Anda di halaman 1dari 2

RUMAH SAKIT UMUM

TEUNGKU PEUKAN PERAWATAN BAYI DENGAN IBU HBsAg POSITIF


No. Dokumen No. Revisi Halaman
/NICU/09/2018 00 1/1

Ditetapkan:
DIREKTUR RSU TEUNGKU PEUKAN
KAB. ACEH BARAT DAYA
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit:
OPERASIONAL 10 September 2018
dr. ADI ARULAN MUNDA
Pembina/NIP. 19750808 200804 1 001
Prosedur perawatan yang diberikan pada semua bayi yang
PENGERTIAN
lahir dari ibu HBsAg positif

1. Untuk mencegah penularan ke klien dan petugas


2. Untuk menetapkan tindakan
TUJUAN 3. Mengetahui masalah yang timbul pada bayi oleh karena
ibu menderita penyakit hepatitis akut atau tes serologis
HbsAg positif

Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Teungku


Peukan Nomor : 445/ /SK/2017 Tentang Standar
KEBIJAKAN
Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Teungku
Peukan.
PROSEDUR I. PERSIAPAN PROSEDUR
1. APD lengkap
2. Hasil pemeriksaan laboratorium ibu bayi
3. Alkohol Swab
4. Vaksin Hepatitis B rekombinan 0,5 mL
5. Vaksin Hepatitis B Immune Globulin (Human)

II. PERSIAPAN KLIEN


Menjelaskan pada orang tua bayi tentang tindakan
yang akan dilakukan yaitu vaksinasi hepatitis B (lihat
SPO informed consent).
III. PELAKSANAAN.
1. Bayi di rawat di tempatkan di ruang isolasi.
2. Cuci tangan
3. Memakai APD lengkap
4. Berikan dosis awal Vaksin Hepatitis B rekombinan
0,5 ml segera setelah lahir, efektif diberikan dalam
12 jam sesudah lahir disusul dosis ke-2, dan ke-3
sesuai dengan jadwal imunisasi hepatitis.
5. Petugas memberikan Imunoglobulin Hepatitis B
potensial ≥ 220 IU (0,5 ml) IM disuntikan pada
paha sisi yang lainya, dalam waktu 24 jam setelah
lahir (sebaiknya 12 jam sesudah bayi lahir)
6. Edukasi ibu untuk tetap menyusui apabila vaksin
diatas sudah diberikan (Rekomendasi CDC), tapi
apabila ada luka pada puting susu dan ibu
RUMAH SAKIT UMUM
TEUNGKU PEUKAN PERAWATAN BAYI DENGAN IBU HBsAg POSITIF
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/NICU/09/2018 00 1/1

mengalami Hepatitis Akut, sebaiknya tidak


diberikan ASI.
7. Jika bayi sehat maka dapat dilakukan rawat
gabung bersama ibu.
8. Jika bayi memerlukan observasi intensif di ruang
NICU dengan kondisi klinis yang dianjurkan DPJP,
maka bayi ditempatkan di ruang rawat isolasi
penyakit infeksius NICU.
9. Discharge planning dilakukan secara intensive
dengan melibatkan MPP

Catatan :
 Semua BHP yang berhubungan dengan pasien
ditempatkan secara terpisah dari sampah infeksius
lainnya dan diberi label “Terinfeksi Hepatitis B”.
 Peralatan medis yang dipakai saat melakukan
perawatan di sterilkan sesuai SPO sterilisasi alat yang
terkontaminasi penyakit infeksius.

1. DPJP
UNIT TERKAIT
2. Perawat NICU