Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TUGAS PKPA APOTIK BAYA HUSADA

SEDIAAN KHUSUS DAN UNIK DI APOTIK BAYA HUSADA

Disusun Oleh :

Apridinata S.Farm 1720343725

Muffit Nur Khassanah S.Farm 1720343789

Sudarmanto Trisno Bagus Prasetyo S.Farm 1720343863

PROGRAM STUDI APOTEKER

UNIVERSITAS SETIA BUDI

SURAKARTA

2018
BAB I

LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan kemauan, kesadaran dan


kemampuan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri dan mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan ini tidak dapat dilepaskan dari
pembangunan sektor kefarmasian.
Peran aktif masyarakat membutuhkan ketersediaan informasi yang berkaitan dengan ilmu
kefarmasian. Informasi yang disampaikan harus menjaga nilai-nilai ilmiah yang berlaku dengan
tetap memperhatikan kemudahan dipahami oleh masyarakat. Mengingat akan pentingnya suatu
kesehatan bagi masyarakat maka diperlukan pengetahuan yang lebih luas lagi tentang kesehatan
itu sendiri terutama bagi kalangan mahasiswa dalam mempelajari dunia kefarmasian.
Obat merupakan suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk
digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada
manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia
termasuk obat tradisional. Bahan aktif obat agar digunakan nyaman, aman, efisien dan optimal
dikemas dalam bentuk sediaan obat (BSO) atau disebut sediaan farmasi. Bentuk sediaan obat
(BSO) dapat mengandung satu atau lebih komponen bahan aktif. Formulasi BSO memerlukan
bahan tambahan contohnya antara lain bahan pelarut atau bahan pelicin. Macam bahan tambahan
tergantung macam Bentuk Sedian Obat. Bahan tambahan bersifat netral. Sehingga didapat
Definisi BSO adalah sediaan obat yang mengandung satu atau lebih bahan berkhasiat dan
biasanya ditambah vehikulum(bahan pengisi atau bahan pelarut).
Dalam era globlalisasi sekarang ini, industri farmasi dituntut untuk dapat bersaing dengan
industri farmasi baik dalam maupun luar negeri agar dapat memperebutkan pangsa pasar dan
memenuhi kebutuhan obat bagi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan
pemenuhan kebutuhan obat yang bermutu bagi masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan
pedoman bagi industri farmasi untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu yaitu dengan
CPOB (cara pembuatan obat yang baik).
Sediaan farmasi yang beraneka ragam jenisnya tentulah harus dipertibangkan dan di
perhatikan dalam mendesainnya sehingga di dapat suatu sediaan yang stabil, efektif dan aman.
Tahapan yang tidak kalah pentingnya dari proses sediaan farmasi adalah preformulasi sediaan
farmasi. Dari beberapa sediaan farmasi terdapat sediaan yang memiliki karakteristik yang cukup
unik karena didesign dengan formulasi yang sedikit berbeda dengan sediaan pada umumnya.
Pada makalah ini kami akan membahas mengenai beberapa contoh sediaan unik yang ada di
apotik, khsususnya di apotik Baya Husada.

RUMUSAN MASALAH
1. Apakah ada sediaan unik di apotik Baya Husada?
2. Berapa banyak sediaan unik yang ada di Apotik Baya Husada?
3. Sebutkan sediaan unik yang ada di Apotik Baya Husada?

TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui beberapa jenis sediaan yang berbeda dengan sediaan pada
umumnya.
2. Menambah wawasan ilmu mengenai perkembangan sediaan farmasi yang sudah beredar
di masyarakat.
3. Meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi formulasi.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Cataflam 50 mg Fast

Deskripsi

Diclofenac K.

Indikasi

Pengobatan pada gejala & tanda rheumatoid arthritis akut dan kronis, osteoarthritis &
ankylosing spondylitis.
Pengobatan pada nyeri & dismenore primer.

Kemasan

Sachet 50 mg/900 mg x 9's.

Dosis

Dewasa Awal 100-150 mg sehari, kasus lebih ringan 50-100 mg sehari dibagi sampai 3
dosis.
Nyeri & osteoarthritis Tidak lebih dari 150 mg/hari.
Reumatoid arthritis Tidak lebih dari 225 mg/hari.
Ankylosing spondylitis Tidak lebih dari 125 mg/hari.
Anak & remaja > 14 tahun 50-100 mg sehari dalam 1-2 dosis terbagi.
Dosis maksimal 100 mg per hari (dosis awal maksimal 150 mg sehari pada hari pertama)
dosis terbagi & dengan durasi sesingkat mungkin.
Apabila berdasarkan penilaian dokter diperlukan dosis yang lebih tinggi, harus ada
pertimbangan manfaat-resiko dengan baik.

Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan)


Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan)

Pabrik

Novartis.

2. Adalat oros

Indikasi:
Pengobatan hipertensi Pengobatan penyakit jantung koroner: - angina pektoris stabil kronik
(angina of effort) - angina pektoris paska infark (kecuali 8 hari pertama paska infark
miokardium akut).

Kontra Indikasi:

Adalat OROS tidak boleh diberikan pada kasus hipersensitivitas terhadap nifedipine atau
penyekat kanal kalsium golongan dihidropiridin. Nifedipine tidak boleh diberikan pada kasus
syok kardiovaskuler. Adalat OROS tidak boleh diberikan dalam 8 hari pertama infark
miokardium akut. Nifedipine tidak boleh diberikan bersama rifampisin karena kadar plasma
nifedipine yang efisien tidak akan tercapai akibat induksi enzim. Adalat OROS tidak boleh
diberikan pada pasien ?kock pouch? (ileostomi paska protokolektomi). Nifedipine
dikontraindikasikan selama kehamilan dan menyusui.

Komposisi:

Nifedipine tablet lepas lambat, 1 tablet mengandung nifedipine 20 mg, 30 mg 60 mg.

Dosis:

Pada umumnya terapi dimulai dengan 30 mg satu kali sehari. Dosis awal 20 mg satu kali
sehari dapat dipertimbangkan sesuai indikasi medis. Tergantung beratnya penyakit dan
respons pasien dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 60 mg satu kali sehari.

Peringatan Khusus dan Perhatian:


Pemberian harus dilakukan secara hati-hati pada pasien dengan tekanan darah sangat
rendah (hipotensi berat dengan tekanan sistolik kurang dari 90 mmHg), pada kasus gagal
jantung simtomatik dan pada kasus stenosis aorta berat, penyempitan gastrointestinal berat,
gangguan fungsi hepar, kasus spasme koroner, ancaman serangan angina, kasus krisis
hipertensi akut, kasus cadangan jantung yang buruk.

Interaksi:

b-reseptor bloker, obat-obat yang menghambat sistem sitokrom P-450 3A4, digoksin,
kuinidin, simetidin, rifampisin, diltiazem, jus grapefruit, cisapride, fenitoin, eritromisin,
ketokenazol, itrakonazol, flukonazol, karbamazepin, fenobarbiton, asam valproik.

Efek yang Tidak Diinginkan:

astenia, edema, sakit kepala, palpitasi, vasodilatasi, konstipasi, pening.

3. Glucophage SR/XR

Mengenal Obat Glucophage Di apotek, obat glucophage tersedia dalam bentuk tablet
salut selaput, tablet lepas lambat (XR, Extended release atau SR, sustained releasae) dengan
berbagai kekuatan dosis. Komposisinya adalah sebagai berikut: Glucophage 500 mg : setiap
tablet salut selaput mengandung 500 mg metformin hidroklorida 500 mg sesuai dengan
metformin basa 390 mg. Glucophage 850 mg : setiap tablet salut selaput mengandung 500
mg metformin hidroklorida 850 mg sesuai dengan metformin basa 662,9 mg. Glucophage
XR 500 mg : setiap tablet lepas lambat mengandung 500 mg metformin hidroklorida 500 mg
sesuai dengan metformin basa 390 mg. Glucophage XR 750 mg : setiap tablet lepas lambat
mengandung 750 mg metformin hidroklorida 500 mg sesuai dengan metformin basa 585 mg.
Glucophage XR 1000 mg : setiap tablet lepas lambat mengandung 1000 mg metformin
hidroklorida 500 mg sesuai dengan metformin basa 780 mg.

Metformin adalah obat diabetes yang masuk dalam golongan biguanida yang digunakan
untuk mengobati diabetes tipe 2. Metformin bekerja dengan berbagai cara yaitu mengurangi
jumlah glukosa yang diserap dari makanan, mengurangi jumlah glukosa yang dibuat oleh
hati, meningkatkan respon tubuh terhadap hormon insulin (zat alami yang mengontrol jumlah
glukosa dalam darah) dan meningkatkan penggunaan gula oleh otot-otot tubuh. Dengan cara
kerjanya tersebut, maka obat ini dapat menurunkan kadar gula darah tanpa meningkatkan
sekresi insulin. Metformin yang telah diabsorpsi, bekerja di dalam hati, namun obat ini tidak
mengalami metabolisme di dalam hati sehingga tetap diekskresikan sebagai metformin
dengan bentuk yang tidak berubah, sebagian besar keluar bersama urin dan sebagian kecil
keluar bersama tinja. Berdasarkan mekanisme kerja di atas, maka obat Glucophage cocok
digunakan oleh penderiata diabetes yang mempunyai tubuh gemuk. Indikasi atau Kegunaan
Glucophage obat apa? Secara lebih spesifik, maka glucophage digunakan untuk dewasa dan
anak-anak di atas 10 tahun sebagai: Pengobatan diabetes tidak tergantung insulin (Tipe 2,
non-dependent insuline diabetes mellitus) yang memiliki kelebihan berat badan. Pengobatan
tambahan untuk pasien diabetes yang ketergantungan insulin serta memiliki gejala yang sulit
untuk dikontrol. Dalam kasus ini metformin dikombinasikan dengan penggunaan insulin atau
obat diabetes lain yang memiliki mekanisme kerja saling mendukung. Obat Glucophage
dapat digunakan sebagai obat tunggal atau sebagai obat kombinasi dengan Sulfonilurea.
Indikasi untuk sediaan XR atau SR Sebagai pengobatan diabetes melitus tipe 2 pada orang
dewasa, terutama pada pasien kelebihan berat badan, ketika manajemen diet dan olahraga
saja tidak menghasilkan kontrol glikemik yang memadai. Glucophage XR dapat digunakan
sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan agen antidiabetik oral lainnya, atau dengan
insulin.

Kontraindikasi

Obat metfotmin tidak boleh dipakai oleh pasien diabetes yang diketahui : memiliki
riwayat alergi terhadap metformin atau komponen lain dari obat. memiliki gangguan fungsi
ginjal yang berat, karena semua obat-obatan terutama dieksresi melalui ginjal. memiliki
penyakit hati kronis. memiliki penyakit gagal jantung, infark miokard. memiliki riwayat
laktat asidosis. memiliki riwayat koma diabetik. sedang mengalami ketoasidosis diabetik.
sedang mengalami keadaan yang dapat menyebabkan laktat asidosis seperti syok,
hipoksemia. sedang dalam kehamilan dan menyusui.

Dosis Glucophage dan Cara Pemakaian


Dosis yang tepat sesuai petunjuk dokter. Adapun dosis lazim yang anjurkan adalah: Dosis
Glucophage 500 mg dan 850 mg tablet Dosis awal yang biasa adalah 500 mg atau 850 mg
metformin hidroklorida 2 atau 3 kali sehari yang diberikan selama atau sesudah makan.
Setelah 10 sampai 15 hari dosis harus disesuaikan atas dasar pengukuran glukosa darah.
Peningkatan lambat dosis dapat meningkatkan toleransi gastrointestinal. Dosis maksimum
yang dianjurkan adalah 3 g per hari dalam 3 dosis terbagi. Kombinasi dengan insulin:
Metformin dan insulin dapat digunakan dalam terapi kombinasi untuk mencapai kontrol
glukosa darah yang lebih baik. Metformin diberikan pada dosis awal yang biasa 500 mg atau
850 mg 2 atau 3 kali sehari, sedangkan dosis insulin disesuaikan atas dasar pengukuran
glukosa darah. Dosis Glucophage XR 500 mg, 750 mg dan 1000 mg tablet Dosis awal yang
direkomendasikan adalah satu tablet Glucophage XR 500 mg sekali sehari. Setelah 10
sampai 15 hari dosis harus disesuaikan atas dasar pengukuran glukosa darah. Peningkatan
lambat dosis dapat meningkatkan toleransi gastro-intestinal. Dosis maksimum adalah 4 tablet
sehari. Jika diperlukan peningkatan dosis harus dibuat dengan penambahan sebesar 500mg
setiap 10-15 hari, sampai maksimum dari 2000mg sekali sehari pada saat makan malam. Jika
kontrol glikemik tidak tercapai pada Glucophage XR 2000mg sehari sekali, maka XR
1000mg dua kali sehari harus dipertimbangkan, dengan kedua dosis yang diberikan pada saat
makanan. Jika kontrol glikemik masih belum tercapai, pasien mungkin akan beralih ke tablet
metformin standar untuk dosis maksimal 3000 mg setiap hari. Glucophage XR 750 mg dan
XR 1000 mg dimaksudkan untuk pasien yang sudah diobati dengan tablet metformin (lepas
lambat atau segera). Dosis Glucophage SR 750 mg atau SR 1000 mg harus setara dengan
dosis harian tablet metformin, sampai dosis maksimum masing-masing 1.500 mg atau 2000
mg. Kombinasi dengan insulin: Dosis awal adalah salah satu tablet XR 500 mg sekali sehari,
sementara dosis insulin disesuaikan atas dasar pengukuran glukosa darah. Untuk pasien yang
sudah diobati dengan metformin dan insulin dalam terapi kombinasi, dosis Glucophage XR
750 mg atau XR 1000 mg harus setara dengan dosis harian tablet metformin sampai
maksimal masing-masing 1500 mg atau 2000 mg, sedangkan dosis insulin disesuaikan atas
dasar pengukuran glukosa darah.

Efek Samping Glucophage


Obat Glucophage pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik, hanya sedkit efek
samping yang pernah dilaporkan seperti : gangguan pada saluran pencernaan berupa mual,
muntah, peurunan nafsu makan, gangguan absorbsi vitamin B12 dan diare. Efek samping
tersebut sifatnya sementara dan biasanya akan meghilang setelah diabetes terkontrol.
Informasi Keamanan Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap memperhatikan
aspek-aspek keamanan berikut ini: Pada pengobatan diabetes dengan Glucophage yang
dikombinasikan dengan sulfonilurea atau insulin, perlu dilakukan monitoring gula darah
berkala karena kemungkinan hipoglikemia. Pada pengobatan diabetes dengan obat ini jangka
panjang, perlu dilakukan monitoring kadar vitamin B12 secara berkala. Penggunaan obat ini
bersama antikoagulan memerlukan penyesuaian dosis antikoagulan karena adanya
kemungkinan interaksi antar keduanya. Penggunaan obat ini bersama simetidin memerlukan
penyesuaian dosis karena terjadi penurunan klirens obat melalui ginjal Efek samping
umumnya dapat hindari bila obat diminum bersama makanan, atau dosisnya dikurangi untuk
sementara. Penggunaan obat ini tidak dianjurkan pada kondisi yang dapat menyebabkan
dehidrasi. Penggunaan Glucophage tidak dianjurkan pada anak-anak di bawah 10 tahun.
BAB III

KESIMPULAN

Dari banyaknya sediaan farmasi yang ada di apotik , beberapa sediaan memiliki bentuk
yang unik salah satu contoh diatas yaitu : cataflam fast 50 mg yang memiliki bentuk sediaan
yang unik berbeda dengan cataflam pada umumnya yang biasa dijual dia apotik dalam bentuk
sediaan tablet, akan tetapi catafalam fast 50 mg mempunyai bentuk sediaan berupa bungkus
powder atau sudah dalam bentuk racikan yang digunakan untuk mengobati sakit gigi. Selain itu
ada sediaan obat yang didesain untuk mengatur waktu pelepasannya seperti adalat oros dan
glucophage sr/xr yang mana pelepasan obat pada sediaan ini diatur baik dipercepat maupun
diperlambat, hal ini berbeda pada sediaan tablet pada umumnya yang pelepasannya mengikuti
pelepasan tablet pada umunya.
DAFTAR PUSTAKA

http://fntkomputer.blogspot.co.id/2017/01/makalah-sediaan-obat_11.html
Glucophage : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus

http://dechacare.com/Adalat-Oros-P672-1.html

http://apotik.medicastore.com/obat/cataflam-fast-sachet