Gerak Harmonik Bandul: Metode Runge Kutta
Gerak Harmonik Bandul: Metode Runge Kutta
Kelompok :4
JURUSAN FISIKA
2019
Kata Pengantar
Puji beserta syukur atas kehadiran Allah SWT. Berkat rahmat dan hidayah-
NYA, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah mata kuliah Fisika
Komputasi.
Kami sebagai penyusun mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari
berbagai pihak dalam penyalesaian makalah ini. Terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Fisika Komputasi yang telah membagikan ilmunya
mengenai materi kuliah dan tata cara pembuatan makalah yang benar. Keluarga yang
memberikan dukungan baik dalam bentuk motivasi maupun material. Teman – teman
yang telah memberikan saran dan masukan mengenai makalah kami.
Kami menyadari kalau makalah ini belum sempurna, dimana masih terdapat
beberapa kekurangan. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan kami dalam
menyusun makalah. Tetapi kami telah berusaha untuk menyusun makalah yang
mudah dipahami dengan menyusunnya secara sistematis.
Penyusun berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca baik
dalam ilmu pengetahuan maupun untuk kehidupan sehari-hari.
Penyusun
Kelompok
2
Daftar Isi
2
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 32
LAMPIRAN ............................................................................................................... 33
Lampiran 1. Flowchart ......................................................................................... 33
Lampiran 2. Pseudocode program ...................................................................... 33
2
Daftar Tabel
Tabel 1. Hasil iterasi program 1 dengan input h=0.1, tmaks=5, L=1 ......................... 18
Tabel 2. Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4 .............................. 20
Tabel 3. Program 3 dengan input h=0.01, t=2 dan L=1 .............................................. 29
2
Daftar Gambar
2
Daftar Lampiran
Lampiran 1. Flowchart
2
BAB I
PENDAHULUAN
Secara garis besar, ilmu fisika dapat dipelajari lewat 3 jalan, yaitu
pertama, dengan menggunakan konsep atau teori fisika yang akhirnya
melahirkan fisika teori. Kedua, dengan caraeksperimen yang menghasilkan
aliran fisika eksperimental, dan ketiga, fisika bisa dipela jari lewat
simulasi fenomena alam yang sangat mengandalkan komputer serta
algoritmanumerik. Salah satunya adalah pada fenomena bandul sederhana.
Getaran dapat didefinisikan sebagai gerak bolak balik suatu benda yang
terjadi secara periodic atau berkala dengan selang waktu tetap.prinsip getaran
banyak diterapkan pada alat alat yang berhubungan dengan gerak osilasi dan gaya
yang bekerja dengan gerak tersebut.Getaran harmonik sederhana merupakan
getaran yang terus menerus dimana gaya pemulih berbanding lurus dengan
negative simpangannya.
Persamaan getaran dinyatakan dalam persamaan differensial
biasa.karakteristik persamaannnya dapat diselesaikan menggunakan metode
analitik. Namun,pada bentuk kompleks persamaan differensial biasa tidak dapat
dengan mudah ditentukan penyelesaian analitiknya. Berdsarkan hal ini maka
dikembangkan berbagai metode numerik untuk meneyelesaikan persamaan
differensial biasa. Metode ini merupakan hampiran pasti dan memiliki galat.
Metode Runge-kutta orde 4 merupakan metode numeric yang sering
digunakan untuk menyelesaikan persamaan differensial. Ketelitian sosusi suatu
metote numeric bergantung pada ukuran langkah yang digunakan. Semakin kecil
ukuran langkah maka mengakibatkan hasulnya semakin akurat.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, maka dibutuhkan ukuran langkah yang
kecil, hal ini menyebabkan banyaknya perhitungan. Untuk mempermudah
2
perhitungan ini maka bisa dengan menggunakan program aplikasi seperti
MATLAB.
B. Identifikasi masalah
1. Proses perhitungan persamaan fisika secara analitik sulit dilakukan jika ingin
mendapatkan hasil yang sangat mendekati hasil sebenarnya dengan cara
manual.
C. Pembatasan masalah
D. Perumusan Masalah
2
4. Bagaimana cara pembuatan program bandul sederhana dengan matlab untuk
mencari posisi dan kecepatan bandul?
E. Tujuan Penulisan
F. Manfaat Penulisan
2
BAB II
Gaya Fx dalam arah sumbu x merupakan gaya pemulih, yaitu gaya yang
selalu menuju titik keseimbangan. Arah gay tersebut berlawanan arah dengan
simpangan. Dalam arah sumbu y, (Fy= mg cos𝜃 ) komponen gaya berat
diimabangi oleh tegangan tali T sehingga gaya dalam sumbu y bernilai nol.
∑𝐹 = 𝑚. 𝑎 , dalam arah x:
2
T2= 4 𝜋2/g× 𝐿 (1.1)
Bandul sederhana terdiri atas benda bermassa m yang diikat dengan seutas tali
ringan yang panjangnya 1 (massa tali diabaikan). Jika bandul berayun, tali akan
membentuk sudut sebesar teta terhadap arah vertical. Jika sudut teta terlalu
kecil, gerak bandul tersebut akan memenuhi persamaan gerak harmonic
sederhana seperti gerak massa pegas.
Dengan omega 𝜔 = √𝑔/𝐿 dan theta =besar sudut tali dari keadaan
setimbang.Kecepatan gerak diturunkan dari posisi, maka:
𝑑𝑥
𝑉𝑥 = = 𝑑/𝑑𝑡[𝐴 𝑠𝑖𝑛 (𝜔𝑡 + 𝜃0)]
𝑑𝑡
2
Penyelesaian PDB dengan metode deret Taylor juga tidak praktis karena
metode tersebut membutuhkan turunan perhitungan 𝑓(𝑥, 𝑦). Lagipula, tidak
semua fungsi mudah dihitung turunannya, terutama bagi fungsi yang bentuknya
rumit. Semakin tinggi orde metode deret Taylor, semakin tinggi turunan fungsi
yang harus dihitung. Karena pertimbangan ini, metode deret Taylor yang berorde
tinggi pun tidak dapat diterima dalam masalah praktek.
Metode Runge-Kutta merupakan alternatif lain dari metode deret Taylor
yang tidak membutuhkan perhitungan turunan. Metode ini berusaha mendapat
derajat ketelitian yang lebih tinggi, dan sekalius menghindarkan keperluan
mencari turunan yang lebih tinggi dengan jalan mengevaluasi fungsi 𝑓(𝑥, 𝑦) pada
titik terpilih dalam setiap selang langkah. Metode Runge-Kutta adalah metode
PDB yang paling populer karena banyak di pakai dalam praktek.
Metode Runge-Kutta merupakan salah satu dari satu perangkat metode yang
penting untuk menyelesaikan persamaan diferensial dengan syarat awal
𝑦 ′ = 𝑓(𝑥, 𝑦)
𝑦(𝑥0 ) diberikan
𝒚𝒓+𝟏 = 𝒚𝒓 + 𝒂𝟏 𝒌𝟏 + 𝒂𝟐 𝒌𝟐 + … + 𝒂𝒏 𝒌𝒏 (1.5)
2
𝑘1 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 , 𝑦𝑟 )
𝑘2 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 + 𝑝1 ℎ, 𝑦𝑟 + 𝑞11 𝑘1 )
2
Kedua metode tersebut terkenal karena tingkat ketelitian solusinya tinggi
(dibandingkan metode Runge-Kutta orde sebelumnya, mudah diprogram,
dan stabil)
Metode Runge-Kutta orde tiga berbentuk
2
BAB III
2
0.900000 -0.165133 -0.176370
1.000000 -0.174496 -0.009418
1.100000 -0.166984 0.158434
1.200000 -0.143317 0.311089
1.300000 -0.105770 0.433803
1.400000 -0.057964 0.514585
1.500000 -0.004530 0.545445
1.600000 0.049344 0.523307
1.700000 0.098425 0.450381
1.800000 0.137956 0.333892
1.900000 0.164121 0.185249
2.000000 0.174406 0.018832
2.100000 0.167825 -0.149386
2.200000 0.145008 -0.303277
2.300000 0.108148 -0.427985
2.400000 0.060799 -0.511333
2.500000 0.007547 -0.545083
2.600000 -0.046438 -0.525871
2.700000 -0.095911 -0.455615
2.800000 -0.136078 -0.341279
2.900000 -0.163061 -0.194070
3.000000 -0.174265 -0.028239
3.100000 -0.168616 0.140295
3.200000 -0.146656 0.295376
3.300000 -0.110493 0.422040
3.400000 -0.063616 0.507929
3.500000 -0.010562 0.544557
3.600000 0.043518 0.528276
3.700000 0.093369 0.460711
3.800000 0.134161 0.348564
3.900000 0.161952 0.202833
4.000000 0.174072 0.037636
4.100000 0.169356 -0.131165
4.200000 0.148259 -0.287388
4.300000 0.112805 -0.415971
4.400000 0.066413 -0.504373
4.500000 0.013573 -0.543868
4.600000 -0.040585 -0.530522
4.700000 -0.090800 -0.465669
2
4.800000 -0.132203 -0.355743
4.900000 -0.160795 -0.211534
5.000000 -0.173826 -0.047020
Gambar 3. Grafik Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4
Input awal h=0.1, tmaks=5, L=4
2
1.200000 -0.052261 -0.260292
1.300000 -0.077545 -0.244370
1.400000 -0.100936 -0.222491
1.500000 -0.121863 -0.195200
1.600000 -0.139818 -0.163171
1.700000 -0.154365 -0.127191
1.800000 -0.165153 -0.088138
1.900000 -0.171922 -0.046959
2.000000 -0.174507 -0.004649
2.100000 -0.172848 0.037774
2.200000 -0.166983 0.079286
2.300000 -0.157054 0.118887
2.400000 -0.143301 0.155616
2.500000 -0.126057 0.188579
2.600000 -0.105738 0.216967
2.700000 -0.082840 0.240080
2.800000 -0.057918 0.257343
2.900000 -0.031581 0.268325
3.000000 -0.004472 0.272750
3.100000 0.022747 0.270507
3.200000 0.049409 0.261652
3.300000 0.074864 0.246408
3.400000 0.098490 0.225156
3.500000 0.119712 0.198426
3.600000 0.138014 0.166878
3.700000 0.152952 0.131289
3.800000 0.164166 0.092527
3.900000 0.171383 0.051532
4.000000 0.174431 0.009296
4.100000 0.173235 -0.033164
4.200000 0.167825 -0.074825
4.300000 0.158330 -0.114682
4.400000 0.144981 -0.151770
4.500000 0.128099 -0.185185
4.600000 0.108093 -0.214110
4.700000 0.085451 -0.237829
4.800000 0.060721 -0.255755
4.900000 0.034508 -0.267440
0.007451 -0.272590
2
Tabel 2. Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4
-------------------------------------
x y z
-------------------------------------
2
0.070000 0.170380 -0.118186
2
0.310000 0.098907 -0.449419
2
0.550000 -0.025701 -0.539718
2
0.790000 -0.136488 -0.339835
2
1.030000 -0.174021 0.041722
2
1.270000 -0.118270 0.401058
2
1.510000 0.000989 0.545672
2
1.750000 0.119716 0.396843
2
1.990000 0.174161 0.035572
2. Analitik
Program 1
t=0 ,L=1 dan g=9.8 𝜃=0.17 , A= -g/L(sin 𝜃 )= - 9.8 / 1 (sin 0.17)= -1.666
maka :
Program 2
t= 5, L=4 dan g=9.8, 𝜃=0.17, A= -g/L(sin 𝜃 )= - 9.8 / 4 (sin 0.17)= 7.2 × 10-3
Program 3
Nilai input data pada gerak harmonis bandul sederhana yaitu:
B. Pembahasan
Untuk program bandul metode runge kutta orde 4, hasil grafik yang diperoleh
untuk nilai awal atau oinput yang diubah-ubah menunjukkan simpangan dan
kecepatan yang stabil. Grafik keluaran dari kecepatan dan posisi dari ayunan
bandul sederhana berbentuk gelombang sinus. Iterasi dilakukan untuk t = 1
2
sampai dengan n sedemikian hingga diperoleh nilai y untuk posisi dan dan z untuk
kecepatan sudut , untuk setiap t= 1, 2, 3, … ,n .
Hasil dari perhitungan secara analitik dan numeric untuk program gerak
harmonis sederhana pada bandul yaitu nilai simpangan benda pada perhitungan
analitik adalah sebesar -0.169 dan pada perhitungan secara numeric dengan
menggunakan aplikasi matlab adalah bernilai -0.173826. Dari hasil ini terlihat
bahwa nilai dari perhitungan secara numeric mendekati nilai perhitungan analitik.
2
BAB IV
A. Kesimpulan
Pada bandul sederhana jika bandul berayun, tali akan membentuk sudut
sebesar teta terhadap arah vertical. Metode Runge-Kutta merupakan salah
satu dari satu perangkat metode yang penting untuk menyelesaikan persamaan
diferensial dengan syarat awal 𝑦 ′ = 𝑓(𝑥, 𝑦). Hasil dari perhitungan secara
analitik dan numeric untuk program gerak harmonis sederhana pada bandul
yaitu nilai posisi benda pada perhitungan analitik adalah sebesar -0.169 dan
pada perhitungan secara numeric dengan menggunakan aplikasi matlab adalah
bernilai -0.173826 .
B. Saran
2
DAFTAR PUSTAKA
Faridah, R. (2015). Analisis Model Getaran Pegas dengan Metode Runge Kutta dan
Milne. Jember: Universitas Jember.
Huzaimah. (2016). Metode Analitik dan Metode Runge Kutta Orde 4 dalam
Menyelesaikan persamaan Analitik Pegas. Malang: Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim.
2
LAMPIRAN
Lampiran 1. Flowchart