Anda di halaman 1dari 16

Manual Book

Sistem Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) | BNSP.GO.ID


User Role LSP(PENGAJUAN BLANGKO SERTIFIKAT)

Badan Nasional Sertifikasi Profesi


Jl. MT Haryono Kav. 52 Jakarta Selatan, Indonesia
A. LOGIN SISTEM
1. Buka browser anda, pada adress bar ketikkan bnsp.go.id/kadmin

2. Akan muncul tampilan untuk login user

3. Masukkan usename dan password, selanjutnya klik button login

4. Jika berhasil maka akan muncul tampilan halaman dashboard LSP


B. PENGAJUAN BLANKO SERTIFIKAT
1. Untuk pengajuan blanko, klik MENU LSP lalu pilih Pengajuan Blanko Asesmen

2. Selanjutnya akan muncul tampilan button input permohonan blanko asesmen,


langsung klik
3. Muncul tampilan formulir permohonan blanko asesmen

Keterangan:
a. Form Surat Permohonan
Inputkan nomor Form Surat Permohonan LSP, selanjutnya upload dokumen
surat permohonan dalam format PDF dengan maksimal upload file 2 MB
b. Inputkan Berita Acara serah terima Uji Kompetensi, isi pada bagian tanggal
dan upload file dokumen berita acara uji kompetensi dalam format PDF
dengan maksimal ukuran file 5 MB (bias uploa file lebih dari 1 file)
c. Form Daftar asesi diupload dengan file excel (.xlsx), yang dapat diunduh
dalam website bnsp pada menu download atau di
https://bnsp.go.id/download/?hal=download
d. Cara pengisian data asesi dapat melihat contoh pengisian data asesi yang
dapat didownload pada menu download atau klik link
https://bnsp.go.id/download/?hal=download
e. Sebelum pengisian data asesi LSP dapat mengunduh daftar ID/ Kode yang
digunakan untuk input data, dapat diunduh di menu download website BNSP
atau klik link https://bnsp.go.id/download/?hal=download
f. Keterangan pengisian data asesi:

1 NOMOR URUT
diisi sesuai dengan jumlah asesi yang mengikuti asesmen, baik yang kompeten (K)
maupun yang belum kompeten (BK)

2 NAMA ASESI
diisi sesuai dengan nama lengkap asesi

3 NIK
diisi sesuai nomor induk kependudukan yang ada pada kartu keluarga (KK) atau
kartu tanda kependudukan (KTP)
NIK tidak bisa diganti dengan nomor identitas lainnya
NIK terdiri dari 16 digit. Kode penyusun NIK terdiri dari 2 digit awal
merupakan kode provinsi, 2 digit setelahnya merupakan kode kota/kabupaten,
2 digit sesudahnya kode kecamatan, 6 digit selanjutnya merupakan tanggal lahir
dalam format hhbbtt , lalu 4 digit terakhir merupakan nomor urut pemegang NIK

4 TEMPAT, TANGGAL LAHIR


Diisi sesuai dengan tempat tanggal lahir yang bersangkutan dengan format penulisan
tempat, dd/mm/yyyy, contoh: Yogyakarta
tanggal lahir 21/07/1994

5 JENIS KELAMIN
diisi dengan hurup besar L untuk laki-laki dan, P untuk perempuan

6 TEMPAT TINGGAL
diisi sesuai dengan alamat yang ada pada kartu identitas asesi

7 KODE KAB/KOTA
diisi dengan kode kabupaten/kota sesuai dengan Peraturan Menteri dalam
Negeri nomor 137 Tahun 2017 (lihat file excel daftar kode kab/kota)

8 KODE PROVINSI
diisi dengan kode provinsi sesuai dengan dengan Peraturan Menteri dalam
Negeri nomor 137 Tahun 2017 (lihat file excel daftar kode provinsi)

9 TELP
diisi dengan nomor telpon atau nomor handphone asesi

10 EMAIL
diisi sesuai dengan alamat email asesi

11 KODE PENDIDIKAN
diisi dengan kode pendidikan terakhir yang sudah ditamatkan oleh asesi

12 KODE PEKERJAAN
diisi dengan kode jabatan yang diduduki oleh asesi, jika asesi masih berstatus
pelajar/mahasiswa/belum bekerja, diisi dengan pelajar, mahasiswa, belum
bekerja

13 KODE SKEMA
diisi dengan kode skema yang digunakan oleh LSP. Kode skema yang diisi harus
sama dengan kode skema yang diinput oleh LSP di akun LSP pada web bnsp

14 TANGGAL UJI
diisi sesuai dengan tanggal dimulai pelaksanaan uji kompetensi, format penulisan
hh/bb/tttt
contoh: 21/07/2018

15 KODE TUK
diisi sesuai dengan kode TUK yang digunakan sebagai tempat uji

16 KODE ASESOR
diisi sesuai dengan nomor registrasi asesor yang melaksanakan asesmen
contoh: Reg. MET.000.005922.2015

17 KODE SUMBER ANGGARAN


diisi sesuai dengan kode sumber anggaran
1 sumber anggaran dari APBN
2 sumber anggaran dari APBD
3 usumber anggaran biaya dari perusahaan
4 sumber anggaran biaya mandiri

18 KODE KEMENTERIAN/ INSTANSI/ DINAS


diisi dengan nama instansi yang memberikan anggaran
diisi jika sumber anggaran berasal dari APBN dan APBD
jika sumber anggaran berasal dari perusahaan atau mandiri, kode 100

19 K/BK
diisi K untuk kompeten dan BK untuk belum kompeten
4. Jika semua file sudah terupload, klik button simpan. Selanjutnya pada dashboard
muncul tabel daftar pengajuan blanko asesmen.

keterangan:
a. Tanggal
Menampilkan tanggal pengajuan blanko asesmen
b. Nomor permohonan
Menampilkan nomor permohonan pengajuan
c. Nama LSP
Menampilkan nama lsp yang mengajukan permohonan
d. Dok. Permohonan
Menampilkan daftar dokumen pengajuan (bisa diedit dan update apabila
status dokumen revisi)
e. Status
Menampilkan status pengajuan blanko (on progress, revisi, diterima)
f. Tanggal pengiriman
Menampilkan waktu tanggal pengiriman dokumen dari BNSP ke LSP
g. Tanggal Terima
Menampilkan dan update tanggal penerimaan dokumen oleh LSP
h. Hapus
Berfungsi untuk menghapus data form permohonan pengajuan blanko
asesmen
i. Edit
Berfungsi untuk mengedit data formulir permohonan pengajuan blanko
C. STATUS PENGAJUAN BLANKO SERTIFIKAT
Apabila terjadi perubahan status pada pengajuan blanko, lsp akan menerima email
notifikasi (dapat dicek pada spam/ inbox) email. Selain notifikasi email, LSP juga
dapat memantau status pengajuan blanko melalui dashboard aplikasi.
1. Status Pengajuan Revisi
a. Jika pengajuan revisi, notifikasi akan mausk melalui email, seperti pada
gambar berikut:

b. Apabila mendapat pemberitahuan revisi, maka LSP dapat melakukan revisi


pada dokumen yang perlu direvisi. Buka dashboard LSP, selanjutnya pilih
menu pengiriman blanko sertifikat

c. Klik pada bagian dokumen

d. Akan tampil dokumen yang revisi dan sudah tervalidasi


e. Untuk mengubah dokumen yang revisi klik button edit pada kanan status

f. Maka akan muncul form untuk upload dokumen hasil revisi. inputkan data
lalu klik button simpan

g. Status dokumen akan berubah menjadi update revisi


h. Lakukan hal yang sama, untuk dokumen revisi lainnya.

i. Jika sudah, maka pada dashboard verivicator status juga akan berubah
menjadi update revisi.
2. Status Pengajuan Ditolak
Pengajuan ditolak apabila dari approval BNSP menolak pengajuan blanko,
apabila pengajuan ditolak maka pada dashboard LSP akan muncul tampilan
status pengajuan ditolak.

Jika ditolak, maka LSP harus mengulangi lagi dengan cara mengajukan lagi
permohonan blanko dari awal.
3. Status Pengajuan Diterima
a. LSP dapat memantau perkembangan status pengajuan blanko melalui
dasboard masing-masing, dari proses review dan hasil revisi atau diterima

b. Jika permohonan pengajuan diterima maka akan muncul tampilan bahwa


pengajuan diterima pada dashboard LSP
D. PENERIMAAN BLANKO SERTIFIKAT
Penerimaan blanko sertiifikat wajib diupadate pada sistem apabila blanko sudah
sampai ke LSP, sehingga BNSP dapat menerima notifikasi apabila blanko sudah
sampai di LSP. Cara update pada sistem adalah sebagai berikut:
1. Buka website bnsp, login ke dashboard LSP lalu pilih menu LSP klik menu
penerimaan blanko sertikasi

2. Selanjutnya akan muncul tabel penerimaan blanko sertifikasi


3. Klik pada menu status, akan muncul pop untuk perubahan status penerimaan

4. Ubah status dan jangan lupa submit tanggal penerimaan, selanjutnya klik button
proses
5. Status akan berubah menjadi diterima

6. Upload Scan BA
Proses selanjutnya adalah upload BA yang sudah di ttd LSP
Klik button upload BA
7. Pilih file BA

8. Jika berhasil, pada table upload BA akan muncul tanda dokumen sudah diupload