 g/kg BB
3) Lemak sedang, 25-30% kebutuhan energi total, 10% lemak jenuh, 10-
15% lemak tidak jenuh
4) Kolesterol rendah, jika diserta dislipidemia.
5) Vitamin dan mineral cukup.
6) Garam rendah, 2-3 g/hari, jika diserta hipertensi atau odema.
7) Serat cukup untuk hindari konstipasi

c. Tipe Diet Jantung


1) Diet Jantung I (905 kkal)
Diberikan kepada pendrita dg Miocard Infark (MCI) akut.atau
Congestive cardiac failure berat. Diberikan berupa 1- 1,5 lt cairan/ hari
selama 1-3 hari bila penderita dapat mencernanya, makanan ini sangat
rendah kalori dan semua zat gizi.
2) Diet Jantung II (1223 kkal)
Makanan diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak
setelah masa akut MCI dapat diatasi menurut beratnya Hipertensi atau
Oedema yang menyertai penyakit, makanan yang diberikan rendah
garam.(Diet jantung II rendah garam), makanan ini rendah kalori,
protein, kalsium dan thiamin.
3) Diet Jantung III (1662 kkal)
Diberikan kepada penderita Jantung yang tidak terlalu berat
atau sebagai perpindahan dari diet jantung II diberikan dalam bentuk
makanan lunak atau biasa makanan ini rendah kalori tetapi cukup zat
gizi lain rendah garam menurut beratnya hipertensi atau Oedema yang
menyertai (diet jantung III rendah garam).
4) Diet Jantung IV (2004 kkal)
Diberikan kepada penderita Jantung ringan atau , atau sebagai
perpindahan dari diet jantung III. Diberikan dalam bentuk makanan
biasa Rendah garam menurut hipertensi atau Oedema yang menyertai
penyakit (diet jantung IV rendah garam) Makanan ini cukup kalori dan
zat Gizi lain.
d. Makanan yang Tidak Boleh diberikan
1) Sumber karbohidrat : makanan yang mengandung gas atau alcohol,
seperti: ubi, singkong, tape singkong dan tape ketan.
2) Sumber protein hewani : daging sapi dan ayam yang berlemak; gajih,
sosis, ham, hati, limpa, babat, otak, kepiting dan kerang-kerangan; keju,
dan susu penuh.
3) Sumber protein nabati : kacang-kacangan kering yang mengandung
lemak cukup tinggi seperti kacang tanah, kacang mete, dan kacang
bogor.
4) Sayuran : semua sayuran yang mengandung gas, seperti : kol, kembang
kol, lobak, sawi dan nangka muda.
5) Buah-buahan : buah-buahan segar yang mengandung alcohol atau gas,
seperti : durian dan nangka matang.
6) Lemak : minyak kelapa dan minyak kelapa sawit; santan kental.
7) Minuman : teh/kopi kental, minuman yang mengandung soda dan
alcohol, seperti bir dan wiski.
8) Bumbu : lombok, cabe rawit dan bumbu-bumbu lain yang tajam.

e. Zat Gizi yang diperlukan


1) Sumber karbohidrat : beras ditim atau disaring; roti, mi, macaroni,
biskuit, tepung beras/terigu/sagu aren/sagu ambon, kentang, gula pasir,
gula merah, madu dan sirup.
2) Sumber protein hewani : daging sapi, ayam dengan lemak rendah; ikan,
telur, susu rendah lemak dalam jumlah yang telah ditentukan.
3) Sumber protein nabati : kacang-kacangan kering, seperti : kacang
kedelai dan hasil olahannya, seperti tahu dan tempe.
4) Sayuran : sayuran yang tidak mengandung gas, seperti : bayam,
kangkung, buncis, kacang panjang, wortel, tomat, labu siam dan tauge.
5) Buah-buahan : semua buah-buahan segar, seperti : pisang, papaya,
jeruk, apel, melon, semangka dan sawo.
6) Lemak : minyak jagung, minyak kedelai, margarine, mentega dalam
jumlah terbatas dan tidak untuk menggoreng tetapi untuk menumis;
kelapa atau santan encer dalam jumlah terbatas.
7) Minuman : teh encer, coklat, sirup.
8) Bumbu : semua bumbu selain bumbu tajam dalam jumlah terbatas.
2. Aktifitas Fisik
a. Latihan interval
olahraga untuk mencegah penyakit jantung, diabetes, menurunkan
berat badan, dan meningkatkan kebugaran. Menggabungkan latihan
intensitas tinggi dengan periode pemulihan aktif yang lebih panjang.
Contohnya adalah, berjalan kaki dengan kecepatan normal selama 3 menit
dan melangkah lebih cepat selama 1 menit. Dengan menaikkan dan
menurunkan detak jantung, maka dapat meningkatkan fungsi pembuluh
darah, membakar kalori, dan membuat tubuh lebih efisien dalam
membersihkan tubuh dari gula dan lemak dari darah.
b. Total body workout alias olahraga yang menggerakkan seluruh tubuh
Semakin banyak otot yang terlibat dalam suatu kegiatan, semakin
keras jantung yang harus bekerja untuk mengimbanginya, dengan
demikian tubuh akan menjadi kuat dengan sendirinya. Olahraga seperti
mendayung, berenang, cross-country skiing, dan lain-lain dapat digunakan
untuk menguatkan jantung. Tambahkan beberapa latihan interval untuk
membuat latihan Anda lebih ideal.
c. Latihan beban
Ini sebenarnya merupakan bentuk lain dari latihan interval, karena
akan meningkatkan jantung selama repetisi dan menurunkannya selama
pergantian set. Dengan menangani segala tuntutan yang ditempatkan pada
jantung secara efisien, otot yang kuat akan meringankan beban
keseluruhan pada jantung. Oleh karena itu, gunakan beban bebas yang
dapat melibatkan banyak otot dan inti Anda, lalu bangunlah
keseimbangan.
d. Latihan inti (core) dan yoga
Latihan inti seperti Pilates dapat memperkuat otot inti dengan
meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan. Yoga juga dapat membuat
tekanan darah turun, membuat pembuluh darah lebih elastis dan juga
mempromosikan kesehatan jantung.
Daftar Pustaka