Anda di halaman 1dari 6

SUMAHER OMPUSUNGGU

21100114140099

Soal:
Deskripsi sifat megaskopis mineral penyusun batuan metamorf dari berbagai fasies
metamorfisme beserta gambarnya!

Jawaban:

1. Fasies Metamorfisme Kontak


a.) Fasies Hornfels Albit-Epidot
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: albit
(plagioklas) dan epidot.
Ciri-ciri megaskopis mineral
Plagioklas (albit): warna putih atau abu-abu, kekerasan 6-6.5 skala Mohs,
cerat: warna putih, bersifat translusent sampai transparan, densitas 2.6 to 2.8
g/cm3 dan kilap kaca.

Gambar 1. Mineral Albit (Plagioklas)


Epidot: Warna hijau kekuningan atau kecoklatan, kilap Vitreous, system
Kristal monoclinic, belahan baik pada satu arah, pecahan uneven to conchoidal
dan kekerasan 1 skala Mohs, cerat putih hingga abu-abu, spesifik gravity
sekitar 3.3-3., mineral asosiasi berupa calcite, biotite, hornblende.
SUMAHER OMPUSUNGGU
21100114140099

Gambar 2. Mineral Epidot


b.) Fasies Hornfels Hornblende
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: mineral
diopsid, kordierit, hornblende, antofilit, gedrit, dan cumingtonit
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Kordierit: berwarna biru-violet, colorless, abu-abu atau kuning, kekerasan: 7-
7,5 SM, cerat: colorless, kilap kaca, densitas 2,5-,2,8 g/cm3 dan transparansi:
translucent.

Gambar 3. Mineral Kordierit


Diopsid: berwarna abu-abu keputihan, hijau ,coklat sampai hitam, kekerasan
5,5- 6,5 SM, densitas 3,2-3,5 g/cm3 , cerat: putih sampai hijau terang,
transparansi: opaq dan kilap kaca.
SUMAHER OMPUSUNGGU
21100114140099

Gambar 4. Mineral Diopsid


c.) Fasies Hornfels Piroksen
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: orthopiroksen.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Orthopiroksen: berwarna hijau gelap, kekerasan 5-6,5 SM, kilap kaca, cerat:
putih, transparansi: translucent-opaq. Orthopiroksen dibedakan berdasarkan
system kristalnya yaitu orthorombik.

Gambar 5. Mineral Piroksen


SUMAHER OMPUSUNGGU
21100114140099

d.) Fasies Sanadinit


Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: sanidin.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Sanidin: berwarna colorless sampai putih, kekerasan 6 SM, cerat: putih, kilap
kaca, densitas 2, 52 g/cm3 dan transparansi: translucent.

Gambar 6. Mineral Sanidine

2. Fasies Metamorfisme Regional


a) Fasies Prehnite–Pumpellyite
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: phrenit.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Phrenit: berwarna putih, hijau abu-abu atau kuning, kekrerasan 6-6,5 SM,
cerat putih, transparansi: transparent-translucent, berat jenis 2,8-3 g/cm3 dan
kilap kaca
SUMAHER OMPUSUNGGU
21100114140099

Gambar 7. Mineral Phrenit


b) Fasies Greenschist (Sekis Hijau)
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: klorit dan
epidot.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Sekis Hijau: berwarna hijau, kekerasan 2-3 SM, cerat hijau sampai abu-abu,
kilap kaca dan densitas 2,6-3,4 g/cm3

Gambar 8. Sekis Hijau

c) Fasies Blueschist (Sekis Biru)


Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral utama berupa: glaukovan.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Sekis Biru: berwarna biru sampai abu-abu, kekerasan 6-6,5 SM, cerat abu-abu
biru, kilap kaca, pechan brittle-conchoidal dan densitas 3-3,15 g/cm3
SUMAHER OMPUSUNGGU
21100114140099

Gambar 9. Sekis Biru


d) Fasies Amfibolit
Pada fasies ini dicirikan oleh kehadiran mineral berupa garnet.
Ciri-ciri megaskopis mineral:
Garnet: berwarna merah, coklat, hijau, kuning dan colorless, kekerasan 6,5-8
SM, cerat colorless, transparansi: transparan-opaq dan densitas 3,5-4,3 g/cm3

Gambar 10. Mineral Garnet