0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan33 halaman

Gerak Harmonik Bandul: Metode Runge Kutta

Makalah ini membahas tentang gerak harmonik pada bandul sederhana dengan menggunakan metode Runge Kutta orde 4 dan simulasi komputer menggunakan MATLAB. Tujuannya adalah untuk memodelkan gerak bandul sederhana secara numerik dan memperoleh hasil simulasi gerakannya.

Diunggah oleh

Reza Novita Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
114 tayangan33 halaman

Gerak Harmonik Bandul: Metode Runge Kutta

Makalah ini membahas tentang gerak harmonik pada bandul sederhana dengan menggunakan metode Runge Kutta orde 4 dan simulasi komputer menggunakan MATLAB. Tujuannya adalah untuk memodelkan gerak bandul sederhana secara numerik dan memperoleh hasil simulasi gerakannya.

Diunggah oleh

Reza Novita Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH FISIKA KOMPUTASI

GERAK HARMONIK PADA BANDUL SEDERHANA MENGGUNAKAN


METODA RUNGE KUTTA ORDE 4

Dosen : Rio Anshari, S.Pd, M.Si

Kelompok :4

Nama Anggota : 1. Rahmat Dito Triwicaksono (17034080)

2. Raudatul Khairat (17034081)

3. Reza Novita Sari (17034124)

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
Kata Pengantar

Puji beserta syukur atas kehadiran Allah SWT. Berkat rahmat dan hidayah-
NYA, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah mata kuliah Fisika
Komputasi.

Kami sebagai penyusun mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari
berbagai pihak dalam penyalesaian makalah ini. Terima kasih kepada dosen
pembimbing mata kuliah Fisika Komputasi yang telah membagikan ilmunya
mengenai materi kuliah dan tata cara pembuatan makalah yang benar. Keluarga yang
memberikan dukungan baik dalam bentuk motivasi maupun material. Teman – teman
yang telah memberikan saran dan masukan mengenai makalah kami.

Kami menyadari kalau makalah ini belum sempurna, dimana masih terdapat
beberapa kekurangan. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan kami dalam
menyusun makalah. Tetapi kami telah berusaha untuk menyusun makalah yang
mudah dipahami dengan menyusunnya secara sistematis.

Penyusun berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca baik
dalam ilmu pengetahuan maupun untuk kehidupan sehari-hari.

Padang, 27 Mei 2017

Penyusun

Kelompok

2
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................................... 2


Kelompok ...................................................................................................................... 2
Daftar Isi ...................................................................................................................... 3
Daftar Tabel................................................................................................................. 5
Daftar Gambar ............................................................................................................ 6
Daftar Lampiran ......................................................................................................... 7
Lampiran 1. Flowchart ........................................................................................... 7
Lampiran 2. Pseudocode program ........................................................................ 7
BAB I ............................................................................................................................ 8
PENDAHULUAN ........................................................................................................ 8
A. Latar Belakang Masalah.............................................................................. 8
B. Identifikasi masalah ..................................................................................... 9
C. Pembatasan masalah .................................................................................... 9
D. Perumusan Masalah ..................................................................................... 9
E. Tujuan Penulisan ........................................................................................ 10
F. Manfaat Penulisan ...................................................................................... 10
BAB II ........................................................................................................................ 11
KAJIAN TEORI DAN METODE PENYELESAIAN MASALAH ..................... 11
A. Gerak Harmonik pada Bandul Sederhana .............................................. 11
B. Metoda Runge Kutta .................................................................................. 12
BAB III ....................................................................................................................... 16
HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................. 16
BAB IV ....................................................................................................................... 31
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................. 31
A. Kesimpulan ................................................................................................. 31
B. Saran ............................................................................................................ 31

2
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 32
LAMPIRAN ............................................................................................................... 33
Lampiran 1. Flowchart ......................................................................................... 33
Lampiran 2. Pseudocode program ...................................................................... 33

2
Daftar Tabel

Tabel 1. Hasil iterasi program 1 dengan input h=0.1, tmaks=5, L=1 ......................... 18
Tabel 2. Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4 .............................. 20
Tabel 3. Program 3 dengan input h=0.01, t=2 dan L=1 .............................................. 29

2
Daftar Gambar

Gambar 1. Bandul sederhana ...................................................................................... 11


Gambar 2. Grafik program 1pegas metode runge kutta orde 4 ................................... 16
Gambar 3. Grafik Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4 ............... 18

2
Daftar Lampiran

Lampiran 1. Flowchart

Lampiran 2. Pseudocode program

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Secara garis besar, ilmu fisika dapat dipelajari lewat 3 jalan, yaitu
pertama, dengan menggunakan konsep atau teori fisika yang akhirnya
melahirkan fisika teori. Kedua, dengan caraeksperimen yang menghasilkan
aliran fisika eksperimental, dan ketiga, fisika bisa dipela jari lewat
simulasi fenomena alam yang sangat mengandalkan komputer serta
algoritmanumerik. Salah satunya adalah pada fenomena bandul sederhana.
Getaran dapat didefinisikan sebagai gerak bolak balik suatu benda yang
terjadi secara periodic atau berkala dengan selang waktu tetap.prinsip getaran
banyak diterapkan pada alat alat yang berhubungan dengan gerak osilasi dan gaya
yang bekerja dengan gerak tersebut.Getaran harmonik sederhana merupakan
getaran yang terus menerus dimana gaya pemulih berbanding lurus dengan
negative simpangannya.
Persamaan getaran dinyatakan dalam persamaan differensial
biasa.karakteristik persamaannnya dapat diselesaikan menggunakan metode
analitik. Namun,pada bentuk kompleks persamaan differensial biasa tidak dapat
dengan mudah ditentukan penyelesaian analitiknya. Berdsarkan hal ini maka
dikembangkan berbagai metode numerik untuk meneyelesaikan persamaan
differensial biasa. Metode ini merupakan hampiran pasti dan memiliki galat.
Metode Runge-kutta orde 4 merupakan metode numeric yang sering
digunakan untuk menyelesaikan persamaan differensial. Ketelitian sosusi suatu
metote numeric bergantung pada ukuran langkah yang digunakan. Semakin kecil
ukuran langkah maka mengakibatkan hasulnya semakin akurat.
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, maka dibutuhkan ukuran langkah yang
kecil, hal ini menyebabkan banyaknya perhitungan. Untuk mempermudah

2
perhitungan ini maka bisa dengan menggunakan program aplikasi seperti
MATLAB.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang identifikasi masalah dari penyelesaian gerak


bandul sederhan menggunakan metode Runge Kutta orde 4 adalah :

1. Proses perhitungan persamaan fisika secara analitik sulit dilakukan jika ingin
mendapatkan hasil yang sangat mendekati hasil sebenarnya dengan cara
manual.

2. Persamaan differensial kompleks pada bandul sederhana tidak bisa


diselesaikan dengan mudah menggunakan metode analitik.

C. Pembatasan masalah

Dari latar belakang, pembatasan masalah dari penyelesaian bandul sederhana


dengan metoda Runge Kutta orde 4 adalah:

1. Menghitung nilai posisi dan kecepatan bandul sederhana

2. Membuat dan menganlisis hasil program persamaan bandul sederhana metoda


Runge Kutta Orde 4, dengan program aplikasi Matlab.

D. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Bagaimana analisis fisika dari bandul sederhana?

2. Bagaimana perhitungan numeric dari metoda Runge Kutta orde 4?

3. Bagaimana menggunakan metoda Runge Kutta orde 4 dalam menyelesaikan


persamaan pada bandul sederhana?

2
4. Bagaimana cara pembuatan program bandul sederhana dengan matlab untuk
mencari posisi dan kecepatan bandul?

E. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Mengetahui analisis dari bandul sederhana

2. Mengetahui bentuk perhitungan numeric dengan metoda Runge Kutta

3. Mengetahui pengaplikasian metoda Runge Kutta dalam menyelesaikan


persamaan pada banduk sederhana.

4. Mengetahui pembuatan program bandul sederhana metoda Runge Kutta


dengan apliksi Matlab.

F. Manfaat Penulisan

Penulisan makalah ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai


pengaplikasian penggunaan metoda numeric pada permasalahan fisika khususnya
untuk gerak osilasi pada bandul sederhana. Serta juga bisa mempelajari dan
menganalisis persamaan gerak osilasi bandul sederhana dengan menggunakan
program aplikasi Matlab dalam perhitungan secara numerik.

2
BAB II

KAJIAN TEORI DAN METODE PENYELESAIAN MASALAH

A. Gerak Harmonik pada Bandul Sederhana

Gambar 1. Bandul sederhana


Jika sebuah bandul diberi simpangab disekitar titik setimbangnya dengan
sudut ayunan 𝜃 (dalam hal ini sudut 𝜃 kecil), maka akan terjadi gerak harmonis,
yang timbul karena adanya gaya pemulih sebesar Fx=mg sin 𝜃yang arahnya
selalu berlawanan dengan arah ayunan bandul.

Gaya Fx dalam arah sumbu x merupakan gaya pemulih, yaitu gaya yang
selalu menuju titik keseimbangan. Arah gay tersebut berlawanan arah dengan
simpangan. Dalam arah sumbu y, (Fy= mg cos𝜃 ) komponen gaya berat
diimabangi oleh tegangan tali T sehingga gaya dalam sumbu y bernilai nol.

∑𝐹 = 𝑚. 𝑎 , dalam arah x:

W sin 𝜃=m d2x/dt2

m.g.sin 𝜃=m.d2x/dt2, dengan menghilangkan m

g sin 𝜃= d2x/dt2, untuk sudut 𝜃 yang kecil sin 𝜃= tan 𝜃

g. tan 𝜃= d2x/dt2,tan 𝜃 =x/L sehingga:

g. x/L= d2x/dt2 atau bisa ditulis sebagai persamaan differensial:

d2x/dt2 +(g/L)x=0, yang menghasilkan:

frekuensi sudut𝜔 = √𝑔/𝐿, dimana 𝜔 = 2𝜋/𝑇, sehingga :

2
T2= 4 𝜋2/g× 𝐿 (1.1)

Bandul sederhana terdiri atas benda bermassa m yang diikat dengan seutas tali
ringan yang panjangnya 1 (massa tali diabaikan). Jika bandul berayun, tali akan
membentuk sudut sebesar teta terhadap arah vertical. Jika sudut teta terlalu
kecil, gerak bandul tersebut akan memenuhi persamaan gerak harmonic
sederhana seperti gerak massa pegas.

𝑥 = 𝐴𝑠𝑖𝑛𝜃 = 𝐴𝑠𝑖𝑛𝜔𝑡 (1.2)

A adalah amplitudo, yaitu simpangan terjauh yang mampu dicapai


benda. Teta adalah besarnya sudut fase yang dilalui bend. Benda menempuh
satu kali getaran (satu fase). Apaabila sudut ditempuh sebesar 360 0. Apabila
benda telah menempuh sudut fase sebesar 0 pada saat t= 0, rumus simpangan
benda menjadi :

𝑥 = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 (𝜔𝑡 + 𝜃𝑜) (1.3)

Dengan omega 𝜔 = √𝑔/𝐿 dan theta =besar sudut tali dari keadaan
setimbang.Kecepatan gerak diturunkan dari posisi, maka:

𝑑𝑥
𝑉𝑥 = = 𝑑/𝑑𝑡[𝐴 𝑠𝑖𝑛 (𝜔𝑡 + 𝜃0)]
𝑑𝑡

𝑉𝑥 = 𝐴 𝜔 𝑐𝑜𝑠 (𝜔𝑡 + 𝜃0) (1.4)

B. Metoda Runge Kutta

Euler kurang efisien dalam masalah-masalah praktis, karena dalam metode


Euler diperlukan h << 1 untuk memperoleh hasil yang cukup teliti (akurat).
Metode Runge-kutta dibuat untuk mendapatkan ketelitian yang lebih tinggi dan
kelebihan dari metode ini adalah bahwa untuk memperoleh hasil-hasil tersebut
hanya diperlukan nilai-nilai fungsi dari titik-titik sebarang yang dipilih pada suatu
interval bagian.

2
Penyelesaian PDB dengan metode deret Taylor juga tidak praktis karena
metode tersebut membutuhkan turunan perhitungan 𝑓(𝑥, 𝑦). Lagipula, tidak
semua fungsi mudah dihitung turunannya, terutama bagi fungsi yang bentuknya
rumit. Semakin tinggi orde metode deret Taylor, semakin tinggi turunan fungsi
yang harus dihitung. Karena pertimbangan ini, metode deret Taylor yang berorde
tinggi pun tidak dapat diterima dalam masalah praktek.
Metode Runge-Kutta merupakan alternatif lain dari metode deret Taylor
yang tidak membutuhkan perhitungan turunan. Metode ini berusaha mendapat
derajat ketelitian yang lebih tinggi, dan sekalius menghindarkan keperluan
mencari turunan yang lebih tinggi dengan jalan mengevaluasi fungsi 𝑓(𝑥, 𝑦) pada
titik terpilih dalam setiap selang langkah. Metode Runge-Kutta adalah metode
PDB yang paling populer karena banyak di pakai dalam praktek.

Metode Runge-Kutta merupakan salah satu dari satu perangkat metode yang
penting untuk menyelesaikan persamaan diferensial dengan syarat awal

𝑦 ′ = 𝑓(𝑥, 𝑦)

𝑦(𝑥0 ) diberikan

Untuk memecahkan persoalan ini, pada sumbu waktu 𝑥 dipilih simpul-


simpul waktu diskret

𝑥0 , 𝑥1 , 𝑥2 , … , 𝑥𝑟 , 𝑥𝑟+1 , … , 𝑥𝑛 dan seterusnya

dengan 𝑥𝑟+1 = 𝑥𝑟 + ℎ𝑟 , dengan ℎ𝑟 merupakan “step length” dari saat ke-r ke


saat ke-(r+1). Pada umumnya “step length” tergantung pada r, tetapi untuk
mudahnya diperlakukan konstan, yaitu h.

Bentuk umum metode Runge-Kutta orde-𝑛 adalah:

𝒚𝒓+𝟏 = 𝒚𝒓 + 𝒂𝟏 𝒌𝟏 + 𝒂𝟐 𝒌𝟐 + … + 𝒂𝒏 𝒌𝒏 (1.5)

dengan 𝑎1 , 𝑎2 , … , 𝑎𝑛 adalah tetapan dan

2
𝑘1 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 , 𝑦𝑟 )

𝑘2 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 + 𝑝1 ℎ, 𝑦𝑟 + 𝑞11 𝑘1 )

𝑘3 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 + 𝑝1 ℎ, 𝑦𝑟 + 𝑞21 𝑘1 + 𝑞22 𝑘2 )

𝑘𝑛 = ℎ𝑓(𝑥𝑟 + 𝑝𝑛−1 ℎ, 𝑦𝑟 + 𝑞𝑛−1,1 𝑘1 + 𝑞𝑛−1,2 𝑘2 + . . . + 𝑞𝑛−1,𝑛−1 𝑘𝑛−1

Nilai (𝑎𝑖 , 𝑝𝑖 𝑞𝑖𝑗 ) dipilih sedemikian rupa sehingga meminimumkan galat


per langkah, dan persamaan entuk umum metode Runge-Kutta orde-n akan
sama dengan metode deret Taylor dari orde setinggi mungkin.
Galat per langkah metode Runge-Kutta orde-n 𝑂(ℎ𝑛+1 )

Galat longgokan metode Runge-Kutta orde-n 𝑂(ℎ𝑛 )


Orde metode = 𝑛

Berikut beberapa jenis Metode Runge-Kutta :


1. Metode Runge-Kutta Orde Satu
Metode Runge-Kutta tingkat satu berbentuk :

2. Metode Runge-Kutta Orde Dua


Metode Runge-Kutta tingkat satu berbentuk

3. Metode Runge-Kutta Orde Tiga


Metode Runge-Kutta yang terkenal dan banyak dipakai dalam praktek
adalah metode Runge-Kutta orde tiga dan metode Runge-Kutta orde empat.

2
Kedua metode tersebut terkenal karena tingkat ketelitian solusinya tinggi
(dibandingkan metode Runge-Kutta orde sebelumnya, mudah diprogram,
dan stabil)
Metode Runge-Kutta orde tiga berbentuk

4. Metode Runge-Kutta Orde Empat


Metode Runge-Kutta orde tiga berbentuk

2
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil analitik dan numeric


1. Numeric dengan matlab

Gambar 2. Grafik program 1pegas metode runge kutta orde 4


Input awal h=0.1, tmaks=5, L=1

masukan nilai h=0.1


masukan nilai waktu max=5
masukan panjang tali L=1
-------------------------------------
x y z
-------------------------------------
0.100000 0.166093 -0.167436
0.200000 0.141583 -0.318810
0.300000 0.103360 -0.439493
0.400000 0.055111 -0.517683
0.500000 0.001510 -0.545643
0.600000 -0.052236 -0.520587
0.700000 -0.100909 -0.445012
0.800000 -0.139792 -0.326404

2
0.900000 -0.165133 -0.176370
1.000000 -0.174496 -0.009418
1.100000 -0.166984 0.158434
1.200000 -0.143317 0.311089
1.300000 -0.105770 0.433803
1.400000 -0.057964 0.514585
1.500000 -0.004530 0.545445
1.600000 0.049344 0.523307
1.700000 0.098425 0.450381
1.800000 0.137956 0.333892
1.900000 0.164121 0.185249
2.000000 0.174406 0.018832
2.100000 0.167825 -0.149386
2.200000 0.145008 -0.303277
2.300000 0.108148 -0.427985
2.400000 0.060799 -0.511333
2.500000 0.007547 -0.545083
2.600000 -0.046438 -0.525871
2.700000 -0.095911 -0.455615
2.800000 -0.136078 -0.341279
2.900000 -0.163061 -0.194070
3.000000 -0.174265 -0.028239
3.100000 -0.168616 0.140295
3.200000 -0.146656 0.295376
3.300000 -0.110493 0.422040
3.400000 -0.063616 0.507929
3.500000 -0.010562 0.544557
3.600000 0.043518 0.528276
3.700000 0.093369 0.460711
3.800000 0.134161 0.348564
3.900000 0.161952 0.202833
4.000000 0.174072 0.037636
4.100000 0.169356 -0.131165
4.200000 0.148259 -0.287388
4.300000 0.112805 -0.415971
4.400000 0.066413 -0.504373
4.500000 0.013573 -0.543868
4.600000 -0.040585 -0.530522
4.700000 -0.090800 -0.465669

2
4.800000 -0.132203 -0.355743
4.900000 -0.160795 -0.211534
5.000000 -0.173826 -0.047020

Tabel 1. Hasil iterasi program 1 dengan input h=0.1, tmaks=5, L=1

Gambar 3. Grafik Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4
Input awal h=0.1, tmaks=5, L=4

masukan panjang tali L=4


-------------------------------------
x y z
-------------------------------------
0.100000 0.172410 -0.042373
0.200000 0.166092 -0.083725
0.300000 0.155733 -0.123057
0.400000 0.141580 -0.159417
0.500000 0.123978 -0.191917
0.600000 0.103352 -0.219761
0.700000 0.080204 -0.242261
0.800000 0.055097 -0.258856
0.900000 0.028644 -0.269132
1.000000 0.001491 -0.272830
1.100000 -0.025699 -0.269859

2
1.200000 -0.052261 -0.260292
1.300000 -0.077545 -0.244370
1.400000 -0.100936 -0.222491
1.500000 -0.121863 -0.195200
1.600000 -0.139818 -0.163171
1.700000 -0.154365 -0.127191
1.800000 -0.165153 -0.088138
1.900000 -0.171922 -0.046959
2.000000 -0.174507 -0.004649
2.100000 -0.172848 0.037774
2.200000 -0.166983 0.079286
2.300000 -0.157054 0.118887
2.400000 -0.143301 0.155616
2.500000 -0.126057 0.188579
2.600000 -0.105738 0.216967
2.700000 -0.082840 0.240080
2.800000 -0.057918 0.257343
2.900000 -0.031581 0.268325
3.000000 -0.004472 0.272750
3.100000 0.022747 0.270507
3.200000 0.049409 0.261652
3.300000 0.074864 0.246408
3.400000 0.098490 0.225156
3.500000 0.119712 0.198426
3.600000 0.138014 0.166878
3.700000 0.152952 0.131289
3.800000 0.164166 0.092527
3.900000 0.171383 0.051532
4.000000 0.174431 0.009296
4.100000 0.173235 -0.033164
4.200000 0.167825 -0.074825
4.300000 0.158330 -0.114682
4.400000 0.144981 -0.151770
4.500000 0.128099 -0.185185
4.600000 0.108093 -0.214110
4.700000 0.085451 -0.237829
4.800000 0.060721 -0.255755
4.900000 0.034508 -0.267440
0.007451 -0.272590

2
Tabel 2. Hasil iterasi program dengan input h=0.1, t=5 dan L=4

Grafik 1. Metode Runge Kutta Orde 4


masukan nilai h=0.01

masukan nilai waktu max=2

masukan panjang tali L=1

-------------------------------------

x y z

-------------------------------------

0.010000 0.174448 -0.017015

0.020000 0.174193 -0.034013

0.030000 0.173768 -0.050979

0.040000 0.173173 -0.067895

0.050000 0.172410 -0.084746

0.060000 0.171479 -0.101515

2
0.070000 0.170380 -0.118186

0.080000 0.169115 -0.134743

0.090000 0.167686 -0.151169

0.100000 0.166092 -0.167450

0.110000 0.164337 -0.183569

0.120000 0.162422 -0.199510

0.130000 0.160348 -0.215258

0.140000 0.158117 -0.230799

0.150000 0.155732 -0.246115

0.160000 0.153196 -0.261194

0.170000 0.150509 -0.276020

0.180000 0.147676 -0.290578

0.190000 0.144699 -0.304854

0.200000 0.141580 -0.318835

0.210000 0.138323 -0.332507

0.220000 0.134931 -0.345856

0.230000 0.131407 -0.358869

0.240000 0.127755 -0.371533

0.250000 0.123978 -0.383837

0.260000 0.120079 -0.395767

0.270000 0.116064 -0.407312

0.280000 0.111934 -0.418460

0.290000 0.107696 -0.429201

0.300000 0.103352 -0.439524

2
0.310000 0.098907 -0.449419

0.320000 0.094365 -0.458875

0.330000 0.089731 -0.467884

0.340000 0.085009 -0.476436

0.350000 0.080203 -0.484523

0.360000 0.075320 -0.492136

0.370000 0.070362 -0.499269

0.380000 0.065336 -0.505914

0.390000 0.060246 -0.512064

0.400000 0.055096 -0.517713

0.410000 0.049893 -0.522855

0.420000 0.044641 -0.527486

0.430000 0.039345 -0.531601

0.440000 0.034011 -0.535195

0.450000 0.028643 -0.538264

0.460000 0.023247 -0.540807

0.470000 0.017829 -0.542820

0.480000 0.012393 -0.544300

0.490000 0.006944 -0.545248

0.500000 0.001489 -0.545661

0.510000 -0.003967 -0.545540

0.520000 -0.009420 -0.544884

0.530000 -0.014863 -0.543694

0.540000 -0.020292 -0.541971

2
0.550000 -0.025701 -0.539718

0.560000 -0.031084 -0.536935

0.570000 -0.036438 -0.533627

0.580000 -0.041755 -0.529796

0.590000 -0.047032 -0.525447

0.600000 -0.052262 -0.520583

0.610000 -0.057442 -0.515210

0.620000 -0.062565 -0.509333

0.630000 -0.067627 -0.502957

0.640000 -0.072622 -0.496090

0.650000 -0.077547 -0.488738

0.660000 -0.082396 -0.480909

0.670000 -0.087164 -0.472610

0.680000 -0.091846 -0.463849

0.690000 -0.096439 -0.454636

0.700000 -0.100937 -0.444980

0.710000 -0.105337 -0.434889

0.720000 -0.109634 -0.424375

0.730000 -0.113823 -0.413448

0.740000 -0.117901 -0.402117

0.750000 -0.121864 -0.390396

0.760000 -0.125708 -0.378295

0.770000 -0.129429 -0.365826

0.780000 -0.133023 -0.353002

2
0.790000 -0.136488 -0.339835

0.800000 -0.139819 -0.326338

0.810000 -0.143014 -0.312524

0.820000 -0.146068 -0.298407

0.830000 -0.148981 -0.284001

0.840000 -0.151748 -0.269319

0.850000 -0.154366 -0.254377

0.860000 -0.156834 -0.239189

0.870000 -0.159149 -0.223768

0.880000 -0.161309 -0.208132

0.890000 -0.163311 -0.192294

0.900000 -0.165154 -0.176270

0.910000 -0.166836 -0.160076

0.920000 -0.168355 -0.143727

0.930000 -0.169710 -0.127239

0.940000 -0.170900 -0.110629

0.950000 -0.171922 -0.093911

0.960000 -0.172777 -0.077103

0.970000 -0.173464 -0.060220

0.980000 -0.173982 -0.043280

0.990000 -0.174330 -0.026297

1.000000 -0.174508 -0.009289

1.010000 -0.174515 0.007728

1.020000 -0.174353 0.024737

2
1.030000 -0.174021 0.041722

1.040000 -0.173519 0.058668

1.050000 -0.172848 0.075556

1.060000 -0.172008 0.092372

1.070000 -0.171000 0.109098

1.080000 -0.169826 0.125719

1.090000 -0.168486 0.142219

1.100000 -0.166982 0.158581

1.110000 -0.165315 0.174791

1.120000 -0.163487 0.190831

1.130000 -0.161499 0.206686

1.140000 -0.159354 0.222342

1.150000 -0.157053 0.237783

1.160000 -0.154599 0.252993

1.170000 -0.151994 0.267959

1.180000 -0.149241 0.282665

1.190000 -0.146342 0.297097

1.200000 -0.143300 0.311241

1.210000 -0.140118 0.325083

1.220000 -0.136799 0.338609

1.230000 -0.133347 0.351807

1.240000 -0.129764 0.364664

1.250000 -0.126055 0.377166

1.260000 -0.122222 0.389301

2
1.270000 -0.118270 0.401058

1.280000 -0.114202 0.412424

1.290000 -0.110023 0.423389

1.300000 -0.105736 0.433942

1.310000 -0.101345 0.444071

1.320000 -0.096856 0.453768

1.330000 -0.092272 0.463022

1.340000 -0.087597 0.471825

1.350000 -0.082837 0.480166

1.360000 -0.077995 0.488039

1.370000 -0.073077 0.495435

1.380000 -0.068088 0.502347

1.390000 -0.063032 0.508768

1.400000 -0.057914 0.514691

1.410000 -0.052740 0.520111

1.420000 -0.047514 0.525022

1.430000 -0.042241 0.529419

1.440000 -0.036927 0.533297

1.450000 -0.031577 0.536654

1.460000 -0.026196 0.539484

1.470000 -0.020789 0.541787

1.480000 -0.015362 0.543558

1.490000 -0.009920 0.544797

1.500000 -0.004468 0.545502

2
1.510000 0.000989 0.545672

1.520000 0.006444 0.545308

1.530000 0.011893 0.544410

1.540000 0.017330 0.542978

1.550000 0.022751 0.541014

1.560000 0.028149 0.538520

1.570000 0.033519 0.535498

1.580000 0.038857 0.531952

1.590000 0.044157 0.527885

1.600000 0.049413 0.523302

1.610000 0.054621 0.518206

1.620000 0.059775 0.512603

1.630000 0.064871 0.506499

1.640000 0.069904 0.499899

1.650000 0.074868 0.492811

1.660000 0.079758 0.485242

1.670000 0.084571 0.477198

1.680000 0.089301 0.468688

1.690000 0.093943 0.459721

1.700000 0.098494 0.450305

1.710000 0.102948 0.440451

1.720000 0.107301 0.430167

1.730000 0.111550 0.419463

1.740000 0.115689 0.408352

2
1.750000 0.119716 0.396843

1.760000 0.123625 0.384947

1.770000 0.127413 0.372678

1.780000 0.131077 0.360046

1.790000 0.134613 0.347064

1.800000 0.138017 0.333746

1.810000 0.141287 0.320103

1.820000 0.144418 0.306150

1.830000 0.147409 0.291900

1.840000 0.150255 0.277367

1.850000 0.152955 0.262565

1.860000 0.155506 0.247509

1.870000 0.157905 0.232214

1.880000 0.160149 0.216694

1.890000 0.162238 0.200964

1.900000 0.164168 0.185039

1.910000 0.165938 0.168936

1.920000 0.167546 0.152670

1.930000 0.168991 0.136256

1.940000 0.170271 0.119710

1.950000 0.171385 0.103049

1.960000 0.172332 0.086289

1.970000 0.173110 0.069445

1.980000 0.173720 0.052534

2
1.990000 0.174161 0.035572

2.00 .174432 0.018576

Tabel 3. Program 3 dengan input h=0.01, t=2 dan L=1

2. Analitik
Program 1

Nilai input data pada gerak harmonis bandul sederhana yaitu:

t=0 ,L=1 dan g=9.8 𝜃=0.17 , A= -g/L(sin 𝜃 )= - 9.8 / 1 (sin 0.17)= -1.666
maka :

Dengan menggunakan persamaan


𝑥 = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 (𝜔𝑡 + 𝜃𝑜)
𝑥 = 1.666 sin(0 + 0.17) = −0.169

Program 2

Nilai input data pada gerak harmonis bandul sederhana yaitu:

t= 5, L=4 dan g=9.8, 𝜃=0.17, A= -g/L(sin 𝜃 )= - 9.8 / 4 (sin 0.17)= 7.2 × 10-3

𝑥 = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 𝑠(𝜔𝑡 + 𝜃𝑜)


𝑥 = 0.00072 sin( 0+0.17)= 6.488 × 10-3

Program 3
Nilai input data pada gerak harmonis bandul sederhana yaitu:

t=2 ,L=1 dan g=9.8 𝜃=0.17 , A= -1.666 maka :

𝑥 = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 𝑠(𝜔𝑡 + 𝜃𝑜)


𝑥 = 1.666 sin( 0+0.17)= -0.169

B. Pembahasan

Untuk program bandul metode runge kutta orde 4, hasil grafik yang diperoleh
untuk nilai awal atau oinput yang diubah-ubah menunjukkan simpangan dan
kecepatan yang stabil. Grafik keluaran dari kecepatan dan posisi dari ayunan
bandul sederhana berbentuk gelombang sinus. Iterasi dilakukan untuk t = 1

2
sampai dengan n sedemikian hingga diperoleh nilai y untuk posisi dan dan z untuk
kecepatan sudut , untuk setiap t= 1, 2, 3, … ,n .
Hasil dari perhitungan secara analitik dan numeric untuk program gerak
harmonis sederhana pada bandul yaitu nilai simpangan benda pada perhitungan
analitik adalah sebesar -0.169 dan pada perhitungan secara numeric dengan
menggunakan aplikasi matlab adalah bernilai -0.173826. Dari hasil ini terlihat
bahwa nilai dari perhitungan secara numeric mendekati nilai perhitungan analitik.

2
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Pada bandul sederhana jika bandul berayun, tali akan membentuk sudut
sebesar teta terhadap arah vertical. Metode Runge-Kutta merupakan salah
satu dari satu perangkat metode yang penting untuk menyelesaikan persamaan
diferensial dengan syarat awal 𝑦 ′ = 𝑓(𝑥, 𝑦). Hasil dari perhitungan secara
analitik dan numeric untuk program gerak harmonis sederhana pada bandul
yaitu nilai posisi benda pada perhitungan analitik adalah sebesar -0.169 dan
pada perhitungan secara numeric dengan menggunakan aplikasi matlab adalah
bernilai -0.173826 .

B. Saran

Pada makalah gerak harmonis pada bandul sederhana ini, penulis


hanya mencari nilai hampiran dari posis benda saat di waktu t, dimana hal ini
dapat dikembangkan dengan mencari nilai- nilai konstanta yang lain, dengan
menggunakan metoda- metoda numeric yang sudah ada.

2
DAFTAR PUSTAKA

Akmam. (2019). Petunjuk Praktikum Aplikasi M-File Matlab. padang: Univesitas


Negeri Padang.

Faridah, R. (2015). Analisis Model Getaran Pegas dengan Metode Runge Kutta dan
Milne. Jember: Universitas Jember.

Huzaimah. (2016). Metode Analitik dan Metode Runge Kutta Orde 4 dalam
Menyelesaikan persamaan Analitik Pegas. Malang: Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim.

Nainggolan, A. (2013, 09 29). Metoda Newton Raphson.

Susanti, E. (2017). Pegas dan Bandul Sederhana. Palembang: Universitas Sriwijaya.

2
LAMPIRAN

Lampiran 1. Flowchart

Lampiran 2. Pseudocode program

Anda mungkin juga menyukai