Anda di halaman 1dari 50

KERUSAKAN,

KELAINAN DAN
PENYAKIT JARINGAN
KERAS GIGI,
HISTOPATOLOGI DAN
TANDA-TANDA KLINIS
EMAIL (ENAMEL) ?
 Terbentuk oleh : ameloblasts,
Sedikit perluasan kearah
dentinoenamel junction : Tomes
processes.
 Sel embrionik : ectoderm
 Jaringan aseluler yang
termineralisasi dan melingkupi
mahkota anatomis gigi
 Ketebalan bervariasi pada area
yang berbeda
EMAIL (ENAMEL) ?
 Bersifat getas : tahan
terhadap wear
 Membran semipermeable

 Warna :
 kekuningan : lebih
translusen, lebih homogen,
terkalsifikasi lebih baik
 Ke abu-abuan : lebih opak,
kurang homogen, kurang
terkalsifikasi
KOMPOSISI
 Highly mineralized crystalline structure 95-98%
 Komponen inorganik (by weight)
 hydroxyapatite (HA), present 90-92% by volume .
 Kalsium karbonat
 Magnesium karbonat
 Strontium
 Komponen organik
 Enamel – sulfihydil groups
 Keratin
 Protein (serin, glutamic acid, glycine
 Acid mucopolysaccharides
 Air
Jaringan Kandunga Kandunga
n n
komponen komponen
inorganik organik
(%) (%)
Email 96 4
Dentin 70 30
Sementum 45-50 50-55
STRUKTUR EMAIL
 Striae of Retzius – in longitudinal sections they are a series of
dark lines extending from the DEJ toward the tooth surface
 forms becuase of a weekly rhythm of enamel production
resulting in structural alterations of the rods
 OR could be due to appositional deposition of successive
layers of enamel
 Cross striations – forms at 4µm intervals across the rods
 rhythmicity??
 Bands of Hunter and Schreger – optical phenomenon
produced by the changing orientations of adjacent groups of rod
 Gnarled enamel
 Enamel tufts and lamellae – no clinical significance
 like geological faults
 project from the DEJ for a short distance into the enamel
 branched and contain greater concentrations of enamel that
the rest of the enamel
 abrupt changes in the directions of the rods arising from the
DEJ
CROSS STRIATION
 Pita periodik sepanjang enamel rod
 Enamel rod : seperti tangga dengan cross striation
sepanjang tangga
 Deposisi email : 4µm/hari
STRIAE OF RETZIUS

 Merupakan pertumbuhan yang bersifat


inkremental
 Nampak seperti cincin yang tumbuh secara
konsentrik, seperti pada pohon yang tertanam
didalam tanah n longitudinal ground section they
appear as dark
 Pada potongan longitudinal dasar email, nampak
seperti pita berwarna gelap (menunjukkan
adanya formasi enamel yang dinamis)
 Pada tepi insisal dan tip tonjol, muncul dari DEJ
keatas dan keluar sepanjang tip tonjol dan
kembali kearah DEJ ; tidak mencapai lapisan
luar email.
14
HUNTER SCRAEGER-BANDS
 Pita gelap (Diazones) menerap cahayaabsorb the
light
 Pita terang (Parazones) memantulkan cahaya
16
(A) GNARLED ENAMEL
(B) ENAMEL SPINDLES

17
ROD AND INTERROD ENAMEL
 The Tomes’process organizes enamel
crystallites into rod enamel(prism = about
100 crystallites) and interrod enamel.
 Enamel crystallites that elongate near the
tip of the Tomes’process form the rod enamel.
 Crystallites that lengthen near the
intercellular junctions form the interrod
enamel.
 The rod enamel and interrod enamel differ in
the orientation of their crystallites
Tome’s
processus
Rod
Tome’s enamel
processus
Tome’s Inter rod
processus enamel
Tome’s
processus
ENAMEL RODS
 5-12 juta / gigi, pendek di
daerah servik, pit dan fisur
 Diameter : rata-rata 4µm

 Inklinasi : lebih miring pada


daerah dekat tonjol dan
hampir vertikal pada daerah
dekat servik
 Arah : dari DEJ kearah
permukaan gigi
 Bentuk : hexagonal
2O-40MM THICK, SEEN NEAR THE
DEJ

23
SURFACE STRUCTURES
PERIKYMATA
 They are transverse, wavelike grooves, believed
to be the external manifestations of the striae of
retzius.

 They are continuous around a tooth & usually lie


parallel to each other & to the cementoenamel
junction.

 Theircourse is usually fairly regular, but in25the


cervical region it may be quite irregular.
IMPLIKASI KLINIS
 Kerusakan karena karies
 smooth surface caries : chalky, white
spot pada saat gigi dikeringkan
 karies pit dan fissure :
menunjukkan adanya keterlibatan
dentin awal, berbentuk konus
dengan apeks pada permukaan
berlanjut kearah DEJ sehingga
menyebabkan kavitas di bawah
email
IMPLIKASI KLINIS
 Kerusakan bukan karena karies
 Gangguan pertumbuhan :
 Amelogenesis imperfekta

 Hipoplasi email

 Enamel pearl

 Kerusakan yang bersifat regresif :


 Atrisi

 Abrasi

 Erosi

 Abfraksi

 Fraktur
 Diskolorasi
AMELOGENESIS IMPERFECTA
 Kerusakan bersifat herediter, terdiri dari 3 tipe :
1. Tipe hipoplastik
2. Tipe hipomineralisasi
3. Tipe hipomaturasi
 Penampakan klinis :
 Warna berubah mulai dari kekuningan hingga coklat gelap
 Menyebabkan perubahan pada seluruh gigi
 Open contacts
 Abrasi pada permukaan oklusal/insisal
 Smooth atau mungkin nampak adanya vertical groove
 Konsistensi : keju (cheesy) atau mungkin keras
hypoplastic (a, b, c, d),
• dysmineralised (e : enamel soft, rough ; f : Rod
distropy)
• hypomature (g, h : enamel of normal thickness and
hardness but with a white-ish surface. They may be
HIPOPLASI EMAIL
 Kerusakan pada pembentukan matriks organik dari email
 Terdiri dari 2 tipe : herediter dan lingkungan

 Penyebab : sistemik / lokal


 Defisiensi vit A, D, C
 Endochrinopathies
 Intioksikasi kimiawi
 Syphilis congenital (mulberry molars dan bentuk insisivus
seperti screw driver)
 Hipokalsemia
 Birth injury, pre – amturity
 Inkompatibilitas Rh ( grayish brown stain)
 Febrile diseases ( Chronological hypoplasia)
ENAMEL PEARL
 Disebut juga Enameloma atatu enamel drop
 Suatu massa kecil pada email, terletak pada sebelah apikal
CEJ
 Biasa terjadi pada bifurkasi molar

 Perawatan : periodontal treatment


ATRISI
 Karena : physiologic wearing
 Insidensi :

 Laki-laki > perempuan


 Banyak dijumpai pada usia tua
 Gigi permanen > desidui
 Perawatan :

 Koreksi abnormalitas pertumbuhan


 Koreksi parafunctional chewing habit
 Proteksi gigi menggunakan crown keramik /
metal pada daerah yang mengalami
kerusakan
ABRASI
 Karena : PROSES MEKANIS
 Penyebab :

 Penyikatan gigi yang salah


 Kebiasaan
 Pekerjaan
 Dental flossing yang tidak tepat
 Perawatan :

 Edukasi penyikatan gigi


 Restorasi
EROSI
 Hilangnya struktur gigi karena adanya
intervensi chemo-mechanical
 Penampakan klinis

 Kebanyakan pada permukaan fasial saja


 Dangkal, luas, halus, highly polished, scooped
out depression
 Tipe :

 Dish / saucer shaped


 Wedge / V shape
 Irregular
 Penyebab Ekstrinsik
 Diet
 Kandungan sitrat pada saliva
 Asidosis lokal pada jaringan periodontal
 Lingkungan : asam
 Pekerjaan : industri bahan cat, baterao
 Obat : vit. C, mouth washes
 Dental flossing yang tidak tepat
 Penyebab Intrinsik
 Gastric reflux
 Peningkatan tekanan gastric
 Peningkatan volume gastric
 Mual
Perawatan

 Treatment of etiology – GERD


MEDICAL THERAPY
 Salivary hipofunction : chewing gum
bebas gula atau yang mengandung
mint
 Sjorgens Syndrime / pasca terapi
radiasi daerah leher dan kepala :
penggunaan pilokarpin secara oral
ABFRAKSI
 Tekanan fleksural yang diterima gigi
pada pembebanan lateral yang berat
sehingga menyebabkan displacement atau
patahnya email rods pada CEJ
 Nampak lesi berbentuk wedge pada
premolar bawah
 Menyebabkan terjadinya fraktur mikro
pada daerah email yang paling tipis, yang
memungkinkan terjadinya hilangnya
email pada saat sikat gigi
 Hilangnya email menyebabkan
FRAKTUR

Trauma
Karies
gigi : email
menjadi fraktur karena
pembebanan oklusal
DISKOLORASI
FAKTOR EKSTRINSIK FAKTOR INTRINSIK

 STAIN TOBACCO /  Karies


THE  Fluorosis
 OH buruk  Tetrasiklin / obat lain
 Warna pada makanan  Perubahan usia
 Pendarahan gingival  Gigi non vital
 Restorasi  Resorpsi internal
 Bakteri kromogenik  Kelainan herediter
 Perawatan :
 Menghindari makanan dan minuman
yang menyebabkan pewarnaan
 Perbaikan cara sikat gigi dan flossing
 Pembersihan pada profesional :
ultrasonic cleaning, rotary polishing
dengan pasta profilaksis abrasif
 Microabrasi email rotary application
menggunakan asam hidroklorik lemah
dan partikel silikon karbid berupa
pasta
 Bleaching
PENUAAN DAN KONSIDERASI
KLINIK
 Atrisi
 Wear

 Penurunan VD dan pendataran kontur proksimal

 Perubahan warna

 Peningkatan permeabilitas

 Penurunan karies insidensi

 Komposisi permukaan : bertambahnya jumlah


fluorida dan nitrogen