Anda di halaman 1dari 2

A.

Landasan Teori
Pembiasan cahaya ialah pembelokan cahaya akibat melalui 2 atau lebih medium
berbeda kecepatan optiknya. Disamping mengalami pembiasan, ketika melalui dua
medium yang kerapatannya berbeda cahaya juga mengalami perubahan kecepatan, hal ini
disebabkan karena kerapatan suatu medium. Jika cahaya datang dari medium rapat ke
kurang rapat maka cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal (garis 2700) dan jika
sebaliknya maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Arah pembiasan cahaya
dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optic
kurang rapat ke medium optic lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke
dalam air.
2. Menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat dari medium optic lebih
rapat ke medium optic kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke
udara.
Syarat-syarat terjadinya pembiasan:
Cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.
Cahaya dating tidak tegak lurus terhadap bidang batas (sudut dating lebih kecil dari 90°
Apabila seberkas cahaya monokromatik yang bergerak dalam ruang hampa
membentuk sudut datang ɸ dan sudut bias ɸa ketika menembus medium a, maka konstanta
yang dimaksud dalam hukum Snell disebut indeks bias zat a (na)
𝑆𝑖𝑛 ɸ
= 𝑛𝑎
𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑎
Indeks bias yang didapatkan memalui perbandingan sudut datang dari ruang hampa
terhadap sudut bias pada suatu medium disebut dengan indeks bias absolute medium
tersebut. Sedangkan pada kehidupan sehari-hari cahaya pada umumnya tidak terbias dari
ruang hampa. Melalui hukum Snell indeks bias relative yang berlaku pada peristiwa
pembiasan dari satu medium ke medium yang lain dapat ditinjau sebagai berikut.
Misalkan sinar membias dari medium a ke medium b, maka indeks bias absolute
masing-masing medium adalah:
𝑆𝑖𝑛 ɸ 𝑆𝑖𝑛 ɸ
= 𝑛𝑎 𝑑𝑎𝑛 = 𝑛𝑏
𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑎 𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑏

Dengan membagi kedua persamaan tersebut didapatkan persamaan baru yaitu:


𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑎 𝑛𝑏
=
𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑏 𝑛𝑎

Ketika sinar membias dari medium a ke medium b, indeks bias yang berlaku adalah
𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑎
𝑛𝑎𝑏 =
𝑆𝑖𝑛 ɸ𝑏
𝑛𝑏
𝑛𝑎𝑏 =
𝑛𝑎
B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah :
1. Akrilik Secukupnya
2. Lem akrilik Secukupnya
3. Busur 1 buah
4. Air Secukupnya
5. Lilin 1 Buah
6. Korek Api 1 Kotak

C. Variable
Variable yang digunakan terdiri dari:
1. Variable terukur : Sudut datang dan sudut pantul yang diukur dengan busur
derajat. Sudut datang yang diamati dapat diubah-ubah. Sehingga menghasikan grafik
yang dapat dianalisis.
2. Variable terhitung : Indeks bias setiap medium, medium yang di gunakan memiliki
kerapatan yang berbeda. Jenis medium dapat diubah-ubah misalnya udara dengan air,
minyak goreng dengan air, minyak goreng dan gliserin.
D. Desain alat

Inovasi Perbedaan alat

No Asper Perbedaan Alat Lama Alat Baru

1 Variable yang diukur Variable yang diukur terbatas Variable yang diukur lebih
banyak

2 Medium Hanya mengukur pada Medium dapat dirubah-rubah,


medium udara dan air baik itu udara-air, udara-
minyak, minyak-air, dll

3 Presisi pegukuran Pengukuran kurang presisi Pengukuran lebih presisi


khususnya pada pengukuran khususnya pada pengukuran
sudut sinar dalam medium sudut sinar dalam medium
udara udara dengan menambahkan
ruang asap.

4 Desain alat Desain alat kurang fleksibel Desain alat lebih fleksibel dan
dan kurang efektif efektif