Anda di halaman 1dari 5

Nama : Muhammad Fajar Maulana

Nim : 20184040062

Part 1

1. Dasar apakah dalam ilmu Farmakoekonomi yang sering digunakan dalam system
pelayanan kesehatan?
2. Apakah yang membedakan antara studi Farmakoekonomi dan Uji Klinik?
3. Seperti apakah aplikasi Farmakoekonomi pada asuransi kesehatan?

Jawaban:

1. Dasarnya adalah ilmu kesehatan dan ekonomi. Semakin meningkatnya biaya


pelayanan kesehatan, sehingga perlu adanya kajian-kajian mengenai peningkatan
efisiensi dan efektivitas biaya pelayanan kesehatan. Maka ilmu Farmakoekonomi
memiliki peran penting dalam mendeskripsikan dan menganalisis biaya terapi pada
suatu system pelayanan kesehatan. Khoiriyah, S. D., dan Lestari, K. 2018. Kajian
Farmakoekonomi yang Mendasari Pemilihan Pengobatan di Indonesia. Review
Artikel.16(3): 134-145.). (http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/17435)
2. Yang membedakan adalah informasi yang didapat dalam pelayanan kesehatan.
Farmakoekonomi Uji Klinik
Analisis Farmakoekonomi memungkinkan apoteker Uji klinik digunakan seorang
untuk membuat keputusan penting tentang peneliti yang meliputi tes
formularium, manajemen penyakit, dan penilaian diagnostic, perawatan bedah,
pengobatan. obat-obatan atau jenis baru
(Makhinova ,T., Rascati, K. 2013. pengobatan pasien (penemuan
Pharmacoeconomics Education in US Colleges and obat baru). Untuk
Schools of Pharmacy.77(7):1-5) mengevaluasi dan
(http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/17435 memberikan informasi
) apakah perawatan baru
Ilmu Farmakoekonomi merupakan proses meningkatkan kesehatan
mengidentifikasi, ,mengukur, dan membandingkan pasien, ada atau tidak efek
biaya dan konsekuensi atau resiko dari program, samping yang terjadi dll.
layanan, atau terapi obat dengan system perawatan (Medical & Clinical Research
kesehatan dan masyarakat sehingga didapatkan Studies)
informasi mengenai terapi mana yang (http://www.medicare.gov/what
menghasilkan kesehatan terbaik yaitu pengobatan -medicare-covers/what-part-b-
yang paling efektif (effectiveness), efisien covers/should-i-join-a-clinical-
(minimization), bermanfaat (benefit) dan research-study)
memiliki utilitas.
3. Aplikasi Frmakoekonomi dalam asuransi kesehatan ini hal yang paling penting. Seperti
kita ketahui System pembayaran Asuransi Kesehatan atau JKN yang menggunakan
prinsip Case Base Group (berdasarkan grup penyakit) maka fasilitas kesehatan (farmasi)
dituntut untuk terus menerus memantau efisiensi dalam pelayanan terutama dalam hal
pemilihan obat-obatan, mana yang paling cost effective, bukan hanya yang paling murah.
Sehingga aplikasi ilmu Farmakoekonomi sangat dibutuhkan untuk menentukan
kebijakan obat dalam pelayanan asuransi kesehatan. Sistem Frmakoekonomi ini
diterapkan sebagai regulator dan pelaksananya adalah perusahaan asuransi (BPJS). Hal
ini tentunya akan bermanfaat juga bagi perusahaan asuransi dalam menentukan obat-
obat mana yang perlu dilist untuk dimasukkan dalam daftar obat yang akan mereka
tanggung.
(Farmakoekonomi dan kesiapan menyambut JKN 2014, Universitas Indonesia)
(http://www.ui.ac.id/berita/farmakoekonomi-dan-kesiapan-menyambut-program-
jaminan-kesehatan-nasional-2014)
international journal.
Part 2 Review Journal
Latar Belakang
Lupus Nefritis (LN) adalah penyakit ginjal serius dan mahal perawatannya. Tujuan dari
penelitian ini untuk melihat keefektifan dari mycophenolat mofelat (MMF) dan azathioprine
(AZA) sebagai terapi perawatan bagi pasien Lupus Nefritis (LN) kelas III dan IV di amerika
(US). Terapi pemeliharaan LN yang disarakan oleh The American College of Rheumatology
adalah AZA atau MMF. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biaya hidup dari prespektif
masyarakat (Sosial) untuk mengevaluasi ke efektifan terapi pemeliharaan selama 3 tahun (MMF
vs AZA).
Metode
Metode Markov digunakan untuk memperkirakan QALY dan biaya yang berhubungan
dengan terapi pemeliharaan MMF vs AZA. Usia pasien yang digunakan berkisar antara 20-40
tahun. Costs of healthcare products dan pelayanan dilakukan berdasarkan prespektif masyarakat
(social prespective). Biaya yang terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung selama
penggunaan MMF atau AZA dan biaya tambahan (seumur hidup).

Hasil
ICER untuk MMF disbanding AZA adalah $2.630.592/QALY pada 3 tahun (3 years
model). Akan tetapi, selama hidup pasien (lifetime model), ICER MMF dibandingkan AZA
adalah $6.454/QALY. Kesimpulannya dalam jangka pendek, perawatan terapi AZA memberikan
nilai yang lebih besar daripada MMF. Akan tetapi, dari sudut pandang seumur hidup, MMF
sangat efektif dibandingkan AZA.